Archive for the 'Konsep' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

15 FebAlternatif Pupuk Organik Kompon

cbe9caa5_82beec7e_0570_41a4_b36a_45ef50a23e6d

HUMAT-BIOCHAR (NPK)

Syekhfani

Pupuk organik kompon, adalah gabungan bahan organik + bahan anorganik bermutu tinggi.

Agar pupuk organik kompon efektif (effective) dan berkelanjutan (sustainable), maka perlu dipilih bahan baku dasar yang telah terbukti keampuhannya, di antaranya adalah: Humat dan Biochar http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/01/09/asam-humat-dan-biochar/.

Alternatif alternatif pupuk kompon, bisa dipilih dari kombinasi berikut:

-Humat+Asam Amino

-Humat+NPK

-Humat+NPK+Kompos

-Fulvat+Leonardite

-Humat+Fulvat+NPK

-Biochar+NPK+Biofertility

Lihat:→ http://www.tradekorea.com/product/detail/P279855/Humic-acid-in-granular-form.html

25 NovSOIL-Neem, Keponakan Botani Mahoni

 

NEEM – KEPONAKAN BOTANI MAHONI

 

Pohon – Potensial – Kontrol OPT

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Neem – Nimba (Azadirachta indica A. Juss – Meliaceae), kerabat dekat (keponakan) botani dari pohon Mahoni - a botanical causin of  Mahagany *),  asal dari India dan Burma, tinggi dan menyebar seperti ek dan berbunga putih harum manis. Dedaunan kompleks menyerupai Kenari,  berbuah lunak tampak dari jauh seperti Zaitun.  Berdaun sepanjang tahun sebagai pelindung, alasan utama mengapa sangat disukai di India. Di India ada  sekitar 18 juta pohon neem, berjejer di sepanjang tepi jalan atau bergerombol di sekitar pasar atau halaman belakang sebagai pelindung terik  matahari. Sekarang neem tersebar luas di banyak negara.

Nama botani sebelumnya adalah Melia indica dan M. azadirachta, nama-nama tersebut rancu dengan M. azedarach, pohon Asia Barat yang disebut Persian lilac, bakain, dharak, atau chinaberry;  dikenal ada 15 spesies.

 

Deskripsi

Pohon Neem termasuk evergreen (selalu hijau, tidak rontok) yang dapat tumbuh mencapai tinggi 30 meter dan jari-jari tajuk 2.5 meter. Penyebaran arah cabang membentuk tajuk bundar dengan keliling mencapai 20 meter.  Daunnya tidak rontok kecuali kondisi sangat kering. Batangnya relatif lurus dengan tebal kulit sedang. Sistem perakaran dalam  dan bila kulit batang terganggu mengeluarkan getah yang mengering di lokasi setempat.

 

0

Tajuk Neem berbunga

1

Buah Neem

251120131223-001

Morfologi daun dan buah Neem

Kegunaan:

Salah satu kelebihan Neem adalah ia mampu berfungsi sebagai kontrol OPT pertanian, sebagai pestisida alami, mengontrol OPT tanpa membahayakan tumbuhan, hewan dan manusia. Beberapa ahli entomologi mutakhir menyimpulkan Neem memiliki keampuhan mengontrol OPT  dalam menuju era baru yang aman.

Adanya senyawa azadirachtin, mempengaruhi metamorfose larva. Ia membiarkan larva hidup berkembang menjadi pupa, yang sampai mati tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul).

Senyawa Neem lain, salannin, mempunyai daya repellent, yang mengontrol banyak insek sebelum merusak tanaman.

Langkah ke Depan:

Bila Neem ditempatkan sejajar dengan masalah  global lainnya (erosi, desertifikasi, deforestrasi, dan lambat laun menyangkut peningkatan populasi penduduk) maka sudah pada tempatnya kalau pengembangan terhadap Neem dijadikan salah satu alternatif yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah global.

 

251120131221-001

 

 

 

 

 

 

 

*)NEEEM, 1992.  A Tree For Solving Global Problems. Report of an Ad Hoc Panel of the Board on Science and Technology for International Development, National Reaseach Council. National Academy Press, Washington D.C., 139 p.

Lihat pula:  →  http://en.wikipedia.org/wiki/Azadirachta_indica


19 NovSOIL-Reklamasi Bekas Tambang Batubara

 

REKLAMASI BEKAS TAMBANG BATUBARA

(EX-MINE COAL RECLAMATION)

 

Tambang terbuka – Topsoil Hilang – Reklamasi

 

Syekhfani

 

Indonesia kaya dengan tambang “batubara“, seperti di pulau Sumatera (Tanjung Enim, Padang) dan Kalimantan (tersebar di banyak tempat di Kalimantan Selatan dan Timur).

