Archive for the 'Uncategorized' Category

12 MayKESEIMBANGAN BIO-FISIKO-KIMIA TANAH

Medium tanah

Keseimbangan Bio-fisiko-kimia Tanah
(Suatu Implementasi)

Syekhfani

Upaya menuju hidup & kehidupan (life & live), yang disampaikan pada post terdahulu (Hidup dan Kehidupan I), dalam alternatif penerapannya dapat dicoba dengan membuat keseimbangan sifat bio-fisiko-kimia lingkungan hidup tanaman.

Untuk maksud tersebut didekati dengan upaya mememenuhi keberadaan komponen hidup (udara, air, hara) dalam kecukupan (sufficient), baik dalam lingkungan perakaran (root zone) maupun tajuk (canopy).

Secara praktek, hal di atas dapat dilakukan melalui pemberian larutan hara ke daun (foliar feeding) dan/atau tanah (soil feeding).

Jenis pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk padat mudah larut, baik ditujukan untuk memacu pertumbuhan daun maupun bunga/buah.

Sebagai contoh, penggunaan Gandasil D (daun) dan Gandasil B (bunga/buah).

Setelah dilarutkan dalam air dengan kepekatan maksimal 0.1 persen (0.1 g/L), maka larutan pupuk ini dapat langsung disemprotan ke tajuk tanaman atau ke medium tanah.

Komponen biologi dapat dipenuhi misalnya menggunakan agen hayati (biofertilizer) EM-4.

Respon tanaman segera tampak apabila kondisi lingkungan tumbuh memang dalam keadaan deficient.

16 JunHujan Lebat di Bulan Puasa

images

MEMBERSIHKAN SELOKAN

Syekhfani

Hari Kamis, 17 Juni 2016, pukul 15.02 – 15.18 (16 menit), terjadi hujan lebat di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kotamadya Malang.

Hujan disertai angin cukup kencang sehingga menyulitkan penulis merekam kejadian.

Akankah hujan di bulan suci Ramadhon ini ikut mensucikan diri kita dari segala dosa?

Insya ALLAH, amiiin.

Rekamannya sebagai berikut: https://www.youtube.com/watch?v=UW8AtQgAW0o&feature=youtu.be

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

26 NovEfek Cahaya Matahari

PERTUMBUHAN SPEKTAKULER

Suatu Berkah

Syekhfani

Efek positif cahaya matahari akhir-akhir ini sangat terasa, terutama terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

Pertumbuhan dan produksi tanaman secara visual kelihatan sangat berbeda dibandingkan musim dan tahun sebelumnya.

Kecepatan pertumbuhan tanaman, kualitas, dan produksi buah meningkat, selain cahaya berlimpah, juga didukung oleh nutrisi dan air.

Dalam tulisan ini adalah di zona tropika basah, khususnya tempat kediaman penulis.

Berikut, contoh penampilan pertumbuhan tanaman di kebun koleksi:

1. Anggrek

1. Anggrek

2. Cabe

2. Cabe

3a. Teratai (update)

Dalam Pot

3. Teratai

Close Up

3. Teratai

4. Stroberi

4. Stroberi

5. Kelengkeng

Sinar Teduh

5a. Klengkeng (close,up)

Sinar Terik

1

Sinar Terik Sehabis Hujan

2

Sinar Terik Sehabis Hujan (Close up)

5. Buah Kelengkeng

6. Kemuning

6. Buah Kemuning

Suatu berkah dari Yang Maha Pemberi!

01 SepZat Allelopathy

*

PENGARUH ALELOPATI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN

Tanaman Pagar – Tanaman Penutup Tanah

Syekhfani

Pengalaman sebagai pengelola lapangan (site manager) pada proyek penelitian “Nitrogen Manjemen Daerah Tropika Basah Indonesia” di PG Bungamayang, Lampung Utara antara tahun 1987 s/d 1989, menemukan beberapa indikasi adanya pengaruh negatif zat Alelopati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya pertanian.

