Archive for the 'Komoditas' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

22 JulTanaman Toleran Salinitas

Leguminosa

LEGUMINOSA

Syekhfani

Tanaman toleran salinitas, adalah tanaman yang mampu tumbuh dan berproduksi pada tanah salin (bergaram). Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah padi (lebak, tambak, pasang surut air laut), ditumpangsarikan dengan ikan (budidaya mina padi). Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/integrasi-sistem-tani/

Varietas tanaman padi tahan terhadap salinitas tinggi mampu beradaptasi pada kondisi nilai EC > 12 MS/cm tanpa mengalami plasmolisis.

Sebagai alternatif jenis tanaman yang sesuai (suitable) dan berpeluang dikembangkan di lahan salin adalah jenis Leguminosa (kacang-kacangan: kedelai, k. tanah, k. hijau, k. tunggak, dsb.), yang menghendaki kondisi tanah bereaksi agak masam hingga agak alkalis (pH 5.5 s/d 8.5).

Kondisi ini sejalan dengan syarat hidup bakteri bintil akar Rhizobium spp. bersimbiose dengan tanaman leguminosa.

Untuk kondisi tanah ekstrim masam dan ekstrim alkalin, diperlukan pemuliaan.

Tanaman kedelai misalnya, yang toleran lahan kering masam mempunyai karakteristik genotipe antara lain ukuran biji tergolong kecil (Heru Kuswanto, dkk. 1982)*.

Disinyalir beberapa klon tanaman kedelai, toleran terhadap lahan alkalin; namun saat ini masih dalam penelitian.

Klon tersebut perlu diuji di lapangan pada berbagai kondisi (tanah, sistem budidaya, irigasi, dan lain-lain) sebelum dilepas (release) ke petani.

Tanaman toleran identik dengan perluasan areal!

*Heru Kuswantoro, Darman M. Arsyad, dan Purwantoro. 1982. Karakteristik kedelai toleran lahan kering masam. Bul. Palawija No. 25: 1-10.

21 JulManajemen Spesifik Lokasi

Tembakau Madura

TANAMAN TEMBAKAU MADURA

Upaya Peningkatan Fosfor Tersedia

Syekhfani

Tanaman tembakau Madura, merupakan jenis tembakau rajang dengan kandungan nikotin rendah, beraroma spesifik, digunakan untuk rokok kretek. Berdasarkan ciri aroma yang spesifik tersebut, tembakau Madura dikatagorikan sebagai tembakau aromatis semioriental.

Tembakau Madura umumnya ditanaman pada lahan kering dengan topografi berbukit, jenis tanah Litosol dan tekstur tanah liat berkapur yang mengandung pasir dan berbatu dengan pH lebih dari 7.

Bahan induk kapur menyebabkan kandungan fosfat tersedia bagi tanaman rendah, bahkan dapat sangat rendah (1 mg.kg-1 tanah atau kurang).

Selain ketersediaan fosfat rendah, tembakau Madura seringkali terserang penyakit batang berlubang, oleh bakteri Pectobacterium carotovorum subsp. carotovorum (sinonim Erwinia carotovora subsp. carotovora), banyak dikeluhkan oleh petani.

Upaya umum dalam mengatasi masalah fosfor tersebut yaitu dengan aplikasi pupuk sintetis; dikhawatirkan berdampak buruk terhadap sifat kimia, fisik dan biologi tanah dan pencemaran lingkungan.

Alternatif yang lebih aman adalah pendekatan menggunakan bantuan mikroba rhizosfer, yang berperan dalam siklus hara, mineralisasi, antagonis terhadap patogen, menghasilkan senyawa fitohormon dan membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan tanaman.

Kelompok plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) yang tergolong dalam Psedomonad pendarfluor (PF) dan cendawan mikoriza arbuskular (CMA) merupakan mikroba-mikroba yang dapat membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan tanaman.

PF yang termasuk golongan PGPR mempunyai kapasitas sebagai pelarut fosfat sehingga dapat meningkatkan ketersediaan fosfat di rhizosfer, mampu menghasilkan fitohormon dan bersifat antagonis terhadap patogen tular tanah karena menghasilkan antibiotik dan siderofor.

CMA merupakan cendawan yang berasosiasi erat dengan akar tanaman membentuk simbiosis mutualisme, CMA mendapatkan gula dari tanaman sedangkan tanaman mendapat nutrisi seperti fosfat dari CMA.

Namun demikian, informasi tentang potensi isolat PF yang terdapat di rhizosfer tembakau Madura masih belum tersedia, oleh karenanya eksplorasi (kajian) yang luas terhadap isolat-isolat PF indigenus Madura perlu dilakukan baik potensinya dalam meningkatkan ketersediaan fosfat, antagonisnya terhadap patogen maupun interaksi dari asosiasinya dengan CMA sebagai mikroba rhizosfer lain yang bermanfaat.

Berdasarkan kajian tersebut diharapkan amendasi isolat PF atau asosiasi isolat PF dengan CMA dapat menurunkan aktivitas aplikasi pupuk fosfat dan meningkatkan efisiensi budidaya tembakau Madura.

Lihat: → Publikasi Ilmiah

13 DecSOIL-Berkebun Stroberi (Gardening Strawberry)

 

Stroberi

 

BERKEBUN STOBERI

(GARDENING STRAWBERRIES)

Diposkan oleh:  Syekhfani

 

Berkebun stroberi (gardening strawberry),  memerlukan teknologi khusus apabila ingin dilakukan di Indonesia yang beriklim tropis, pada kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering;  karena tanaman stroberi aslinya berasal dari  daerah beriklim temperate (sedang).

Budidaya stroberi tergolong teknologi masukan tinggi (high input technology). Lihat → SOIL-Pertanian Organik Masukan Tinggi.

Teknis penanaman stoberi mulai dari perencanaan, persiapan, penanaman, perawatan, hingga persiapan tanam musim berikutnya, disajikan berikut:

Perencanaan

  • Rencanakan pertanaman di awal musim pertumbuhan yang tepat.
  • Stroberi merupakan tanaman sub-tropis yang tumbuh baik pada musim semi.  Namun, beberapa spesies telah beradaptasi baik dengan iklim tropika basah Indonesia.
  • Agar memperoleh hasil terbaik, sebaiknya disiapkan bedengan baru di tempat mana stroberi sudah berbuah. 

Persiapan

  • Pilih tempat yang memperoleh sinar matahari penuh dan drainase serta sirkulasi udara yang baik.
  • Terapkan pemberian pupuk lengkap seperti 5-10-10 (500 gram per 1.5 meter baris) sebelum tanam.

Penanaman

  • Jarak antar baris dalam bedengan adalah 4 meter.
  • Panjang akar tanaman baru tidak lebih dari 7.5 cm. Rendam akar dalam air selama sekitar satu jam sebelum tanam.
  • Atur jarak tanaman dalam baris 25 cm.
  • Buat lubang tanam cukup dalam sehingga seluruh akar tertimbun tanah, tetapi tajuk tidak tertimbun. Siram tanah seputar perakaran dengan sekitar 1/2 liter larutan pupuk diencerkan dengan air.