Praktik penambangan sistem terbuka (open mining) berdampak pada hilangnya lapisan tanah permukaan (topsoil), sehigga setelah penambangan selesai (pasca tambang), subsoil yang terungkap tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman, kecuali bila dilakukan reklamasi (rehabilitasi) lahan.

 0

 

ALTERNATIF SOLUSI

   

Biologi – Fisik – Kimia – Terpadu

 1. BIOLOGI:

Cover Cropping System,

Tumbuhan cover crop (penutup tanah): dari jenis legum (pohon, semak, rumput) yang mempunyai toleransi tinggi terhadap kondisi tanah marginal, misalnya:  pohon, Albizia falcataria, Acacia mangium, dan lain-lain;  semak, Calliandra calothyrsus, Leucaena leucocephala, dan lain-lain;  rumput, Desmodium heterophyllum,  Centrosema pubescens, Calapogonium mucunoides dan lain-lain.  Penutupan permukaan tanah dilakukan secara cepat dengan biomasa cukup banyak. Dengan waktu, subsoil bisa diubah menjadi topsoil. Diperlukan tindakan konservasi sisa pelapukan bahan organik hasil dekomposisi, terutama karena erosi.

 1

Albizia falcataria

 

2

 

Calliandra calothyrsus

 1. Desmodium  (Desmodium heterophyllum)

Desmodium heterophyllum

Lihat:  Dancing Desmodium gyrans

2. FISIK:

Landfill  System,

Topsoil hutan alami, sedimen lumpur sungai (aluvium), sedimen cekungan (koluvium), sedimen marin (luapan, terangkat), dan sebagainya. Bila memungkinkan dilakukan penutupan permukaan lahan (landfill) dengan bahan sedimen tersebut. Problem yang mungkin dihadapi adalah transportasi dan erosi.

 3. Timbunan Lumpur  Endapan Marin

Endapan Lumpur Marin

2. Timbunan Lumpur Endapan Sungai

 Endapan Lumpur Sungai

3. KIMIA:

Soil Amandement and Amelioration,

Bahan organik alami, kompos kota, akumulasi kotoran hewan (guano walet, kelelawar), bahan tambang organik (Leonardite), dan sebagainya. Hal sama seperti pada perbaikan sifat fisik dihadapi pula pada sifat kimia.  Terlebih lagi, keterbatasan dan persaingan dengan sumber pupuk organik yang harganya tinggi.

 4. Timbunan Guano

Lapisan Timbunan Guano

 

4. TERPADU (Fisik + Kimia + Biologi): Rekayasa kesuburan tanah terpadu, akrab lingkungan dan berkelanjutan.

 

Reklamasi lahan bekas tambang butuh “rekayasa terpadu”!

  

28 OctSOIL-Rekomendasi Simposium Internasional

 

2

 

Proceedings of an International Symposium

“Soil Organic Matter Dynamics, and Sustainability of Tropical Agriculture

Belgium, 4-6 November 1991

 

Disiter oleh:  Syekhfani

 

Ringkasan – Rekomendasi:

Secara umum, penyajian dan diskusi dalam simposium menekankan pada pemahaman lebih

terpadu tentang sistem budidaya. Semua peserta sepakat bahwa optimalisasi efisiensi nutrisi  dalam sistem pertanian yang mengandalkan input organik akan tercapai hanya melalui analisis detail berbagai proses yang terlibat.

Perubahan penekanan pada fase kedua projek IITA/KU Leuven tercermin dalam tiga cara:

Pertama, penelitian detail dilakukan pada beberapa faktor yang berpengaruh dalam perubahan bahan organik;  di mana mengandalkan hasil studi isotop.

Kedua, penggunaan model sebagai alat penelitian dan sebagai cara ekstrapolasi dan prediksi yang efektif terhadap perubahan manajemen kesuburan tanah, berlaku sebagai komponen utama penelitian.

Ketiga, kemantapan sistim penelitian pertanian diperkuat melalui kerjasama validasi dan temuan di lokasi lapangan dalam berbagai zone agro-ekologi.

