Archive for the 'Tradisional' Category

15 AprSi Siti

Profil Si Siti

PROFIL PETANI DESA

Dari Desa Menjadi Sarjana

Syekhfani

Siti tinggal di huma bersama neneknya.

Menanam padi, sayuran, dan buahan.

Siti dan nenek hidup berdua dengan kasih sayang.

Mereka menikmati lingkungan kehidupan bersama tetangga yang juga hidup di huma.

Suatu ketika, datang perubahan, ketika petugas LSM, atas nama Pemerintah mencanangkan program pengentasan kemiskinan.

Akhirnya, Siti pergi menuntut ilmu ke kota dan menjadi sarjana.

Siti bercita-cita mengubah huma yang bersifat tradisional menjadi modern, didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut ini,kisahnya.
SI SITI

26 MarBudidaya Pertanian Lahan Gambut

Lahan Gambut

POTENSI LAHAN PEKARANGAN

Budidaya Tradisional di Lahan Sempit Marginal

Syekhfani

Lahan gambut, tepatnya lahan bergambut (peaty soil), secara umum tergolong “kurang” potensial untuk lahan budidaya pertanian ditinjau dari segi kelas kemampuan lahan (land capability, land suitability), karena tanah bergambut mempunyai sifat kesuburan (fisik, kimia, dan biologi) rendah.

Budidaya pertanian di lahan gambut (peaty soil), adalah merupakan budidaya spesifik yang memerlukan teknologi masukan tinggi (high input technology), membutuhkan upaya reklamasi dan ameliorasi, apabila akan digunakan untuk budidaya pertanian skala luas.

Namun demikian, ada penduduk setempat yang memanfaatkan potensi lahan “marginal” ini untuk memperoleh nilai tambah sebagai usaha sambilan, yaitu menanam berbagai jenis tanaman hortikultura di lahan pekarangan.

Lahan gambut dibuka tanpa atau dengan olah tanah minimum, hanya sekedar menghilangkan vegetasi gulma; sehingga pekerjaan olah tanah ini termasuk ringan, karena sifat fisik gambut tergolong gembur, yaitu berupa bahan induk organik (Histosol).

Berikut ini disajikan contoh kegiatan beberapa Penduduk Desa Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kabupaten Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah, yaitu menanam sayuran dan buahan di lahan pekarangannya (Gambar).

Gambar 3

Gambar 13

Lahan Pekarangan

Gambar 12

Gambar 10

Gambar 9

Tanaman Sayuran (Kangkung, Bawang Besar)

Gambar 8

Tanaman Buahan (Nenas)

Gambar 16

Pemupukan (pupuk kandang, dolomit, dll.)

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

18 JanGulma Ciplukan

Buah Ciplukan

OBAT TRADISIONAL MULTI GUNA

Banyak Diteliti Secara Ilmiah

Syekhfani

Ciplukan (Physalis angulata L.) – Solaneaceae, termasuk gulma rumputan yang biasanya tumbuh saat bera sehabis panen palawija setelah sawah, atau di bekas tempat tinggal di lahan yang sudah ditinggalkan.

Buah ciplukan matang terbungkus dalam kotak buah tipis segi empat meruncing (mengering bila sudah betul-betul matang), buah matang berwarna kuning bintik kemerahan mengkilat, rasa manis dengan aroma khas, sangat disukai anak-anak pedesaan.

Ciplukan adalah gulma bermanfaat, selain sumber vitamin, juga berkhasiat untuk kesehatan lain; sehingga telah menggelitik para ilmuan meneliti sifat kimianya secara ilmiah.

Gulma ciplukan, ternyata tumbuh pula dalam pot, menggunakan medium tanah diambil dari lapangan yang kebetulan mengandung biji ciplukan.

