Archive for the 'Plasma Nuthfah' Category

18 AugPOHON MANOA (MENOA)

Menoa

Semakin Langka

Syekhfani

Buah Manoa, adalah buah pohon hutan yang rasanya (taste) mirip daging rambutan dan bijinya berbentuk seperti (likes) biji durian, lihat gambar:

Buah Manoa (kiri) dan Biji Manoa (kanan)

Buah dan Biji Manoa

(Foto: penulis)

Bentuk buah pohon yang sudah semakin langka ini seperti berikut:

Buah Manoa

a. Kulitnya belum dibuka

Buah Menoa

b. Kulitnya sudah dibuka

Buah Manoa a dan b (dari download)

Di Indonesia, dikenal sebagai buah pohon hutan berasal dari Papua. Namun pohon buah ini dilaporkan di beberapa tempat di manca negara.

Di tempat tinggal penulis, buah manoa dapat diperoleh di super market dengan harga terjangkau.

Rasa (taste) seperti daging rambutan rubi’ah atau seperti daging kelapa muda, segar dan menyebabkan kenyang.

Penulis pernah menanam Manoa di halaman rumah sampai batangnya besar dan pada ujung rantingnya berbuah.

Namun, buah Manoa tersebut dirubung semut, daunnya dimakan ulat gatal dan akarnya merusak fondasi pagar halaman.

Karena itu terpaksa di tebang.

14 MayTUMBUHAN LANGKA: SEMPEGIH

20170514_124634

Tumbuhan Alami: Sempegih

Syekhfani

Sisi lain dalam Hidup & Kehidupan (Life & Live), adalah pemanfaatan tanaman alami yang jarang diperhatikan, padahal ia dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejenis tanaman perdu bercabang dan berbuah banyak, bentuk buah bulat kecil-kecil, warna hijau, kuning (mentah) dan merah (matang) yang di daerah asal penulis (Semende), disebut: Sempegih.

Buah Sempegih ini dapat dimakan dan sangat ampuh sebagai umpan pancing ikan.

Ikan liar pemakan buah, misalnya Cengkak (Semende) sangat doyan menyantap buah Sempegih.

Catatan: Tumbuhan liar sejenis Sempegih adalah: Peghapau (Semende), dengan ukuran buah lebih besar dan menjadi umpan ikan Cengkak lebih besar lagi bahkan bisa sangat besar (ikan Semah, Semende).

Sempegih & peghapau dapat menunjang kehidupan keluarga, bila dijadikan umpan pancing dan mendapat ikan cukup banyak, apalagi ukuran besar. Selain untuk konsumsi, keluarga ikan tersebut bisa dijual ke pasar.

Berikut adalah pohon Sempegih berbuah, merupakan koleksi penulis sebagai tanaman pot.

20170514_124844

Pohon Sempegih Berbuah

28 NovTanaman Chip ‘n Dale

TANAMAN CHIP ‘N DALE DALAM POT

Indah ‘n Eksotik

Syekhfani

Chip ‘n Dale, adalah tokoh komedi anak-anak di Walt Disney, namun juga dijadikan nama tanaman hias.

Penulis punya koleksi tanaman Chip ‘n Dale dalam pot di emper rumah kediaman.

Tanaman berbentuk perdu, berkembang tidak menurut musim, setiap waktu.

Bunganya berwarna kuning cerah, dengan 5 helai kelopak bunga (corolla).

Tangkai sari dan pollen berwarna jingga (Gambar 1):

Gambar 1. Bunga

Gambar 1. Bunga

Terdapat 3 atau 4 buah bulat lonjong, berwarna hitam, melekat pada tangkai dan dasar kelopak buah berwarna merah (Gambar 2):

Gambar 2. Buah

Gambar 2. Buah

Tajuk pohon bercabang dan beranting jarang-jarang; daun lonjong meruncing ke ujung, berwarna hijau tua (Gambar 3):

Gambar 3. Tajuk

Gambar 3. Tajuk Pohon.

Nomenklatur: lihat → Wikipedia.org.

