Archive for the 'Pengetahuan' Category

23 AprJazad Mikro Penghuni Tanah

Rhizobium nodule

Awal Penemuan Jazad Fiksasi N

Syekhfani

Dalam sejarah jazad mikro tanah, dua pakar bakteriologi terkenal bangsa Belanda Martinus W. Beijerinck (1851 – 1931), dan bangsa Rusia Sergei N. Winogradsky (1856 – 1953), dapat mengisolasi jazad mikro tanah melalui teknik kultur.

Beijerinck berhasil mengisolasi bakteri berasosiasi dengan bintil akar tanaman legum dan mampu membuktikan bahwa bakteri tersebutlah yang berperanan dalam pembentukan bintil.

Oleh Beijerinck bakteri ini diberi nama Bacillus radicicola yang kemudian dikenal dengan nama Rhizobium.

Beijerinck menyumbangkan dasar lainnya dalam bidang mikrobiologi tanah, termasuk di antaranya isolasi Azotobacter, salah satu bakteri penambat N non-simbiotik, serta menemukan jazad-jazad lain yang berperanan dalam transformasi senyawa sulfur.

Winogradsky menemukan pola autotrofik dalam dalam kehidupan bakteri tanah dan membuktikan peranan bakteri ini dalam transformasi senyawa nitrogen dan sulfur.

Setelah kegiatan dua pakar terkenal di atas, maka penelitian di bidang mikrobiologi tanah berkembang dengan pesat dengan objek tidak hanya bakteri tetapi juga berbagai jazad mikro lain dalam tanah, seperti: fungi, aktinomiset, ragi, dan ganggang.

Penggolongan Jazad Mikro Tanah (Millar, Turk dan Foth, 1985)

Berdasar Jenis Jazad:

TANAMAN
I. Bakteri:
Heterotrof Penambat N:
a. Simbiotik: 1. Aerob 2. Anaerob
b.Non-simbiotik:
– berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
-tak berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
a. Pembentuk nitrit
b. Pembentuk nitrat
c. Pengoksidasi sulfur
d. Pengoksidasi besi
e. Bereaksi terhadap H dan senyawa H
Autotrof:
II. Fungi: Fungi, Ragi, Ragi Menyerupai Jamur (Mushroom), Kapang
III. Aktinomiset:
IV, Ganggang: Hijau-biru, Hijau rumput, Diatom
BINATANG
V. Protozoa: Siliata, Flagelata, Amuba

Berdasar Ukuran Jazad (Verstraete, 1980):

Mikrobiota (<2 µm): Virus, Bakteri, Aktinomiset (prokaryotik), Fungi, Protozoa.

Mesobiota (200 – 1000 µm): Nematoda, Rotifera, Cacing pot (potworm), Arytropoda, kecil (rayap), Laba-laba, Semut, dll.

Makrobiota (> 1000 µm): Cacing tanah, Artropoda besar (Kumbang, Vertebrata, dll.).

Mutakhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dasar (basic technology) tersebut menjadi modal pengembangan teknologi aplikasi (applied technology) dalam mengatasi masalah pangan (scarcity of food) di muka bumi ini.

08 AprFilsafat Sederhana

Problem vs solution

BAGAIMANA MENCIPTAKAN KETENANGAN JIWA?

Hindari Problem

Syekhfani

Menciptakan ketenangan jiwa? Upayakan tidak ada problem.

Untuk itu beberapa kiat yang dapat dilakukan antara lain, yaitu:

• Jangan menunda pekerjaan agar tidak menumpuk beban, bila ada waktu segera selesaikan; dengan kata lain lakukan prinsip “Meja Bersih”.

• Jangan “negative thinking” agar tidak berefek jelek, salah duga, salah sangka, sok “Udzon” (jawa).

• Ikhlas melakukan sesuatu, dengan harapan memperoleh pahala dari Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi.

Insya Allah, kita tidak akan mengalami “stress” yang berakibat “stroke”.

08 AprFilsafat Ilmu Pengetahuan

Cover

SUATU TINJAUAN

Bahan Kuliah Fisilmetil

Syekhfani

Pada semester Genap tahun 2016 ini, mahasiswa Program Pasca Sarjana (S3), Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,mendapat jadwal mata kuliah “Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian Ilmiah” (FesilMetil), yang diampu oleh dosen: IRS*, YGS, dan SFN (Penulis).

Sebagai bahan diskusi, penulis menyiapkan materi berjudul “Filsafat Ilmu Lingkungan Hidup”, sebagai berikut:

Konsep Materi Kuliah

Materi berupa acuan-acuan konsep filsafat ilmu. Diharapkan menjadi topik yang dapat dijadikan topik bahasan saat tatap muka di kelas.

*) Koordinator

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

24 MayJamur Topi Anggur

BUDIDAYA DALAM MEDIA KOMPOS

Suatu Pengalaman yang Menarik

Kim Stoddart – September 2014

Dicuplik oleh: Syekhfani

Kim Stoddart terpesona dan bingung dengan dunia jamur:

Area Jamur Topi Anggur

Gambar 1. Area Jamur Topi Anggur

Ia telah bertahun-tahun membuat kompos cepat jadi, dengan cara memasukkan berbagai sampah rumah tangga menjadi “emas hitam” penyubur tanah.

Sampah limbah rumah tangga tersebut, meliputi: kulit buah dan sisa sayuran, sobekan kardus dan koran.

Namun, dia mengharap bahwa kompos cepat jadi tersebut mempunyai nilai tambah .

Bahan Kompos

Gambar 2. Bahan kompos

Kim Stoddart, selanjutnya mengupayakan agar sampah mengalami dekomposisi lebih baik dan cepat.

Hal tersebut dilakukan dengan cara menggali lubang dalam tanah, serta menambahkan bahan-bahan lain berupa rerumputan yang kaya unsur hara, menambahkan bahan hijau dan coklat, yang dalam proses dekomposisi menghasilkan panas.

