Archive for the 'Useful Life' Category

27 AprPengalamanku

AKU2

SEBAGAI MANAJER LAPANGAN (FIELD MANAGER)

Penelitian di Lahan Kering Masam

Syekhfani

Begitu penulis selesai dalam melaksanakan studi di suatu Institut Pertanian terkenal di negeri ini, sesuai dengan perjanjian institusional yang tidak tertulis, setiap staf dosen yang pergi belajar ke luar kampus, setelah selesai harus segera kembali ke kampus untuk mengabdikan diri.

Penulis berkemas dan pulang ke kampus.

Namun, tampaknya waktu itu, kepulangan penulis belum disiapkan, sehingga masih punya waktu untuk mencari pengalaman lebih banyak.

Kesempatan tersebut penulis gunakan, antara lain mengikuti program mengatasi masalah lahan kering masam dan memberantas alang-alang.

Berikut secuplik pengalaman penulis sebagai nostalgia waktu lalu.

AKU ( Pos.doc)

13 MarIntegrasi Kehidupan

Bajak Sawah

INTEGRASI KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Pagi yang cerah…

Di desa yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi

Mentari memancarkan cahaya terang kemilau, menyinari alam semesta

Pak Tani asyik bekerja di sawah dan ladang

Membajak, menncangkul, menanam, menyiang dan memanen

Menghasilkan tanaman padi, palawija, sayuran, buahan untuk semua

Mendukung hidup dan kehidupan di dunia ini

Saat Pak Tani bekerja di sawah dan ladang itu

Pedagang pun ikut bersemangat menjual dagangan, hasil panen Pak Tani

Anak gembala duduk damai di punggung kerbau bermain seruling

Temannya menyabit rumput sambil berdendang

Kerbau itu baru selesai menarik bajak membantu Pak Tani

Perajurit pun hidup damai, menjaga keamanan negara

Pemimpin pemerintahan, lalu tidak menjadi pusing

Karena semua rakyat ber-integrasi

Hidup damai…, lahir dan batin!

Dambaan semua…

- Medio Maret 2015 -

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

16 NovDinamika Kehidupan

SANG PENJAJA

Syekhfani

Pagi, siang, sore, malam, “Sang Penjaja” menawarkan dagangannya:

Berbagai macam kebutuhan sehari-hari dijajakan dengan cara dan gaya masing-masing untuk menarik pelanggan.

Pagi

Yur sayuuur… Pe tempeee… Sayur Buuu… ?

Iiikaan seegaar… !

Pisang goreng, weci, onde-onde, hu tahuuu… Gorengan.. !

Tii.. rootiii…. !

Siang

Semongkoo… Melooon… Poh gaduuung… Manalagiii.. !

Isi korek gas… Remote tv… Remote ac… !

Sol sandal sepatu… !

Sore

Thok.. Thok.. Thok.. (baksoo..)!

Te.. Sateee !

Malam

Teng… Teng… Teng… Angsleee.. ! Wedhang jaeee.. Skotheeng.. !

Penjaja menjajakan dagangannya rutin setiap hari.

Dengan kata-kata dan irama yang sama.

Sepanjang jalan kompleks perumahan dan kampung.

Tanpa ekspresi wajah, tanpa beban, namun serius.

Dengan harapan ada yang membeli, syukur mau jadi pelanggan.

Oo.. sulitnya cari uang, ya.. ?!

09 NovHarga Sebuah Diri

Harga Diri

ANTAGONISME DALAM PENILAIAN

Puisi

Syekhfani

Rendah diri, minder, tak percaya diri, tak disukai

Merendahkan diri, itu sombong “terselubung”?

Apakah tinggi diri harus dijauhi?

Tapi orang tinggi diri itu biasanya dipuji dan dihormati!

Mengapa?