Nama Chip and Dale dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Chip_’n'_Dale

Mengacu nama “Chippendale” (Thomas Chippendale).

Diterjemahkan “Kiki dan Koko” (Indonesia).

Di mana:

Kiki, pintar → hidung warna hitam

Koko, bodoh → hidung warna merah

Koko selalu dimarahi Kiki karena selalu bertindak salah dan berbuat bodoh.

Betapa indah dan eksotik tanaman Chip ‘n Dale!

10 JulBawang Ise-ise (Bawang Dayak)

OBAT TRADISIONAL

Suku Dayak

Syekhfani

Bawang Ise-ise (Semende-Suku tempat asal Penulis), juga disebut sebagai “Bawang Dayak”, adalah sejenis tanaman umbi-umbian, yang umbinya tidak terlalu besar seperti halnya bawang merah (onion) ataupun bawang putih (garlic).

Tanaman ini kadang tumbuh liar atau ada yang menanamnya sebagai tanaman obat tradisional.

Di tempat asal penulis, umbi bawang Ise-ise dicabut dan dibakar, kemudian dikonsumsi sebagai lalapan biasa.

Ada yang mengatakan, mengkonsumsi bawang Ise-ise dapat mencegah penyakit kanker, jantung, diabetes, masuk angin, encok, dan sebagainya.

Ada pakar yang meneliti kandungan anti oksidan pada bawang Ise-ise.

Berikut gambar bawang Ise-ise dalam pot (koleksi penulis):

1. Bawang Dayak (post)

Tanaman Bawang Ise-ise

Dari upload:

2. Bawang-Dayak-Tanaman-Obat-dengan-Sejuta-manfaat-100x80

3. IMG_20160506_223736-100x80

Tanaman bawang Ise-ise tidak menuntut syarat tumbuh spesifik, dan mudah tumbuh pada kondisi marginal.

Bila dibudidayakan secara khusus, penulis yakin akan mudah melakukannya dan dapat memberi keuntungan bila dijual sebagai obat tradisional.

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

09 FebAgroekologi Tanaman Pala

S

SISTEM SEMI ALAMI

Pendekatan Sistem

Syekhfani

Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt), tergolong tanaman rempah (spices), telah terkenal sejak jaman Portugis (Marco Polo), yang pada abad ke-19 berlayar ke Hindia (Indonesia) untuk mencari rempah-rempah (cengkeh, pala).

Agroekosistem tanaman pala yang telah bertahan berabad-abad tersebut, secara umum telah banyak dipelajari, namun sifat perilakunya secara spesifik belum banyak dipahami.

Berikut, dikemukakan pendekatan sistem dari umum hingga lebih spesifik, disesuaikan dengan fakta lapangan saat ini.

Diharapkan, pendekatan sistem ini dapat membantu dalam memahami dinamika sistem pertanaman pala.

Sistim Alami (natural system)

Sistem alami (natural system) di zone iklim hujan tropika basah (tropical rain forest), yaitu matahari bersinar terus menerus sepanjang tahun, mendukung produksi biomas berlimpah.

Sebaliknya, kelembaban dan suhu tinggi, mendorong tingkat dekomposisi sisa bahan organik di lantai hutan berlangsung cepat, sehingga tampak adanya dukungan “semu”.

Terbukti saat hutan tropika basah di buka untuk lahan budidaya, maka dalam kurun dua hingga tiga musim tanam, produktivitas secara drastik menurun (ingat kasus: sistem ladang berpindah, shifting cultivation).

Biomas tajuk dan sistem perakaran intensif menyebabkan terjadi sistem keseimbangan unsur hara yang disebut “close nutrients recycling” (sistem daur hara tertutup).

Pada sistem ini, tidak ada unsur hara yang hilang karena tidak ada aliran permukaan (runoff), erosi dan pencucian (leaching) ke lapisan bawah tanah (ground water); dalam hal ini tajuk bersifat sebagai pompa unsur hara melalui akar.