Dia juga mencoba cara lain untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah berlanjut.

Dia pernah mendengar bahwa jamur topi anggur (Stropharia) – http://en.wikipedia.org/wiki/Stropharia_rugosoannulata
dapat dibudidayakan dengan baik dalam medium kompos, dan dia mencari sumber miseliumnya.

Kim Stoddart menghubungi Gary, pengusaha jamur untuk melihat apa yang dia lakukan dan untuk mengetahui lebih lanjut .

Ternyata budidaya jamur topi anggur merupakan bisnis yang menarik, meskipun rumit.

Apakah anda ingin mencoba ?

Bahan tulisan: → http://www.theguardian.com/lifeandstyle/gardening-blog/2014/sep/22/gardening-for-free-compost-mushrooms

09 AprLaterization

Laterization

PEDOGENESIS TANAH MINERAL MASAM

Zone Tropika Basah

Syekhfani

Laterization (Ferralitization)*, adalah pelepasan silikat (Desilication) pada tanah mineral masam, terutama pada zone tropika basah (tropical rain zone).

Silikat larut dapat mengalami pencucian (leaching) ke lapisan bawah tanah (ground water), yang berakhir sebagai endapan di muara.

Apabila konsentrasi Silika larut dalam tanah mencapai 140 ppm, maka bisa terjadi polimerisasi silika: silika polimer akan mengendap dengan adanya Al, atau bila terjadi penurunan pH.

Namun, silika dalam bentuk monomerik, cenderung tercuci ke luar sistem.

*Lihat: Tan, Kim H. 1993. Principles of Soil Chemistry. 2ndEdit. Depart.of Agron. The Univ. Of Georgia. Athens, Georgia. Marcel Dekker, Inc. New York-Basel-Hong Kong. pp 292-293.

Implementasi:

Endapan lumpur di muara berasal dari kawasan tanah mineral masam (Ultisol, Oksisol), cenderung kaya akan unsur Si.

Pemanfaatan kembali lumpur muara kaya Si untuk ameliorasi Ultisol dan Oksisol tersebut, merupakan alternatif solusi dalam peningkatan daya dukung (carrying capacity) lahan.

Tindakan ini tergolong upaya “daur ulang” (recycling) material berpindah, dan termasuk dalam program keberlanjutan “sistem budidaya pertanian” (sustainable agriculture system).

08 Apr∆ pH pada Oksisol dan Alfisol

DOMINASI SESKUIOKSIDA

Mekanisme Reaksi

Syekhfani

Mengapa nilai ∆ pH (KCl – H2O) positif pada Oksisol dan Alfisol?

Hasil analisis sifat kimia tanah, umumnya menunjukkan nilai pH ekstraksi-H2O lebih besar dari ekstraksi-1N KCl.

Tetapi adakalanya nilai ekstraksi-1N KCl lebih besar daripada ekstraksi-H2O, mengapa?

Jawab: karena Oksisol dan Alfisol didominasi oleh mineral liat non kristalin – “seskui-oksida” (Fe2O3, Al2O3).

Bagan reaksinya adalah sebagai berikut:

1. Misel/Koloid]- +H + KCl → Misel/Koloid]- +K + HCl → (H+ + Cl-)
[H+] tinggi → pH-H2O tinggi

2. Misel/Koloid]+ -OH + KCl → Misel/Koloid]+ -Cl +KOH → (K+ + OH-)
[K+] tinggi → pH-KCl tinggi

Kasus ini bisa berakibat kesalahan saat menentukan pereaksi P-tersedia (extractable-P) pada Alfisol, yang menggunakan pereaksi OLSEN berdasar nilai pH “agak alkalis”, di mana P-tersedia tidak terukur (trace).

Setelah menggunakan perekasi BRAY-1, P-tersedia dapat terukur.

Reaksi-reaksi di atas berkaitan pula dengan “zwitterion” dan “ion amfoterik” pada tanah-tanah muatan bergantung pada pH (pH-dependent charge).

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/04/06/zwitterion/

06 AprZwitterion

ION BANCI – GARAM INNER – SENYAWA AMFOTIR

Syekhfani

Dalam ilmu kimia , “zwitterion” atau “ion-banci” (hybrid, adipolar), adalah molekul netral mengandung muatan listrik positif dan muatan listrik negatif – (“zwitter” – istilah dalam bahasa Jerman).

Zwitterion berbeda dengan “dipole”, dalam hal tempat (lokasi) molekul yang berada pada kutub (pole) berlawanan; sedangkan zwitterion berada dalam satu molekul.

Sifat dipole menunjukkan kemampuan suatu senyawa bereaksi dalam dua kondisi reaksi larutan: masam dan alkalis; sehingga dikenal pula dengan sebutan senyawa “Amfotir – Amphoterism ”.

Zwitterion kadang-kadang juga disebut “garam inner”.

Asam Amino, merupakan contoh terbaik bentuk “zwitterion”, mengandung gugus amine (amonium) dan karboksilat, dan dapat digambarkan melalui reaksi asam – basa.

Gugus amina adalah deprotonat asam karboksilat.

NH2RCHCO2H → NH3+RCHCO2−

Suatu asam-amino mengandung pusat asidik (fraksi asam karboksilat) dan basik (fraksi amina).

1. Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”

Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”.

2. Isomer asam sulfamat, dengan  “zwitterion”

Isomer asam sulfamat, dengan “zwitterion” (kanan).

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Zwitterion

Muatan listrik positif dan negatif yang ada dalam gugus amina dan sulfidril pada asam amino tersebut di atas, memberi peluang terhadap peningkatan “kapasitas tukar ion” (kation dan anion).