Perawatan

  • Tahun pertama, awal musim kemarau: Jaga bedengan agar bebas dari gulma. Seleksi bunga untuk calon buah dan dorong produksi buah yang sehat.
  • Akhir musim kemarau: 5 sampai 6 minggu setelah tanam, tanam tunas sebagai sulaman ditanam dalam baris dengan jarak 15 x 15 cm.
  • Akhir musim kemarau dan awal musim hujan: sebar pupuk di samping baris tanam dengan amonium nitrat (250 gram tiap 1.5 meter baris), 5-10-10 (1.25 kg per 1.5 meter baris), atau  pupuk kandang cair (50 sampai 100 ml per tanaman). Lakukan lagi 1 bulan kemudian.
  • Tahun kedua, akhir musim hujan: Hilangkan mulsa secara bertahap di musim hujan, tapi lindungi bunga dengan mulsa, jika diperlukan. Sediakan 1.5 cm air per minggu, mulai berbunga hingga panen.
  • Tutup bedengan dengan kain kasa atau jaring agar buah stroberi tidak dimakan burung.
  • Musim panas: Setelah panen tanaman bawah, hingga tanaman sulaman, siapkan bedengan  untuk tanaman baru musim berikutnya.

Panen

  • Buah beri akan matang sekitar 1 bulan setelah tanaman berbunga. Masa panen 2 sampai 3 minggu, tergantung masing-masing varietas.
  • Pilih buah yang segar dan mulus setiap 2 atau 3 hari. Hindari buah berujung hijau yang tidak sepenuhnya matang.
  • Ketika panen, jangan sisakan buah pada tanaman, karena mereka mendorong tanaman busuk.

 

Lihat: →  http://www.garden.org/foodguide/browse/fruit/strawberry/1231, dan

National Gardening Association 237.  Commerce St Suite 101, Willington, VT 05495 ©2013.

 

28 SepSOIL-Buah Langka Berguna

 

BUAH LANGKA BERGUNA ~ ALAMI ~ INDONESIA

Diangkat oleh:  Syekhfani

Besar ~ Sedang ~ Kecil

Dimakan (edible):  Manis (sweet) ~  Asam (sour) ~ Pahit (bitter) ~ Sepet (slighty bitter)

 

Indonesia, zona hujan tropika basah (tropical rain forest zone)mempunyai kekayaan flora yang luar biasa banyaknya, merupakan sumber flasma nuthfah yang berpotensi di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buah langka, umumnya spesifik lokasi dan kegunaannya pun spesifik bagi penduduk setempat, yang biasanya merupakan ciri khas.

Buah langka, jarang dijual belikan secara umum;  biasanya dijumpai insidental di pasar atau pekan mingguan atau bulanan.

Kegunaan khusus:  obatbumbu sayurpencuci mulut (dessert), atau buahan murah yang disenangi anak-anak.

Berikut contoh buah langka berguna dalam kehidupan sehari-hari:

 

1. LAI, Kalimantan

Lai, besar lonjong seperti buah durian (rasa manis harum)

(Kalimantan)

 2. CEMPEDAK

Cempedak, besar bulat panjang seperti buah nangka (rasa manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

3. KEMANG, Indonesia

Kemang, besar lonjong seperti buah mangga (rasa asam manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

 4. MUNDU, Garcinia dulcis (Jawa)

Mundu, sedang bulat seperti buah apel (rasa asam manis)

(Jawa)

 5. KANDIS

Kandis, sedang bulat, spesifik untuk asam sayur (rasa sangat asam)

(Sumatera)

 6. KAWIS

Kawis, sedang bulat, untuk rujak (rasa asam manis)

(Jawa)

 7. RAMBAI, Indonesia

Rambai, kecil bulat berjurai (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

 8. BUNI

Buni, kecil bulat berjurai, untuk rujak buah (rasa asam manis sepet)

(Jawa)

 

9. TUPAK

Tupak, kecil bulat berjurai  (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

10. RUKEM

Rukem, kecil bulat, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Sumatera, Jawa, dan lain-lain)

 11. JUWET, Jawa

Juwet, kecil lonjong, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Jawa)

 12. SALI, Sumatera Selatan

Sali, kecil bulat bergerombol, rasa asam-manis

(Sumatera)

 

Buahan langka bernilai gizi dan obat!

 

19 SepSOIL-Buah Pala

 

S

BUAH PALA ~ PALA FRUITS

Rempah ~  Camilan  ~  Atsiri  ~ Industri

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

(Foto-foto:  Abdul Madiki)

 

Buah pala (Myristica fragrans – Myristicaceae), merupakan buah tumbuhan pohon berasal dari pulau Banda, Maluku, tergolong tanaman rempah yang terkenal diminati dan dibutuhkan bangsa Eropa sejak dulu, dan ramai diperdagangkan.

Tumbuhan pohon pala berumah dua (dioecious) – dikenal pohon jantan dan pohon betina-  Daun berbentuk elips langsing. Buah berbentuk lonjong dan beraroma khas (mengandung minyak atsiri). Bila matang berwarna kuning, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli (selaput biji) berwarna merah. Setiap buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Semua bagian pohon pala dapat berguna untuk berbagai keperluan, baik batang, daun, maupun buah (daging, fuli, biji).

Khusus buah pala, daging buah sebagai bahan pembuat camilan (manisan buah pala), biji (sebagai bahan rempah), fuli (bahan industri farmasi, kecantikan, dan sebagainya).

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap (essence) untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar. Minyak buah pala juga dapat dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

→ Lihat:  http://id.wikipedia.org/wiki/Pala

 S

Pohon pala

O

Buah pohon pala

S

Bakal buah/bunga pala

S

Buah pala muda

S

Buah pala matang

S

Buah pala matang (pecah)

S

Daging dan biji buah

S

Fuli dan biji

Pala komoditi spesifik Maluku (Indonesia) yang terkenal sejak dulu!

09 AugSOIL-Perkebunan Teh

 

PERKEBUNAN TEH ~ TEA PLANTATION

Aktivitas ~ Rutinitas ~ Teknis Budidaya

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Perkebunan teh (tea plantation), salah satu komoditi nasional yang menjadi andalan negara kita sejak lama.

Perkebunan teh terutama dibudidayakan di daerah pegunungan dengan topografi datar, berombak, bergelombang, berbukit, bahkan bergunung.  Jenis tanah umumnya adalah Andisol atau Entisol, bereaksi agak masam hingga netral.  Suhu malam dan siang berbeda dengan nyata.  Tanaman teh tergolong Calcifuge (tidak senang kapur) dan menghendaki tanah agak masam hingga masam.

Pemeliharaan tanaman teh meliputi:  pemangkasan, pemupukan, dan penyemprotan hama penyakit. Pucuk teh dipetik setiap jangka waktu 5 hingga 7 hari, tergantung kecepatan tumbuh pucuk.  Pekerjaan dilakukan oleh pemetik teh yang mempunyai keahlian khusus di bawah koordinasi mandor dan kepala kebun.

Perkebunan teh mempunyai nuansa khas, kebersamaan, rutinitas,  jadwal kerja yang disiplin dan ketat, dan yang tak kalah menarik adalah panorama perkebunan yang indah dan mengesankan.