Tambahan unsur hara melalui hujan, fiksasi N atmosferik dan pelapukan batuan induk; mendukung suksesi hutan belantara (tropical rain forest).

Agroforestry (Wanatani) – Agroekosistem Tanaman Pala

Meskipun tampaknya stabil, namun budidaya tanaman pala tergolong ekosistem hutan buatan manusia (man made forest). Sehingga, diperlukan manajemen kebun yang baik agar dapat menjamin produktivitas tinggi dan berkelanjutan.

Pendekatan sistem daur hara tertutup di bawah lantai hutan pala, dapat dipelajari melalui dinamika: rasio C/N, KTK, dan unsur hara NPK sebagai parameter.

Nilai C/N, menunjukkan tingkat laju dekomposisi seresah di lantai hutan,

Nilai KTK, dapat dijadikan parameter kemapuan tanah dalam membufer unsur hara.

Nilai pH, merupakan parameter perubahan reaksi tanah yang dipengaruhi derajat dekomposisi, dan sangat berpengaruh terhadap sifat kesuburan tanah aktual.

Status Unsur NPK, yang merupakan unsur hara makro tanaman, adalah kunci produktivitas tanaman, dalam kaitannya dengan reaksi fotosintesis, yaitu komponen senyawa khlorofil (N, Mg), sumber energi metabolik (P), dan trasportasi fotosintat (K).

Dinamika pertumbuhan tanaman pala tersebut hendaknya didekati dengan sistem terpadu, sebagai fungsi pertumbuhan (Y): Y = f (X), di mana Y= komponen produktivitas tanaman, dan X = komponen produktivitas tanah.

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/09/19/soil-buah-pala/

05 FebGreen Roof Garden

Gambar 0. green roof spring

WACANA KONSERVASI TANAMAN

Praktik, Pendidikan, Keindahan

Syekhfani

Green Roof Garden, adalah suatu teknologi konservasi estetika tanaman yang disiapkan sebagai objek untuk penelitian dan pendidikan, dikembangkan dalam bentuk laboratorium hidup.

Wacana konservasi tanaman Green Roof Garden, sangat tepat dikembangkan terutama dalam konservasi plasma nuthfah spesifik lokasi, sekaligus memberikan daya tarik sebagai wisata pendidikan.

Berikut, disajikan kutipan dari website http://www.slowlife-exhibit.org/, semoga dapat menjadikan inspirasi untuk kita semua.

TINJAUAN

The Daniel F. and Ada L. Rice Plant Conservation Science Center features a green roof that underscores the Garden’s commitment to plant conservation. Combining practical benefits with aesthetic appeal, the Green Roof Garden also provides an opportunity for research and education, serving as a living laboratory.

Gambar 1. deck

Gambar 1. Deck

The Plant Science Center’s Green Roof Garden serves as an outdoor classroom for thousands of Garden visitors annually; the 16,000-square-foot green roof is accessible to the public via a grand staircase, and an overlook with interpretive panels educates visitors about all aspects of rooftop gardens.

Two distinct areas serve specific functions: the Ellis Goodman Family Foundation Green Roof Garden South features regional and national native plants, many of which are not currently used as rooftop plants; the Josephine P. & John J.

Louis Foundation Green Roof Garden North features a mix of plants known as good green roof plants, plus native and exotic plants that have potential for green roof use. Generally, the plants are sun loving, drought tolerant, have a shallow root system, and can withstand windy conditions.

Check out our blog articles on the green roof garden.

How the Science Works

Green roofs are becoming increasingly popular, but little research has been done to determine which plants are best suited for this extreme environment. The Garden’s evaluation of plants atop the Daniel F. and Ada L. Rice

Plant Conservation Science Center is the largest, most encompassing such trial in the country.

Approximately 40,000 plants representing 200 different species and cultivars are currently under evaluation within three different soil levels (four, six, and eight inches deep) on the 16,000-square-foot green roof.

All of the plants are scientifically evaluated for effectiveness in the semi-intensive roof garden environment.*

This living laboratory is outfitted with equipment to monitor soil moisture, wind and light levels, and temperatures in the various layers of the plantings.

