Archive for the 'Status Unsur Hara' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

04 JunSeputar Hara Esensial

Capture

WACANA SESUAI DEFINISI

Syekhfani

Apakah garam, lemak, gula, kopi atau alkohol itu unsur esensial?
-Bukan, itu “senyawa” nutrisi esensial.

Apa definisi unsur hara “esensial” itu?

-Disebut “unsur hara esensial”, bila memenuhi persyaratan berikut:

• ia harus ada agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang;
• ia dibutuhkan untuk menyusun senyawa metabolit pembentuk organ tubuh tanaman;
• ia harus ada, kalau tidak ada maka tanaman tidak bisa hidup; kalau kurang, pertumbuhan terhambat dan menunjukkan gejala defisiensi, dan
• ia tidak dapat digantikan kedudukan dan fungsinya dalam membentuk senyawa metabolit.

Berapa banyak unsur hara esensial tanaman?

-Ada 16 , yaitu: C, H, O, P, K, N, S, Ca, Fe, Mg, Mn, B, Cl, Cu, Zn, dan Mo.

Sulit diingat, ya? Bagaimana agar gampang diingat?

-Buat kalimat “amazing” dari 16 kata mengandung inisial huruf “unsur” hara esensial tanaman berupa kata berirama menjadi kalimat yang mudah diingat.

-Contoh (dalam teksbook):
• “see hopkins’ cafe; mighty good, mighty nice, for Clora and cousin Mo”
• Sedikit modifikasi menjadi: “C HOPKN’S CaFe, Mighty good, Mighty nice, for Clora and CuZn Mo”

-Contoh (bahasa Indonesia) – Syekhfani:

• “CHON(S) uP Kendaraan di Canggih Manggala Feroza Manunggal, Cuma-cuma Zona Baru Modern ~ Clara”
• → C H O N (S) P K Ca Mg Fe Mn Cu Zn B Mo Cl

Apa hanya unsur hara esensial yang penting?

-Ada juga unsur hara yang disebut “fungsional”
-Tidak termasuk dalam kategori “esensial”, tetapi tidak kalah pentingnya bagi pertumbuhan tanaman tertentu, contoh:
-Natrium, dibutuhkan oleh Cyanobacteria dan hewan.
-Co dan V, dibutuhkan oleh bakteri Rhizobium.
-Si, dibutuhkan oleh tanaman serealia.
-Al, dibutuhkan oleh tanaman teh, Azalea, dan lain-lain.
-Dan lain-lain.

Apa unsur hara esensial selalu tersedia?

-Fakta: justeru unsur hara esensial makro utama jadi limit (terbatas), yaitu: Nitrogen, Fosfor dan Kalium.
-Nitrogen, saat ini merupakan unsur paling limit di zone ekosistem sedang (temperate).
-Fosfor seringkali menjadi unsur paling limit pada sistem perairan (aquatic systems) atau ekosistem daratan tropika (tropical terrestrial ecosystems).
-Kalium, cenderung tidak menjadi limit dalam sistem alami (natural systems), tetapi seringkali menjadi limit dalam sistem lingkungan pertanian (agroecosystems).

Apa yang menjadi limit produktivitas tanaman pada ekosistem global?

-Secara global kita melihat bahwa produktivitas tanaman itu adalah sangat rendah, dan kita tandai sebagai kebocoran tanah, terutama kebocoran cadangan hara.
-Kalau begitu, apa itu sebenarnya yang disebut kesuburan tanah (“soil fertility“)?!

Bahan: catatan kuliah(Aber, Ban 9)

24 MayKisaran Hara Spesifik

Irigasi Lahan

Range Hara Spesifik

(dalam Air Irigasi)

Diposkan oleh: Syekhfani

Unsur hara tanaman bersumber dari tanah, air dan udara, yang merupakan komponen padatan, cairan dan gas.

Dalam cairan tanah, unsur hara larut bersumber dari irigasi permukaan, irigasi dalam, dan air tanah (ground water).

Kandungan unsur hara dalam berbagai sumber ini beragam tergantung berbagai faktor; dan kuantitas dan kualitas air irigasi ini sangat menentukan tingkat kesuburan tanah dan tanaman.

Oleh karena itu, sifat dan ciri (karakteristik) air irigasi perlu diketahui dalam manajemen air pertanian.

