Archive for the 'Tanah Salin' Category

01 JunSorot Balik Semburan Lumpur Panas

DISINYALIR AKIBAT SALAH TEKNIS

Berbagai Upaya Penanggulangan

Syekhfani

Semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, membawa dampak kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat yang cukup memprihatinkan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi bencana (disaster), yang disinyalir sebagai suatu kesalahan teknis dalam pengeboran sumber minyak.

Berikut gambaran (review) peristiwa tersebut serta upaya penaggulangan:

1. Lokasi semburan lumpur

Gambar 1. Lokasi semburan lumpur panas

2. Semburan lumpur

Gambar 2. Semburan lumpur panas

3. Profil saluran semburan lumpur

Gambar 3. Profil saluran semburan lumpur panas

4. Rumah terendam lumpur

Gambar 4. Rumah terendam lumpur panas

5. Desa terkena dampak

Gambar 5. Desa terkena dampak

6. Pembuatan sumur pemadam semburan

Gambar 6. Pembuatan sumur pemadam semburan

7. Upaya penutupan lubang

Gambar 7. Upaya penutupan lubang

Lihat: SOIL-Lumpur Marin (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/01/soil-lumpur-marin/)

28 AprSinkronisasi – Sinlokasi

TANAMAN PANGAN

Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Syekhfani

Budidaya tanaman pangan ditujukan untuk memasok kebutuhan bahan pangan ataupun industri makanan.

Oleh sebab itu, kegiatan budidaya bersifat intensifikasi di lahan luas, menggunakan jenis tanaman pangan yang berpotensi produksi tinggi serta di lahan yang relatif mempunyai sarana produksi cukup.

Lahan intensifikasi, pada awalnya mampu memasok kebutuhan pangan penduduk; akan tetapi dengan laju pertambahan, maka daya dukung lahan menjadi semakin berkurang.

Konsekuensinya, untuk mengatasi kemungkinan masalah kekurangan pangan, maka perlu dicari alternatif lahan baru, meski potensi daya dukungnya relatif rendah dan bahkan marginal.

Dengan demikian, masalah “lokasi” lahan harus diatasi dengan “sinkronisasi” jenis tanaman pangan budidaya.

KONDISI ABNORMAL

Lahan intensifikasi tanaman pangan di Indonesia terutama adalah tanaman “berbasis padi sawah”, yang mempunyai perhatian khusus pemerintah.

Intensifikasi di lahan sawah ini, dilakukan sejak tahun 1960-an, yaitu melalui berbagai program: Bimas, Inmas, Insus, dan lain-lain, didukung dengan paket teknologi produksi tinggi.

Tumpang-gilir tanaman padi sawah dengan palawija, serta tumpang-sari di antara palawija, juga termasuk dalam program.

Namun, kapabilitas dan suitabilitas lahan meluas dari kelas sangat sesuai (S1) ke sesuai (S2), agak sesuai (S3) dan tidak sesuai (N).

Akhirnya, para ilmuan dan peneliti harus memikirkan alternatif pilihan terjelek, yaitu mengubah lahan marginal tidak sesuai (N) agar dapat ikut berproduksi, minimal mempunyai kontribusi terhadap masalah mengatasi kemungkinan rawan pangan (scarcity of food).

Beberapa lahan marginal yang berpeluang untuk dijadikan areal intensifikasi misalnya: Gambut, Pasang Surut, dan Salin Sodik (pH ekstrem Masam atau Alkalis).

UPAYA

1. Reklamasi, amendmen, dan ameliorasi tanah, dan

2. Seleksi dan pemuliaan jenis/varietas/klon tanaman toleran berprotensi produksi tinggi.

Tanah

Cekaman salinitas/asiditas terhadap perakaran: permeabilitas dinding sel akar.

Tanaman

Cekaman salinitas/asiditas mendorong mekanisme self control dengan produksi metabolit sekunder (alkaloid): ABA, Proline-keseimbangan tekanan osmotik/turgor daun (kontrol air oleh ion K+).