Reaksi zwitterion akan sangat membantu dalam menjelaskan mekanisme ameliorasi tanah, apakah sebagai “pupuk organik” ataupun “pengondisi tanah” yang mengandung N (protein, asam amino).

23 MarSuksesi Ilmu Pengetahuan

bayi-pintar

DARI TIDAK-TAHU, JADI TAHU, AKHIRNYA MENJADI ILMU-PENGETAHUAN

Alur Pikir Filsafat Sederhana

Syekhfani

Manusia, dilahirkan di dunia sebagai Bayi, dalam keadaan polos segalanya, termasuk polos otaknya, alias belum bisa berpikir.

Dalam perkembangan fisik dan mentalnya, maka melalui anugerah “panca-indra”, mulailah sang Bayi belajar meraba, melihat, mendengar, membau, dan merasakan apa yang ada di sekelilingnya.

Aktivitas tersebut, kemudian melalui syaraf-otak diolah dan direspon, dibantu oleh ketajaman “naluri”, lalu di ekspresikan dalam bentuk “sifat-nafsu” yang bepasangan antagonis (senang-marah, setuju-protes, dsb.).

Lihat: → https://saripedia.wordpress.com/tag/cara-kerja-otak-bayi/

Ekspresi sederhana sang Bayi berupa: tangis, tawa, senyum, gelisah, tenang, dan lain-lain, selalu dimonitor oleh Ibu, sebagai individu terdekat selain Ayah, dan keluarga lainnya.

Merekalah orang pertama yang memberi “ilmu” dan “pengetahuan”, dari “tidak-tahu”, jadi “tahu”, dan akhirnya menjadi “ilmu-pengetahuan” yang lengkap.

Belajar bicara dari potongan kata, kata, kalimat: ta ta ta, ba bi bu, pa ma, papa mama, ini Budi, ini Ibu Budi… dst.

Selanjutnya, kelengkapan, bentuk dan warna ilmu pengetahuan seseorang adalah merupakan hasil interaksi dengan lingkungan informal dan formal.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/17/soil-bahan-diskusi/

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

12 MarVinasse

Vinasse

BY-PRODUCT MOLASE

Bahan baku Pupuk & Soil Conditioner

Syekhfani

Tanaman tebu, tergolong tipe C4 (“Siklus Calvin”, Siklus Asam Oksalo-Asetat), jalur metabolisme tanaman yang lebih efisien daripada tipe C3 (“Siklus Krebs”, Siklus Asam Sitrat).

Keunggulan tipe-C4, mampu memproduksi biomas lebih banyak, sehingga sisa hasil panen (by-product, limbah) juga banyak.

Vinasse, salah satu hasil samping (by-product) industri gula.

Gula tebu dan Gula bit, diproses di pabrik menjadi: Gula kristal, Pulp dan Molase.

Molase, difermentasi menjadi produk utama: Etanol, Asam Askorbat, dan lain-lain.

Setelah produk utama tersebut diambil, maka materi tertinggal adalah limbah (by-product) yang disebut “Vinasse”.

Vinasse, diperdagangkan setelah porsi dehidrasi mempunyai viskositas mendekati Molase. Vinasse komersil berasal dari gula tebu, disebut “Cane-Vinasse” dan dari gula bit, disebut “Beet-Vinasse”. Lihat: en.wikipedia.org/wiki/Vinasse

Arti Praktikal:

Efisiensi produksi merupakan kiat dalam memperoleh keuntungan optimal.

Vinasse dapat digunakan sebagai bahan baku Pupuk Organik maupun Soil Conditioner.

Aplikasi vinasse, merupakan alternatif dalam ameliorasi sifat kesuburan tanah.

“Dari tebu kembali ke tebu”!

13 FebKinase

Gb. 0. Active_site_of_Dihydroxyacetone_Kinase

ENZIM FOSFORILASE

Syekhfani

Dalam reaksi fotosintesis, yaitu perubahan energi kinetik sinar matahari menjadi energi metabolik ATP, ADP (TPN, DPN, dan lain-lain), melibatkan unsur fosfor (P) sebagai sumber energi tinggi (high energy).

Mekanisme tersebut, secara kimia organik merupakan reaksi enzim yang perlu diketahui dan dipahami agar dapat dimengerti peran penting unsur P sebagai sumber energi, N dan Mg sebagai penyusun khlorofil, serta K dalam transfer fotosintat.

Pada gilirannya, ilmu dasar (basic sciences) tersebut diperlukan dalam transfer menjadi ilmu terapan (applied sciences); misalnya teknologi agen hayati (biofertilizers).

Dalam media tanah, enzim pertumbuhan akar tanaman diproduksi oleh mikroorganisme tanah (bakteri, fungi), seperti Rhizobium dan Mikorhiza.

Kelompok mikroorganisme tanah yang umum terdapat bebas sebagai mikroflora alam di antaranya adalah bakteri termasuk dalam PGPR (plant growth promoting rhizobacteria), dan fungi AMF (arbuscular mycorrhiza fungi).

Agen hayati (biofertilizers) menjaga lingkungan tanah kaya akan semua jenis unsur hara makro dan mikro melalui: fiksasi N, pelarutan atau mineralisasi P dan K, melepas zat pengatur tumbuh (growth regulating substances), produksi antibiotik dan biodegradasi bahan organik tanah lihat: http://www.microbialcellfactories.com/content/pdf/1475-2859-13-66.pdf.

Berikut adalah gambaran singkat tentang enzim Kinase:

Kinase, atau juga disebut “fosfotransferase”, adalah enzim yang mengiris gugus fosfat dari molekul donor berenergi tinggi, seperti ATP menjadi suatu substrat spesifik (lihat: id.wikipedia.org/wiki/Kinase).

Proses biokimia di atas disebut “fosforilasi” dan enzim yang memisah gugus fosfat ini disebut “fosfatase”.