 1

Perkebunan teh, topografi berombak hingga berbukit

3

Pekerjaan rutin, memetik teh

4

Pekerja pemetik pucuk, didampingi mandor kebun

5

Pekerja penyemprot hama penyakit, didampingi mandor kebun

6

Kebun teh baru dipangkas bentuk tajuk

 7

Pekerja pemupukan tanaman teh, pupuk NPK setelah dicampur siap diaplikasikan

10

Panorama perkebunan teh, relaks mencari ikan di balong saat libur kerja

Perkebunan teh merupakan aset  nasional yang selalu dapat diandalkan!

15 JulSOIL-Budidaya Tanaman Krisan

img2[1]


BUDIDAYA TANAMAN KRISAN

 

Efisiensi Pemupukan – Budidaya Tanaman Pot

 

Foliar Feeding

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Tanaman Krisan atau Seruni – Chrysanthemum spp., Asteraceae - (Seruni), merupakan tanaman budidaya menarik karena bunga krisan banyak digemari sebagai bunga potongrangkaiandekorasi, dan sebagainya.

Teknik budidaya tanaman krisan di green-housescreen-house, atau pun lath-house, berbasis tanaman pot;  aplikasi pemupukan dapat dilakukan melalui tanah (soil feeding), atau daun (foliar feeding), atau kombinasi keduanya.

Aplikasi pupuk melalui foliar feeding, mengikuti kaedah umum, yaitu:  kebutuhan,  jenisdosiswaktu, dan cara.

Beda prinsip dalam aplikasi adalah: pada foliar feeding tidak ada mekanisme penyanggaan (buffering).

Untuk antisipasi hal ini, digunakan teknik aplikasi bertahap (split application), beberapa kali pada konsentrasi rendah.

Cara ini bisa lebih efisien dan efektif, bila saat aplikasi memperhatikan kondisi lingkungan, meliputi:  cahayasuhukelembabanangin, dan sebagainya.

Konsentrasi pupuk cair tidak boleh lebih dari 1 (satu) persen volume (< 1 %/v).

Diperlukan beberapa kali aplikasi hingga semua dosis tergunakan.

Diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut secara spesifik.

 

Lihat pula: Budidaya Krisan

 

Usaha sukses butuh konsekuensi!

(Jawa:  “jer basuki mawa bea“), termasuk IPTEK.

 

10 JulSOIL-Favorite Fruit Crops

 

STRAWBERRY

(STROBERI)

0

Ulasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Tanaman Stroberi, dikenal oleh semua tingkatan umur:  anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Stroberi adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan untaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai umur buah).

Stroberi tampil cantik dan eksotik, seringkali menjadi inspirasi kreasi gambar, sulaman, atau pakaian dan property berbagai jenis (dompet, tas, sepatu, payung dan sebagainya);  terutama bernuansa anak-anak dan remaja.

Taman rekreasi pun seringkali dilengkapi dengan kebun, bedengan atau pot tanaman stroberi.

Secara umum, stroberi termasuk jenis komoditi industri bahan baku kue dan minuman (cake & beverage), sebagai sumber vitamin dan mineral.

Tanaman stroberi tumbuh baik pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut;  jenis tanah berlempung (loamy), reaksi (pH) agak masam hingga netral, porous dan kaya bahan organik dan unsur mineral.

 

2

Buah stroberi matang

3

Pot stroberi (bantalan)

4

Pot stroberi (gantung)

5

Kebun stroberi (bedengan)

 

06 JulSOIL-Plants Control

PLANTS CONTROL

(KONTROL TANAMAN)

 

Ulasan dan Foto-foto:  Syekhfani

 

Makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan) , memiliki kemampuan (capability) berbeda dalam hal kontrol diri (self control) dari aksi perusak.

Manusia, menciptakan alat kontrol diri melalui Iptek (sciense & technology).

Hewan, punya senjata andalan yang ditakuti (tanduk , gigi, cakar, paruh, dan lain-lain) atau alat yang perlu diwaspadai (duri, racun, sayap, kaki, dan sebagainya).

Tanaman, meski tidak mampu bergerak seperti hewan dan manusia (passive), tetapi juga punya duri, bulu, miang, getah, atau zat racun ; sehingga organisme pengganggu (hewan, manusia) menghindarinya.

Tanaman juga mampu mengontrol diri agar dapat bertahan dari kondisi lingkungan yang tidak kondusif, untuk mengatasi dampaknya.

Tanaman akan menggugurkan daun saat iklim ekstrem (musim dingin, kekeringan) atau kekurangan (defisiensi) unsur hara.

Tanaman tertentu merubah morfologi tubuh (rudimentation) menjadi alat senjata (misalnya duri). Sejenis xerophyt seperti kaktus merubah daun menjadi duri , dan batang berfungsi seperti daun dalam melakukan fostosintesis .

Jenis xerophyt lain membentuk daun tebal atau melapisi daun dengan lilin (wax) untuk mencegah kehilangan air dari proses transpirasi .

Semua itu, adalah mekanisme kontrol   tanaman agar dapat bertahan (exist) dan berlanjut (sustainable) sebagai makhluk hidup di dunia ini.

Lalu …  Siapa yang mengatur ??!

06072013585

Tanaman Kaktus (xerophyt) merubah daun menjadi duri , dan tubuhnya bisa melakukanfotosintesis

06072013588

Tanaman jenis xerophyt yang mempertebal daun

 

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

01 JulSOIL-Bamboo Trees

 

BAMBOO TREES

(POHON BAMBU)

 

Syekhfani

220px-BambooKyoto[1]

Bambu:  Wikipedia – Bambu

Pohon bambu (bamboo trees) – Sekitar 92  ”Genus”  dan 5.000  “Spesies”  - famili Bambuseae.  Merupakan salah satu jenis tanaman yang dijumpai  dan dikenal hampir di semua tempat, dengan berbagai jenis kegunaan, seperti untuk bahan perabot rumah, jembatan, pagar kebun, kandang hewan ternak, atau bahan pembuatan berbagai jenis kerajinan tangan.

Di bidang industri, bambu merupakan bahan pembuat kertas, wallpaper, atau bahan lain.

Tunas bambu yang baru muncul yang dikenal dengan nama “rebung bambu” termasuk bahan sayuran untuk berbagai jenis makanan atau kue-kue.

Ruas bambu yang masih muda dari jenis tertentu, digunakan untuk membuat “lemang ketan” sejenis kue tradisional di Sumatera dan Malaysia (lihat pos: SOIL-Padi Ketan).

Di alam terbuka, pohon bambu menjadi sumber pakan berbagai jenis hewan mamalia besar dan  kecil, seperti gajah, tapir, badak, beruang (Panda), dan landak.

Bentuk kanopi pohon bambu yang eksotik dan artistik, menjadi objek para seniman lukis dan foto; dan ruas bambu sebagai objek seni pahat (patung, relief).

Di Indonesia, pohon bambu bisa tumbuh pada berbagai tipe dan jenis tanah, serta tipe iklim dari iklim basah hingga semi kering.

Umumnya rumpun bambu banyak dijumpai di tebing sungai sehingga ia berfungsi baik sebagai vegetasi penguat tebing terhadap erosi dan abrasi air.