CONTOH TANAH SALIN SODIK

Indikator salinitas/Sodisitas

Tanah: tanaman layu pada kondisi air tanah cukup.

Tanaman: penebalan daun, warna/morfologi tidak normal, tekanan turgor tinggi.

Ameliorasi

- Imbangan basa-basa: K vs Na, Ca, Mg

- Bahan organik, Soil Conditioner

- Konservasi air tanah.

Sinkronisasi – Sinlokasi

- Pengaturan pola dan waktu tanam: padipalawija (tunggal)/palawija (tumpang-sari).

Tingkatkan kemampuan “Adaptasi/Toleransi Tanaman” terhadap “Cekaman Lingkungan”!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

02 FebManajemen Tanah Salin

KIAT MENGATASI EKSES NATRIUM

Syekhfani

Tanah salin (saline soils), adalah tanah mengandung kadar natrium (Na) tinggi, di mana Exchangable sodium percentage (ESP), Sodium Adsorption Ratio (SAR) dan daya hantar listrik (DHL) tinggi.

Gb 1. Endapan garam di permukaan tanah

Gb 1. Endapan garam di permukaan tanah

Tanah salin, berkembang di sepanjang pantai landai, dari rembesan (seapage) air laut , dan pada lahan zone arid atau semi arid yang dibudidayakan secara intensif, pengaruh gerakan air tanah melalui pembuluh kapiler (capillary rise) mencapai permukaan kemudian air menguap (evaporasi) meninggalkan konsentrasi garam di permukaan tanah.

Vegetasi tumbuhan yang berkembang di zone salin didominasi oleh jenis toleran terhadap kadar garam tinggi. Contohnya, bakau, kelapa, waru laut, dsb. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/09/30/hidup-di-tepi-pantai/.

Gb 2. Panorama Pantai Tamban

Gb 2. Panorama Pantai Tamban

Natrium (Na), unsur monovalen, bersifat mendispersi agregat, sehingga tanah salin bersifat padat, lepas, mudah tererosi dan drainase jelek.

Apabila lahan salin akan dibudidayakan untuk tanaman pertanian, maka dibutuhkan kiat-kiat sebagai berikut:

A. Ameliorasi Tanah:

Untuk lahan beririgasi teknis dan non-teknis (tadah hujan), dilakukan:

a. Pengaliran air tawar untuk membilas kelebihan Na.

b. Ameliorasi tanah menggunakan bahan kapur, bahan organik, atau agen pengondisi tanah (soil conditioner).

c. Mejaga keseimbangan unsur, penambahan bahan organik, mengatur sifat fisiko-kimia tanah, dll. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/01/soil-lumpur-marin/.

Gb 3. Lumpur Marin

Gb 3. Lumpur Marin

c. Agar efek ameliorasi bahan organik bersifat jangka panjang (sustainable), maka digunakan bahan organik siklik, aromatik yang sukar mengalami perombakan oleh mikroorganisme. Contohnya: asam humat, biochar. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/01/09/asam-humat-dan-biochar/.

d. Dilakukan pemberian basa-basa polivalen (kapur Ca, Mg-karbonat) untuk menjaga keseimbangan basa-basa dan memflokulasikan partikel terdispesi, sehingga aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baik.

B. Jenis Tanaman:

a. Dicari jenis, varietas atau klon tanaman toleran terhadap kadar garam tinggi. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/22/tanaman-toleran-salinitas/.

b. Penanaman sistem “Surjan” (guludan, gundukan) untuk mencuci Na saat musim penghujan. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/30/sistem-surjan/.

Gb 4. Sistem Surjan

Gb 4. Sistem Surjan.

30 SepHidup di Tepi Pantai

MINUM AIR LAUT

Kelapa, Ketapang, Waru Laut

Syekhfani

Ada pemeo lingkungan hidup: tanaman kelapa, “Minum Air Laut”, tanaman cengkeh, “Si Tinjau Laut”.