Sistem Tanaman Penutup Tanah (Cover Cropping System):
• Di petak tanaman Eceng-eceng (Crotalaria anagyroides), pertumbuhan gulma Ilalang (Imperata cylindrica) tampak tertekan dan tidak tumbuh sesubur pada petak perlakuan tanaman penutup tanah lain; diduga akar tanaman Crotalaria anagyroides mengeluarkan ekskreasi zat Alelopati.

Fenomena pengaruh zat Alelopati terhadap pertumbuhan tanaman budidaya pertanian dan perkebunan dijumpai dalam buku: → BOOKS IN SOILS, PLANTS, AND THE ENVIRONMENT*)

Disebutkan bahwa pohon Eucalyptus secara khusus merupakan tumbuhan yang akarnya mengekskresikan zat Alelopati.

Cairan ekskresi (leachates) Eucalyptus, juga Acacia, mengurangi daya kecambah dan parameter pertumbuhan lain pada tanaman Jagung (Zea mays L.) dan Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris L.). Hal ini merupakan bukti adanya pengaruh zat Alelopati.

Selain itu, ditunjukkan bahwa konsentrasi bakteri nitrifikasi (nitrifying bacteria) sangat rendah di bawah serasah perkebunan Eucalyptus.

Reaksi kimia zat Alelopati mempunyai salah satu faktor dari berbagai faktor yang berinteraksi di antara flora dan fauna dalam sistem tanah.

Oleh sebab itu, sifat perilaku zat Alelopati penting dipelajari dan diketahui dalam upaya pengembangan budidaya pertanian secara luas.

Lihat: Textbook

*) BOOKS IN SOILS, PLANTS, AND THE ENVIRONMENT

Editorial Board:
• Agricultural Engineering: Robert M. Peart, University of Florida, Gainesville
• Crops: Mohammad Pessarakli, University of Arizona, Tucson.
• Environment: Kenneth G. Cassman, University of Nebraska, Lincoln.
• Irrigation and Hydrology: Donald R. Nielsen, University of California, Davis.
• Microbiology: Jan Dirk van Elsas, Research Institute for Plant Protection, Wageningen, The Netherlands.
• Plants: L. David Kuykendall, U.S. Department of Agriculture, Beltsville, Maryland;
Kenneth B. Marcum, Arizona State University, Tempe.
• Soils: Jean-Marc Bollag, Pennsylvania State University, University Park; Tsuyoshi Miyazaki, University of Tokyo, Japan.

06 JunZat Pemicu Tumbuh

zpt

FITOHORMON

Struktur, Biosintesis, dan Aksi Utama

Syekhfani

Tanaman, dalam pertumbuhannya mampu melakukan kontrol diri (“self control“), yaitu mempercepat, menghambat, atau melindungi diri terhadap kendala atau penghambat tumbuh.

Zat atau senyawa tertentu, mempunyai sifat sebagai kontrol aksi, reaksi, atau formasi sel, organ ataupun sistem organ tanaman.

Zat atau senyawa seperti hormon, enzim, antitoksin, dan lain-lain, dibentuk tanaman dalam proses “metabolisme sekunder”, disebut “Zat Pemicu Tumbuh” (ZPT).

Ada 4 jenis hormon tumbuh tanaman (fitohormon) atau zat pemicu tumbuh (ZPT) terpenting, yaitu: sitokinin (CYT), Gibrelin (GA), auksin (IAA), dan asam absisat (ABA).

Struktur fitohormon (termasuk etilen) diterangkan dalam “Ilmu Fisiologi Tumbuhan (plant physiology)”.

Terdapat kecenderungan umum bahwa CYT, GA (diketahui menghambat perkembangan umbi, serta metabolisme pati); IAA mengaktifkan proses pertumbuhan dan perkembangan, sedang ABA lebih ke arah pengaruh antagonis. Sintesis ‘hormon stres‘ ABA secara respon cepat berpengaruh terhadap faktor-faktor perubahan lingkungan, seperti defisiensi air dan nitrogen. Beberapa aksi ABA – contoh, mendorong permeabilitas memberan (mis. penutupan stomata).