Scientists monitor plant health, aesthetics, and survivorship of plants, ultimately recommending plants that are low-maintenance, absorb water and nutrients from rainfall (lessening runoff into storm sewers), and cool the building below (lessening energy use), while providing an aesthetic retreat.

Plants’ performances in 30 characteristics are tracked for a minimum of four years before staff assess their suitability. Results are shared through the Garden’s Plant

Evaluation Notes, a publication distributed broadly to gardeners and horticultural professionals, and through horticulture and gardening magazines and educational classes and symposia.

Successful plants will be promoted to the green roof industry, both locally and nationally, to ensure that the most appropriate and sustainable plants are used for this unique environment.

How the Beds Work

The planting beds consist of several layers, beginning with a waterproofing layer, two layers of hard foam insulation, a root barrier fabric, a drainage tile to allow water to drain away from the roots, a filter fabric to keep the growing media from clogging the drainage holes, and growing media as the top layer.

Plants are grown in a semi-intensive media—a gravel-like soilless mix especially formulated for roof gardens. Lighter and more porous than soil, it allows water to drain quickly, reducing the weight load on the roof.

Making it possible

The Green Roof Garden at the Plant Science Center was made possible by the generous support of the Ellis Goodman Family Foundation and the Josephine P. & John J. Louis Foundation.

Operational support was provided by the Woman’s Board of the Chicago Horticultural Society facilitates research into which plants are best suited for growing in green roof gardens throughout the Midwest and in similar climates worldwide.

Gambar 2. sedum

Gambar 2. Sedum

About Green Roofs

Green roofs are an important component of sustainable urban development.

According to the International Green Roof Association (IGRA), public benefits of green roofs include stormwater retention, a decrease in the urban heat island effect, a reduction of dust and smog, natural beauty, and the provision of a new habitat for plants.

Benefits to the building itself include increased roof life, reduced noise levels, thermal insulation, and effectiveness as a heat shield during hot weather.

*There are several types of green roofs: intensive, semi-intensive, and extensive.

Intensive roofs may contain a wide variety of plants (turf, trees, shrubs, and perennials), and even ponds and playgrounds, but they require extensive maintenance, plus permanent irrigation and fertilization.

Extensive roofs are good for sites not intended for use as roof gardens and are well suited to roofs with little load-bearing capacity.

There are few nutrients in the growing medium used in such roofs, which are suitable for less-demanding, low-growing, drought-tolerant plant communities.

The Plant Science Center features a semi-intensive, or intermediate green roof, which falls between the other two types.

It requires more maintenance, costs more, and weighs more than an extensive roof, but it has more design possibilities, and the deeper substrate allows for more plant variety.

27 JulBeautiful Lantana Flowers

BUNGA LANTANA NAN INDAH

Syekhfani

Di dalam pagar rumah kediaman, terdapat koleksi pohon Lantana (Lantana camara L.) Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Lantana_camara.

Bunga lantana dirancang dalam seni “bunga campuran” (flowers mix) secara okulasi, warna-warni nan indah.

Nuansa koleksi seperti disajikan berikut:

1. 270720141777

2. 270720141776

3. 270720141775

4. 270720141784

5. 270720141774

6. 270720141781

7. 270720141782

8. 270720141787

9. 270720141785

10. Lantana camara

Menarik bukan?

Kreasi menarik memberikan nuansa ceria dan menyenangkan!

10 DecSOIL-Taman Hijau (Green Park)

 

Taman Hijau

 

TAMAN HIJAU

(GREEN PARK)

 

Hijau ~ Asri:  “Multi Kompleks, Multi Disiplin, dan  Multi Fungsi”

 

Syekhfani

 

Taman Hijau (Green Park), panorama bernuansa hijau menyegarkan seperti dalam gambar, adalah merupakan ciri khas flora zona tropika basah. Stratifikasi tajuk pepohonan, perdu  hingga rerumputan,  berupa tipe diversitas  hutan hujan tropika (tropical rain forest).