Rekomendasi khusus, yaitu:

  • Sistim dinamika bahan organik dalam tanah agar fokus pada peran sistim perakaran.
  • Meninjau kembali karakterisasi bahan organik tanah melalui fraksionasi.
  • Evaluasi terhadap peranan fraksi organik tanah terhadap sifat kesuburan tanah.
  • Fraksi bahan organik tanah sebagai posisi kunci dalam konsep model simulasi; namun memerlukan validasi praktikal.
  • Dalam praktek manajemen perlu ada perbaikan tingkat bahan organik tanah, sebagai patokan awal penilaian keberlanjutan sistem pertanian yang diberikan.
  • Penelitian tentang proses biologi dan fisiko-kimia  tanah harus mempertimbangkan aspek fisik mulsa dalam kaitannya dengan kesuburan tanah.
  • Hal ini diperlukan untuk mengembangkan kerangka holistik dalam mengetahui dan mengevaluasi peran bahan organik tanah terhadap keberlanjutan pertanian.
  • Studi proses dilakukan dalam rangka memperoleh prinsip-prinsip umum lokasi spesifik secara empirik, perlu diintedgrasikan sebelum diterjemahkan ke praktek manajemen.  Model simulasi adalah alat disukai untuk penelitian ini.
  • Proposal yang dajukan ke Administrasi Belgia untuk Develompment COOPRATION (BADC) tahap kedua Proyek IITA/KU Leuven, berbasis pada dinamika bahan organik tanah di daerah tropis;  dengan penekanan khusus pada isu-isu berikut:
  • Penelitian tentang peran organik tanah dalam sistim tanam lain daripada membatasi untuk sistim pertanian lorong, meliputi agroforestri dan pertanaman masa bera, yang melibatkan manajemen sisa tanaman.
  • Tanaman pangan uji yang digunakan dalam tahap pertama adalah jagung, penelitian sekarang harus mencakup tanaman lain, seperti umbi-umbian (singkong, ubi) sebagai tanaman tunggal atau campuran, dan bahkan tanaman perkebunan.
  • Meskipun penyederhanaan mempersempit penelitian, namun tetap perlu memahami proses yang mendasari dinamika bahan organik tanah agar mampu sebagai alat praktek perbaikan manajemen bahan organik dan untuk meramalkan kemungkinan temuan untuk jangkauan yang lebih luas di zona agroekologi.
  • Penurunan kandungan bahan organik tanah dan kekurangan nitrogen tidak hanya menjadi kendala pertanian berkelanjutan di daerah tropis. Penelitian juga harus memperhitungkan  kemungkinan kelebihan aluminium terhadap kekurangan magnesium, fosfor, kalsium, kalium, mangan dan unsur mikro.  Kendala tersebut terkait erat dengan dinamika bahan organik dan nitrogen tanah.
  • Selain itu, peran spesies pohon dalam sistem pertanian tropis perlu didokumentasikan dengan baik . Meskipun spesies ini memainkan peran penting dalam siklus nutrisi, mereka juga dapat mengurangi ketersediaan nutrisi tanaman pangan.
  • Selain  yang sedang dilakukan di IITA, tetap dibutuhkan penelitian hubungan antara bahan organik dan nitrogen tanah, serta hubungan antara bahan organik dan struktur tanah.
  • Karakterisasi detail dari lingkungan fisik (seperti fisiko- kimia dan biologis) perlu dimasukkan dalam parameter setiap model uji yang dikembangkan.
  • Proposal agar diajukan ke sistim penelitian pertanian nasional untuk mendapatkan anggaran individu terkait dengan proyek IITA/KU Leuven dalam memperkuat kapasitas penelitian.

 

Klik: → Summary – Recomendations

Conference Summary and Recommendations, Recommendations, Page 382 – 384.

Mulungoy, K. and R. Merckx.  1991.  Soil Organic Matter Dynamics and Sustainability of Tropical Agriculture, Proceedimgs of an International Symposium organized by the Laboratory of Soil Fertility, Kathollieke Universiteit Leuven (K.U. Leuven) and the International Institute of  Tropical Agriculture (IITA) and held in Leuven, Belgium, 4-6 November 1991.  John Wiley & Sons. Chichester – New York – Brisbane – Toronto – Singapore.  A Co-Publication with Sayce Publ. (UK), K.U. Leuven (Belgium) and IITA (Nigeria).

 

25 OctSOIL-Medium Spektakuler

 

 images (11)

 

MEDIUM SPEKTAKULER

(SPECTACULAR MEDIUM)

 

Ide konsep:  Syekhfani

 

Bahan medium ~ Sifat & Properti ~ Pendukung ~ Energi

 

Komponen medium tanah, bahan mineral (pasir, debu, liat) dan bahan organik (humus), pada proporsi benar, sesuai, dan tepat untuk pertumbuhan optimum suatu jenis tanaman tertentu, merupakan dasar dalam menyiapkan medium efektif dan efisien,  dapat disebut sebagai medium “spektakuler“.

