Archive for the 'OPT' Category

28 MayTanaman Cabe dalam Pot

Chilli Plant

Tanaman Cabe dalam Pot

KONTROL TERHADAP SERANGAN CABUK (WHITEFLY)

Cara Kontrol yang Mudah dan Aman

Syekhfani

Tanaman cabe (Capsicum annum L.) dapat ditanam dalam pot, sebagai tanaman hias sekaligus bahan bumbu dapur sehari-hari.

1. Cabe rawit burung

Gambar 1. Cabe Rawit Burung (pedas)

Seringkali mendapat gangguan pertumbuhan oleh hama cabuk putih (aphid atau whitefly), yang selain mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman, juga keindahan tanaman sebagai hiasan.

Mengatasi serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti penyemprotan dengan pestisida spesifik pemberantas hama cabuk putih (diperoleh dari toko pertanian).

Namun, apabila dikhawatirkan efek negatif pestisida, maka alternatif yang aman yaitu dibasmi secara mekanik (manual), yaitu disemprot dengan air sembari dibersihkan dengan tangan.

Hal ini dapat dilakukan bila pot tanaman tidak banyak, misalnya jenis cabe hias dalam pot.

2. Tanaman Cabe Hias

Gambar 2. Tanaman Cabe Hias

3. Buah Cabe Hias

Gambar 3. Buah Tanaman Cabe Hias

Alys Fowler (2015)* berbagi pengalaman mengatasi serangan cabuk pada cabe, sebagai berikut:

“My indoor chilli plants have whitefly. I’ve tried putting grit on top of the compost, washing the leaves and spraying with a soap solution. What should I do?”

Whitefly and aphids are fond of indoor chillies. Such a comfy life: central heating, no predators and regularly watered, tender plants. It’s easy to get these pests confused, so check what you have – whitefly will fly off if you shake the plant, whereas aphids cling.

Grit on the compost won’t do anything for either pest, although it can prevent fungus gnats, and looks attractive. Washing the plants can dislodge pests, but the washing-up liquid trick flouts EU rules.

The legal version is horticultural soft soap; for it to work you’d have to spray regularly.

The best option for whitefly is to introduce Encarsia, a tiny parasitic biological control. It’s effective, although not cheap.

Or boost the plants’ own defences by stimulating growth: Garlic Wonder and SB Plant invigorator are popular choices.

If these are too expensive, take a gamble: put the plants outside the back door when you know there won’t be a hard frost.

The pests won’t take a chilly night well, but healthy plants will pull through.

*http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2015/mar/28/ask-alys-fowler-whitefly-chilli-plants

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

21 NovSOIL-Pestisida Biorasional

 

0

 

PESTISIDA BIORASIONAL

(BIORATIONAL PESTICIDE)

  

Sistem Organik – Pestisida Biorasional – Kelas yang Diperbolehkan

 

Diangkat:  Syekhfani

 

Dalam sistem organik, penggunaan pestisida menjadi pantangan yang harus dihindari oleh para produsen organik agar produknya tidak dicap non-organik.

Pada prinsipnya, produk organik adalah proses terintegrasi (terpadu) dari sistem-sistem:  budidaya (farming), perharaan (nutritional), dan pengendalian OPT (pest management).

Para produsen organik perlu mengetahui kategori persyaratan yang termasuk:  diterima (accepted), diatur (regulated), dan dilarang (prohibited).

Khusus penggunaan pestisida, ada persyaratan spesifik yang diijinkan (permissiable) penggunaannya dalam mengantisipasi kerusakan oleh OPT.

Untuk “pestisida biorasional”, hal-hal yang diijinkan tergolong dalam kelas:

Mineral:  belerang, tembaga, tanah diatom, dan berbasis bahan tanah liat seperti Surround ®.

Herbal:  meliputi bahan komersial umum seperti rotenone, nimba, dan pyrethrumTumbuhan yang kurang umum termasuk quassia, Equisetum, dan ryania;  produk tembakau seperti Black-Leaf 40 ® dan strichnine juga tumbuhan herbal tetapi dilarang dalam produksi organik karena toksisitas tinggi.

Sabun: Sejumlah produk sabun komersial berbasis efektif sebagai insektisida, herbisida, fungisida, dan algicides. Produk berbasis deterjen tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam produksi tanaman organik.

Feromon: Feromon dapat digunakan sebagai sarana untuk mengacaukan dan mengganggu hama pada priode siklus kawin mereka, atau untuk menarik mereka ke dalam perangkap.

Biologi: pada daerah yang mengalami perkembangan serangan OPT yang sangat cepat (out break), maka andalan utama tertuju pada biopestisida, seperti Bacillus thuringiensis (Bt), yaitu formulasi untuk pengendalian hama lepidopterous dan Kumbang kentang Colorado.