Pemeo ini berkaitan dengan fakta, bahwa tanaman kelapa di tepi pantai dan tananan cengkeh di lereng menghadap laut; pertumbuhan, produksi, bahkan kualitasnya lebih baik.

Dalam ilmu nutrisi tanaman, disebutkan bahwa tanaman kelapa (famili: Palmae), membutuhkan unsur natrium (Na) sebagai “Hara Fungsional”.

Sedang tanaman cengkeh, diduga sangat dipengaruhi unsur mikro khlorida (Cl) sebagai pemicu pertumbuhan, produksi, dan kualitas bunga cengkeh.

Kemampuan jenis tanaman tumbuh pada lokasi “spesifik” ini merupakan peluang potensial dalam pengembangannya.

Tumbuhan Toleran Garam:

Tumbuhan yang mampu tumbuh dengan baik di tepi pantai menunjukkan bahwa tanaman tersebut bersifat “toleran” terhadap tanah salin, tergolong tanaman “Saline-phylic” (cinta salinitas).

Berberapa di antaranya yang dijumpai di tepi pantai taman rekreasi “Tamban”, berlatar belakang pulau “Sempu” (Sendangbiru, Sitiharjo, Jawa Timur) antara lain:

1. Kelapa > http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa

2. Ketapang > http://id.wikipedia.org/wiki/Ketapang

3. Waru Laut > http://id.wikipedia.org/wiki/Waru_laut

Panorama Pantai Tamban

Pohon kelapa dan ketapang tumbuh baik dengan tajuk cukup rimbun, membuat sejuk para pengunjung duduk santai sambil menikmati panorama indah pemandangan laut selatan (Samudera Hindia).

22 JulTanaman Toleran Salinitas

Leguminosa

LEGUMINOSA

Syekhfani

Tanaman toleran salinitas, adalah tanaman yang mampu tumbuh dan berproduksi pada tanah salin (bergaram). Jenis tanaman yang umum dibudidayakan adalah padi (lebak, tambak, pasang surut air laut), ditumpangsarikan dengan ikan (budidaya mina padi). Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/integrasi-sistem-tani/

Varietas tanaman padi tahan terhadap salinitas tinggi mampu beradaptasi pada kondisi nilai EC > 12 MS/cm tanpa mengalami plasmolisis.

Sebagai alternatif jenis tanaman yang sesuai (suitable) dan berpeluang dikembangkan di lahan salin adalah jenis Leguminosa (kacang-kacangan: kedelai, k. tanah, k. hijau, k. tunggak, dsb.), yang menghendaki kondisi tanah bereaksi agak masam hingga agak alkalis (pH 5.5 s/d 8.5).

Kondisi ini sejalan dengan syarat hidup bakteri bintil akar Rhizobium spp. bersimbiose dengan tanaman leguminosa.

Untuk kondisi tanah ekstrim masam dan ekstrim alkalin, diperlukan pemuliaan.

Tanaman kedelai misalnya, yang toleran lahan kering masam mempunyai karakteristik genotipe antara lain ukuran biji tergolong kecil (Heru Kuswanto, dkk. 1982)*.

Disinyalir beberapa klon tanaman kedelai, toleran terhadap lahan alkalin; namun saat ini masih dalam penelitian.

Klon tersebut perlu diuji di lapangan pada berbagai kondisi (tanah, sistem budidaya, irigasi, dan lain-lain) sebelum dilepas (release) ke petani.

Tanaman toleran identik dengan perluasan areal!

*Heru Kuswantoro, Darman M. Arsyad, dan Purwantoro. 1982. Karakteristik kedelai toleran lahan kering masam. Bul. Palawija No. 25: 1-10.