Taman hijau (green park), merupakan penciptaan ekosistem hutan hujan tropika basah buatan  manusia (man made tropical rain forest) miniatur.

Pemilihan jenis pohon, semak, dan rumput sesuai dengan model desain yang dikehendaki arsitektur pertamanan;  jenisnya berlimpah dan beragam di zona ekosistem hutan hujan tropika.

Fungsi taman hijau (green park) bersifat multi kompleks (multi-complex function):  tata kota, keindahankesehatanhidrologiplasma nutfah, penyangga (buffer) suhu, kelembaban, CO2, dan sebagainya.

Demikian pula, arsitektur taman hijau (green park) membutuhkan pengetahuan bersifat  multi-disiplin (multi-discpline  knowledge):  Ilmu tanah, tanaman, ekologi, teknik  arsitek, pemerintahan, dan lain-lain.

 

Taman Hijau bersifat multi kompleks, multi disiplin dan multi fungsi!

  

22 MarSOIL-Fitoremediasi

  

PENCEMARAN TANAH DAN AIR – LOGAM BERAT – REMEDIASI

 

Tanaman Remediator:  Tidak dimakan  – Tidak mengganggu kesehatan

 

 

 Pencemaran lahan terjadi dari kegiatan penambangan, pertanian, limbah pabrik, limbah pemukiman, limbah kota, timbunan sampah, dan sebagainya.

  •  Pencemaran bisa berupa gas, cair, dan padat, masuk ke lahan mencemari tanah, air, tanaman, hewan dan manusia.
  •  Pencemaran bersifat langsung atau tidak langsung berdampak kepada kehidupan tumbuhan, binatang, atau manusia.
  • Upaya mengatasi pencemaran meliputi pencegahan (preventif) atau penganggulangan (kuratif).
  • Lahan tercemar dibersihkan (sanitasi)  menggunakan berbagai cara misalnya bahan “pengondisi tanah” atau “remidiasi” dengan bantuan tanaman (Fitoremidiasi).
  • Fitoremeditor bersifat toleran terhadap kandungan logam berat tinggi (akumulator logam – “metal accumulator”).
  • Fitoremidiator tidak boleh dimakan atau digunakan untuk keperluan yang menyangkut kesehatan.
  • Dapat digunakan untuk bahan baku industri kerajinan rumah tangga (handy craft).
  • Contoh jenis tanaman untuk fitoremidiasi:

 

 

Pencemaran Lahan Upland (lahan kering)

   

 vetiveria-zizanioides[1]

  

Akar wangi- Vetiveria zizanioides (L.) Nash – Poaceae.  Akar wangi adalah sejenis rumput abadi dengan kemampuan adaptasi ekologis yang kuat dan produktivitas biomas yang besar, mudah dikelola dan tumbuh dalam kondisi tanah berbeda, merupakan fitoremediator ideal untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Akar wangi mampu tumbuh pada lahan yang terkontaminasi logam berat: bekas tambang maupun bekas minyak, dan mampu mengakumulasi logam dalam konsentrasi yang tinggi (J. Purwani Balai Penelitian Tanah).   Link:  Akar wangi

 

Pencemaran Lahan Lowland (lahan tergenang)

  

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Purun tikus  - Eleocharis dulcis – Cyperaceae -  merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus dengan pH 6,9 – 7,3, tetapi juga mampu tumbuh dengan baik pada tanah masam.  Purun tikus ditemukan di daerah terbuka di lahan rawa atau daerah persawahan yang tergenang air, pada ketinggian 0 – 1.350 m di atas permukaan laut;  tumbuh baik pada suhu 30 − 35°C dan kelembapan tanah 98 – 100%.  Link:  Purun-tikus

 

Pencemaran Air (waduk, rawa)

 

 10092009036-001[1]

 

Eceng gondok atau enceng gondokEichhornia crassipes – Pontederiaceae.  Indikator kondisi tergenang, air mengalami eutrifikasi, kaya unsur hara.  Dijumpai di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).  Link:  Eceng-gondok

