Archive for the 'Pangan' Category

16 SepMemo Local Scarcity of Food in Year of 1960th

Umbi yang siap diolah

KIAT MENGATASI MASALAH RAWAN PANGAN LOKAL

Jenis Pangan, Sumber, Tukar Menukar

Syekhfani

Masih ingat di tahun 1960-an, saat penulis duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), terjadi masalah rawan pangan (scarcity of food) akibat kemarau panjang (El-Nino), sangat mencengkam kehidupan di desa tempat tinggal keluarga penulis.

Penduduk yang kekurangan pangan, terutama yang membudidayakan lahan sawah, mengalami gagal tanam padi, berbondong-bondong mendatangi desa-desa berkecukupan untuk minta bantuan.

Mereka datang dengan berbagai upaya: kekeluargaan, buruh tani, dan lain-lain; menawarkan barang atau jasa untuk ditukar dengan uang, barang, atau bahan pangan.

Dalam hal tukar menukar barang, maka yang dijadikan bahan biasanya dibawa dari tempat asal ataupun diperoleh selama perjalanan.

Penulis ingat, ada seseorang yang pergi ke tempat sumber pangan berlimpah dan dapat diperoleh dengan harga murah, membeli bahan pangan tersebut untuk kemudian ditukarkan dengan bahan pangan lain.

Suatu tempat bernama “Datar Seplang” (dataran sepetak), berbatu, pasir kasar, pasir halus atau pasir berlempung, sangat cocok untuk ditanami Ubijalar (dikenal dengan nama: “Ubijalar Datar Seplang”).

Dengan bermodalkan sedikit uang atau barang dari tempat asal, ia bisa memperoleh sepikul Ubijalar, lalu ditukar dengan sedikit beras atau uang.

Setelah beberapa waktu dan diperoleh hasil dirasa cukup, ia pulang kekampung menjumpai anak-isterinya…

Demikian itu, sekelumit memo masa sulit pangan (scarcity of food), skala lokal yang terekam oleh penulis: dirasakan dan diingat!

Semoga hal tersebut tidak terulang saat ini, di mana teknologi produksi pangan telah mengalami kemajuan dan berkembang pesat.

Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/07/31/ketika-paceklik-di-desa/

31 JulKetika Paceklik di Desa

imagesJ57KYC1K

SUMBER PANGAN IDOLA

Ubijalar & Ubikayu

Syekhfani

Masih ingat saat itu, penulis masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP), saat terjadi kemarau panjang menerpa.

Keluarga kami, terutama yang hidup di kampung, lalu mengalami kendala kekurangan pangan (malese, paceklik, scarcity of food).

Tanaman padi sawah tidak bisa tumbuh baik, selokan irigasi tidak mampu memasok air irigasi secara normal.

Saat itu, pasokan pangan untuk pegawai negeri hanya berupa “uyek” (butiran ubi kayu kering) yang berbau penguk.

Ayah penulis, sebagai seorang guru sekolah rakyat (SR, SD sekarang), menerima ransum “uyek” tersebut.

Dalam kondisi demikian, ayah terpaksa memgerjakan sawah keluarga yang tinggal di kota, yang berstatus bera.

Bersama-sama petani kawasan sawah yang (berjumlah beberapa puluh), ayah bersepakat untuk membuka lahan padang (sehari-hari digunakan sebagai lapangan sepak bola para remaja kampung); milik bersama untuk ditanami ubikayu.

Masing-masing petani memperoleh lahan kebun ubikayu sekitar 1/4 hektar.

Walhasil, dari kebun ubikayu tersebut, ayah dan petani mendapat tambahan sumber pangan, sambil menunggu padi sawah panen.

09 JunBudidaya Ubi jalar

SUMBER KARBOHIDRAT

http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya.

Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi.

Umbi yang siap diolah

Gambar 1. Umbi yang siap diolah

Bunga ubi jalar

Gambar 2. Bunga ubi jalar

Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting.

Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan, Papua.

Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya.

Cara menanamnya cukup mudah, dengan mencangkul lahan yang mau ditanami sehingga stolon/batang rambat ubi jalar mudah dimasukkan dalam tanah. Pemeliharaannya cukup mudah.

Ubi jalar akan tumbuh baik bila lahan terkena matahari langsung, dipelihara dari gulma untuk menghindari persaingan unsur hara di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk UREA atau pupuk Organik akan menambah hasil panen yang lebih bagus.

Panen ubi jalar dilakukan dengan mencangkul sekitar tanaman, menjaga agar umbi tidak rusak terkena cangkul atau alat pertanian.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/28/soil-ubi-lahan-kering/

09 MayZona Arid

MASALAH UTAMA – AIR

Diposkan: Syekhfani

Sangat menarik foto “Tanah Subur” dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, ditayangkan SCTV-Liputan6.com Jakarta (09 Mei 2015 pkl 10:56 WIB), berikut ini:

Sawah Subur (Sumba-Liputan 6

Komentar:

Daerah Sumba di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu pulau paling selatan Indonesia. Wilayah ini punya musim hujan yang pendek dan musim kemarau yang panjang.

Karena beriklim kering, daerah ini dulu dikenal tandus dan rawan pangan.

Meski bukan daerah subur, hampir separuh penduduk Sumba berprofesi sebagai petani. Mengandalkan pupuk untuk membuat tanah gembur.

Tapi cuaca buruk di laut berarti suplai pupuk terhenti. Beberapa pihak mulai mengubah keadaan. Di Kecamatan Lewa, Sumba Timur, yang merupakan lumbung pangan sejak era kolonial warga mulai cerdas bertani.

Pertanian organik dan SRI (System of Rice Intensification) mulai dikenalkan di sini. Dimulai dari satu hektar milik seorang petani bernama Katauchi Papu. Akhirnya, Lewa, kini tetap menjadi Lumbung pangan di Sumba NTT (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumba_Timur).

(SCTV – Liputan 6.com)

Dari Gambar di atas tampak bahwa, pada kondisi air bermasalah, petani membuat kolam penampung air di bagian puncak.

Air ditampung pada saat hujan turun dan suplai air untuk pertanaman di bagian lereng bawah tejadi melalui rembesan (seapage) atau pun perkolasi.

Di samping itu, petani juga menggunakan mulsa sisa tanaman dan sistem tanaman menutupi tanah (covered cropping System).

Pada zona arid, manajemen efisiensi penggunaan air (efficiency use of water) adalah sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman pertanian.

Tambahan:

Ada kesenian tradisional Sumba Timur yang terkenal pada zaman Hindia Belanda: Pertunjukan Gramofon di Lewa Paku

Pertunjukan Gramofon

28 AprSinkronisasi – Sinlokasi

TANAMAN PANGAN

Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Syekhfani

Budidaya tanaman pangan ditujukan untuk memasok kebutuhan bahan pangan ataupun industri makanan.

Oleh sebab itu, kegiatan budidaya bersifat intensifikasi di lahan luas, menggunakan jenis tanaman pangan yang berpotensi produksi tinggi serta di lahan yang relatif mempunyai sarana produksi cukup.

Lahan intensifikasi, pada awalnya mampu memasok kebutuhan pangan penduduk; akan tetapi dengan laju pertambahan, maka daya dukung lahan menjadi semakin berkurang.

Konsekuensinya, untuk mengatasi kemungkinan masalah kekurangan pangan, maka perlu dicari alternatif lahan baru, meski potensi daya dukungnya relatif rendah dan bahkan marginal.

Dengan demikian, masalah “lokasi” lahan harus diatasi dengan “sinkronisasi” jenis tanaman pangan budidaya.