Medium spektakuler harus dapat memenuhi  persyaratan: sistim buffer fisik (tata udara, air, dan hara), sistim buffer kimia (tata hara kation dan anion), dan sistim buffer biologi (tata kehidupan).

Idealnya, medium spektakuler dapat berlaku untuk aplikasi semua jenis komoditi tanaman pertanian, skala besar: perkebunan, kehutanan, skala sedangkebun, ladangpekarangan, maupun skala keciltanaman pot.

Di antara jenis-jenis tersebut, maka yang paling mudah dikelola adalah skala tanaman pot, karena jumlah medium yang dibutuhkan terbatas.

Implikasinya, medium spektakuler berpeluang untuk pengembangan budidaya tanaman pot.

 

Justifikasi:

Suatu medium pertumbuhan tanaman spektakuler bila memenuhi hal-hal berikut:

1. Porsi komponen medium sesuai untuk setiap jenis tanaman (jenis fraksi, jumlah, komposisi per lapisan).

2. Komposisi hara esensial tanaman lengkap dan seimbang,

3. Unsur hara esensial tersedia bagi akar dalam bentuk ion,

4. Komponen medium mampu berfungsi dalam tata pertukaran ion dengan baik,

5. Medium mampu menyediakan air dan udara yang cukup dan seimbang, dan

6. Terdapat komponen biologis yang mampu berperan sebagai “growth regulator” (enzim, zat pengatur tumbuh), “kompetitor” OPT (bakteri, cendawan), ataupun pengondisi tanah (misalnya:  cacing tanah).

 

Contoh Ingradient:

-Bahan Pengikat (retensi): zeolit, asam humat, dan lain-lain.

-Bahan nutrisi:  misalnya komposisi nutrisi hidroponik.

-Bahan pemacuZPT  (growth regulator)- auksin-sitokinin-giberelin-asam absisat, dan lain-lain.

-Bahan pemicu:  enzim nitrogenase, fosforilase, dan lain-lain.

-Agen Hayatirhizobium, mikorhiza, dan lain-lain.

-Organisme kompetitor mikromikoriza, rhizobium, pseodomonad pendarflor, , dan lain-lain.

-Organisme kompetitor makrocacing tanah, dan lain-lain.

-Bahan energi:  Bahan organik, dan lain-lain.

 

Medium spektakuler, dasar pengembangan  budidaya  tanaman pot!

 

01 SepSOIL-Teknologi Pupuk Organik

pupuk-organik-granul1

 

TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK ~ ORGANIC FERTILIZERS TECHNOLOGY

  

Konsep׃ Syekhfani

 

Pupuk organik, disinyalir merupakan prasarana kunci dalam pengelolaan produksi pertanian yang aman, akrab lingkungan dan berkelanjutan.

Apa yang perlu disiapkan seseorang bila ia ingin memproduksi pupuk organik?

Berikut adalah butir-butir yang diperlukan dalam menyusun rencana operasional.

 

Konsep Dasar׃

Kompos ~ Pupuk prganik – bersifat sebagai Soil amandement &  ameliorant.

Soil amandement  & ameliorant  - tata udara, air dan hara untuk kehidupan tanaman melalui  perbaikan sifat Fisik, Kimia & Biologi tanah.

 

Sumber׃

Sumber Bahan Anorganik Alami

  • Batuan induk (Batu Fosfat Alam, Zeolit, Kalsit, Dolomit, Leonardit, Salpeter Cili, dan lain-lain).

Sumber Bahan Organik Alami

  • Humus, kompos, seresah, pupuk hijau, kotoran kelelawar, kotoran burung walet, kotoran binatang liar.

Sumber Bahan Organik Rekayasa

  • Kompos, pupuk kandang (Pukan), pupuk hijau, jerami sisa panen, sekam, arang, dan lain-lain.

 

Komposisi dan Perhitungan Mutu Pupuk Organik׃

  • Contoh
Bahan Baku (%)  →

N

P2O5

K2O

~

N

P2O5

K2O

Pukan Sapi  30%

1.4

2.3

3.4

~

0.4

0.7

1.0

Pukan Kambing   30%

4.3

1.6

4.6

~

1.3

0.5

1.4

Pukan Ayam 20%

2.2

12.3

3.3

~

0.4

2.5

0.6

Tithonia  20%

1.7

1.6

2.1

~

0.3

0.3

0.4

 

Mutu Pupuk Organik ~  2.4 ׃ 4.0 ׃ 3.8

 

Kapasitas Mutu (indikator dan parameter)

  • Kadar unsur hara (Makro׃  N, P, K, Ca, Mg, S  Mikro׃  Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo, Cl)
  • Mutu Fisiko-Kimia:  BO, KTK, KPA, KA, pH, rasio C/N.
  • Mutu Biologi : Rhizobium, Trichoderma, Pseudomonas, Mikorhiza, dan lain-lain.