Kerajinan industri rumah tangga (handy craft).  Link:  Pangrajin-anyamam-bahan-enceng-gondok 

 

03 MarSOIL-Plasma Nuthfah III

 

TUMBUHAN  EKSOTIK  – TROPIKA INDONESIA

  

Langka – Tradisional – Alami – Budidaya

 

Muncul “bunga” pada kondisi medium/tanah optimal:  cahaya, suhu, kelembaban, nutrisi, dan musim yang khusus

 Anggrek hitam (Coelogyne-Pandurata)

Anggrek Hitam atau Black OrchidCoelogyne pandurata Lindley, pada lidahnya terdapat warna hitam;  tersebar di Malaysia, Sumatera, Kalimantan dan di Filipina (Mindanao, Luzon dan pulau Samar). Pada umumnya tumbuh pada pohon tua, didekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas. link –>  http://www.anggrek.org/sp/coelogyne-pandurata

arumdalu[1]

Sedap malam- Arum dalu (Cestrum nocturnum) – Bunga kuno ini dulu banyak ditanam di rumah-rumah tradisional Jawa, terutama dekat pintu masuk pekarangan.  Mekar malam hari dan sangat harum;  lama mekar hanya sehari, layu kemudian muncul bunga baru.  Berbunga sepanjang tahun, dan dapat dibiakkan melalui teknis pencangkokan.  lihat:  Referensi.Tanaman.Rambat.yang.Memikat

20120829Amorphopallus_Titanum[1]

Bunga bangkai  (Amorphophallus Titanum) yang masih kuncup kembali ditemukan di Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di areal perkebunan karet milik masyarakat setempat. –> bunga-amorphophallus-titanum-ditemukan-di-solok-selatan.

kantil-cempaka-putih-michelia-alba-2[1]

Cempaka putih (Michelia alba) – I’ve been waiting to write about this cempaka putih for so long. At last it blooms in March 2011 and I get to take a few pictures to share here.  lihat:  michelia-alba-cempaka-putih

cempaka-gondok(Talauma candolli)

Cempaka gondokTalauma candollii B. L. – Mempunyai bunga yang sangat harum sehingga sering digunakan sebagai pewangi. Bunganya juga berkhasiat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tanaman ini mempunyai ciri umum, habitusnya perdu, batangnya bulat berkayu dan percabangannya monopodial.   lihat:   –> Talauma candollii

 Kacapiring atau Kaca Piring(Gardenia augusta)

Kacapiring (Gardenia augusta Merr.) – Kacapiring (Gardenia) banyak dipelihara sebagai tanaman hias atau pagar hijau, memiliki aroma bunga harum; tergolong perdu tahunan serta memiliki cabang, ranting, dan daun lebat;  mudah tumbuh di sembarang tempat, daerah dingin atau panas. Namun, lebih cocok di  pegunungan atau ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaaan laut.  lihat:  Kacapiring

 Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P. )

Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P) – berasal dari Meksiko dan termasuk tanaman beracun. Di Indonesia, umumnya tumbuh liar di daerah yang lembab sebagai penutup jurang atau digunakan sebagai pagar hidup maupun perdu hias. lihat: –> kecubung-gunung-obat-nyeri-haid

 Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) – Daun, bunga, dan akar Hibiscus rosa sinensis mengandung flavonoida - daunnnya mengandung saponin dan polifenol;  bunganya mengandung polifenol;  serta akarnya mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.  lihat:  Kembang sepatu

 17022012077

Kemuning (Murraya paniculata) – Berupa semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 – 8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. lihat:  Kemuning-murraya-paniculata-l-jack

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla)

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla) – adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.  – lihat:  Kenanga-cananga-odorata

 melati putih (Jasminum sambac)

Melati putih (Jasminum sambac) – Bunga melati selalu berwarna putih. Walau tumbuhan ini  mempunyai ukuran kecil tetapi mengeluarkan aroma  wangi dan  dapat bermanfaat bagi kesehatan, terutama refleksi dan menghilangkan stress.  lihat:  Melati-putih-jasminum-sambac

macro[1]

Kantong Semar – Nephenthes (Nepenthes macrophylla) – lihat:   Nepenthes

dan lihat pula kantong semar pembawa “hoki”:   plantamor.com

 rafflesia arnoldii

Rafflesia (Rafflesia arnoldii)  – lihat:  Rafflesiaceae Raff.arn.