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004. Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCAT,2004 IP170.

 

08 NovSOIL-Jamur-Fungisida Antagonis

 


220px-Trichoderma_colony_in_nature

 

JAMUR-FUNGISIDA ANTAGONIS

(ANTAGONISTIC MYCOFUNGISIDE)

 

Jamur-fungisida Antagonis ~ Inokulat ~ Pupuk Hayati

 

Dicuplik:  Syekhfani

  

Jamur-fungisida antagonis (antagonistic fungiside), merupakan teknik pengendalian patogen tanaman dengan miko-fungisida (mycofungisides) dalam menekan populasi patogen tanaman pertanian.

 

Trichoderma_harzianum

Salah satu miko-fungisida potensial yang paling banyak diteliti, yaitu spesies Trichoderma, yang sebagian besar telah mencapai tingkat aplikasi inokulan langsung di lapangan.  Beberapa  strain Trichoderma telah dikembangkan sebagai agen biokontrol penyakit tanaman. Berbagai mekanisme termasuk antibiosis, parasitisme, menginduksi resistensi host-tanaman, dan persaingan.  Kebanyakan agen biokontrol berasal dari spesies T. harzianum , T.viride dan T. hamatum . Agen biokontrol umumnya tumbuh di habitat aslinya pada permukaan akar, sehingga mempengaruhi penyakit akar pada khususnya, tetapi juga bisa efektif terhadap penyakit daun (Wikipedia, 2013).

Stok spesies Trichoderma secara ekonomis mudah diproduksi di laboratorium.

Fakta bahwa efek spektakuler spesies Trichoderma belum berhasil ditemukan, menunjukkan jamur ini tidak terlalu efisien sebagai miko-fungisida agen pengendali OPT dalam praktek. Hasil biokontrol yang aman dan efektif  dicapai Trichoderma hanya pada kondisi sangat khusus.

 

Kontrol Biologis

Pengalaman bertahun-tahun menggunakan pestisida kimia, pada awalnya memang membawa perbaikan dramatis dalam produksi tanaman;  karena mampu memasok pangan murah.

Akhir-akhir ini, konsumen mengkhatirkan adanya  efek negatif akibat mengkonsumsi bahan tercemar pestisida kimia;  sehingga orang mulai memikirkan alternatif metode modern  yang bersifat akrab lingkungan alam.

Awalnya, pestisida diramu menggunakan bahan aktif logam berat beracun seperti arsenik, merkuri, timbal atau tembaga.

Selanjutnya, pestisida modern beralih ke bahan aktif senyawa organik, dengan tingkat spesifitas tinggi terhadap organisme tertentu; di mana dampak toksisitas terhadap lingkungan lebih kecil dan lebih ringan.

Ada kemungkinan bahwa efek jangka panjang senyawa sedikit sekali berpengaruh terhadap kualitas kesuburan tanah.

Meskipun penggunaan pestisida modern cenderung menunjukkan hasil lebih positif, tetap saja orang merasa khawatir terhadap kebijaksanaan penggunakan pestisida dalam jumlah besar terhadap kesehatan lingkungan.

Ketakutan ini menyebabkan orang mencari terus  bioteknologi alternatif  menggantikan pestisida kimia sebagai sarana mengendalikan OPT tanaman  pertanian;  salah satunya adalah pendekatan biologis alami.

Karena hampir semua OPT memiliki antagonis alami, secara teori pengendalian biologis menjadi relatif mudah. Akan tetapi dalam praktek, kontrol biologis yang sukses sangat sulit dicapai.

Jamur memiliki sejumlah karakteristik yang berpotensi sebagai agen biokontrol yang ideal.

Pertama, banyak spesies saprofitik (saprophytic) berfungsi sebagai antagonis semua OPT, termasuk jamur patogen   tanaman, gulma, dan serangga.

Kedua, jamur mudah ditumbuhkan dalam media sehingga dalam waktu singkat secara ekonomis dapat diproduksi dalam jumlah besar, terutama sebagai spora atau fragmen miselia.

Inokulan kemudian berkecambah atau tumbuh menghasilkan miselium aktif  yang dapat parasitik atau menghambat OPT tanpa membunuh organisme non-target.

Jamur bertahan relatif lama (dorman), dan kemudian dapat berkecambah dan mengendalikan populasi target sehingga membuat inokulasi ulang (reinoculation) terus-menerus tanpa perlu agen biokontrol.

Contoh agen biokontrol digunakan yang berkembang secara komersial, menyerang patogen tanah (soil borne) melalui akar, antara lain yaitu:

1.Trichoderma harzianum, terhadap busuk putih pada Bawang.