17 JulGaram bagi Kehidupan

Kristal NaCl

PERSEPSI TENTANG GARAM

Syekhfani

Garam (Lihat: → http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_(kimia)), adalah zat yang dibutuhkan untuk hidup dan kehidupan di dunia. Namun, persepsi tentang garam berbeda satu sama lain: dari definisi, arti penting, implementasi praktikal, hingga ke aspek kesehatan.

Demi keberlanjutan hidup berguna (useful life), diperlukan pemahaman yang baik tentang garam.

Garam dalam Kehidupan:

Natrium dan Khlor (Sodium Chloride, NaCl) adalah bahan utama garam dapur.

Natrium, bersama khlor dan bikarbonat berfungsi menjaga keseimbangan ion positif (+) dan negatif (-) dalam cairan dan jaringan tubuh.

Tanaman tidak butuh garam NaCl, tetapi ia diserap akar melalui proses ‘osmosis‘.

Air bergerak dari konsentrasi garam lemah (tanah) menuju konsentrasi garam lebih tinggi (tanaman), melalui membran sel ‘semi-permeable‘.

Karena itu, tanaman harus menjaga cairan tubuhnya agar lebih pekat dari cairan tanah dengan cara menguapkan air melalui daun, agar tidak terjadi ‘plasmolisis – keluarnya cairan sel melalui dinding sitoplasma.

Bila tanah kering, tanaman butuh konsentrasi lebih tinggi dibandingkan lembab; itu sebabnya produk tanaman gurun terasa asin.

Tanah salin, yaitu tanah berkadar natrium (sodium) tinggi, berkembang secara alami (endapan marin, seapage, pasang surut air laut) atau akibat evaporasi (irigasi intensif) di lahan pertanian intensif pada zona arid atau semi arid.
Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/10/soil-tanah-salin/

Pada tanah bergaram (tanah salin), tanaman butuh konsentrasi cairan dalam tubuhnya lebih tinggi dari medium tempat tumbuhnya, misalnya pohon bakau di tepi pantai.

Garam dalam tanah mudah larut dan cepat tercuci. Hal ini tidak masalah bagi tanaman, tetapi bermasalah bagi jazad mikro, yang butuh garam seperti halnya manusia.

Dalam praktek pertanian modern penggunaan lebih tertuju pada pupuk artifisial daripada pupuk alami, sehingga jazad tanah bermasalah ketika garam hilang tercuci.

Akibatnya, produksi tanaman pertanian modern terasa hambar dan ‘berair‘ karena kurang garam.

Persepsi Masyarakat tentang Garam, antara lain:
Garam Penyebab Masalah Jantung: saran dokter kurangi konsumsi garam dalam makanan untuk menghindari masalah jantung (darah tinggi).
Garam Penyebab Penuaan: ada pendapat bahwa hidup akan lebih lama bila mengurangi konsumsi garam.
Hasil Penelitian tentang Garam: Tidak sependapat bila garam laut dimurnikan. Alasannya, ada unsur mineral selain NaCl dalam garam laut yang diperlukan.
Daging itu buruk: daging adalah sumber energi dari protein, diketahui bahwa sepuluh asam amino tidak dapat dibuat oleh tubuh, tetapi terdapat dalam daging. Dalam daging juga ada garam. Persepsi bahwa ‘daging memperpendek umur’. Kebanyakan masyarakat mengalami defisiensi garam- dan protein-, ketika menghindari konsumsi daging.
Air Minum: secara umum disepakati bahwa manusia butuh air segar sehari satu liter atau lebih untuk ‘membilas racun’ (atau kelebihan NaCl) dari tubuh.

Sumber: Seafriends-Soil Fertility 2001)http://www.seafriends.org.nz/enviro/soil/fertile.htm

25 MayAtasi Tanah Bergaram!

Tanah Bergaram

TANAH SALIN DAN SODIK

(Saline and Sodic Soils)

Syekhfani

Tanah bergaram (tanah Salin – Sodik), muncul akibat:
- Endapan air laut (sedimen marin)
- Curah hujan rendah (< 200 mm/tahun) sehingga tidak cukup untuk mencuci garam dalam tanah.
- Umumnya dijumpai pada zone kering, setengah kering dan pada lahan irigasi.
- Pemupukan intensif dan berlebihan.