Dia mumpuni

Dalam hal ilmu dan teknologi

Berguna dalam hidup dan kehidupan

Dan hormat itu datang sendiri

Namun dia ‘tu tinggi diri, tapi rendah hati

Bahkan dia s’lalu mengajak

‘Tuk membangun rasa kebersamaan

Sense of ownership

Sama-sama menuju

Ridho Ilahi..

http://id.wikipedia.org/wiki/Harga_diri

Puisi Awal November 2014

08 NovProfesional

Intelektual

SIFAT DAN PERILAKU

Fate and Behaviour

Syekhfani

Profesional, adalah sifat dan ciri seseorang yang menekuni bidang kerja khusus dan menguasi bidang tersebut (ahli). Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Professional

Di bidang akademik, profesi utama adalah “ILMUAN” (scientist), atau “intelektual”, menekuni bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada 11 ciri seorang ilmuan (intelektual):

Intelegencekecerdasan: merupakan faktor yang esensial dan umumnya mahasiswa dan dosen sudah memenuhi syarat.

Interestperhatian: keingin tahuan yg spesifik dan mendalam atas bidang penelitian.

Imaginationdaya khayal: pemikir yang orisinil dan pengkhayal. Kemajuan ilmiah tidak dapat terjadi hanya dengan melakukan apa yang pernah dilakukan orang lain atau dengan mempergunakan metode dan teknik yang sama.

Initiatifinisiatif: mulai dari sekarang, jangan menunggu orang lain atau mencari-cari alasan dalam memulai sesuatu.

Informationinformasi: kumpulan keterangan dan hasil penelitian terdahulu dari berbagai tempat dan sumber dari pustaka.

Inventivedaya cipta: peralatan yg tepat belum tentu tersedia. Usahakan untuk menciptakan sendiri.

Industriousberusaha: tidak segan-segan menggunakan kedua tangan atau bagian fisik lain. Penelitian lapangan memerlukan kerja fisik.

Intense observationpengamatan intensif: hiduplah dengan penelitian anda; kerjakan pengamatan harian dan waspada terhadap hal-hal yang tidak wajar. Catatlah semua!

Integritykejujuran: diperlukan secara mutlak, janganlah membohongi diri sendiri.

Infectious entusiasmeantusias meluap-luap: ceritakan penelitian anda kepada yang lain dengan cara menarik. Terangkan tujuan dan hasil apa yg diharapkan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Indefatigable writerpenulis yg tidak mudah putus asa: publikasikan hasil penelitian anda supaya masyarakat dpt mengetahuinya dan para peneliti baik sekarang maupun akan datang dapat mengambil manfaatnya. Penelitian baru menjadi ilmu pengetahuan jika hasilnya sudah dipublikasikan.

Incentivepahala: cintai dan nikmatilah penelitian anda.

Ke sebelas ciri ilmuan (intelektual) tersebut dikenal dalam judul “Open Your I’s – Buka Mata Anda”.*

* J.W. Pendleton (Jajah Koswara, IPB, Bogor, 1980).

06 NovTransparan Itu Indah!

17. Agate (Metamorf)

BAK KRISTAL BATU PERMATA

Syekhfani

Transparan, bisa di lihat dari luar sampai ke dalam (jangan diartikan porno!): itu INDAH, dalam arti ungkapan.

Transparan dalam tindakan: berkata, berbuat dan bertanggung-jawab, merupakan tuntutan terhadap perilaku hidup dan kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

Di dunia kampus bahkan disampaikan dalam materi mata ajaran “Etika Profesi” yang intinya secara secara filosofi mengandung arti “JUJUR”, “TERBUKA”, “TIDAK FLAGIAT” dan “BERTANGGUNG-JAWAB”.

Katakanlah “IYA” kalau sesuatu itu benar, dan katakan “TIDAK” kalau salah!

Jangan ragu-ragu, dengan landasan niat yang baik dan ikhlas.

Insya ALLAH kita berada dalam kebenaran yang diridhoiNYA, amin.

Marilah becermin pada Kristal “Batu Permata” nan mahal dan indah!

02 NovBersantai di Kebun Tegalan

DI TENGAH-TENGAH POHON BUAHAN LOKAL

Syehfani

Di saat-saat rileks melepas lelah, menghindar dari kesibukan harian, pilihan tempat strategis tertuju kepada kebun tegalan, tidak jauh dari rumah tempat tinggal.