Bamboo is an amazing plant. There are a number of genuses and many species. They grow from sea level to high mountain altitudes. It is one of the strongest materials in nature. It can be used as a food and as well as c

Bambu adalah tanaman ajaib (amazing).  Mereka terdiri dari sejumlah genus dan banyak spesies.  Mereka hidup dari pantai hingga puncak gunung.  Ia merupakan salah satu bahan terkuat di dunia.  Ia dapat digunakan sebagai bahan pangan manusia dan pakan hewan.  Dapat pula sebagai bahan perabotan rumah, pagar kebunkandang hewan, dan sebagainya.

Out of the nodes on the main culm, branches appear and in turn unfurl the leaves

Di bagian atas ruas, mata tunas tumbuh menjadi cabang yang berkembang lengkap dengan ranting dan daun

When the plant sends up new shoots they emerge from the ground as spikes and begin their journey to the sun.  It is these shoots that are harvested for food

Saat muncul anakan baru (rebung), tanaman muda mulai memanjang mencari sinar matahari.  Rebung dapat dipanen sebagai bahan pangan (sayuran)

(Dave:  Bainbridge Island – big bamboo)

17 JunSOIL-Umbi Tradisional Pangan Alternatif

 

TANAMAN UMBI TRADISIONAL TROPIKA INDONESIA – SUMBER PANGAN ALTERNATIF

 

Jenis – Syarat tumbuh – Budidaya

 

Tanaman umbi-umbian, adalah jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia dan belum dibudidayakan secara intensif;  kecuali:  ubikayu, kentang, dan ubijalar.

Di indonesia, umbi termasuk jenis pangan alternatif, di samping pangan pokok beras.  Bahkan di beberapa daerah/tempat umbi menjadi pangan pokok lokal setempat.

Para ahli gizi menyarankan agar mengkonsumsi sumber karbohidrat umbi dari pada beras, terlebih lebih bagi penderita “diabetes“.

Berikut dikemukakan beberapa jenis umbi yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai pangan alternatif, selain ubikayu, kentang dan ubijalar (lihat pos:  SOIL-Ubi Lahan Kering):

CannaEdulis2[1]

Ganyong – Canna (Canna edulis Ker

CannaEdulis[1]

1. Ganyong, Canna (Canna edulis Ker. – Cannaceae).

Tergolong herba tahunan dengan tinggi 2 meter, berasal dari Andes.

Umbi akar (rhizomes) dikonsumsi setelah dipanggang atau rebus dan dapat digunakan sebagai bahan penghasil tepung kanji (starch). Daun muda dan akar muda dapat pula digunakan sebagai penghasil tepung kanji tetapi jarang dilakukan.

Budidaya:  Biji atau tunas umbi ditanam dalam baris 75 x 100 cm.  Tanaman biasanya dipanen setelah berumur 4 hingga 12 bulan.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Canna+edulis

Gembili1

Gembili – Coleus parviflorus Benth.

Gembili2

Gembili3

2. Gembili, “Black Potato (Coleus parviflorus Benth. – Cyperaceae) sinonim:  Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.

Berasal dari Afrika, dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.  Umbi kecil dan berwarna coklat dikonsumsi sebagai sayuran.

Budidaya:  Gembili dikembang biakkan dengan umbi akar (rhizome) dengan jarak baris 40 x 40 cm.  Tunas ditumbuhkan selama 5 bulan.  Hasil dilaporkan petani Indragiri, Riau yaitu 10 ton umbi segar per hektar.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.ebay.com.au/itm/5-Bulbs-COLEUS-PARVIFLORUS-BENTH-Cooking-Plant-FREE-Phytosanitary-Certificate/400432780958?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item5d3ba7569e

 

220px-Dioscorea_balcanica_BotGardBln310505[1]

Uwi, “Yam” (Dioscorea spp. -  Dioscoreaceae)

3. Uwi, “Yam (Dioscorea spp. – Dioscoreaceae).

Juga dikenal sebagai umbi “gadung” (Sumatera Selatan), merupakan herba tahunan memanjat  dan umbinya baru dapat dimakan bila telah melalui pencucian dan pemasakan sehingga bahan meracun (alkaloid) hilang.  Namun dilaporkan ada jenis “yam” di Sumatera yang tidak beracun.

Budidaya:  tunas umbi atau irisan mata tunas umbi disemaikan di lapangan (in situ).  Tanaman dibiarkan tumbuh hingga daun-daun menguning.  Dilaporkan produktivitas yam adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dioscorea

http://en.wikipedia.org/wiki/Yam_(vegetable)

 Bengkuang

Bangkuang – Pachyriihizus eosus (l.) Urb.

4. Bangkuang, “yam bean” (Pachyriihizus eosus (l.) Urb. – Legumonosae).

Bangkuang merupakan herba tahunan memanjat berasal dari Amerika Tengah.

Daun, polong, dan biji adalah meracun, tetapi umbi muda dapat dimakan mentah. Tanaman bengkuang tumbuh baik pada tanah gembur, subur dan drainase baik.

Budidaya:  Dikembang biakkan dengan biji yang ditugalkan di galengan atau bedengan sempit. Hasil yang dilaporkan adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Pachyrhizus_erosus_Blanco2.249.png

 

Teks:

Driessen, P.M. dan  Permadhy Sudewo.  – . A Review of Crops and Crop Perfomance on Southeast Asian Lowland Peats.  Soil Res. Inst., Bogor. Bulletin 4.

 

23 MaySOIL-Ameliorasi Kebun Durian

 

IMG_0001

 

AMELIORASI KEBUN DURIAN

 (DURIAN GARDEN AMELIORATION)

 

Perbaikan Kondisi Kebun Durian

 

 

Materi/Foto-foto: Syekhfani

 

 

Kebun durian monokultur, ingin diperbaiki (ameliorasi) agar dapat berfungsi sebagai “kebun wisata”  sekaligus “kebun produksi”. Untuk itu, diperlukan pogram khusus dari aspek budidaya.

Upaya perbaikan kebun yang sudah terlanjur monokultur, memerlukan teknologi masukan dari luar (external input technology).

Berdasar tinjauan lapangan (site visit), maka dilakukan rencana kelola lahan (RKL) dan dibuatlah program jangka pendek, menengah, dan panjang.  Evaluasi dilakukan berdasar informasi teknologi yang tersedia (reference).

Reference:

Durian – Durio zibethinus, merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran     -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M.

Berdasar pada keterangan tersebut, maka konsep manajemen kebun durian perlu mengacu pada habitat aslinya yaitu hutan: yang bersifat diversitas (diversity), siklus unsur hara tertutup (close nutrient recycling), lembab (moist), dan hangat (warmth).

Konsep yang disampaikan untuk bahan pertimbangan, meliputi:

  • Program Jangka Pendek
  • Program Jangka Menengah
  • Program Jangka Panjang

disajikan dalam bentuk slide-slide berikut:

IMG_0002

IMG_0004

Analisis tanah lengkap, untuk mengetahui status unsur hara

IMG_0005

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0006

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0007

Pengendalian hama/penyakit, bila ada gejala terserang

IMG_0008

IMG_0009

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0010

Pertumbuhan vegetatif, perlakuan khusus

IMG_0011

Saat pembungaan, perlakuan khusus

IMG_0012

IMG_0013

Ameliorasi keragaan individual tanaman

IMG_0014

Ameliorasi keragaan lahan kebun

 

Kebun durian:  Mengacu pada sistim alam!