Terdapat korelasi jelek antara konsentrasi fitohormon indigenous, yang ditetapkan secara bioasai (bioassay) ataupun metode kimia, dengan aksi fitohormon dalam tanaman.

Sebagai contoh, konsentrasi GA tinggi dijumpai pada mutan kerdil tertentu.

Aksi yg jelas dari aplikasi fitohormon juga seringkali sangat banyak ragamnya dalam hal aksi sesungguhnya dalam tanaman.

Aksi fitohormon, tidak lepas dari berbagai faktor tanah, terutama unsur-unsur hara esensial pembentuk senyawa tanaman (C, H, O, N, P, K, S, dan unsur mikro); serta harus diimbangi suplai air dan udara tanah, agar dapat berfungsi secara optimal. Contoh, IAA (Indole Acetic Acid, auksin) dalam pembentukannya tergantung pada unsur hara mikro esensial Zn, sebagai prekursor.

Pustaka:
Marschner, Horst. 1986. Mineral Nutrition of Higher Plants. Institute of Plant Nutrition, University of Hohenheim, Federal Republic of Germany. Academic Press, Harcourt Brace, Jovanovic, Publ. pp 136-148.

Lihat: → http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon_tumbuhan

17 JanAntara Teori dan Praktek

 


ANTARA TEORI DAN PRAKTEK

(Magang Kerja Mahasiswa)

Syekhfani

 

Di tahun 2013 ini, para mahasiswa semester 5 yang telah memenuhi syarat, ditugaskan untuk melaksanakan “magang kerja” di suatu perusahaan.

Tugas tersebut adalah merupakan rangkaian pemyelesaian studi akhir jenjang strata I di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

Dalam pelaksanaan, tugas magang dibimbing oleh seorang “Pembimbing Tugas Magang” dari pihak perusahaan.

Namun demikian, secara teoritik, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan “Dosen Pembimbing Skripsi” yang telah ditunjuk melalui SK Dekan.

Tujuannya, agar mahasiswa secara teoritik dapat memperoleh bimbingan bila mendapat kesulitan dalam pelaksanaan praktek magang.

Berikut ini, salah satu diskusi antara mahasiswa magang dengan “dosen pembimbing skripsi”.

+ Pak, saya dan teman saya ditugasi membuat percobaan aplikasi belerang dan kapur di polybag, untuk mengetahui pengaruh pH terhadap keracunan Al.  Di tempat kami magang ini ada program percobaan tentang penambahan kapur dan belerang untuk mengatasi masalah kemasaman tanah. Apa yang harus kami lakukan? Bagaimana cara mengukur pH belerang, pak?

- Belerang elementer (So) tidak larut dalam air (hanya larut dalam asam). Pemberian So ke tanah hanya akan tersedia (dalam bentuk ion SO42-) bila ada bahan organik (asam lemah, sumber energi jazad) karena proses oksidasinya  melibatkan aktivitas jazad mikro (proses biologis). Jadi, pastikan perlakuan +S diikuti  +BO (bahan organik).

- Mengukur pH belerang: larutkan belerang dengan tetesan asam kuat (HCl pekat), encerkan dan jadikan konsentrasi larutan menjadi 1 normal, ukur pH-nya dengan pH-meter.

- Reaksinya:

So + HCl pekat → H2SO4  1 N → pH = 1

- Praktek: 1 gram So ditetesi  HCl pekat hingga semua larut, jadikan 1 liter dengan akuades, lalu  ukur pH-nya. Cara ini adalah untuk mengetahui kemurnian belerang.

+ Jadi dalam percobaan penambahan belerang dan kapur dalam skala polybag untuk mengetahui toksisitas Al pada tanaman, saat aplikasi belerang perlu ditambah bahan organik agar bereaksi dengan tanah?  Penambahan BO nya berapa pak, apabila polybag berisi 10 kg ditambah belerang 6 gram?