Di sini terdapat beragam jenis pohon buahan lokal, khas dan langka, peninggalan nenek moyang.

Nenek moyang, berbaik hati, berniat menanam pohon buahan sebagai peninggalan bagi anak cucunya.

Doa tersebut terkabul, berupa kebun buahan yang subur memberikan tambahan nafkah setiap musim buah tiba.

Lamunan melayang jauh, saat berada di bawah sebatang pohon jambu air merah, berdaun rimbun, digayuti buah segar bergerombol.

Jambu Air Merah

Jambu Air Merah

Angin berhembus sepoi-sepoi, seberkas tipis sinar matahari memancar melalui sela-sela dedaunan.

Rasa lelah dan dahaga hilang, berganti sejuk segar setelah buah jambu air yang manis dinikmati.

Di sebelah, ada pohon manggis, meski belum berbuah karena belum musim, namun tajuk yang kokoh, daun lebar mengkilat, tegakan pohon yang kokoh mendominasi tegakan pepohonan lainnya.

Pohon Manggis

Pohon Manggis

Di sudut lain, tumbuh pohon Srikaya, berbuah (mentah dan matang), berbintul hijau kekuningan, menunjukkan betapa lezat rasanya yang asam manis dan beraroma khas,

Srikaya

Srikaya

Ah, sungguh romantis dan menyenangkan berada di kebun tegalan.

Meskipun sepi, tapi terasa ramai dikelilingi marga flora…

01 NovComplementary

Maling

PELENGKAP PENDERITA

Diperlukan untuk Pembanding??

Syekhfani

Kehidupan di dunia ini, menurut hukum Tuhan diciptakan “berpasangan”: baik-buruk, kaya-miskin, tua-muda, dan sebagainya.

Secara filosofis, kedua hal tersebut bertentangan, tapi tampaknya diperlukan untuk “memperkuat” atau “mempertegas” posisi satu sama lain.

Hidup “ditentukan” dan “menentukan”, ditentukan oleh Sang Maha Penentu,dan ditentukan oleh individu masing-masing.

Untuk hal yang kedua, maka dikenal ungkapan: hidup itu adalah “Pilihan”.

Maling, berbuat jahat menurut orang yang dimalingi atau orang yang tidak senang dengan perbuatan mencuri.

Bila Maling berdoa semoga ia berhasil mencuri, apa Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkan??

Kalau ternyata Maling itu berhasil, apa berarti Tuhan metestuinya??

Tapi, untuk apa Maling mencuri?

Untuk hidup??

Hidup siapa??

Dia sendiri dan anak isterinya?

Jadi, kalau dia tidak mencuri, apakah mereka bisa hidup???

Apakah lebih baik mereka mati saja agar tidak ada perbuatan jahat tersebut?!

Bagaimana sebenarnya???

Jadilah “Hidup yang Berguna”!

28 OctWarming Up

Aktifitas Fajar

MENATAP FAJAR MENYINGSING

Syekhfani

Ada ungkapan kehidupan: bangunlah sepagi mungkin, sebelum rejeki “dipatuk hayam” (Sunda): (=”diambil ayam”).

Apa arti dari ungkapan itu?

Bangun pagi menjelang fajar itu banyak sekali manfaatnya: bagi kesehatan, kesegaran, semangat, ataupun motivasi hidup.

Waktu terluang sebelum matahari terbit, bila dimanfaatkan se-efisien mungkin, akan mengurangi beban kerja pendahuluan sebelum kerja rutin itu sendiri di lakukan, misalnya mengecek dan membersihkan kendaraan, menyiapkan bahan untuk dibawa ke tempat kerja, kelengkapan dan kerapian pakaian, dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam lingkungan udara segar, aktifitas merupakan pemanasan (warming up) membersihkan paru-paru, memperlancar jalan darah dan mengendorkan otot, menjadikan tubuh segar dan bersemangat.

Yang tak kalah pentingnya: mensyukuri nikmat diberi Hidup dan Kehidupan!

