Archive for the 'Motifasi' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

26 SepEfisiensi Tanaman Tipe C4

Rendemen Tebu

TANAMAN TEBU DAN RENDEMEN GULA

Peran Unsur P

Syekhfani

Tanaman tebu (Saccharum officinarum) tergolong Tipe C4 (Siklus Kalvin) dalam metabolisme karbon yang lebih efisien dari Tipe C3 (Siklus Kreb) dalam metabolisme Karbohidrat.

Jalur Tipe C4 lebih pendek dari pada Tipe C3 mengubah: CO2 + H2O → CHO (karbohidrat) + Energi (E).

“Energi kinetik” sinar matahari diserap unsur P dan diubah menjadi “energi metabolik” bentuk senyawa ATP.

Selanjutnya energi senyawa ATP digunakan dalam pembentukan gula (sukrose) dari senyawa glukose + fruktose.

Setiap ikatan P dalam senyawa ATP terkandung energi metabolik sekitar 4.000 kalori → jadi satu molekul ATP mengandung energi metabolik sekitar 12.000 kalori.

Bila terjadi defisiensi P, maka berarti tanaman akan kekurangan energi metabolisme dan pertumbuhan tanaman tebu serta produksi gula berkurang.

Masalah Rendemen dan Unsur P:

Dalam sejarah budidaya tanaman tebu di Indonesia, rendemen gula pernah dicapai 14%; namun makin hari makin turun menjadi di bawah 10%.

Faktor-faktor berikut, disinyalir sebagai penyebab penurunan rendemen tersebut:

- Musim tanam yang tidak tepat,
- faktor kemasakan tebu rendah,
- peningkatan invertase dan gula reduksi, dan
- keterlambatan transportasi di musim panen.

Faktor-faktor tersebut, diperburuk oleh terjadi degradasi kesuburan tanah akibat:

- Pembudidayaan lahan terus menerus (Sistem ratun) tanpa diikuti kaedah-kaedah konservasi kesuburan tanah yang benar, dan
- pemupukan N serta P, K, Mg tinggi, dan Si (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/silikon-untuk-serealia/) tidak seimbang,

Pada kondisi kesuburan tanah mengalami degradasi, maka unsur P merupakan salah satu faktor pembatas pertumbuhan tanaman tebu dan produksi gula.

Alternatif IPTEK Budidaya Tanaman Tebu:

- Manajemen keseimbangan pupuk makro – mikro, organik – anorganik,dan tanah – daun.
- Aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT): auksin, GA.
- Pemberian unsur Silikat: invertase inhibitor dan mencegah pembentukan gula reduksi.
- Peningkatan Fosfor ~ generatif, ripening, metabolisme sukrose.
- Unsur mikro Cu, Zn ~ prekursor enzim, metabolisme sukrose.

IPTEK bidang Sosial:

- Merubah bentuk konversi harga dalam bentuk batang tebu siap giling dengan kadar unsur P sampel rendemen (ada korelasi erat antara produksi batang tebu siap giling, rendemen, dan hasil gula Kristal).

- Perlu dipertimbangkan ide konversi harga diperhitungkan berdasar kadar P dalam tanaman, untuk memotifikasi petani memasukkan pupuk P (meningkatkan rendemen) mengganti masukan pupuk N berlebih untuk memperoleh bobot batang yang berkadar gula kristal rendah.