Berikut, gulma ciplukan tumbuh dalam pot Adenium (latar depan rumah kediaman penulis):

1. Buah ciplukan

1. Buah ciplukan

2. Ciplukan dalam pot

2. Ciplukan dalam pot

3. Gulma pot Adenium

3. Gulma pot Adenium

4. Latar depan rumah

4. Latar depan rumah

Lihat:
https://marfudin.wordpress.com/2010/12/30/khasiat-buah-ciplukan/

03 DecArable land

390px-KerbauJawa

LAHAN GARAPAN (JAWA)

Syekhfani

Arable land (dari bahasa Latin arabilis, “bisa digarapgarap (Jawa) – dikerjakan“) adalah lahan yang bisa di bajak dan ditanami tanaman pertanian
(http://en.wikipedia.org/wiki/Arable_land).

Di pulau Jawa, “arable land” dapat di artikan “lahan garapan”, yang dilakukan oleh petani gurem (small farm).

Pada lahan garapan hanya sekitar 0.25 hektar, akan lebih efisien bila dilakukan secara sistim tradisional. Prinsip dasar adalah memaksimalkan pendapatan, yaitu menggunakan tenaga kerja keluarga dan/atau kerja gotong royong. Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/04/musim-panen/.

Keuntungan:

Sistem tradisional, dari aspek sosial: membangun rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of ownership).

Dari aspek teknis – ekonomis, petani pemilik berupaya mengefisienkan penggunaan lahan (efficiency use of soil), tanpa masa bera (untuk padi sawah: 3 kali panen per tahun, efisiensi 300 persen).

Dampak negatif:

Pembudidayaan lahan secara terus menerus tanpa bera, menyebabkan terjadi degradasi kesuburan tanah. Gejala “levelling off”, yaitu pertumbuhan dan produksi tidak dapat ditingkatkan hingga level “genetic potential – potensi genetik”; misalnya untuk padi sawah potensi genetik bisa mencapai 12 ton gabah kering panen (GKP)/ha/musim, hanya dapat dicapai 5 hingga 5.5 ton GKP/ha/musim.

Hal ini, cenderung mendorong para ilmuan mencari alternatif pemecahan masalah, misalnya rekayasa genetik (genetic engineering) yang dilematik dan pro-kontra tentang dampak terhadap kesehatan dan lingkungan hidup.

Dalam kehidupan petani (terutama petani penggarap), pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga menyebabkan mereka berusaha mencari tambahan di bidang lain, seperti berjualan (lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/16/dinamika-kehidupan/), pekerja bangunan, angkutan, ataupun pembantu dalam rumah tangga.

Kelangkaan pangan (scarcity of food), sangat terasa pada masyarakat petani tradisional yang mengandalkan penghasilan dari kemampuan kerja bertani.

Dibutuhkan upaya peningkatan kemampuan kerja secara profesional melalui pelatihan dan bimbingan oleh para aparat pemerintahan dan/atau pelaku lain yang berkompeten.

04 NovMusim Panen

PADI SAWAH TRADISIONAL

Efisiensi Kerja

Syekhfani

Prinsip kerja petani padi sawah tradisional lahan sempit (petani gurem), adalah efisiensi; sehingga meski umumnya para petani biasa melakukan gotong royong (saat musim tanam ataupun musim panen https://www.youtube.com/watch?v=cRxGfJTLtlg), namun untuk kerja yang tidak terlalu harus segera atau perlu biaya banyak, maka petani merasa cukup melakukan sendiri.

Sehabis gotong royong melakukan panen misalnya, apabila kondisi memungkinkan (cuaca baik dan sinar matahari terik), petani menjemur gabah di lahan sambil mengumpulkan berkas potongan jerami sisa panen dan membersihkan petak sawah untuk persiapan pengolahan tanah berikutnya.

Jemur Gabah

Jemur Gabah

Pada kondisi panas terik, dalam dua atau tiga hari gabah bisa dijadikan beras, menyewa mesin penggiling gabah (slep) yang bisa diminta datang ke lahan.

Namun pekerjaan ini hanya mungkin dilakukan saat musim tanam gadu/marengan (MK, Musim Kemarau). Sore hari, atau apabila mendadak ada gejala hujan akan turun, cepat-cepat petani menutup permukaan jemuran gabah dengan plastik atau terpal.

Pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) sebelum bajak ini, dilakukan oleh individu pak Tani.

Merontok Gabah

Sisa Merontok Gabah

Jerami Sisa

Sisa Jerami

Efisiensi perkerjaan ini memungkinkan petani menghemat masa budidaya dan bisa mencapai efisien 3 kali panen (“efisiensi 300 persen”) dalam setahun; identik dengan perluasan areal tanam dan peningkatan produksi gabah.

29 OctTanam Padi Sawah

PINDAH TANAM SETELAH PELUMPURAN

Syekhfani

Setelah “pelumpuran tanah sawahhttp://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/10/12484/ selesai dilakukan, maka segera dilanjutkan pekerjaan pindah tanaman bibit padi.

Pekerjaan pindah tanam bibit, secara tradisional dilakukan oleh kelompok ibu tani yang sudah berpengalaman; biasanya berupa tim yang sangat kompak dan diakui kerapian dan keberhasilan kerjanya.

Bibit padi sawah dari bedengan persemaian disiapkan, didistribusikan oleh pak tani sebelum ibu tani melakukan penanaman.

Petak sawah yang sudah dibersihkan dan diratakan, dikeringkan dalam kondisi macak-macak atau nyemek-nyemek (Jawa: sedikit air menggenang di permukaan), dan di buat garis jarak tanam menggunakan alat khusus yang telah dijadikan pola berukuran tertentu.

Ibu tani melakukan pindah tanam sesuai kebiasaan setempat; ada yang jalan maju dan ada yang mundur. Prinsipnya, jejak kaki tidak boleh mengganggu tegak bibit yang telah ditanam.

Berikut disajikan contoh praktek pindah tanam bibit padi sawah secara tradisional.

Video: → https://www.youtube.com/watch?v=FCCCznaCL9s

25 OctPelumpuran Tanah Sawah

PENGOLAHAN DENGAN BAJAK

Persiapan Pindah Tanam Bibit Padi

Syekhfani

Pelumpuran tanah sawah, merupakan pembersihan lahan bekas diolah dengan bajak untuk persiapan tanam.

Petani sawah tradisional menggunakan bajak kerbau atau sapi, di samping juga mesin bajak rotari.

Bibit padi sawah sudah dipersiapkan sebelumnya dalam bedeng persemaian, dan segera dipindah-tanam saat lahan sudah melumpur dan siap ditanami.

Pelumpuran, selain memudahkan bibit ditanam, juga aplikasi pupuk anorganik atau organik, disamping membenamkan gulma sebagai pupuk hijau.

Berikut disajikan contoh pengolahan tanah sawah secara tradisional menggunakan mesin bajak rotari:

Video: → https://www.youtube.com/watch?v=fNwEEyhIHao&feature=youtu.be

21 SepKontroling Air Irigasi Tanah Sawah

CEGAH TANAH SAWAH KERING

Teknologi Tradisional

Syekhfani

Sisi lain manajemen tanah sawah adalah “kontroling air irigasi“, agar saat butuh air untuk pengolahan tanah dan pemeliharaan tanaman padi dapat terkontrol dengan mudah.

Teknologi kontroling air irigasi tanah sawah diketahui banyak diterapkan secara tradisional di berbagai sentra produksi padi sawah di Indonesia; khususnya sawah bertopografi lereng.

Berdasar sifat fisik air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah, maka panampakan dan bunyi air atau alat khusus menunjukkan keberadaan air, menjadi tanda bahwa di petak sawah ada air, cukup atau kurang; bahkan tidak ada sama sekali.

Teknologi sederhana dan bersifat tradisional ini menarik, dan spesifik untuk lokasi tertentu; sehingga menarik sebagai objek wisata.

Berikut, disajikan tiga contoh teknik kontrol irigasi untuk padi sawah di beberapa tempat.