KONDISI ABNORMAL

Lahan intensifikasi tanaman pangan di Indonesia terutama adalah tanaman “berbasis padi sawah”, yang mempunyai perhatian khusus pemerintah.

Intensifikasi di lahan sawah ini, dilakukan sejak tahun 1960-an, yaitu melalui berbagai program: Bimas, Inmas, Insus, dan lain-lain, didukung dengan paket teknologi produksi tinggi.

Tumpang-gilir tanaman padi sawah dengan palawija, serta tumpang-sari di antara palawija, juga termasuk dalam program.

Namun, kapabilitas dan suitabilitas lahan meluas dari kelas sangat sesuai (S1) ke sesuai (S2), agak sesuai (S3) dan tidak sesuai (N).

Akhirnya, para ilmuan dan peneliti harus memikirkan alternatif pilihan terjelek, yaitu mengubah lahan marginal tidak sesuai (N) agar dapat ikut berproduksi, minimal mempunyai kontribusi terhadap masalah mengatasi kemungkinan rawan pangan (scarcity of food).

Beberapa lahan marginal yang berpeluang untuk dijadikan areal intensifikasi misalnya: Gambut, Pasang Surut, dan Salin Sodik (pH ekstrem Masam atau Alkalis).

UPAYA

1. Reklamasi, amendmen, dan ameliorasi tanah, dan

2. Seleksi dan pemuliaan jenis/varietas/klon tanaman toleran berprotensi produksi tinggi.

Tanah

Cekaman salinitas/asiditas terhadap perakaran: permeabilitas dinding sel akar.

Tanaman

Cekaman salinitas/asiditas mendorong mekanisme self control dengan produksi metabolit sekunder (alkaloid): ABA, Proline-keseimbangan tekanan osmotik/turgor daun (kontrol air oleh ion K+).

CONTOH TANAH SALIN SODIK

Indikator salinitas/Sodisitas

Tanah: tanaman layu pada kondisi air tanah cukup.

Tanaman: penebalan daun, warna/morfologi tidak normal, tekanan turgor tinggi.

Ameliorasi

- Imbangan basa-basa: K vs Na, Ca, Mg

- Bahan organik, Soil Conditioner

- Konservasi air tanah.

Sinkronisasi – Sinlokasi

- Pengaturan pola dan waktu tanam: padipalawija (tunggal)/palawija (tumpang-sari).

Tingkatkan kemampuan “Adaptasi/Toleransi Tanaman” terhadap “Cekaman Lingkungan”!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

21 AprSumber Pangan Bermasalah?

UMBI GADUNG DAN TALAS

Syekhfani

Dua jenis komoditi umbian, potensial sebagai  sumber pangan alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan dalam mengantisipasi masalah rawan pangan (scarcity of foods), adalah umbi Gadung dan umbi Talas:  Lihat → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/sumber-pangan-alternatif/

Umbi Gadung:

Selain sebagai sumber karbohidrat, umbi gadung mengandung kalsium, fosfor dan zat besi yang esensial bagi tubuh manusia.  Namun, umbi gadung mengandung zat/senyawa yang bersifat meracun, yaitu asam sianida (HCN).

Menurut Ahmad, Luthfi Alma’arif, dan Ariska, Wijaya, dan Djoko, Murwono (2012),  racun asam sianida (HCN) dalam umbi gadung  dapat dikurangi antara lain dengan menggunakan abu kayu dan abu sekam.

Lihat:  → http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243

Umbi Talas:

Rasa gatal yang tertinggal di mulut setelah memakan talas menjadi masalah tersendiri. Rasa gatal tersebut disebabkan oleh suatu zat/senyawa kimia yang disebut kalsium oksalat. Kalsium oksalat tidak menimbulkan gangguan serius dan dapat dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan air berlebih atau dengan cara pengukusan serta perebusan yang intensif.

→ Lihat: http://yellashakti.wordpress.com/2008/01/30/penghilangan-rasa-gatal-pada-talas/