Apabila bangun pagi ini menjadi kebiasaan, maka insya Allah hidup menjadi dinamis, dan berguna (useful life).

Semoga!

26 OctDinamika

siluet-orang-tekad

FENOMENA HIDUP DAN KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Hidup itu dinamika, bergerak, berubah dari waktu ke waktu

Dinamika itu kadang terasa cepat, kadang lambat, dan kadang seolah rutinitas mengulang hari kemarin

Namun kadang-kadang tak terduga, berupa kejutan menyenangkan atau menyusahkan

Orang bijak berkata, itulah “hidup” dan “kehidupan”

Para ilmuan menganalisa “mekanisme” dan “prinsip”-nya

Filosofis menyajikan dalam bentuk kata-kata “bermakna” , terikat dan tersurat

Faktanya??

Apakah perubahan jaman menuju kemajuan, kebaikan atau keburukan?

Lalu, masing-masing orang berpikir dan bersikap, menentukan jati diri sendiri

Menaklukan dunia atau mengendalikan nafsu diri sendiri?

Apakah memperoleh kemenangan?

Tanpa beban?

Tanpa stres?

Tanpa stroke?

Jadi hidup berguna…

Useful life!

Puisi ~ Akhir Oktober ’2014

24 OctMalfunction

Malfunction

KONDISI PENYEBAB PROSES METABOLISME TIDAK BERFUNGSI NORMAL

Hidden Hunger – Luxurious Consumption

Syekhfani

Kecukupan unsur hara, adalah kondisi yang diperlukan agar proses metabolisme tanaman berjalan normal, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman optimal.

Kelaparan tersembunyi (hidden hunger) → http://www.harvestplus.org/content/crops, merupakan kondisi ketidak-cukupan (defficient) unsur hara meski sepintas kilas tanaman tampak kecukupan (sufficient) namun sebenarnya kekurangan (defficient).

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka pertumbuhan menjadi tidak berjalan normal. Sebaliknya, bila dicukupi, maka akan diperoleh respon yang positif.

Mengenali kondisi “hidden hunger” serta menanggulanginya, adalah tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses metabolisme.

Di pihak lain, “konsumsi berlebihan” (luxurious consumption) → http://www.merriam-webster.com/dictionary/luxury%20consumption , merupakan kebalikan dari “hidden hunger”, yaitu tanaman menyerap (uptake) unsur melebihi kebutuhan.

Secara visual hal ini tidak tampak secara morfologis, namun secara fisiologis sebenarnya terjadi gangguan proses metabolisme.

Unsur kalium (K) dalam jaringan tanaman, tidak berikatan dalam suatu senyawa, ia bebas sebagai kation K+.

Oleh karena itu, apabila serapan unsur K berlebihan, bisa terjadi kondisi “luxurious consumption” (konsumsi berlebihan) dalam jaringan tubuh tanaman.

Kedua kondisi tidak normal (malcondition) di atas, perlu dikenali dalam rangka mempertahankan kuantitas, kualitas, dan kontinyuitas produksi tanaman.

17 OctSuatu Pilihan

Amarah

NAFSU AMARAH

Syekhfani

Anda stres?

Tentu ada masalah, ya?

Kurang puas terhadap suatu situasi?

Atau apa yang diinginkan tidak dapat dicapai?

Ok, ada hal-hal yang perlu diingat!

Ada “Nafsu Amarah” yang perlu diketahui dan dikendalikan!

Hati-hati, marah itu dapat berakibat fatal:

Amarah yg dipendam: diam, apatis, putus asa –> bunuh diriMASUK NERAKA

Amarah dituruti: emosi, agresif, lupa diri, tak terkendali –> bunuh orangMASUK PENJARA

Solusi?

Amarah dikendalikan: ditekan, dan kalau mungkian ditiadakan –> selamatMASUK SORGA (Amiiin)

JADI, introsfeksi upayakan kembali ke jalan Tuhan: sabar, tawakal, tanpa beban –> bunuh nafsu amarah!