 

04 MaySOIL-Cassava Based Cropping System

   

CASSAVA BASED CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

 

 Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

 IMG_0009

Cassava (Manihot esculenta) – Aldira 1

  • Cassava (Manihot esculenta) – Euphorbiaceae: ubikayu, ditanam untuk memproduksi ubi sebagai bahan pangan alternatif, tepung tapioka, ataupun pakan ternak.
  • Tanaman ubikayu umumnya ditanam secara monokultur;  menyebabkan kesuburan tanah cepat tergradasi karena tanaman ini banyak menyerap unsur hara dari tanah untuk memproduksi ubi.
  • Karena itu, agar kandungan unsur hara tanah tidak cepat habis, maka dibutuhkan sistem manajemen yang baik.
  • Tumpangsari, merupakan sistem pertanaman polikultur, beberapa jenis tanaman berbeda  ditanam pada waktu bersamaan atau bergiliran.
  • Karena tanaman ubikayu tergolong berumur tahunan (pereneal), ia dapat ditumpangsarikan dengan beberapa jenis tanaman umur pendek (annual).  Sistem tumpangsari dikenal sebagai “cassava based cropping system” (sistem pertanaman berbasis ubikayu).
  • Kombinasi tanaman pereneal dengan tanaman annual, mencegah kompetisi terhadap ruang, medium, unsur hara dan air.
  • Sistem ini telah diteliti secara intensif di lokasi PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara, oleh tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan PTP XXXI/XXXII dan IB-Netherland di tahun 1980-an.
  • Contoh kegiatan penelitian tersebut antara lain disajikan sebagai berikut:

 IMG_0002

Base camp percobaan “Cassava Based Cropping System”

 IMG_0003

Persiapan lahan percobaan

 IMG_0004

Plot:  Cassava monokultur

 IMG_0005

 Plot:  Cassava – Padigogo

 IMG_0006

Plot:  Cassava – Kacang tunggak (Cowpea)

IMG_0007

Plot:  Cassava – Jagung (Zea mays)

 IMG_0008

Plot:  Cassava – Padigogo (setelah Kacang tunggak)

 IMG_0010

 Ubikayu untuk pakan ternak

02 MaySOIL-Medium Pisang Abaca

  

MEDIUM PISANG ABACA  -  BAHAN SERAT

Lokasi (contoh):   PT Perkebunan Bayulor, Banyuwangi, Jawa Timur

Foto-foto:  Syekhfani

1

Rumpun pisang abaca di kebun

2

Rumpun pisang abaca dan kelopak pelepah daun

4

Kelopak pelepah daun siap diproses menjadi serat abaca

3

5

Rumpun dan batang pisang abaca setelah kelopak pelepah daun dipanen

6

Kelopak pelepah daun setelah diproses menjadi serat abaca

  • Pisang Abaca -  (Musa textiles NEE), merupakan tanaman penghasil serat dari kelopak pelepah daun,  termasuk famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.  Tumbuh liar di pulau Mindanao (Filipina) dan pulau Sangihe (Indonesia).
  • Tanaman Abaca berasal dari Filipina, dengan pangsa arealnya mencapai lebih dari 95%. Karenanya Abaca disebut sebagai Manila Henep.
  • Karena kuat dan tahan air garam, maka serat Abaca baik untuk industri tali-temali kapal laut dan tali-temali lainnya. Selain itu serat Abaca juga merupakan bahan baku pulp kertas berkualitas tinggi seperti kertas uang, kertas dokumen, kertas cheque, kertas plaster, kantong teh, kertas mimeograph, serta untuk tekstil.
  • Medium:  Tanaman pisang rata-rata dapat tahan terhadap kekeringan, karena batangnya banyak mengandung air. Namun apabila terlalu kekurangan air juga tidak baik pertumbuhannya. Hal ini dapat diatasi bila keadaan air tanah tidak terlalu dalam atau diberi irigasi. Tanah tidak boleh tergenang. Pada tanah bertekstur liat, harus diusahakan drainasenya. Apabila sering tergenang, perakaran tanaman akan busuk dan mudah terserang penyakit.
  • Tanah endapan di pinggir sungai besar sangat baik bagi pertumbuhan tanaman pisang karena membawa lapisan atas tanah yang subur, demikian pula tanah yang mengandung kapur seperti daerah Madura yang berbukit-bukit kapur juga cocok bagi tanaman pisang.
  • Peluang pasar Abaca masih sangat terbuka bagi Indonesia di bidang komoditas ekspor non-migas.

 

29 MarSOIL-Tanaman Sereal

 

 

PADI – JAGUNG – TEBU

 

KOMODITI PANGAN DAN ENERGI UTAMA

 

Tropika (Indonesia)

 

imagesCAR6RRD3

imagesCAL0U35R

PADI (PUSRI)  - Padi – Oryza sativa – Gramineae.

Beras (biji padi giling) merupakan pangan utama hampir semua penduduk Asia Tenggara dan banyak tempat di Afrika dan Amerika Latin. Ia dimasak dengan cara mendidihkan atau mengukus, dan dimakan bersama sayur, ikan, atau daging.  Tepung beras umumnya digunakan untuk bahan wine, bir, dan spiritus, melalui proses fermentasi. Gabah, kebanyakan digunakan sebagai pakan ternak meskipun bentuk padi, karena nilai nutrisinya lebih rendah.

Tanaman padi mempunyai toleransi luas terhadap kondisi lingkungan tumbuh bila ditanam dengan irigasi, dengan kemampuan tumbuh varietas pada semua jenis tanah, termasuk tanah salin ataupun alkalin.  Namun, pada tanah sulfat masam (pH 2 – 4) dari reklamasi lahan rawa (bakau), budidaya tanaman padi tidak mungkin dapat dilakukan;  pH tanah optimum untuk tanaman padi adalah 5.5 – 6.5. Faktor paling krusial dalam pertumbuhan tanaman padi adalah kebutuhan air 800 – 1600 mm selama musim pertumbuhan, kebutuhan air lebih banyak pada tanah yang lebih permeabel. Varietas padi apung, dapat tumbuh hingga fase vegetatif pada kondisi air tergenang hingga kedalaman 4 meter. Tanaman padi bisa pula tumbuh di lahan kering (upland) pada berbagai jenis tanah dalam sistem ladang berpindah (shifting cultivation).  Bagaimanapun, tanaman padi sangat peka terhadap kekurangan air, membutuhkan 200 mm per bulan selama periode tumbuh 100 – 125 hari.  Padi toleran terhadap suhu hingga ketinggian 3000 m.  Namun suhu optimum adalah 20 – 37 derajat C, di mana pertumbuhan terhambat pada suhu kurang dari 20 derajat.

 

Jagung2-reuters1[1]

imagesCANT9IOS

JAGUNG (PUSRI) - Jagung – Zea mays – Gramineae.