Kinase memoderasi transfer bagian molekul fosfat ber energi tinggi (seperti ATP) ke molekul substratnya, seperti terlihat pada Gambar 1.

images

Gb. 1. Reaksi Perubahan ATP menjadi ADP dalam Proses Fosforilasi

Kinase diperlukan untuk menstabilkan reaksi karena ikatan fosfo-anhidrida mengandung energi tingkat tinggi.

Kinase meningkatkan aktivitas reaksi dalam mengorientasikan substrat dengan grup fosforil.

Selain itu, kinase umumnya memanfaatkan muatan positif residu asam amino, yang secara elektrostatis menstabilkan kondisi transisi berinteraksi dengan gugus fosfat bermuatan negatif.

Atau, beberapa kinase menggunakan ikatan kofaktor status logam aktif mereka untuk mengkoordinasikan grup fosfat.

Kinase digunakan secara ekstensif untuk mengirimkan sinyal dan mengatur proses yang kompleks dalam sel.

Molekul fosforilasi dapat meningkatkan atau menghambat aktivitas mereka dan memodulasi kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan molekul lain.

Penambahan dan penghapusan kelompok fosforil menyediakan sel dengan alat kontrol karena berbagai kinase dapat merespon kondisi atau sinyal yang berbeda.

Mutasi kinase yang menyebabkan pengurangan atau peningkatan fungsi dapat menjadi penyebab penyakit kangker pada manusia, termasuk beberapa jenis leukemia, blastoma, ataksi, dan lain-lain (lihat: en.wikipedia.org/wiki/Kinase).

26 DecEkstraksi Asam Humat

images (1)

PEMILAHAN DARI DALAM TANAH DAN BAHAN ORGANIK

Jenis Ekstraktan dan Langkah-langkah Ekstraksi

Syekhfani

Bahan organik, adalah “kunci” keberlanjutan pertanian di Indonesia yang beriklim tropika basah dan hangat, di mana proses degradasi berjalan sangat cepat. Di pihak lain, bahan organik bersifat “multi purpose”, menata sifat fisik, kimia, biologi, dan kehidupan dalam tanah. Degradasi bahan organik menyebabkan degradasi pertumbuhan dan produksi tanaman.

Dalam manajemen bahan organik, sifat perilaku (nature and properties) senyawa organik dalam kaitan dengan reaksi dalam hidup dan kehidupan perlu diketahui dan dipelajari.

Asam Humat http://en.wikipedia.org/wiki/Humic_acid, adalah kunci keberlanjutan kesuburan potensial tanah, karena senyawa asam humat tergolong senyawa kompleks, siklik, atau aromatik yang tahan terhadap degradasi, di samping mempunyai gugus aktif mampu mengikat air dan unsur hara dalam jumlah besar.

Asam humat, saat ini menjadi fokus dalam pengembangan pertanian organik, bahkan dijadikan objek dalam industri pupuk ataupun pembenah tanah.

Berapa besar kandungan asam humat dalam tanah dapat diketahui melalui analisis kimia tanah, meliputi pemilahan-pemilahan fraksi mineral maupun oreganik menggunakan ekstraktan tertentu yang efisien dan efektif.

Perilaku bahan organik tanah, khususnya senyawa asam humat, hanya dapat dipelajari dalam satus bebas (free state), yaitu bebas dari ikatan senyawa inorganik tanah.

Sehingga, langkah pertama yang dilakukan para peneliti adalah “pemisahan” bahan organik dari ikatan matriks inorganik tanah: pasir, debu dan liat; dan selanjutnya “pemilahan” spesies senyawa organik dalam bahan organik, dan akhirnya dapat diperoleh senyawa asam humat itu sendiri.

Untuk maksud tersebut di atas, maka diperlukan analisis menggunakan metode ekstraksi yang telah lazim dilakukan dan diketahui akurasinya. Sebagai contoh, metode ekstraksi yang dikemukakan oleh Stevenson (1982)* berikut, banyak diacu oleh para ilmuan dan peneliti:

Sebuah teknik telah dikembangkan, tergantung pada sifat bahan yang diuji. Senyawa-senyawa non-polar seperti lemak, lilin, resin, dan lain-lain, dapat diekstrak dengan pelarut organik seperti heksana, eter, campuran benzena-alkohol, dan sebagainya.

Prosedur hidrolisis telah digunakan untuk mengisolasi monomer-monomer individual, seperti asam amino dan gula.

Metode ekstraksi yang ideal dikembangkan untuk untuk tujuan berikut:
• Mengisolasi bahan yang tidak berbeda.
• Senyawa asam humat terekstrak bebas dari kontaminasi inorganik, seperti liat dan kation-kation polivalen.
• Ekstraksi adalah lengkap, karena mewakili fraksi-fraksi pada kisaran berat molekulnya.
• Metode secara universal berlaku untuk semua jenis tanah.

Pereaksi untuk mengekstrak senyawa organik dari tanah (Stevenson 1982):

Tipe Bahan Ekstraktan: Ekstrak % bahan organik

Senyawa Asam Humat: NaOH hingga 80%

Ekstraktan Tawar (Mild): Na4P2O7 dan lainnya hingga 30%

Khelat Organik: Acetyloacetone, cupferron, hydroxyquinoline hingga 30%

Asam Format (HCOOH) hingga 55%

Ekstraksi Bahan Organik Alkali:

Penampakan ekstraksi alkali yang tidak menyenangkan adalah: larutan NaOH 0.1 – 0.5N dalam air dan tanah terhadap rasio ekstraktan dari 1:2 hingga 1:5 (g/ml) telah banyak digunakan untuk recovering bahan organik.