Berikut disajikan kisaran karakteristik yang dapat digunakan sebagai acuan:

Desirable ranges for specific elements in irrigation water*)

Klik (1×2):
Range Spesifik Air Irigasi

*) Lihat: Detecting mineral deficiencies in ornamentals, 2001. Cyberconference Plant Nutrition and Fertilizers. Branch-Smith Publishing.

20 MayUnsur Antagonis

Foliar Spraying

Antagosis Umum Terjadi pada Tanaman

Syekhfani

Pengaruh antagonis di antara unsur hara tanaman:
Defisiensi dapat terjadi akibat efek antagonis satu unsur dengan unsur lain. Secara umum, unsur hara yang bersifat antagonis, bila ia berlebihan (ekses), dapat menyebabkan khlorosis unsur hara lain yang berada pada kondisi kurang, sehingga memunculkan gejala defisiensi. Unsur-unsur yang mengalami antagonis seperti terdapat pada Tabel berikut.

Antagonist

Lihat: → Plant Nutrition and Fertilizers, 2001. Cyberconference Plant Nutrition and Fertilizers. Branch-Smith Publishing.

Tabel di atas memberi petunjuk agar saat pemberian unsur hara tertentu sebagai pupuk jangan sampai berlebihan (ekses), agar tidak menyebabkan pengaruh (induksi) defisiensi terhadap unsur lain yang berada dalam kondisi rendah.

Secara praktikal, unsur yang sering diberikan ke lahan sebagai pupuk (atau terikut dalam pupuk) adalah N, P (Ca), K dan bahan kapur (lime) yaitu Ca dan Mg.

Unsur N diberikan sebagai pupuk Urea; P dalam bentuk TSP (SP-36) dan K sebagai pupuk KCl.

Kapur diberikan dalam bentuk Kalsit (Ca) dan Dolomit (Ca, Mg).

Unsur mikro Fe, Mn, Cu umumnya ekses pada lahan dekat tambang, atau pembuangan limbah (kasus pencemaran).

Unsur Na ekses dijumpai pada tanah salin (sodik) di tepi pantai atau kawasan endapan laut (sedimen marin).

Beberapa kasus di lapangan telah disampaikan dalam tulisan (posting) sebelumnya dalam blog ini.

12 MarKonduktivitas Listrik (EC)

KONDUKTIVITAS LISTRIK

(EC)

Syekhfani

Konduktivitas Listrik (EC), adalah fenomena aliran listrik berasal dari muatan partikel (ion, koloid) yang membentuk kekuatan medan listrik.

Komponen padatan dan cairan tanah, yang terdiri dari senyawa dan unsur mengandung ion (kation, anion) bermuatan positif (+)  dan negatif (-);  saat terjadi aliran listrik dari + ke – melalui media cair, akan muncul daya medan listrik yang berpengaruh terhadap mobilitas ion/koloid  yang merupakan sumber unsur hara bagi pertumbuhan tanaman.

Oleh sebab itu, pH dan EC  adalah merupakan parameter ampuh untuk mengevaluasi tingkat kesuburan tanah.

 

Faktor-faktor Mempengaruhi EC Tanah

Nilai EC tanah ditentukan oleh jumlah dan sifat partikel (mineral, organik), karena muatan listrik muncul dari jenis liat dan bahan organik, serta beberapa faktor geometrik.

Secara alami, konsentrasi garam dari rembesan air laut, sedimen marin, akumulasi unsur material sekitar tambang, menunjukkan indikasi nilai EC tinggi.

Implementasi praktikal akibat kegiatan manusia, juga mempengaruhi nilai EC tanah dan air, seperti aplikasi pemupukan, pembuangan limbah pabrik, ameliorasi dan amendemen lahan menggunakan bahan kimia, dan lain-lain.

 

Contoh Implikasi Lapangan:

1. Pendugaan Tingkat Pencemaran → Lihat: acid-rain-hujan-asam

2. Monitoring Ketersediaan Hara Hidroponik*)

Nilai EC merupakan indikator ketersediaan unsur hara larut dalam air. Oleh karena itu EC-meter (selain pH-meter), selalu harus tersedia dalam budidaya tanaman hidroponik. Konsentrasi larutan unsur hara tersedia dapat dimonitor secara terus menerus dengan alat pH dan EC meter.