 

Jagung, satu di antara tiga tanaman sereal terpenting dunia (selain padi dan gandum), dan menunjukkan distribusi terluas di antara sereal tertentu. Tanaman jagung merupakan pangan sereal primer manusia. Hanya sebagian kecil dari produksi jagung total yang diperdagangkan.

Pada beberapa negara maju jagung ditanam sebagai pakan ternak dan bahan baku industri, seperti minyak, sirup, dan pati.  Biji jagung dapat difermentasi menjadi bahan minuman dan menghasilkan wiski, atau industri alkohol, asam, asetaldehid, aseton, dan gliserol.  Residu tanaman dapat dijadikan pakan ternak, bedeng semai, bahan bangunan, dan bahan bakar.

Jagung, mengandung asam amino, lisin, dan triptofan seperti halnya gandum ataupun beras tetapi levelnya lebih rendah. Ia juga mengandung niasin pada level lebih rendah, tetapi thiamin lebih tinggi.

Tanaman jagung beradaptasi terhadap panas, kondisi lembab, dan tidak toleran terhadap beku atau  kering kecuali ada air irigasi.  Suhu dan kelembaban pada minggu pertama dari 4 minggu awal bulan priode pertumbuhan cepat, merupakan kondisi kritis yang menentukan keberlanjutan pertumbuhan sebelum muncul bunga.  Kekeringan pada fase ini menekan pembungaan dan mempengaruhi produksi secara serius.  Kemampuan tanaman mengatasi masa kritis berhubungan erat dengan inisiasi pertumbuhan sistem perakaran.  Meskipun tanaman jagung mempunyai toleransi luas terhadap latitude dan altitude, kultivar individual hanya tampak baik pada kisaran latitude dan altitude sempit;  periode pemasakan di tropika berkisar antara 6 – 8 bulan pada ketinggian 2500 m hingga 3 – 4 bulan pada level laut.

Varietas tanaman jagung dapat ditanam secara luas pada jenis tanah ber pH di atas 5.0, berdrainase baik.  Di sebagian besar tempat di tropika, pada kondisi tadah hujan (rainfed)  mempunyai kemampuan kapasitas penahanan air (water holding capacity) cukup,  memungkinkan keberlanjutan pertumbuhan tanaman jagung dari musim kering hingga ke musim hujan berikutnya.

 

imagesCA9ABJKE

imagesCAU8LK1S

 

TEBU (NASA) - Tebu – Saccharum officinarum – Gramineae.

Tebu ditanam  untuk memperoleh gula dalam batangnya.  Secara tradisional, batang tebu dikunyah untuk memperoleh gulanya, tetapi sekarang gula diperas secara mekanik.  Berbagai jenis produk samping sisa proses ekstraksi mempunyai kegunaan masing-masing.  Molase dapat difermentasi untuk membuat rum, alkohol industri atau etanol, sedang ampas yang dikenal sebagai bagas, digunakan untuk bahan bakar dalam proses di pabrik gula itu sendiri.   Kelebihannya dapat digunakan untuk enersi pembangkit listrik atau bahan baku kertas dan papan.  Blotong (filter mud), yang tertinggal saat proses kristalisasi gula, potensial sebagai bahan pembawa (carrier material) inokulum Rhizobium dalam produksi tanaman Legum.  Molase dan bagas juga digunakan untuk bahan baku berbagai industri.

Untuk pertumbuhan optimum, tanaman tebu membutuhkan:   suhu antara 32 – 38 derajat C (rata-rata tidak boleh kurang dari 21 derajat C);  curah hujan minimal 1500 mm selama musim pertumbuhan, atau tersedia air irigasi;  dan solum dalam, tanah bertekstur berat berdrainase baik, atau tanah ringan dengan suplai hara cukup.  Musim kering pendek dibutuhkan sebelum panen untuk memaksimalkan akumulasi sukrose.  Tanaman tebu adalah tanaman hari pendek, tetapi perlu dipertimbangkan variasi di antara berbagai kultivar terhdap masa berbunga.

 

Sumber Teks:

Gibbon, G., and A. Pain. Crops of the Drier Regions of the Tropics, p 78-90;  99-102. Ed. by Dr W. J. A. Payne, Consultant in tropical livestock production. I.T.A.S. Longman – London and New York.

 

 

 

28 MarSOIL-Ubi Lahan Kering

  

TANAMAN  UBI – LAHAN KERING  - TROPIKA

Alternatif Sumber Pangan dan Pakan

 

  • Ubi adalah alternatif sumber pangan (dan pakan), yang harus selalu tersedia agar tidak kekurangan.
  • Tidak semua tanaman pangan dapat tumbuh dan berproduksi normal pada kondisi kering (kurang air).
  • Hanya tipe tanaman tertentu yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap kekeringan.
  • Tanaman ubi-ubian, umbi-umbian (roots), merupakan jenis komoditi yang perlu mendapat perhatian dan harus dikembangan, terutama di daerah tropika beriklim kering.
  • Berikut tiga jenis komoditi tanaman ubi potensial:

 

imagesCAQ00DME

imagesCA07D1X3

UBI KAYU (PUSRI) - Cassava (Ubikayu)Manihot esculenta – Euphorbiaceae.  ubikayu ditanam untuk memproduksi ubi dan sering dijadikan bahan pangan alternatif. Ubi segar mengandung 35% karbohidrat dan kurang dari 2% protein kasar. Daun ubikayu sering digunakan  sebagai sayuran. Penyiapan ubi untuk makanan tergantung varietas. Ubikayu mengandung asam prussik (prussic acid) yang meracun;  salah satu varietas yang manis, toksisitas dikombinasikan dengan lapisan kulit kedua dan disiapkan sederhana dengan membuang lapis kulit terluar;  ubi dapat dijadikan bahan makanan. Pada varietas pahit racun dan asam dihilangkan dengan cara direbus dan kemudian setelah air rebusan dibuang dapat dijadikan bahan makanan. Ubikayu dapat dijadikan tepung tapioka tetapi  memerkukan cara pengemasan yang baik agar tahan lama dalam penyimpanan.

Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kondisi iklim yang luas meskipun idealnya ia adalah tanaman tropika dataran rendah. Ia dapat tumbuh di area bercurah hujan 500-1500 mm per tahun dan dapat bertahan lama pada kondisi kering, kecuali saat awal pertanaman. Ia dapat tumbuh pada ketinggian di atas 500 m tetapi tidak dapat bertahan terhadap dingin dan beku.  Suhu tumbuh optimum 25-29 derajat C.

Ubikayu memerlukan kondisi tanah aerobik (tidak tergenang), tidak salin dan tidak banyak berbatu. Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kemasaman tanah yang luas, antara pH 5 – 9;  ia akan tumbuh baik pada tanah berpasir atau Lempung berpasir yang subur. Pada tanah liat berat atau tingkat kesuburan tinggi, akan terjadi pertumbuhan vegetatif berlebihan tanpa menghasilkan ubi. Secara tipikal, ubikayu dapat tumbuh sebagai tanaman rotasi ekstrem kekurangan, tetapi tetap membutuhkan kalium.

 

imagesCAKT7DI5

 imagesCAE9P562

KENTANG (PUSRI) - Irish Potato (Kentang)Solanum tuberosum – Solanaceae. Kentang salah satu sayuran paling penting di dunia, ditanam untuk memproduksi umbi yang disiapkan secaran direbus atau dipanggang. Umbi juga digunakan sebagai cadangan pati untuk indsutri alkohol dan spritus.

