Archive for the 'Perilaku Unsur Hara' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

03 MayMedium Pertumbuhan Tanaman

Hidroponik

BUFER VS NON-BUFER

(pH)

Syekhfani

Medium pertumbuhan tanaman, secara alami atau artifisial menentukan kecocokan tumbuh tanaman (crop suitability). Nilai pH, seringkali dijadikan indikator kemampuan medium (medium capability) dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Sistem alami (natural system) berbeda dengan sistem artifisial (hidroponik), berkaitan dengan sifat (buffer) dan (non-buffer), sehingga kisaran pH optimum berbeda.

Hal ini memberikan jawaban mengapa medium tanah relatif tidak memerlukan kontrol seketat kontrol pada sistem medium hidroponik.

Dalam bidang pertanian (sistem lahan) nilai pH optimum untuk pertumbuhan tanaman berkisar antara 4 hingga 7, apabila unsur hara tidak menjadi pembatas.

Di pihak lain, nilai pH optimum untuk medium hidroponik antara 5.5 sampai 5.8 sebab secara umum ketersediaan unsur hara mendekati pH masam.

Ketersediaan unsur Mn, Cu, Zn dan khususnya Fe menurun pada nilai pH lebih tinggi, juga ketersediaan unsur P, K, Ca, Mg menurun pada pH lebih rendah. Penurunan ketersediaan berarti mengurangi serapan unsur hara, meski belum tentu menunjukkan gejala defisiensi.

Kemampuan bufer pada sistem hidroponik yang rendah tersebut menjelaskan mengapa sulit untuk mempertahankan nilai pH antara 4 hingga 7 tanpa adanya kontrol pH secara otomatis.

Lihat:Hydroponic

Bugbee, Bruce. 1995. Nutrient Management in recirculating hydroponic culture. Proceedings of the Hydroponics Society of America. El Cerrito, CA. p. 15-30.

13 NovSOIL-Fiksasi N2 Biologis

 

FIKSASI N2 BIOLOGIS

(BIOLOGICAL N2 –FIXATION)

 

Prokaryotik – Nitrogenase – Simbiotik/nonsimbiotik

 

Syekhfani

 

Nitrogen, satu di antara tiga unsur hara esensial tanaman utama (NPK) yang sangat menentukan keberadaan makhluk hidup di bumi ini.  Tanpa unsur N (dan juga PK), maka tidak akan ada makhluk hidup, mengapa?

Nitrogen merupakan unsur penyusun khlorofil tumbuhan (khlorofil A dan B). Proses fotosintesis terjadi di jaringan khloroplast merupakan proses metabolisme pembentukan karbohidrat (CHO) dari molekul air (H2O) dan Oksigen (O2). Karbohidrat adalah kerangka dasar pembentuk senyawa-senyawa penyusun tubuh tumbuhan. Tanpa nitrogen, tidak akan terbentuk karbohidrat yang berarti tidak akan ada senyawa karbohidratjaringan, organ, sistem organ dan akhirnya tidak terbentuk ORGANISME.

 

Fiksasi N2 Biologis (Biological N2–fixation), dilakukan oleh beberapa mikroorganisme prokaryotik (procaryotic) dengan mekanisme reaksi sebagai berikut:

N2 + 8H+ + 2e + 16 ATP → 2NH3 + H2

Enzim bertanggung jawab mengkatalisis reaksi di atas disebut nitrogenase. Diketahui bahwa enzim nitrogenase sangat peka terhadap oksigen (O2) bebas. Batas oksigen tertentu meracun enzim dan menghentikan fiksasi N2.

Fiksasi N2 membutuhkan sejumlah besar suplai energi untuk memecah ikatan tiga kovalen N2. Secara global, fiksasi N2-biologis bisa menyumbang sekitar  140 juta ton nitrogen per tahun ke sistim lahan, dan secara kasar setara dengan jumlah kontribusi lautan.

(1) Simbiotik (mutualistik): tipe -tipe rhizobium dan aktinomiset.

(2) Hidup bebas (“Free-living“): misalnya, Azotobacter, Azospirillum, Beijerinckia, dan cyanobacteria (blue green algae).

Prokaryot mengandung enzim nitrogenase, dan mampu memfiksasi N2;  ditemukan umumnya di permukaan tanaman (daun dan pelepah, atau permukaan tubuh tanaman - phyllosphere) saat cuaca lembab atau dalam jaringan tanaman, dan beberapa dijumpai di permukaan akar, di mana suplai substrat organik tinggi dan oksigen bebas terikat.

 Pea root system

Sistem perakaran Pea

Soya bean root nodules

Nodul akar Kedelai

Alder root nodules

Nodul akar Alnus

 

Referensi: → http://ic.ucsc.edu/~wxcheng/envs161/Lecture11/ch12_N_S_2012_fnl.pdf

 

Lihat pula:  → SOIL-SIFAT-PERILAKU-NPK

 

21 OctSOIL-NPK Excessive

 

Capture

 

NPK EXCESSIVE ~ KELEBIHAN NPK

 

Sifat perilaku ~ Antagonis ~ Kompetisi ~ Fiksasi

 

Oleh:  Syekhfani

 

Praktek intensifikasi budidaya pertanian (pemupukan intensif, tidak imbang, berat sebelah, dan sebagainya), sering berakibat pada kelebihan unsur hara dalam tanah.