Tabel Salin-Sodik

Keterangan:
- Conductivity (EC) – Electrical conductivity (konduktivitas listrik) air tanah.
Ion garam larut menyebabkan aliran listrik.
Karena itu, makin tinggi level garam makin tinggi konduktivitas listrik.
- EC x 10 ≈ Soluble cations (meq/L)
- % Exch. Na – % kejenuhan Na pada KTK (CEC) tanah

Tanah Salin:
– Kandungan garam tinggi dalam larutan tanah
– Tanah alkali putih (“White Alkali” soils) – akumulasi garam di permukaan tanah
– EC > 4 mmhos/cm = 40 meq/L

Pengaruh pada tanaman:
– Garam meningkatkan potensial osmotik (osmotic potential) larutan tanah, mereduksi ketersediaan ion larutan tanah
– Tanaman memerlukan enersi tinggi untuk memperoleh kebutuhan air mereka
– Pertumbuhan kerdil
– Layu
– Warna hijau-kebiruan
– Ujung daun mengalami nekrotik
– Gejala stres kekeringan
– Keracunan spesifik, mis. Boron
– Toleransi tanaman bervariasi: 0.5 m air/m tanah akan memindahkan ~ 50% garam; 1 m air/m tanahl akan memindahkan ~ 80% garam

Manajemen:
– Tambahkan air irigasi cukup untuk mencuci garam ke bawah zona perakaran
– Jaga agar air garam tercuci dengan baik
– Garam setebal 1m dari permukaan bergerak kembali ke zona perakaran dengan evaporasi
– Kuantitas air irigasi memerlukan:
• Kualitas air irigasi (Kualitas baik = garam rendah)
• Kualitas air drainase
• Kapasitas pegang air tanah
• Kedalaman perakaran
• Tanaman toleran garam
• Tersedia formula untuk menghitung kebutuhan air

Tanah Sodik:
– Natrium menyebabkan partikel tanah terdispersi
– Tidak ada agregat partikel tanah
– Partikel liat individu menghambat pori tanah
– Sifat fisik tanah jelek
– Pergerakan air dan udara serta penetrasi akar sangat sulit
– Tanaman tidak bisa tumbuh pada tanah sodik

Manajemen:
– Cuci denga air rendah Na+, tanah bergaram digantikan Ca2+ mengganti Na+
– Gipsum seringkali ditambahkan untuk mencegah garam, air rendah garam
Na-Soil + CaSO4 → Ca-Soil + Na+ + SO42-
– Cuci dengan air bersih untuk membilas Na+ dan SO42-
– Sangat sulit dilakukan berhubung sulitnya air untuk mencuci garam
– Turunkan ESP < 15 % of CEC
– Gunakan air irigasi rendah natrium
– Sodium Adsorption Ratio (SAR)
– Konsentrasi air irigasi (meq/L)
SAR = [Na+] / √ ([Ca2+] + [Mg2+])/2

Tanah Salin-Sodik:
– Garam tinggit dan natrium tinggi
– Natrium tinggi > 15% CEC
• ESP = Exchangeable Sodium Percentage
– Kandungan garam dalam larutan tanah
• EC > 4 mmhos/cm
– pH < 8.5
– Sepanjang garam bertahan tinggi tanah tetap terjonjot (flocculated)
– Jangan ada sifat fisik tanah seperti pada tanah sodik
– Masalah sama dengan tanah salin
– Bila seperti sodik makan akan lebih mudah dalam manajemen perbaikan