 

Validasi dan Akurasi׃

  • Analisis Laboratorium
  • Analisis Ekonomi
  • Percobaan Rumah Kaca/Lapangan.

 

Paket Teknologi׃

  • Prinsip Dasar dan Metode.
  • Mineralisasi, dekomposisi, transformasi.
  • Metode pembuatan kompos/bahan mineral.
  • Metode pencampuran bahan.
  • Packaging/labelling.

 

Standardisasi dan Sertifikasi׃

  • Regulasi pemerintah/profesi.

 

Implementasi׃

  • Paten dan Ijin beredar.
  • Sosialisasi ke Petani.

 

Pengelolalaan׃

  • Sistem Pengelolaan Terpadu:  budidaya, perharaan, pengendalian OPT;  pertanian – kehutanan – peternakan – perikanan.
  • Sistim Masukan Rendah:  daur ulang sisa panen, masukan BO sekitar lahan, masukan sisa ternak. penanaman ppk hijau.
  • Komposisasi Tingkat Petani: materi kompos, metode pengomposan, penggunaan ‘biofertilizer’, penggunaan ZPT/enzim/antibiotik.

23 MaySOIL-Ameliorasi Kebun Durian

 

IMG_0001

 

AMELIORASI KEBUN DURIAN

 (DURIAN GARDEN AMELIORATION)

 

Perbaikan Kondisi Kebun Durian

 

 

Materi/Foto-foto: Syekhfani

 

 

Kebun durian monokultur, ingin diperbaiki (ameliorasi) agar dapat berfungsi sebagai “kebun wisata”  sekaligus “kebun produksi”. Untuk itu, diperlukan pogram khusus dari aspek budidaya.

Upaya perbaikan kebun yang sudah terlanjur monokultur, memerlukan teknologi masukan dari luar (external input technology).

Berdasar tinjauan lapangan (site visit), maka dilakukan rencana kelola lahan (RKL) dan dibuatlah program jangka pendek, menengah, dan panjang.  Evaluasi dilakukan berdasar informasi teknologi yang tersedia (reference).

Reference:

Durian – Durio zibethinus, merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran     -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M.

Berdasar pada keterangan tersebut, maka konsep manajemen kebun durian perlu mengacu pada habitat aslinya yaitu hutan: yang bersifat diversitas (diversity), siklus unsur hara tertutup (close nutrient recycling), lembab (moist), dan hangat (warmth).

Konsep yang disampaikan untuk bahan pertimbangan, meliputi:

  • Program Jangka Pendek
  • Program Jangka Menengah
  • Program Jangka Panjang

disajikan dalam bentuk slide-slide berikut:

IMG_0002

IMG_0004

Analisis tanah lengkap, untuk mengetahui status unsur hara

IMG_0005

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0006

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0007

Pengendalian hama/penyakit, bila ada gejala terserang

IMG_0008

IMG_0009

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0010

Pertumbuhan vegetatif, perlakuan khusus

IMG_0011

Saat pembungaan, perlakuan khusus

IMG_0012

IMG_0013

Ameliorasi keragaan individual tanaman

IMG_0014

Ameliorasi keragaan lahan kebun

 

Kebun durian:  Mengacu pada sistim alam!

 

08 FebSOIL-Nutrisi optimum I

KONSEP WACANA

OPTIMAL NUTRITION – NUTRISI OPTIMUM

Pada Tanah Sehat – Tumbuh Tanaman Sehat – Hewan dan Manusia Hidup Sehat

Sumber: alami (natural resources) – Atmosfer (N), Batuan (mineral), Air Laut

Murah – Mudah – Berlimpah – Tidak Habis

 

Fokus ke Alam (Konvensional)

Tanaman Legum

 

Fokus ke Alam (Plus Teknologi masukan Tinggi)

Haber-Bosch

habereq[1]

imagesCAQ622QC

 

Fokus ke Alam (Plus Teknologi masukan Sedang-?)

Hara Optimal - Yamashita

 

Fokus ke Alam (Plus Teknologi masukan Rendah)

Kompos

Pupuk Organik

Prinsip:  Akrab Lingkungan – Berlanjut (Sustainable)