Seruni (Chrysanthemum sp)

Seruni (Chrysanthemum sp.) – Seruni atau juga dikenal sebagai Krisan, banyak ditanam di pekarangan karena keindahan bunganya.  lihat:  Chrysanthemum-sp-atau-krisan-seruni

Anaphalis javanica (Javanese edelweiss)

Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) – Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh.  lihat:  Anaphalis-javanica-edelweiss-jawa

 

28 FebSOIL-Plasma Nuthfah II

 

SAYURAN SPESIFIK – TRADISONAL – (BERKEMBANG DI TROPIKA INDONESIA)

 

Potensial untuk Dibudidayakan

 


1

Teknik Budidaya Pusri: Bayam (Chinese spinach) – Amaranthus hybridus L. – Amaranthaceae

2

Teknik Budidaya Pusri: BrokoliBrassica oleracea var. botrytis L. subvar. cymosa Lamm – Cruciferae

3

Teknik Budidaya Pusri: Buncis - Phaseolus vulgaris L. – Solanaceae

4

Teknik Budidaya Pusri: Kangkung - Ipomoea aquatica Poiur – Convulvulaceae

5

Teknik Budidaya Pusri: Kentang (Potato) - Solanun tuberosum L. – Solanaceae

6

Teknik Budidaya Pusri: Kubis (Cabbage) – Brasica oleracea L. – Cruciferae

7

Teknik Budidaya Pusri: Lobak (Radish) - Raphanus sativus L. – Cruciferae

8

Teknik Budidaya Pusri: Mentimun (Cucumber) - Cucucmis sativus L. – Cucurbitaceae

9

Teknik Budidaya Pusri: Paprika - Capsicum annum var grossum L. – Solanaceae

10

Teknik Budidaya Pusri: Petsai (Chinese cabbage) – Brassica chinensis cv pekinensis – Cruciferae

11

Teknik Budidaya Pusri: Selada air - Lactuca sativa L. – Compositae

12

Teknik Budidaya Pusri: Seledri (Celery) - Apium graveolens L. – Umbelliverae

13

Teknik Budidaya Pusri: TalasColocasia esculenta Schott – Araceae

 

 

20 FebSOIL-Plasma Nuthfah I

 

 

PLASMA NUTHFAH – BUAHAN TROPIKA (INDONESIA) – DIMAKAN (EDIBLE)

 1

lihat Sumber (NASA): Durian - Durio zibethinus Murr. – Bombacaceae – buah (masak)

2

Durian - buah (masak) dibelah - longitudinal

3

lihat Sumber(Pusri)Mangga (Mango) – Mangifera spp. – Aanardiaceae – buah di pohon (tua)

4

Mangga (Mango) - buah (masak) dipotong – longitudinal section

5 (2)

Kemang – Mangifera caesia Jack – Aanardiaceae – buah (mentah) di pohon

5

Kemang – buah (masak)

6

Kemang – buah (masak) dikupas – longitudinal

7

lihat Sumber (Pusri): Manggis (Mangosteen) – Garcinbia mangostana L. – Guttiferae – buah di pohon (mentah)

8

Manggis - buah (masak)

9

Manggis – buah (masak) dipotong - cross section

10

Sawo (Chicu) - Manilkara achhras Fosberg – Sapotaceae – buah di pohon (mentah)

11

Sawo – buah (masak) dibelah – longitudinal section

12

Kesemek (Passionfruit) - Passiflora spp. – Passifloraceae – buah di pohon (masak)

13

Kesemek – buah (masak) dibelah – longitudinal section

14

14 (2)

Gandaria – Bouea macrophylla Griff. – Aanacardiaceae – buah di pohon (masak)