Manajemen:
– Sama dengan manajemen tanah sodik
• Cuci dengan natrium rendah, air salin untuk mengubah Na+
• Ini dilakukan seperti tanah salin
• Pengelolaan seperti tanah salin mis. cuci garam dengan air bersih
– Lebih mudah mengelola tanah sodik
– Sangat kritis menggunakan garam, air bergaram rendah untuk menjadi sodik

Na dapat dipertukarkan vs EC (konduktivitas listrik)
Salin-Sodik

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/03/biosaline-agriculture-pertanian-biosalin/

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/soil-lumpur-marin/

02 MarBiosaline Agriculture (Pertanian Biosalin)

Salinitas Tolorance

BIOSALINE AGRICULTURE

(Pertanian Biosalin)

Chedly Abdelly, Münir Öztürk, Muhammad Ashraf and Claude Grignon (Eds)

Biosaline Agriculture (Pertanian Biosalin). Krisis air adalah salah satu tantangan yang paling penting yang dihadapi dunia saat ini.

Zona kering yang mengalami kekurangan air tawar yang serius, meliputi seluruh Wilayah Arab.

Pada saat yang sama, semua negara Arab memiliki akses ke air laut yang melimpah,

serta garam air limbah, dan air tanah. Tanah hypersaline tersebar luas.

Berdasarkan ilmu pengetahuan, dan dengan teknologi, masalah tanah salin dapat dikonversi menjadi lahan agroekosistem buatan manusia yang berproduktivitas tinggi.

Salah satu keberhasilan yang dilaporkan adalah penggantian bermuda grass (Cynodon dactylon) yang tergantung air tawar dengan tanaman penutup tanah Sesuvium portulacastrum yang toleran terhadap salinitas tinggi.

Sebagian besar halophytes ini masih diairi dengan air tawar, salinitas rendah, dan sisanya berupa Sesuvium dan halophytes yang toleran terhadap salinitas tinggi.

Beradasr fakta ini, maka Kantor UNESCO di Doha, dalam perjanjian dengan Divisi Ekologis dan Ilmu Bumi, memutuskan untuk mendukung “Konferensi Internasional tentang Biosaline Pertanian dan Salinitas Tanaman toleran”, Tunisia, pada bulan November 2006, dan publikasi penting ini disajikan dalam buku berikut.

Menangkap

 

Biosaline Pertanian Dan Tinggi Salinitas Toleransi

Diedit Diposkan oleh Chedly Abdelly, Munir Öztürk, Muhammad Ashraf Dan Claude Grignon (2008). Birkhäuser Basel • • Boston Berlin

02 OctSOIL-Tanah Salin

 

 

TANAH SALIN ~ SALINE SOILS

 

Salin ~ Sodium ~ Konduktivitas Listrik

 

Respon Tanaman ~ Respon Mikroba

 

Bahasan: Syekhfani

 

Tanah salin, yaitu tanah berkadar natrium (sodium) tinggi, berkembang secara alami (endapan marin, seapage, pasang surut air laut) atau evaporasi (irigasi intensif) pada lahan pertanian intensif pada zona arid atau semi arid.

Sifat kesadahan (salinitas) tanah menentukan stoikima tanah yang berpengaruh terhadap kehidupan jazad makro (akar tanaman) maupun jazad mikro (mikroba) yang hidup dalam tanah sebagai medium (Tabel 1).

 

Masalah:

Status untuk unsur atau senyawa tertentu,

Pertumbuhan tanaman tertentu,

Kehidupan jazad mikro tertentu.

 

Manajemen:

Pencucianpenetralanpemasamanjenis toleranreklamasiameliorasi.

 

Reklamasi:

Irigasi, drainase, landfills.

 

Amaeliorasi:

Bahan organik, zeolit, pupuk, pengondisi tanah (soil conditioner).

 

Manajemen lahan khusus:

Tambak, padi sawah, bakau.