Secara praktek, konduktivitas dapat digunakan mengukur:

1. EC, dinyatakan dalam millimhos per centimeter (mMHos/cm) atau millisiemen per centimeter (mS/cm). > 1 mMHos/cm ~ 1 mS/cm

2. cF, faktor konduktivitas

Konduktan listrik  sering dinyatakan sebagai cF untuk menghindari angka desimal dalam mMHos atau mS. → 1 mMHos/cm ~ 1 mS/cm ~ 10 cF.

Hubungan antara EC, cF dan Total Dissolved Solutes (TDS) disjikan pada Tabel 1, dan Nilai EC  Optimal Beberapa Jenis Tanaman Hortikultura pada Tabel 2.

Catatan: → 1 mMHo/cm atau 1 mS/cm ~ 700 ppm garam.

Tabel 1. Konversi EC, cF dan TDS

EC

(mS/cm)

cF

TDS

(ppm)

1

10

700

1.5

15

1050

2

20

1400

2.5

25

1750

3

30

2100

3.5

35

2450

4

4o

2800

4.5

45

3150

5

50

3500

 Tabel 2. Nilai EC Optimal Tanaman

Tanaman

EC (mS/cm)

Asparagus

1.4-1.8

Kacang (umum)

2.0-4.0

Broad bean

1.8-2.2

Brokoli

2.8-3.5

Kubis

2.5-3.0

Lombok

2-2.5

Wortel

1.5-2.o

Cauliflower

1.5-2.0

Seledri

2-2.5

Krisan

1.8-2.5

Ketimun

2-2.5

Eggplant

2.5-3.5

Bawang putih

1.4-1.8

Selada

1.0-1.5

Pepermin

2.0-2.5

Bawang merah

1.4-1.8

Pak-choi

1.5-2.0

Parsley

1.0-1.8

Pea

1.0-1.8

Nenas

2.0-2.5

Kentang

2.0-2.5

Stroberi

2.0-2.5

Jagung manis

1.5-2.5

Tomat

2.0-5.0

Semangka

1.8-2.5

Zucchini

1.8-2.5

 *) The Nutrient Solution (pp 50-56), in A Guide to HYDROPONICS, Dr Leow Atomic and Chuan Tse, Biotechnology section, Chemical Process and Biotechnical Department, Singapore Polytechnic.

Ed. By Joy T  S  Foo. Science Centre Road, Singapore 2260.

Lihat:

120320141440

 

 

 

 

 

 

11 NovSOIL- Meramu Pupuk Organik

 

1

 

MERAMU PUPUK ORGANIK

(CONCOCTING ORGANIC FERTILIZER)

 

Pupuk Organik – N, P, K (+) Organik – Mutu

 

Syekhfani

 

Apabila kita ingin membuat pupuk organik, menggunakan bahan baku yang ada di lingkungan seputar kita, maka perlu diperhitungkan jumlah bahan baku yang mengandung unsur hara target mutu yang dikehendaki.

Andaikan ingin membuat pupuk kompon NPK, dari campuran bahan baku leguminosae, kompositae dan palmae yang umumnya berlimpah, maka perlu diketahui dasar perhitungannya.

 

MUTU – Jenis – Pembuatan

Mutu Pupuk

Mutu atau analisis pupuk dinyatakan dalam tiga angka yang menunjukkan jaminan kandungan minimum unsur hara tersedia bagi tanaman.

Pupuk komersial, organik ataupun artifisial, harus ada jaminan analisis minimum tercantum di kemasan.

Mutu 10-10-10 menjamin analisis 10% N, 10% P2O5, dan 10% K2O, dijamin dalam kontiner khusus sebagai bentuk tersedia unsur nitrogen, fosfat, dan kalium.

 

Kriteria Pupuk Anorganik

Pupuk yang mengandung lebih dari 30% total unsur tersedia disebut pupuk ‘beranalisis tinggi’, sedang pupuk mengandung kurang dari 30% total unsur tersedia disebut ‘pupuk beranalisis rendah’.

Mutu pupuk kompon 15-15-15 adalah pupuk beranalisis tinggi; mutu 5-10-10 adalah pupuk beranalisis rendah, dan 10-10-10 berada pada garis batas.