Irigasi kincir air (Jambi, Solok, dan lain-lain): pada badan sungai yang cukup deras dan berada di bagian bawah lahan persawahan, dipasang kincir berupa roda raksasa terbuat dari kayu atau besi yang pada kisi-kisinya dipasang tabung bambu atau paralon secara miring dengan jarak tertentu.

Saat roda kincir paling bawah terendam air, tabung bambu terisi penuh air dan terangkat mengikuti gerak roda kincir yang terus berputar.

Setelah kisi roda kincir berada pada posisi puncak dan berangsur turun, maka air dalam tabung bambu dicurahkan ke saluran irigasi khusus menuju ke petak sawah.

1. Kincir Air Irigasi

Lihat: → http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2571/kincir-air-tradisional-alat-irigasi-sawah-di-jambi

Kontrol pancuran bambu (Bali, subak): pancuran bambu sebesar lengan dipasang pada saluran pembuangan (outlet) pada petak atas, tengah dan bawah. Keberadaan air pancuran bambu akan tampak dari kejauhan, demikian pula bunyi air pancuran terdengar di sekitar petak, menandakan ada air cukup, kurang atau tidak ada.

2. Pancuran Bambu

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Subak_(irrigation)

Jungkat jangkit bambu (Semende, Sumsel):

Pada pematang petak sawah bagian atas, tengah dan bawah dipasang alat jungkat jangkit dari bambu sebesar lengan.

Poros jungkat jangkit dipasang di bawah ruas bambu paling atas, yang bertindak sebagai tabung isi air yang mengalir dari petak sawah.

Bila ruas terisi penuh maka menjadi berat dan tumpah secara otomatis sembari mengangkat bagian ujung ruas kosong.

Setelah ruas berisi air menjadi kosong, menjadi ringan maka posisinya kembali seperti semula.

Ruang kosong diberi landasan jatuh dari batu sehingga terdengar bunyi bambu kosong yang nyaring dan terdengar dari tempat yang cukup jauh.

Dengan demikian, ada dua mekanisme kontrol ada tidaknya air di petah sawah: terlihat (gerak jungkat jangkit) dan terdengar (bunyi ujung bambu kosong yang jatuh).

3. Irigasi Jungkat Jangkit

Lihat: → http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/05/pancuran-bambu-yang-terisi-kembali-522701.html

21 AprSumber Pangan Bermasalah?

UMBI GADUNG DAN TALAS

Syekhfani

Dua jenis komoditi umbian, potensial sebagai  sumber pangan alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan dalam mengantisipasi masalah rawan pangan (scarcity of foods), adalah umbi Gadung dan umbi Talas:  Lihat → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/sumber-pangan-alternatif/

Umbi Gadung:

Selain sebagai sumber karbohidrat, umbi gadung mengandung kalsium, fosfor dan zat besi yang esensial bagi tubuh manusia.  Namun, umbi gadung mengandung zat/senyawa yang bersifat meracun, yaitu asam sianida (HCN).

Menurut Ahmad, Luthfi Alma’arif, dan Ariska, Wijaya, dan Djoko, Murwono (2012),  racun asam sianida (HCN) dalam umbi gadung  dapat dikurangi antara lain dengan menggunakan abu kayu dan abu sekam.

Lihat:  → http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243

Umbi Talas:

Rasa gatal yang tertinggal di mulut setelah memakan talas menjadi masalah tersendiri. Rasa gatal tersebut disebabkan oleh suatu zat/senyawa kimia yang disebut kalsium oksalat. Kalsium oksalat tidak menimbulkan gangguan serius dan dapat dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan air berlebih atau dengan cara pengukusan serta perebusan yang intensif.