Ekstraksi ulangan dibutuhkan untuk mencapai recovery maksimum. Pembilasan tanah dengan larutan HCl, akan menghilangkan Ca dan kation polivalen lain, meningkatkan efisiensi ekstraksi bahan organik dengan pereaksi alkalin. Secara aturan umum, ekstraksi tanah dengan 0.1 atau 0.5N NaOH menghasilkan recovery sekitar 2/3 dari kandungan tanah.

1. Larutan alkali melarutkan silika dari bahan mineral dan silika mengkontaminasi pemisahan fraksi organik dari ekstrak.

2. Larutan alkali melarutkan komponen struktural dan protoplasmik jaringan organik segar dan menjadi tercampur dengan bahan organik humat.

3. Di bawah kondisi alkalin, autoksidasi beberapa senyawa organik tampak dalm kontak dengan udara selama ekstraksi dan saat didiamkan.

4. Perubahan kimia dapat juga kelihatan dalam larutan alkalin seperti kondensasi sntara asam amino dan aldehida atau quinon.

Ekstraktan Tawar (extractant mild)

Beberapa ekstraktan tawar sebagai ekstraktan lebih selektif telah direkomendasikan tahun-tahun terakhir sebagai alternatif menggantikan ekstrak dengan alkali kuat.

Termasuk agen garam-garam kompleks (Na4P2O7 dan EDTA), agen organik kompleks dalam medium larut (acetylacetone), dan pelarut organik berbagai tipe. Meski hasilnya kurang menggantikan bahan, ekstraktan ini jauh kurang efektif dibanding hidroksida alkali dalam mengurai bahan organik.

Seperti pada ekstraksi alkali, frekuensi recovery bahan organik dapat ditingkatkan dengan perlakuan pendahuluan terhadap tanah mineral masam untuk menghilangkan karbonat (HCl) atau silikat (campuran HCl-HF).

Untuk penyelidikan tertentu, suatu ekstraktan tawar dibutuhkan; untuk yang lebih komplit lainnya, maka yang dibutuhkan adalah alkali panas. Saat ini, banyak penyidik emnggunakan ekstraktan secara berurutan sehingga bagian bahan organik diperoleh dengan ekstraktan tawar sebelum ekstraktan alkali.

Na4P2O7 dan garam netral lain di kebanyakan tanah, Ca dan kation-kation polivalen lain (Fe, Al) bertanggung jawab dalam membentuk bahan organik dalam kondisi terflokulasi dan tidak larut. Pereaksi-pereaksi yang menyebabkan kondisi kation tidak aktif melalui pembentukan endapan atau koordinasi kompleks larut ke solubilisasi bahan organik.

Pereaksi tertentu seperti amonium oksalat, sodium irofosfat dari asam organik lemah telah digunakan untuk hal ini. Dari berbagai pereaksi netral, Na4P2O7 lah yang terbanyak digunakan. Seperti disebut terdahulu, jumlah bahan organik yang ditemukan (<30%) diperkirakan lebih rendah dari pada alkali kostik, tetapi kurang menggantikan.Untuk meminimalkan modifikasi kimia bahan organik, ekstraksi harus dilakukan pada pH 7.0.

Asam Format – HCOOH

Penelitian intensif terhadap ekstraksi bahan organik dengan asam format menunjukkan bahwa pada keadaan tertentu hingga 55% bahan organik tanah mineral dan sebanyak 80% dalam kompos dapat diekstrak dengan asam format mengandung LiF, LiBr atau HBF4.

Pengembangan asam format anhidrous untuk ekstraksi bahan organik adalah bahwa senyawa polar yang teroksidasi ataupun bersifat hidrolitik. Lebih lanjut, asam format merupakan solven yang baik untuk spesies senyawa secara luas, termasuk polisakharida. Jumlah Ca, Fe, Al dan senyawa inorganik lain larut dalam tanah sepanjang bahan organik dan lebih jauh yang mungkin lepas menjadi bahan inorganik secara komplit. Asam format paling efisien dengan tanah yang mengandung banyak bahan organik yang hanya terhumifikasi setempat.

Agen Khelat Organik

Senyawa organik seperti acetylacetone, cupferron dan hydroxyquinoline, yang mampu membentuk khelat dengan logam polivalen, telah digunakan untuk mengekstrak bahan organik lluvial tanah dari Spodosols. Bahn organik dari horizon B tanah-tanah ini tampak sebagai kompleks dengan Fe dan Al dan kompleks logam-logam ini melalui agen khelating melepas bahan organik menjadi bentuk larut. Agen khelat bahan organik agak kurang efektif untuk mengekstrak bahan organik dari tipe tanah lain.

*) SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998); Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press; Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

08 NovProfesional

Intelektual

SIFAT DAN PERILAKU

Fate and Behaviour

Syekhfani

Profesional, adalah sifat dan ciri seseorang yang menekuni bidang kerja khusus dan menguasi bidang tersebut (ahli). Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Professional

Di bidang akademik, profesi utama adalah “ILMUAN” (scientist), atau “intelektual”, menekuni bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada 11 ciri seorang ilmuan (intelektual):

Intelegencekecerdasan: merupakan faktor yang esensial dan umumnya mahasiswa dan dosen sudah memenuhi syarat.

Interestperhatian: keingin tahuan yg spesifik dan mendalam atas bidang penelitian.

Imaginationdaya khayal: pemikir yang orisinil dan pengkhayal. Kemajuan ilmiah tidak dapat terjadi hanya dengan melakukan apa yang pernah dilakukan orang lain atau dengan mempergunakan metode dan teknik yang sama.

Initiatifinisiatif: mulai dari sekarang, jangan menunggu orang lain atau mencari-cari alasan dalam memulai sesuatu.

Informationinformasi: kumpulan keterangan dan hasil penelitian terdahulu dari berbagai tempat dan sumber dari pustaka.

Inventivedaya cipta: peralatan yg tepat belum tentu tersedia. Usahakan untuk menciptakan sendiri.