15

Gandaria – buah (masak) dibelah – longitudinal section

16

lihat Sumber (Pusri): Kedondong (Hogplum) – Spondias cytheria Sonn. – Aanacardiaceae – buah di pohon (mentah)

17

Kedondong (Hogplum) - buah di pohon (mentah)

18

Kedondong (Hogplum) – buah (masak) – biji (daging buah telah dikonsumsi)

19

lihat Sumber (Pusri): Jambu Mente (Cashewnut) - Anacaedium occidentale L. – Anacaediaceae – buah di pohon (masak)

20

Jambu Mente (Cashew nut) - buah (masak)

21

lihat Sumber (Pusri): Salak – Salacca edule L. – Palmae – buah di pohon (masak, tua dan muda)

22

Salak - buah (masak) dipotong – cross dan longitudinal section

24

lihat Sumber (Pusri): Belimbing (Starfruit) - Averrhoa spp. – Oxalidaceae – buah di pohon (mentah)

23

Belimbing - buah di pohon (masak)

25

Terong Belanda – Solanum betaceum – Solanaceae – buah di pohon (masak)

26

Terong Belanda – buah di pohon (masak)

27

Terong Belanda – buah (masak) dibelah – longitudinal section

28

Sukun - Artocarpus spp. – Moraceae – buah (mentah) di pohon

29

Sukun – buah muda (mentah)

29 (2)

Sukun - buah tua (mentah)

30

Sukun - buah (mentah) dipotong – longitudinal section

31

Kluwih - Artocarpus spp. – Moraceae – buah muda di pohon (mentah)/biji (berkecambah)

Capture

Kluwih - buah muda (mentah) dibelah – longitudinal section

32

lihat Sumber (Pusri) : Nangka (Jackfruit) - Artocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae – buah di pohon (mentah)

33

Nangka – buah dibelah (masak) – longitudinal section

34

Cempedak – Artocarpus champeden Spreng – Moraceae – buah (masak) dipotong - longitudinal section

35

Markisah - Markisah – Passiflora edulis Sims – buah di pohon (mentah)

36

Markisah - buah di pagar (mentah)

37

Markisah - buah (masak) dibelah – longitudinal section

38

lihat Sumber (Pusri): Jambu Plastik (Jambu Air) - Eugenia aquea Burm – Myrtaceae – buah di pohon (masak)

39

Delima (Pomegranate) - Punica granatum L. – Punicaceae – buah di pohon (masak)

40

Delima - buah dibelah (biji)

41

lihat Sumber (Pusri): Rambutan – Nephelium lappaceum L. – Sapindaceae – buah di pohon (mentah)

42

Rambutan – buah (masak)

43

Rambutan – buah (masak) dipotong - cross section

44

lihat Sumber (BPP Teknologi): Duku – Lansium domesticum Corr – Meliaceae – buah di pohon (masak)

45

Duku – buah (masak) – dikupas longitudinal

46

Alpokat (Avocado) -Persea gratissima Gaertn. – Lauraceae – buah di pasar (mentah)

47

Alpokat – buah (masak) – longitudinal section

48

Sirsak (Soursop) - Anona muricata L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

49

Sirsak - buah (masak) – longitudinal section

51

Srikaya/Custardapple -Annona squamosa L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

50

Srikaya – buah di pohon (masak)

52

Srikaya – buah (masak) dicuplik – vertical section

53

lihat Sumber (Pusri): Jambu Biji – Zachras saphota L. – Myrtaceae/Anacardiaceae – buah di pohon (masak)

54

Jambu Biji – buah (masak)- cross section

55

lihat Sumber (Pusri): Pisang (Banana) - Musa spp. – Musaceae – buah (masak) – kupas kulit

56

lihat Sumber (Pusri): Pepaya (Papaya) - Carica papaya L. – Caricaceae – buah (masak) dibelah – longitudinal section

57

lihat Sumber (Pusri): Nanas (Peanapple) - Ananas comusus Merr. – Bromeliaceae – buah di kebun (mentah)

58

Nanas – buah (masak) dipotong – cross section