→ Lihat: http://yellashakti.wordpress.com/2008/01/30/penghilangan-rasa-gatal-pada-talas/

19 AprSUMBER PANGAN ALTERNATIF

POHON DAN UMBI

(Tropika Basah Indonesia)

Syekhfani

Perkembangan penduduk dunia, membawa konsekuensi kebutuhan akan pangan meningkat menjadi rawan (scarcity). Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/untuk-diketahui/
Oleh karena itu, manusia harus mencari alternatif sumber pangan utama selain yang sudah ada saat ini.
Selain 20 spesies sumber pangan utama yang sudah ada, masih ada peluang sumber alternatif yaitu spesies yang kurang mendapat perhatian dan belum teridentifikasi dengan baik.
Pada prinsipnya sumber tersebut harus banyak, bermanfaat sebagai gizi dan mudah diperoleh atau dikembangkan.
Di Indonesia khususnya, zone tropika basah umumnya, spesies tumbuhan berlimpah didukung oleh faktor tumbuh (sinar matahari, air, nutrisi, iklim) yang relatif tidak terbatas.
Berikut, contoh spesies tanaman berupa pohon dan umbian sebagai sumber pangan yang berpeluang menjadi alternatif untuk dikembangkan dalam mendukung upaya mengatasi kemungkinan rawan pangan.

POHON:

Sukun

Buah sukun

Sukun

Kluwih

Kluih

Buah kluwih

UMBI:

Gadung,

Umbi gadung

Talas,

Umbi talas

Sumber pangan alternatif, merupakan upaya keberlanjutan hidup di dunia!

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

28 MarSOIL-Padi Ketan

TANAMAN PADI KETAN – TRADISIONAL – BUDAYA NENEK MOYANG

LEMANG  –  KUE KETAN TRADISIONAL

  • Lemang, jenis penganan (kue) tradsional yang dibuat secara sederhana, menggunakan ruas bambu muda (dipilih jenis bambu spesifik untuk lemang, ruas panjang, kecil, dan tipis:  lokal Sumatera Selatan – Semende – contoh:  Buluh Mayan, Buluh Kapal).
  • Beras ketan (warna putih), di tanak (dimasak) dalam ruas bambu muda setelah dilapisi daun pisang (spesifik:  lokal Sumatera Selatan – Semende – contoh:  pisang kuali).  Jumlah air untuk menanak kurang lebih sama seperti menanak nasi biasa.
  • Bambu dipanasi dengan cara ditaruh berjajar tegak/sedikit miring, lalu dibakar merata dengan kayu bakar.  Nyala api diatur tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  • Lemang matang bila tidak lagi terlihat mendidih, dan tampak ruas bambu telah terisi penuh.
  • Di beberapa tempat, lemang dijual sehari-hari di pasar atau warung-warung kue.
  • Tradisi memasak lemang diadakan pada saat merayakan hari raya (Idulfitri, Idul Adha, dan lain-lain).
  •  imagesCAKDVB9U

    Budidaya padi sawah

    Di Indonesia, budidaya tanaman padi sawah merupakan budaya tradisonal sejak nenek moyang . Di samping tanaman padi utama yang menghasilkan beras (bahan pangan utama sehari-hari), petani juga menanam padi ketan.  Budidaya padi ketan sama seperti padi umumnya.

    Padi ketan, diolah menjadi beras ketan (warna putih, merah, atau hitam).  Berdasar pada warna ini, dibuatlah berbagai macam penganan (kue), salah satu diantaranya dikenal dengan nama “Lemang”.  Lemang populer di Sumatera (Selatan, Timur dan Barat), serta Malaysia

    (lihat:Http://holidaysinmalaysia.org/heritage-food/lemang/).

    Padi Ketan, Padi Pulut (daerah – Sumatera Selatan – Semende), Sticky Rice -  baik putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu.

    Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.  Budidaya tanaman padi. Link:  http://budidayapadi-sudaryo.blogspot.com/

    Teknik budidaya padi ketan, sama dengan padi biasa.  Oleh sebab itu, teknologi budidaya padi sawah (low land, paddy soils, rice soils) dilakukan dengan variasi luas tergantung jenis tanah, kondisi iklim, dan kultur budidaya di berbagai tempat di Indonesia.

    lemang-2[1]

    Lemang – link: lemang (Malaysia)

    lemang[1]

    Memasak Lemang – link: memasak lemang (Malaysia)