2. Phlebia gigantea Heterbasidion, terhadap busuk akar pohon Pinus.

3. Agrobacterium radiobactor var. radiobactor Crown, terhadap bengkak akar Mawar.

4. Sporidesmium sclerotivorum Lettuce,  terhadap layu tanaman Selada.

5. Talaromyces flavus, damping off pada Biet Gula.

 

Lihat: →  Krishiworld-Fungal-Biotechnology-part-1

 

18 OctSOIL-Soil Borne Disease Management

 

Capture

 

SOIL BORNE DISEASE MANAGEMENT

(MANAJEMEN PENYAKIT DALAM TANAH)

 

Penyakit Tanaman ~ Alternatif Pencegahan

 

Ditinjau:  Syekhfani

 

Penyakit tanaman dalam tanah (soil borne disesase), adalah organisme hidup dalam tanah dan bersifat sebagai patogen (parasit) bagi tanaman.  Karena tanah adalah medium tumbuh tanaman, maka parasit akan menyerang akar tanaman;  kecuali bila dilawan dengan organisme lain yang bersifat menekan patogen tersebut (antagonis). Antagonis bisa berupa cendawan, aktinomiset, ragi, atau pun bakteri, yang berkompetisi atau menyerang patogen tanaman.

Salah satu contoh organisme antagonis adalah mikorhiza, yang berperan membantu dalam penyediaan unsur hara (memperkuat ketahanan tubuh tanaman) dan berkompetisi atau menyerang parasit akar tertentu.

Inokulasi mikorhiza ke akar zona perakaran, merupakan salah satu upaya untuk lebih menyehatkan tanaman.

Alternatif Cara Efektif: Aplikasi Teh Kompos

Teh kompos, dalam terminologi modern, adalah ekstrak  kompos yang diseduh dengan mikroba dalam media  enersi tetes (molasses), rumput laut, serbuk batuan, asam humat-fulvat, dan lain-lain.

Teknik pembuatan teh kompos: yaitu dengan cara menyeduh kompos jadi   diperkaya dengan mikroorganisme menguntungkan dalam kondisi  aerobik.

Teh kompos   disinyalir efektif dalam menyediakan unsur hara  dan biodiversifikasi (keragaman) mikro organisme;  baik  dalam tanah (soil),  maupun di permukaan daun (foliar). Namun  ia harus diinokulasi (diperkuat) dengan organisme antagonis agar tidak terjadi dominasi organisme patogen.

Teh kompos diperkuat dengan organisme antagonis, membantu penyediaan unsur hara (nutrisi), berkompetisi atau membunuh patogen, sehingga kesehatan tanaman lebih terjaga.

 

 Capture2

Capture3

Capture4

Capture5

Capture6

Lihat:  compost-tea-notes

Compost Teas: A Tool for Rhizosphere+Phyllosphere Agriculture

By Steve Diver, ATTRA
Presented at:
Mountain Organic Growers School
March 17, 2001
Asheville, North Carolina
Updated:
January, 2002

 

Teh kompos diperkuat, berfungsi GANDA (sumber unsur hara dan mikroorganisme antagonis)!

  

15 OctSOIL-Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

 

ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT)

 

Laporan Mahasiswa Tugas Magang

Diungkap:  Syekhfani

 

Beberapa mahasiswa bimbingan saya saat ini melakukan kegiatan magang, di beberapa tempat dan jenis budidaya (tanaman panganperkebunan, dan lain-lain). Dari laporan yang dikirim mingguan, antara lain mereka menemukan kendala disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT), makro maupun mikro.  Gangguan OPT tersebut merupakan agenda khusus yang dijadikan objek kegiatan magang mereka.  Umumnya mereka berupaya menanggulangi sendiri secara langsung, walaupun adakalanya terbentur dan perlu melakukan kontak dengan pembimbing.  Berikut contoh gangguan OPT yang dijumpai para mahasiswa:

 

 1

Gambar 1.  OPT padi sawah, sekelompok burung gereja memakan benih persemaian

(Dedi Darma dan Gheadie, 2013)

 2

3

Gambar 2.  OPT padi sawah, ternak itik merusak benih persemaian

(Dedi Darma dan Gheadie, 2013)

 4

Gambar 3.  OPT tanaman kakao, serangan cendawan akar putih

(Fina dan Yuni, 2013)


5

kondisi basah

6

kondisi kering

7

kondisi basah – kering

Gambar 4.  OPT lahan sawah (padi dan palawija), diduga proses basah-kering (cendawan)

(Ulin Nuha, 2013)

 

OPT  perlu ditanggulangi dengan IPMS - Integrated Pest Management System-!