 

1. akar mangrove

Lahan bakau (mangrove)

2. images

Lahan pasang surut air laut (reklamasi)

3. Endapan garam di permukaan tanah

Endapan garam di permukaan tanah pertanian (irigasi intensif)

Lihat: →1)  syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/soil-terungkap-dan-tertutup/

Lihat: →2)  syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/soil-lumpur-marin/

Lihat: →3)  syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/soil-lahan-basah/

 

01 MarSOIL-Lumpur Marin

LUMPUR MARIN :  POTENSI – MASALAH

 

HASIL ANALISIS LUMPUR

Terlepas dari visi apakah Lumpur Marin yang akhir-akhir ini menjadi fenomena alam (nature) atau manusia (man made) yang melanda beberapa lokasi lahan pertanian di Indonesia, maka secara ilmiah perlu dilakukan telaah agar dapat membantu beban bagi lokasi terkena dampak.

DAMPAK:

Positif

- Sumber Unsur Hara S, K, Ca, Mg
- Daya Pegang Hara (KTK, Kapasitas Tukar Kation) tinggi
- Daya Pegang Air (KPA, Kapasitas Penahanan Air) tinggi

 

Negatif

• Natrium(Na),  tinggi       > penghancur agregat tanah
• Aluminium-dapat ditukar (Al-dd),  tinggi    > sumber kemasaman tanah/meracun tanaman
• Besi (Fe-tersedia), tinggi       > meracun tanaman
• Mangan (Mn-tersedia), tinggi > meracun tanaman
• Khlor (Cl-tersedia), tinggi  >  meracun tanaman
• Daya Hantar Listrik (Elektrical Conductivity), tinggi  > jaringan tanaman plasmolisis
Lapindo9
Tmr3
Lapindo2
Contoh Visual:  Proses terjadi endapan lumpur marin -  Foto:  Syekhfani

WACANA ALTERNATIF PENANGGULANGAN

FLUIDA untuk medium tanaman:

-Positif:  karena mengandung unsur hara esensial makro  S, K, Ca, dan Mg tinggi, yang dapat menjadi sumber hara karena tidak berefek meracun, serta KTK tinggi dapat meningkatkan daya pegang hara (nutrients holding capacity).

-Negatif:  karena mengandung unsur hara esensial mikro Cl, Fe (dan Mn) tinggi, meskipun menjadi sumber hara tetapi dapat berefek negatif karena bersifat meracun tanaman.

-Negatif:  karena mengandung sumber kemasaman (Al dan H), meskipun pada tahap awal berefek menurunkan pH (karena pH-nya agak alkalis) tetapi jangka panjang membantu kelarutan Fe (dan Mn) sehingga meracun.

-Negatif:  karena mengandung unsur pendispersi (penghancur tanah) yaitu Na, yang dapat menyebabkan partikel tanah hancur, tanah menjadi padat dan mudah mengalami erosi.

 

TANAH sebagai medium tanaman:

-Memerlukan perbaikan sifat kimia berupa pemberian Bahan Organik, serta pupuk lengkap N, P, K, Ca, dan Mg yang seimbang.

 

FLUIDA diinkorporasikan (dicampur-rata) dengan TANAH sebagai medium tanaman:

-Dapat memperbaiki sifat kimia berupa peningkatan KTK dan penambahan unsur S, K, Ca, dan Mg;  akan tetapi untuk lahan sawah sangat berbahaya karena bisa terjadi keracunan Fe (dan/atau Mn), akibat penggenangan yang mereduksi Fe/Mn menjadi ion mudah diserap tanaman.

-Disarankan tidak untuk budidaya padi sawah, melainkan untuk tanaman lahan kering (palawija, hortikultura, dll) dengan irigasi/drainase baik serta diinkorporasikan dengan tanah secara sempurna.

-Pengelolaan memerlukan penambahan bahan organik untuk mengurangi keracunan unsur Fe (dan/atau Mn), penambahan pupuk N dan P, serta irigasi air tawar yang cukup untuk membilas unsur-unsur Na dan Cl.