Industriousberusaha: tidak segan-segan menggunakan kedua tangan atau bagian fisik lain. Penelitian lapangan memerlukan kerja fisik.

Intense observationpengamatan intensif: hiduplah dengan penelitian anda; kerjakan pengamatan harian dan waspada terhadap hal-hal yang tidak wajar. Catatlah semua!

Integritykejujuran: diperlukan secara mutlak, janganlah membohongi diri sendiri.

Infectious entusiasmeantusias meluap-luap: ceritakan penelitian anda kepada yang lain dengan cara menarik. Terangkan tujuan dan hasil apa yg diharapkan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Indefatigable writerpenulis yg tidak mudah putus asa: publikasikan hasil penelitian anda supaya masyarakat dpt mengetahuinya dan para peneliti baik sekarang maupun akan datang dapat mengambil manfaatnya. Penelitian baru menjadi ilmu pengetahuan jika hasilnya sudah dipublikasikan.

Incentivepahala: cintai dan nikmatilah penelitian anda.

Ke sebelas ciri ilmuan (intelektual) tersebut dikenal dalam judul “Open Your I’s – Buka Mata Anda”.*

* J.W. Pendleton (Jajah Koswara, IPB, Bogor, 1980).

31 OctPercent Saturation

Percent Base Saturation

JUMLAH EKIVALEN KATION PADA KTK TANAH

Dasar Perhitungan untuk Keseimbangan Kation

Syekhfani

Percent saturation, merupakan cara terbaik untuk mengevaluasi keseimbangan relatif unsur hara yang beragam dalam tanah pada Kapasitas Tukar Kation (KTK, =CEC, Cation Exchange Capacity).

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Base-cation_saturation_ratio

Percent saturation, dihitung dengan cara membagi ekivalensi kation dengan KTK dan dinyatakan dalam persen (x 100).

Contoh: analisis contoh tanah menunjukkan nilai 2.51 me kemasaman (acidity)/100 g, 6.37 me Ca/100 g, 0.94 me Mg/100 g, 0.32 me K/100 g dan KTK 10.16 me/100 g.

Percent saturation, mengikuti perhitungan berikut:

% Kemasaman (Acidity) = 2.51 / 10.14 x 100 = 24.8 %

% Ca = 6.37 / 10.14 x 100 = 62.8 %

% Mg = 0.94 / 10.14 x 100 = 9.3 %

% K = 0.32 / 10.14 x 100 = 3.2 %

Hasil yang diperoleh tersebut dapat dijadikan dasar dalam menduga status unsur hara K, Ca, dan Mg dalam tanah.

Kisaran ideal kejenuhan Ca adalah 60-80% KTK tanah. Bila Ca lebih dari 80% KTK, ia tergolong berlebih.

Kisaran ideal kejenuhan Mg adalah 10-25% KTK. Magnesium disarankan untuk diberikan bila kejenuhan berada di bawah 15%, atau rasio % Mg terhadap % K kurang dari 2:1. Tingkat Magnesium berlebih bila mencapai 25% KTK.

Kisaran ideal kejenuhan K beragam untuk tanaman, tetapi secara tipikal adalah 3-5%.

Tingkat K berlebih bila berada di atas kisaran optimum tanaman. Level K tinggi bisa berkompestisi dengan Mg terhadap serapan oleh tanaman.

20 AugUnderstand Soil

Tanah bagi anak-anak

PEMAHAMAN TANAH SESUAI UMUR

Anah-anak – Remaja – Dewasa – Orang-orang tua

Syekhfani

Tahapan pemahaman tentang kehidupan, mengikuti usia dan tingkat “kemampuan” sesuai dengan fase umur.

Pemahaman tentang pentingnya tanah dalam kehidupan, juga mengikuti fase umur.

Anak-anak: anak-anak biasanya mengenal tanah dan mengerti kegunaan tanah sebatas fungsi tanah sebagai tempat dan bahan untuk bermain (sepak bola, main kelereng, cari cengkerik, dsb.). Sehabis bermain, pakaian menjadi kotor terkena tanah ataupun lumpur, menyebabkan anak tersebut dimarahi oleh ibunya (kotor berarti pekerjaan mencuci).

Remaja: remaja pun kebanyakan mengenal tanah sebagai tempat untuk bersenang-senang (main sepak bola, taman rekreasi, panjat tebing, dsb.). Resiko pemanfaatan tanah bagi remaja lebih berat (jatuh, kecelakaan) yang bisa berakibat fatal terhadap tubuh.

Dewasa: orang dewasa umumnya mengenal dan memanfaatkan fungsi tanah dari segi sosial ekonomi (sumber pandapatan keluarga). Dalam hal ini menyangkut kehidupan dan keberlangsungan hidup (lahan pertanian, kapling perumahan, fasilitas umum).

Orang-orang tua: sejalan dengan umur yang menapak semakin tua, maka pada usia lanjut orang lebih memahami arti penting tanah bagi kehidupan. Namun, bagi orang tua itu sendiri, akhirnya pemanfaatan tanah digunakan sebatas pengembangan hobi dan kesenangan hidup hari tua (masa istirahat, pensiun).

Agar pemanfaatan fungsi tanah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan maksimal, maka pengertian (understanding) tentang tanah perlu ditata dan diprogram, disesuaikan dengan tingkat umur; karena tingkat umur menentukan sifat-perilaku, minat, dan kemampuan memahami pengaplikasian pentingnya fungsi tanah tersebut.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/11/soil-knowing-the-soil/

Lihat: Suksesi Pemahaman

12 JulSimilarity

Struktur Pirofosfat

FOSFOR DAN SILIKON

Sifat dan Perilaku

Syekhfani

Unsur fosfor dan silikon, mengalami oksidasi menjadi senyawa “fosfat (PO43-)” dan “silikat (SiO43-)” keduanya merupakan anion trivalen.