- Hitung dalam HLO (hektar lapis olah), setara dosis 10 – 15 ton BO/ha.

+ BO nya apakah dari sisa tanaman dan kotoran hewan, atau pupuk organik?

- Sebaiknya gunakan BO yang diaplikasikan oleh pihak kebun.

+Apabila saya melakukan penambahkan larutan H2SO4 ke dalam tanah di polybag dengan berat 10 kg, berapa ml H2SO4 yang ditambahkan, pak? Penambahan larutan H2SO4 tersebut bertujuan untuk menurunkan pH secara cepat.

- Larutan asam sulfat 1N (normal) → 1 gram (ditimbang) larutan asam sulfat pekat, dilarutkan dalam air satu (1 liter) → pH ~ 1.00. Larutan di atas ditambahkan ke tanah mengikuti rumus:

V1.N1 = V2.N2 ~ G1.pH(?) = G2.pH(1.00)

 Berat G2 (larutan asam sulfat 1N) diketahui → ini merupakan jumlah yang dicampurkan ke tanah.

Jumlah tersebut diencerkan sebanyak air untuk kapasitas lapang tanah 10 kg ~ inkubasikan ~ ukur perubahan pH nya.

+ Iya pak, terimakasih. Kalau semisal ditambahkan AlSO4, apakah caranya sama?

- Sama, berarti Al juga dapat dihitung.

+ G1 itu apa pak?

- V = by volume, ukur;  G = by weight, timbang.

+ Jika dalam pengamatan nilai pH ingin dibuat grafik, apakah boleh nilai pH dirata-rata, pak? karena ada banyak ulangan.

- Plotkan dulu semua titik pengamatan pada grafik salib sumbu, lalu dilihat trennya mengarah ke mana:  +, 0, atau – (naik, mendatar, menurun). Membuat grafiknya bisa ikuti angka rata-rata, tetapi semua titik tetap harus dicantumkan.

+  Pak saya mau tanya, untuk konversi dari ppm menjadi satu me/100 gr itu bagaimana caranya? Saya telah analisa KTKefektif dan Aldd serta Hdd; dan ingin mencari Alsaturation.

-  ppm = satu/sejuta (ug/kg) → Contoh: 1 me/100 g K ~ 1 x 39/1 (BA/V) mg/100 g tanah

= 39 mg/100 g tanah

= 390 mg/kg

= 390 ppm

+ Pak, besarnya pengeceran pada saat perhitungan itu juga diperhatikan?  Bagaimana untuk menghitungnya?

- Tidak, ini adalah konversi dari me/100 g ke ppm.

+ Kalau merubah dari ppm ke me/100 gram bagaimana caranya, pak? Serta faktor pengenceran apakah berpengaruh? Bagaimana menghitungnya?

- Contoh awal tadi itu dari ppm ke me/100 g, sebaliknya tinggal BA/V diubah menjadi V/BA. Tidak ada faktor pengenceran.

- Kalau menghitung %-kejenuhan Al:  (me Aldd : KTKefektif)  x 100 %

+ Terimakasih banyak, pak:)

- Sudah jelas cara perhitungannya? Bagaimana mengetahui nilai KTKefektif?

+ Caranya dengan menjumlahkan ion Ca + Mg + Na + K + Al dan H. Apakah Aldd dan Hdd sama dengan Al3+ dan H+ pak?

- Iya sama. Sebenarnya, KTKefektif itu memperolehnya dengan menggunakan ekstraktan  BaCl2, KTK biasa dengan NH4OAc, tapi kalau ini tidak dilakukan, cara KTK biasa + Al3+dd + H+dd bisa dibenarkan.

+ Apakah KTKefektif selalu berbanding terbalik dengan Alsaturation, pak? Karena analisa menunjukkan dengan nilai yang sangat rendah, KTKefektif paling tinggi dengan Alsaturation juga relatif tinggi?