Kentang bukan asli tropika, ditanam di tropika hanya selama musim dingin atau di dataran tinggi. Tanaman menghendaki suhu tertentu yaitu lebih dari 20 derajat C, pembentukan umbi sangat terhambat. Rata-rata suhu 15-18 derajat C cocok untuk bagi tanaman muda bebas dari rusak karena beku. Kelembaban yang dibutuhkan juga sangat speifik;  agar tumbuh baik kelembaban harus  kontinyu   dan kekeringan secara drastik hasil dan kualitas umbi, khususnya pada priode pembentukan umbi. Kebutuhan air antara 600-900 mm sehingga menghendaki daerah kering dengan penyediaan air.

Spesies kentang hampir tumbuh pada semua jenis tanah, menyenangi tumbuh pada tanah lempung berpasir dalam dengan pH antara 5.5-6.0. Tanah alkalin meningkatkan kecadian scab. Terdapat kultivar hari pendek dan hari panjang tetapi pada kondisi tropika dibutuhkan kultivar hari pendek, untuk memperoleh produksi umbi yang baik.

 

UBIJALAR

imagesCAV28KWU

 Teknologi-budidaya-ubijalar -  Sweet Pottato (Ubijalar)Ipomoea batatas – Convolvulaceae. Ubijalar adalah sumber karbohidrat penting dalam diet makanan banyak penduduk tropika dan umbi dalam dimakan setelah direbus atau dibakar. Tepung, kanji, sirop dan alkohol, dapat dibuat dalam pabrik dari umbi dan sisa proses dapat dijadikan pakan ternak. Pucuk daun, tingkai dan daun kadang-kadang dijadikan sayuran. Umbi dapat diiris tipis, dijemur untuk disimpan.

Spesies ubijalar mempunyai tingkat toleransi tinggi pada kisaran kisran luas dan diketahui merupakan variasi dalam hasil. Ia tumbuh pada curah hujan antara 500-1000 mm per tahun dan dapat mentolerat priode kering jangka lama, sehingga bertahan tumbuh sendiri. Ia juga dapat tumbuh pada daerah bercurah hujan tinggi bila ditanam menjelang akhir musim hujan. Suhu optimum 24 derajat C tetapi bisa tumbuh pada suhu di bawah 10 derajat C. Ubijalar dapat tumbuh pada jenis tanah secara luas tetapi membutuhkan drainase baik dan ia peka terhadap penggenangan, salinitas dan alkalinitas. Ia dapat tumbuh pada keadaan marginal tetapi membutuhkan kalsium, boron, dan magnesium bila diberikan nitrogen, fosfor, dan kalium untuk pertumbuhan dan produksi yang baik. Tanah yang paling dikehendaki adalah Lempung berpasir duduk di atas subsoil liat dengan pH sekitar 6.0.

Ubijalar ungu, merupakan salah satu jenis umbi mengandung gizi tinggi dan disukai. Lihat:  ubi-ungu-faedah-dan-khasiatnya

 

Sumber Teks:

Gibbon, G., and A. Pain. Crops of the Drier Regions of the Tropics, p 131-136. Ed. by Dr W. J. A. Payne, Consultant in tropical livestock production. I.T.A.S. Longman – London and New York.

 

19 MarSOIL-Bahan Baku Pupuk Organik

 

SISA  PRODUK  TANAMAN  POTENSIAL

 

Limbah Berlimpah – Berdaya Guna – Perlu Teknologi Pupuk

 

1

2

3

4

Kulit buah, Sabut, Tempurung dan Pelepah Tanaman Kelapa - Cocos nucifera L. – Palmae. Tanaman kelapa adalah komoditi dominan di Indonesia sebagai negara kepulauan iklim tropis. Tanaman ini dikenal sebagai pohon “serba guna” karena hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Produk utama yang langsung digunakan adalah daging buah kelapa. Sisanya berupa kulit, sabut dan tempurung seringkali dibuang, atau digunakan untuk beberapa kepentingan, misalnya bahan bakar, bahan baku industri kecil rumah tangga atau produk lain. Bahan sisa produksi seringkali disia-siakan, meski banyak mengandung unsur hara makro (terutama kalium), dan juga unsur-unsur P, Ca, Mg, serta unsur mikro. Jumlah berlimpah, bila ditangani dengan efisien dan serius berpeluang untuk dijadikan pupuk organik yang saat ini merupakan alternatif pupuk akrab lingkungan. Selain buah, bagian pohon potensial untuk bahan baku pupuk organik adalah pelepah daun dan tandan kosong (setelah diambil buahnya, atau tandan bunga yang tidak jadi buah).

5

Tandan kosong Tanaman Kelapa SawitElaeis guineensis Jacq – Palmae. Kelapa sawit merupakan komoditi perkebuan besar (estate), meskipun ada sebagian masyarakat yang dilibatkan oleh industri perkebunan sebagai kebun “plasma”. Oleh pihak perkebunan, hampir semua sisa produk dimanfaatkan sesuai kepentingan, misalnya bahan bakar, pupuk, atau lain-lain. Selain biji untuk minyak, sisa produksi seperti kulit buah, pelepah, daun, tandan, dan lain-lain, dapat difungsikan sebagai bahan baku pupuk organik seperti halnya pada tanaman kelapa.

 

6

Kulit Buah KakaoTheobroma cacao L. – Sterculiaceae. Komoditi kakao atau coklat dibudidayakan secara perkebunan (estate) bersama komoditi lain seperti kopi, cengkeh, panili, dan lain-lain, meski ada sebagian masyarakat mengusahakan dalam skala kecil di pekarangan atau kebun sekitar rumah. Produk kakao berupa biji dapat diolah secara sederhana tanpa membutuhkan teknologi atau alat khusus. Kulit buah biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ditumpuk sebagai kompos. Kulit buah ini mengandung unsur hara esensial makro maupun mikro, yang bila dikembalikan ke kebun merupakan proses daur ulang untuk mempertahankan kesuburan tanah.

7

Kulit Buah Kopi – Coffea spp. – Rubiaceae. Seperti halnya kakao, tanaman kopi merupakan komoditi perkebunan (estate) dan dibudidayakan masyarakat sebagai kopi rakyat yang cukup luas dan lama (tradisional turun temurun). Pengolahan buah kopi juga sederhana, hanya menggunakan alat pelepas kulit; biji di jemur dan dijual pada kadar air tertentu. Kulit buah umumnya ditumpuk dan dikembalikan ke kebun sebagai pupuk. Kulit kopi potensial sebagai bahan baku pupuk organik, bila diproses dengan baik.

 

8

Kulit Buah PisangMusa spp. – Musaceae. Buah pisang dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kripik, atau dijadikan bahan pembuat kue pisang. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang sebenarnya masih mengandung unsur nutrisi yang cukup banyak, hanya saja tidak pernah dikonsumsi, kecuali untuk pakan ternak. Oleh sebab itu, bila dijadikan pupuk organik akan menambah suplai unsur hara bagi tanaman.