Sifat dan perilaku kimia (chemical nature and properties) keduanya similar (sama) → Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Chemical_similarity.

Hal ini memudahkan kita untuk mengendalikan (to manage) masalah berkaitan dengan ketersediaan kedua unsur sebagai nutrisi esensial (P) dan fungsional (Si).

Unsur fosfor esensial untuk semua jenis tumbuhan. Sedang unsur silikon fungsional untuk serealia. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/silikon-untuk-serealia/.

Kedua bentuk anion bersifat kompetitif (saling meniadakan satu sama lain), disebut “efek ion senama (common ion effect)”. Ion dominan (dominant) akan menekan ion terdesak (recessive). Itu sebabnya terak baja (basic-slag) yang kaya unsur Si digunakan sebagai pengganti bahan kapur dalam mengatasi masalah fiksasi P di lahan pertanian.

Sifat perilaku unsur P berkaitan dengan ketersediaannya dalam tanah diserap akar tanaman, terutama tergantung pada pH tanah (depend on soil pH).

Pada pH masam (acid), P terfiksasi oleh kation basa lemah (Al, Fe, Mn); sedang pada pH alkalis (alkaline), P terfiksasi oleh kation basa kuat (Ca, Mg).

Oleh sebab itu, “fiksasi P” yang menyebabkan unsur P tidak tersedia dijumpai pada tanah masam dan alkalis.

Pada pH netral, unsur basa lemah maupun basa kuat adalah rendah, sehingga tidak terjadi fiksasi P secara dominan.

Dalam manajemen unsur P, kunci keberhasilnya adalah merubah pH tanah menjadi “netral“.

Tindakan praktikal petani/pekebun melakukan “pengapuran (liming)” pada tanah masam, dan “pemasaman (asidulasi)” pada tanah alkalin; keduanya untuk memperoleh kondisi tanah netral.

Pengapuran (pemberian bahan kapur pertanian seperti Kalsit dan Dolomit serta Belerang), termasuk ekstrem dan membawa resiko “over liming“, yaitu berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian.

Tidakan bijaksana adalah menggunakan “bahan organik” yang bersifat basik dan bersifat masam, sehingga tidak terjadi lonjakan perubahan pH secara drastik.

Similarity (Similaritas)

Sifat perilaku kimia unsur Si similar dengan unsur P.

Artinya, apa yang terjadi pada unsur P terjadi pula pada unsur Si.

Tindakan manajemen untuk mengatasi masalah P juga berlaku untuk masalah Si.

Dengan kata lain, manajen unsur esensialitas P similar dengan Unsur fungsional Si.

Sifat dan Perilaku adalah KUNCI manajemen!

11 JulEkstraksi Asam humat

PRINSIP DASAR EKSTRAKSI

Syekhfani

Asam Humat, adalah asam organik potensial bagi kesuburan tanah, medium tumbuh tanaman, untuk melestarikan keberlanjutan hidup makhluk di bumi ini.

Asam humat (Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/asam-humat/), sedikit dan sulit diperoleh dalam jumlah banyak; tergolong langka sehingga pantas disebut “The Real Golden Black” → sedikit dan mahal!

Asam humat tergolong senyawa organik kompleks dan mempunyai sifat perilaku unik; sehingga seharusnya ilmuan, terutama bidang Ilmu Tanah, mengetahui sifat perilaku (fate and properties) senyawa asam humat.

Sifat Perilaku dalam Ekstraksi

Sifat bahan organik tanah, khususnya asam humat, hanya dapat dipelajari dalam keadaan bebas, tanpa tercampur senyawa anorganik tanah.

Dalam analisis, maka langkah pertama adalah memisahkan asam humat dengan matriks anorganik tanah: pasir, debu, dan liat.

Ekstraksi

Prinsip Dasar Ekstraksi

Berbagai tehnik telah dikembangkan, sesuai dengan sifat bahan yang diuji.

Senyawa non-polar seperti lemak, lilin, resin, dan lain-lain dapat diekstraksi menggunakan pelarut organik tertentu seperti heksana, eter, campuran benzena-alkohol, dan sebagainya.

Hidrolisis diperlukan untuk mengisolasi monomer individual, seperti asam amino dan gula.

Metode ekstraksi yang ideal, mempertimbangkan hal-hal berikut:
• Kemampuan metode dalam mengisolasi bahan tanpa kecuali.
• Ekstrak senyawa asam humat agar bebas kontaminasi bahan anorganik, seperti liat dan kation polivalen.
• Ekstraksi adalah komplit, mewakili fraksi untuk kisaran semua berat molekul.
• Metode dapat diaplikasikan secara universal untuk semua jenis tanah.

Reagen yang Digunakan

(Stevenson, 1982)

Persentase Tipe Materi Ekstraktan untuk senyawa Asam Humat:

NaOH

hingga 80%

Ekstraktan lemah: Na4P2O7 dan lainnya

hingga 30%

Khelat organik: asetil-aseton, kupferon, hidroksi-kuinolin

hingga 30%

Asam formiat (HCOOH)

hingga 55%

EKSTRAKSI ALKALI

Larutan NaOH dalam air konsentrasi 0.1 hingga 0.5N dan rasio dengan tanah dari 1:2 hingga 1:5 (g/ml) telah diketahui secara luas untuk recovering organic matter.

Ekstraksi berulang kali diperlukan untuk mencapai recovery maksimum.

Pembilasan tanah dengan larutan HCl, yang mana membilas Ca dan kation-kation polivalen, meningkatkan efisiensi ekstraksi bahan organik dengan pereaksi alkalin.

Sebagai aturan umum, ekstraksi tanah dengan 0.1 atau 0.5N NaOH mampu melakukan recovery sekitar dua pertiga bahan organik tanah.