Hal yang perlu diketahui adalah cara menyebut mutu pupuk sebagai jumlah unsur N (nitrogen), P2O5 (disebut asam fosfat dalam kemasan, tetapi secara kimia adalah fosfor pentaoksida), dan K2O (kalium oksida).

Pernyataan ini berkaitan dengan sebutan praktis senyawa anorganik dalam bentuk oksida.

Ketentuan tersebut telah disepakati oleh para industriawan pupuk dalam menyatakan sebagai  ukuran mutu semua jenis pupuk, organik ataupun anorganik, sebagai jaminan mutu produk pupuk yang dikeluarkan bagi para konsumen.

Hal sama bagai unsur kalsium dan magnesium sebagai bahan kapur.

Dalam pustaka ilmiah disajikan daftar konversi; bagi anda yang ingin mengubah mutu pupuk ke dalam jumlah yang diakui.

 

Pupuk Organik

Pupuk organik, tergolong beranalisis (mutu) rendah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tanaman (crop requirement), perlu dikonversi ke dalam dosis per satuan unit.

Berdasar pada kandungan unsur hara dominan, ada tiga macam pupuk organik: (1). Tunggal, (2) Majemuk, dan (3). Lengkap.

  • Pupuk organik Tunggal: mengandung satu jenis unsur hara makro (Pupuk Organik N, Pupuk Organik P, dan Pupuk Organik K) dengan mutu tertentu, misalnya pupuk N (mutu 5 % ): N : P : K → 5 : 0 : 0.
  • Pupuk Organik Majemuk: mengandung dua atau lebih gabungan unsur hara makro (Pupuk Organik NP, NK, PK,NPK, atau ditambah dengan S, Ca, atau Mg), mis. Pupuk Organik NPK → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1 .
  • Pupuk Organik Lengkap: Pupuk organik mengandung unsur hara makro (N, P, K, S, Ca, Mg) maupun mikro (Fe, Mn, Cu, Zn). Biasanya berasal dari bahan baku kompos sisa tanaman atau hewan yang diperkaya (enriched) dengan senyawa kimia/pupuk anorganik.

Pupuk Organik Majemuk: → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1

  • Porsi campuran: satu bagian pupuk = 1/3 bagian Legum + 1/3 bagian Thitonia + 1/3 bagian Tandan Kelapa.
  • Kompos Majemuk Bio: kompos + pupuk Hayati.
  • Sifat Campuran: incorporate → (campur-rata).
  • Tanpa atau dengan pemberat.

Contoh Perhitungan Mutu:

Legum (1.5 % N)                     → 30%          →  1.5 : 0 : 0

Tithonia (1.5 % P2O5)              →  30%         →  0 : 1.5 : 0

Tandan kelapa (3 % K2O)        →  30 %        →  0 : 0 : 3

Pemberat (inert)                       →  10%         →  0 : 0 : 0

—————————————————————————–

Mutu Pupuk Organik NPK      0.5 : 0.5 : 1

 

Baku mutu pupuk organik dalam angka kisaran  tergantung jenis bahan!

 

07 FebSOIL-Gejala Kelainan Tanaman

 

GEJALA (SYMPTOM) KELAINAN PERTUMBUHAN TANAMAN

 

UNSUR HARA BERMASALAH

(Source: Soil Fertility, John Sawyer, Department of Agronomy, 2104 Agronomy Hall, Iowa State University, Ames, IA 50011
Phone: (515) 294-7078, Email: jsawyer@iastate.edu)

 

NITROGEN


1

Gejala defisiensi N pada Jagung

2

Gejala defisiensi N di lahan Jagung

3

Kerusakan daun Jagung akibat penyebaran 100 kg UAN per akre

4

Kerusakan daun Jagung akibat penyebaran urea di sekitar bangkal batang

5

Kerusakan daun Jagung akibat penyebaran urea di sekitar bangkal batang

6

Kerusakan daun Kedelai akibat penyebaran 25 kg UAN per akre

 

FOSFOR

7

Gejala defisiensi P pada Jagung

 

KALIUM

8

Gejala defisiensi K pada Jagung

9

Gejala defisiensi K pada Jagung (close up)

 

SENG

11

Gejala defisiensi Zn pada Jagung

12

Gejala defisiensi Zn di lahan Jagung