- Berapa nilainya?

+ KTKefektif sekitar 8,5 me/100 gr dengan Alsaturation sekitar 44%.

- Terlalu tinggi, biasanya Alsaturation Ultisol di bawah 30%. Coba lihat lagi data Aldd, kalau memang akurat, berarti KTKefektif harus dianalisis menggunakan ekstraktan BaCl2-TEA.

+ Iya pak, kita menghitung KTKefektif dengan menjumlahkan semua unsur Ca, Mg, Na, K, Al dan H, seperti bapak jelaskan kemarin;  atau mungkin ada yang salah dalam perhitungan kami?

- Prosedur itu memang berlaku umum. Tetapi, untuk jenis tanah tertentu (lokasi tertentu) belum tentu berlaku, karena sifat dan cirinya bisa spesifik.

+ Iya pak, nanti akan saya olah lagi datanya.

+ Data yang tadi itu berasal dari perlakuan sulfur dengan dosis 21 ton/ha. Oleh karena itu Alsaturationnya tinggi. Apakah itu yang menjadi penyebab?

- Iya, dosis itu terlalu tinggi. Kalau Alddnya sekitar 3 me/100 g, berapa Alsaturationnya? Bila

10 – 15 %, berarti analisisnya normal.

+ Ini analisis datanya:  Aldd sekitar 3,7 me/100 gr, Alsaturationnya 44%;  berarti salah menghitungnya pak?

- Tidak tepat, berarti harus dicoba analisis menurut prosedur BaCl2-TEA.

+ Analisisnya menggunakan 1N KCl, pak.

- KCl tidak bersifat buffer, BaCl2+TEA (TEA – Tri Etanol Amine, adalah senyawa buffer).

+ Saya masih belum paham pak. Dari analisa Mg diperoleh 233,75  ppm. Untuk merubah ke me/100 gr bagaimana caranya? Apa dengan konversi BV/A atau A/BV?

- ppm = per sejuta ~ mg per kg

ppm → me → V/BA

Mg ~ BA=24 ~ V=2

Mg ~ 233.75 ppm

= 233.75 mg/kg

= 233.75  x 2/24 me/1000 g

= 19.74 me/1000 g

= 1.974 me/100 g

 

29 JunSOIL-Malformasi Bagian Tanaman


 

MALFORMASI – BENTUK TIDAK NORMAL

 

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Pertumbuhan: Anatomi – morfologi – fisiologi – genetik?

 

Malformasi (perubahan morfologi) bagian tanaman, seringkali kita jumpai pada tanaman di kebun atau lahan dan menarik perhatian karena tampil beda dengan bentuk normal  biasa.

Perubahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai mekanisme proses, seperti: anatomi, fisiologi; atau bahkan genetik. Atau akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Secara anatomis, malformasi terjadi karena pertumbuhan sel, jaringan, organ, ataupun sistem organ dalam tubuh tanaman mengalami gangguan.

Secara fisiologis, malformasi bisa  disebabkan kekurangan, kelebihan, atau ketidak-imbangan senyawa metabolik, menyebabkan bentuk morfologi tanaman menjadi tidak sempurna.

Secara genetik, mutasi gene atau khromosom oleh berbagai faktor internal ataupun eksternal, bisa juga menjadi menyebabkan malformasi bagian tanaman.

Bagaimanapun, apakah malformsi terjadi secara individual ataupun interaksi di antara proses-proses tersebut, hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Berikut disajikan contoh gambar malformasi bagian tanaman, meliputi daun, bunga, buah, atau tajuk.

 27062013511

Bunga Anthurium ganda, malformasi?

27112012068

Buah Delima merah tidak bulat, malformasi?

38

Daun Sansevieria mini bengkong, malformasi?

29062013528

Tajuk tanaman hias Nolina kerdil (kiri), normal (kanan), malformasi?

(catatan:  umur, morfologi saat awal pertumbuhan sama)