Umumnya, jenis unsur hara berpeluang kelebihan adalah unsur makro NPK, akibat pemberian terus menerus.

Berbeda dengan unsur hara mikro, kelebihan unsur hara makro tidak menyebabkan gejala keracunan, melainkan mempunyai efek menekan atau mendorong mekanisme pertumbuhan menjadi tidak normal.

 

Peranan NPK:

Nitrogen (N), dalam proses pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kandungan khlorofil tanaman MEMBANGUN TUBUH TANAMAN!

Fosfor (P), dalam meningkatkan kualitas biji/buah dan meningkatkan bobot biji    MENINGKATKAN MUTU HASIL!

Kalium (K), dalam memperkokoh batang, akar dan daun sehingga tidak mudah roboh atau terserang penyakit   MENINGKATKAN MUTU PERTUMBUHAN DAN HASIL!

Contoh: secara umum, kebutuhan NPK tanaman jagung:

  • N        =   90 – 135 kg/ha
  • P2O5   =    30 –   45 kg/ha
  • K2O   =    25 –  50  kg/ha

 

Dampak Kelebihan NPK:

Nitrogen (N), pertumbuhan tanaman tidak normal, periode vegetatif diperpanjang, mudah rebah, jaringan tanaman menebal, peka terhadap serangan OPT, masa generatif tertunda, dan lain-lain.

Fosfor (P), pertumbuhan generatif dipercepat, mengundang defisiensi (induced chlorosis) unsur hara lain khususnya unsur hara mikro kation (Fe, Mn, Cu, Zn), menurunkan rendemen gula, dan lain-lain.

Kalium (K), menghambat pertumbuhan,  mengundang defisiensi (induced chlorosis) unsur hara lain akibat kompetisi (common ion effect) atau antagonis:  N, Ca, Mg, serta unsur mikro kation (Fe, Mn, Cu, Zn), dan lain-lain.

 

Alternatif Solusi:

1. Dialiri air irigasi (kalau mungkin) agar unsur berlebih tercuci (leaching) ~ solusi kelebihahan unsur hara mobil → K dan N.

2. Dikapur (liming) hingga pH basik atau diberi belerang agar pH masam ~ solusi kelebihan unsur P (fiksasi).

3. Pemberian bahan organik (ameliorasi), diikat sementara/imobilisasi ~ solusi kelebihan unsur NPK → imobilisasi.

Lihat: → kelebihan-dan-kekurangan-unsur-hara

 

Sifat perilaku (fate and properties) NPK adalah kunci manajemen NPK!

 

05 JulSOIL-Sifat Perilaku NPK?

 

PERTANYAAN KUNCI UNSUR HARA NPK

 

 Syekhfani

 

Pertanyaan kunci, untuk unsur NPK untuk apa?

Contoh untuk:

  • Mengetahui bentuk dan perubahan nitrogen.
  • Mampu mengaitkan perubahan N tanah dan ketersediaannya bagi tanaman, dan isu lingkungan yang relevan.
  • Mengerti mekanisme kontrol utama fiksasi P dan faktor utama berkaitan dengan ketersediaan P.
  • Mengetahui tentang fiksasi P anorganik bergantung pada pH.
  • Mengetaui peran ganda bahan organik dalam nutrisi P.
  • Mengetahui bentuk utama P dalam tanah.
  • Mengetahui fakta bahwa K tidak berubah bentuk kimia dalam daurnya.

 

Sistem pertanyaan untuk unsur-unsur esensial:

1. Mengapa tanaman membutuhkan?

2. Apakah ia mudah diambil tanaman?

3. Berapa jumlah relatif dibutuhkan (makro, sekunder, dan mikro)?

4. Dari mana unsur hara berasal (atau apa sumber lokal atau global?)

5. Bagaimana daur berdasar waktu dan ruang?

6. Apakan unsur hara berubah melalui transformasi kimia atau biologis dalam sistem tanah – tanaman?  Bila iya, apakah anda mengerti semua proses kunci yang mengatur transformasi tertentu?

8. Dapatkan anda menghubungkan pertanyaan di atas dengan keputusan manajemen?

9. Dapatkah anda menghubungkan pertanyaan di atas dengan isu lingkungan yang relevan?

 

(A system of inquiry for essential nutrient elements:

1. Why do plants need it?

2. Is it mobile once taking up by plants?

3. What is the relative quantity of plant need (macro, secondary, & micro)?

4. Where does the element come from (or what are the sources globally and locally?)

5. How does it cycle through time and space?

6. Does the element go through chemical and/or biological transformations in plantsoil systems? If it does, do you understand all the key processes that regulate such

transformations?

7. What factors and processes influence or control the availability of each element to

plants?

8. Can you relate the above questions to management decisions?

9. Can you relate the above questions to relevant environmental issues?)

 

Lebih lengkapnya lihat referensi: → http://ic.ucsc.edu/~wxcheng/envs161/Lecture11/ch12_N_S_2012_fnl.pdf