Keampuhan dari ekstraksi alkali adalah sebagai berikut:
1. Larutan alkali melarutkan kontaminasi mineral silikat dalam bahan bahan organik.
2. Larutan alkali melarutkan komponen protoplasmik dan structural dari senyawa organik segar dan ini tercampur dengan bahan organik terhumat (humified organic matter).
3. Di bawah kondisi alkalin, terdapat otoksidasi beberapa senyawa organik, baik dalam kontak dengan udara selama ekstraksi maupun ketika ekstrak didiamkan.
4. Perubahan kimia lain bisa muncul dalam larutan alkalin menyerupai kondensasi antara asam amino dan aldehida atau quinon.

Larutan lebih alkalin dan periode ekstraksi lebih lama menyebabkan pwrubahan kimia lebih besar.

Jumlah bahan organik terekstrak dari tanah disebabkan peningkatan alkalinitas dengan waktu ekstraksi.

Ekstraksi Lemah (mild extraction)

Beberapa milder dan ekstraktan lebif selektif disarankan untuk waktu mendatang sebagai alternatif menggantikan ekstraksi klasikal dengan alkali kuat.

Termasuk agen garam-garam kompleks (Na4P2O7 dan EDTA), kompleks organik dalam aqueous med (acetil-aseton), dan pelarut organik berbagai tipe.

Selain kurang alternasi terhadap hasil bahan organik, ektraktan-ekstraktan sangat kurang efektif melepas bahan organik dibandingkan hidroksida alkali.

Pengecualian utama terjadi pada horizon iluvial (B ) Spodosol.

Lihat: Dari:
SOIL SCIENCE 702/802:
CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS
(revised Jan 1998)
Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press
Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

24 JunUseful life (Hidup berguna)

useful life.JPG2

MENSYUKURI NIKMAT

Implentasi Kehidupan (suatu renungan)

Syekhfani

Nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi kepada Manusia tidak terbatas; yaitu berupa hidup dan kehidupan.

Manusia diberi rejeki harta benda, kesehatan dan kemampuan untuk hidup di dunia ini; menjadi manusia hidup berguna, bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Bagaimana perilaku seseorang yang “hidup berguna” itu?

Ia menikmati, mensyukuri dan memelihara anugerah yang diterimanya dari Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang!

Bagaimana implementasinya?

Ia harus mampu bertanggung jawab atas pertanyaanNya:

Kamu apakan nikmat yang Kuberikan?

Tahukah kamu, bahwa sebagian dari nikmatKu itu adalah hak orang lain?

Apakah kamu memberikannya kepada mereka yang memerlukan?

Kuberi nikmat “Ilmu” dan “Pengetahuan”, apa tidak kamu berikan sebagian ilmu dan pengetahuan itu untuk orang lain yang membutuhkan?

Apa kamu takut ilmu pengetahuan itu akan berkurang?

Ketahuilah, kalau kamu berikan sebagian ilmu pengetahuan kamu itu dengan niat “amal” atas pertimbangan bersyukur kepadaKu, maka akan Aku lipat gandakan ilmu pengetahuan itu lebih banyak lagi!

Janganlah kamu bangga karena punya ilmu pengetahuan dan bahkan berpredikat “Ilmuan”.

Tidakkah kamu sadar bahwa ilmu pengetahuan yang kamu punyai itu tidak sebesar butir zarah bila dibandingkan dengan IlmuKu?

Jadi janganlah hendaknya kamu menyombongkan diri, dan jadikan ilmu pengetahuan itu berguna bagi hidup kamu dan juga hidup orang lain.

Bagikanlah sebagian ilmu anda dengan “IKHLAS“.

Be a useful life!

Mahasuci Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang!

19 JunPengapuran dan Sifat Fisik Tanah

UPT Cempaka (pengapuran lahan)

TIDAK BEGITU TAMPAK

Diposkan: Syekhfani

Pengaruh pengapuran terhadap sifat fisik tanah, tidak tampak sejelas pada sifat kimia tanah, mengapa?

Dalam hal ini, ada dua alasan utama:

Pertama, perubahan sifat fisik lebih bertahap (gradual) ketimbang sifat kimia.
Kedua, beberapa sifat fisik tanah di lapangan (in situ) menjadi hilang bila tanah hancur.

Dari hasil studi, diketahui sifat perilaku kalsium dalam kaitannya dengan sifat fisik tanah, antara lain yaitu:

1. Kalsium merupakan flokulan dan penstabil agregat yang baik; bermuatan koloid negatif yang sempurna. Namun, secara umum, pengaruh bahan organik dalam hal pembentukan agregat dan struktur tanah secara mikrobial tampak lebih mantap dari pada efek kapur, meski bahan organik belum menjamin stabilitas struktur tanah waktu lama (→ dengan kata lain: efek Ca terhadap stabilitas janga panjang (sementasi anorganik) – potensial; efek bahan organik jangka pendek (sementasi organik) – aktual).

2. Kapur (atau Ca, Mg) tergolong juga sebagai stimulan mikrobial; sehingga melalui aktivitas pengapuran, produksi senyawa organik seperti gum dan resin yang menyelimuti partikel, mampu menstabilkan agregat.

3. Efek merugikan Ca terhadap stabilisasi struktur tanah oleh Fe dan Al seperti halnya efek Na terhadap stabilitas agregat Ca. Hal ini tampak pada pada stabilitas struktur tanah Oksisol yang didominasi oleh seskui-oksida. Pada Ultisol yang miskin hidroksida bebas, stabilitas struktur tanah adalah kurang. Demikian pula halnya pada Molisol, stabilisasi agregat Fe atau Al menjadi terdispersi oleh Ca2+, suatu fenomena yang tidak terjadi seperti dispersi Na+ terhadap stabilisasi Ca.

Bahan: SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998) Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/11164/