 

9

Kulit Buah NangkaArtocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae. Nangka tergolong buah ukuran besar (jack fruit) dan merupakan buah musiman yang banyak disenangi masyarakat. Bagian buah yang dikonsumsi hanya daging buah, bagian lain seperti kulit, jaring buah dan biji tidak, kecuali untuk pakan ternak; atau dijadikan pupuk dan dikembalikan ke lahan. Bahan sisa ini potensial dijadikan bahan baku pupuk organik, meskipun masih memerlukan penelitian teknologi pembuatan.

 

10

Kulit Buah DurianDurio zibethinus Murr. – Bombacaceae. Meski terdapat pro kontra sebagian masyarakat terhadap durian, namun konsumen penggemar durian tetap cukup banyak. Setiap musim durian tiba, pedagang selalu laris. Ada konsumen menyantap durian di tempat dan ada yang dibawa pulang ke rumah. Kulit buah durian bertumpuk dan kontras dengan buah utuh di sekitarnya. Diketahui, kulit durian banyak manfaatnya ditinjau dari berbagai bidang, obat-obatan hingga bahan makanan. Kulit durian mengandung unsur hara esensial makro, terutama kalium. Oleh sebab itu, bahan ini berpotensi untuk dikembang sebagai bahan baku pupuk organik.

 

12 MarSOIL-Komoditi Kebun

 

SEKILAS TENTANG BEBERAPA KOMODITI KEBUN

 

Perusahaan Perkebunan (Estate)  –  Perkebunan Rakyat

 

imagesCAP959OA

Kelapa sawitElaeis guineensis Jacq – Palmae.  Daerah yang sesuai untuk pengembangan tanaman kelapa sawit terletak antara 15° LU – 15° LS. Ketinggian yang ideal berkisar antara 1 – 500 m dpl. Kelapa sawit menghendaki tanah gembur, subur, datar, berdrainase baik dan memiliki solum dalam tanpa lapisan padas. Di Indonesia, areal perkebunan kelapa sawit berada di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua; umumnya diusahakan oleh perkebunan besar (estate) swasta ataupun pemerintah.  Kelapa sawit rakyat biasanya diusahakan sebagai “plasma” di bawah bimbingan estate sebagai “inti”.  Link:  teknik budidaya.

 

sadap-karet[1]

KaretHevea brasiliensis Muell. – Euphorbiaceae.  Tanaman Karet memiliki siklus hidup relatif lama (25 – 30 tahun);  waktu siap sadap ± 5 tahun.  Tanaman karet menghendaki tanah bersifat masam, sehingga cocok pada jenis tanah Ultisols dan Oksisols.  Seperti halnya kelapa sawit, komoditi karet umumnya diusahakan oleh perkebunan besar (estate) swasta atau pemerintah.  Di Sumatera, misalnya, dijumpai karet rakyat yang diusahakan secara individual dan bersifat tradisional turun temurun sejak nenek moyang.  Link:  teknik budidaya.

 

Budidaya Kakao Budidaya tanaman kakao budidaya coklat[1]

Kakao Theobroma cacao L. – Sterculiaceae. Budidaya tanaman kakao atau coklat sudah lama dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia;  perusahaan perkebunan besar (estate) atau masyarakat petani individual.  Tetapi, tidak semua iklim dan tanah cocok ditanami pohon coklat.  Tanaman kakao menghendaki tanah subur dan bersolum dalam.  Di propinsi tertentu, misalnya Sulawesi Tenggara, perluasan tanaman kakao akhir-akhir ini menjadi prioritas.  Link:  teknik budidaya.

 

tanaman_kopi[1]

KopiCoffea spp. – Rubiaceae. Tanaman kopi di Indonesia merupakan komoditi unggulan yang bersifat spesifik lokasi;  diusahakan sebagai perkebunan besar (estate) swasta atau pemerintah dan budidaya masyarakat secara tradisional.  Seperti halnya tanaman kakao, tanaman kopi menghendaki tanah subur dan bersolum dalam.  Dari jenis dan rasa yang spesifik, maka sentra produksi kopi tertentu menjadi terkenal, misalnya:  kopi Gayo, kopi Lampung, kopi Toraja, dan lain-lain;  atau nama jenis kopi misalnya:  kopi Arabika, kopi Robusta, kopi Arabusta, dan lain-lain.   Link: teknik budidaya.

 

budidaya cengkeh[1]

CengkehEugenia aromatica (L.) Baill – Myrtaceae.  Cengkeh menghendaki tanah berstruktur baik:  gembur, tidak berpadas. Campuran tanah berliat dan berpasir (vulkanis muda), kurang cocok untuk tanaman cengkeh, karena mudah kehilangan air. Tanaman cengkeh dikenal dengan sebutan “si Tinjau Laut”, karena cocok ditanam di lereng-lereng dekat laut.  Penyakit “Mati Bujang” dikaitkan bagi tanaman cengkeh yang saat berumur muda tumbuh baik, tetapi kemudian tiba-tiba mati. Hal ini berkaitan dengan adanya lapisan padas (pan) di subsoil sehingga akar cengkeh tidak bisa berkembang baik.  Link:  teknik budidaya.

 

imagesCA9ABJKE

Tebu - Saccharum officinarum L. – Gramineae.  Merupakan tanaman asli tropika basah, namun masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika, pada berbagai jenis tanah dari daratan rendah hingga ketinggian 1.400 m di atas permukaan laut (dpl).  Di Indonesia, perkebunan tebu dominan di pulau Jawa dengan jenis tanah Inseptisols, Alfisols atau Oksisols, berkembang sejak tahun 1800-an. Karena areal tanaman tebu terdesak oleh tanaman padi (sistem sawah, “glebagan, Jawa“), maka sekitar tahun 1980-an pengembangan perkebunan tebu di arahkan ke luar pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua) dengan jenis tanah Ultisols, Inseptisols, dan lain-lain. Link:  sejarah dan info.

 

13518281581088350240[1]

TembakauNicotiana tabacum L. – Solanaceae. Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan terutama oleh masyarakat petani.  Dikenal beberapa sentra produksi tembakau, sesuai jenis dan kekhususannya:  misalnya Deli, Wonosobo, Klaten, Bojonegoro, Jember, Madura, dan lain-lain. Jenis tanah dari yang bersifat gembur (loose) hingga berliat.  Link:  teknik budidaya.

 

Panili_3[1]

PaniliVanilla spp. –   OrchidaceaePanili dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000 – 3000 mm/tahun, cahaya matahari 30% – 50%, suhu udara optimal 200C – 250C, kelembaban udara sekitar 60% – 80%, ketinggian tempat 300 – 800 m dpl. Tanah gembur, ringan, tergolong tipe tanah Lempung berpasir (sandy loam) dan Lempung berpasir berkerikil (gravelly sandy loam), mudah menyerap air, pH tanah + 5,7 – 7.  Di Indonesia, tanaman panili dibudidayakan oleh perkebunan besar (estate) tumpangsari dengan tanaman komoditi lain atau monokultur.  Selain itu, tanaman panili dibudidayakan pula oleh masyarakat, di lokasi yang cocok, tumpangsari dengan tanaman kopi, kakao, atau di lahan pekarangan.  Link: teknik budidaya.