Selamat Melakukan!

05 OctA Bushel a Day

A BUSHEL A DAY

a bushel a day

By: Tommy Cichanowski

A bushel a day He gives me,

A bushel a day to share.

So much love to give away,

To show how much I care.

Each day He fills me up,

And sends me out to play.

With all the things, He made for us,

And to help others, on their way.

© Tommy Cichanowski – Aging occurs when our body’s cells lose their ability to fully replicate and regenerate themselves.

30 SepHidup di Tepi Pantai

MINUM AIR LAUT

Kelapa, Ketapang, Waru Laut

Syekhfani

Ada pemeo lingkungan hidup: tanaman kelapa, “Minum Air Laut”, tanaman cengkeh, “Si Tinjau Laut”.

Pemeo ini berkaitan dengan fakta, bahwa tanaman kelapa di tepi pantai dan tananan cengkeh di lereng menghadap laut; pertumbuhan, produksi, bahkan kualitasnya lebih baik.

Dalam ilmu nutrisi tanaman, disebutkan bahwa tanaman kelapa (famili: Palmae), membutuhkan unsur natrium (Na) sebagai “Hara Fungsional”.

Sedang tanaman cengkeh, diduga sangat dipengaruhi unsur mikro khlorida (Cl) sebagai pemicu pertumbuhan, produksi, dan kualitas bunga cengkeh.

Kemampuan jenis tanaman tumbuh pada lokasi “spesifik” ini merupakan peluang potensial dalam pengembangannya.

Tumbuhan Toleran Garam:

Tumbuhan yang mampu tumbuh dengan baik di tepi pantai menunjukkan bahwa tanaman tersebut bersifat “toleran” terhadap tanah salin, tergolong tanaman “Saline-phylic” (cinta salinitas).

Berberapa di antaranya yang dijumpai di tepi pantai taman rekreasi “Tamban”, berlatar belakang pulau “Sempu” (Sendangbiru, Sitiharjo, Jawa Timur) antara lain:

1. Kelapa > http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa

2. Ketapang > http://id.wikipedia.org/wiki/Ketapang

3. Waru Laut > http://id.wikipedia.org/wiki/Waru_laut

Panorama Pantai Tamban

Pohon kelapa dan ketapang tumbuh baik dengan tajuk cukup rimbun, membuat sejuk para pengunjung duduk santai sambil menikmati panorama indah pemandangan laut selatan (Samudera Hindia).

21 SepKontroling Air Irigasi Tanah Sawah

CEGAH TANAH SAWAH KERING

Teknologi Tradisional

Syekhfani

Sisi lain manajemen tanah sawah adalah “kontroling air irigasi“, agar saat butuh air untuk pengolahan tanah dan pemeliharaan tanaman padi dapat terkontrol dengan mudah.

Teknologi kontroling air irigasi tanah sawah diketahui banyak diterapkan secara tradisional di berbagai sentra produksi padi sawah di Indonesia; khususnya sawah bertopografi lereng.

Berdasar sifat fisik air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah, maka panampakan dan bunyi air atau alat khusus menunjukkan keberadaan air, menjadi tanda bahwa di petak sawah ada air, cukup atau kurang; bahkan tidak ada sama sekali.

Teknologi sederhana dan bersifat tradisional ini menarik, dan spesifik untuk lokasi tertentu; sehingga menarik sebagai objek wisata.

Berikut, disajikan tiga contoh teknik kontrol irigasi untuk padi sawah di beberapa tempat.

Irigasi kincir air (Jambi, Solok, dan lain-lain): pada badan sungai yang cukup deras dan berada di bagian bawah lahan persawahan, dipasang kincir berupa roda raksasa terbuat dari kayu atau besi yang pada kisi-kisinya dipasang tabung bambu atau paralon secara miring dengan jarak tertentu.

Saat roda kincir paling bawah terendam air, tabung bambu terisi penuh air dan terangkat mengikuti gerak roda kincir yang terus berputar.

Setelah kisi roda kincir berada pada posisi puncak dan berangsur turun, maka air dalam tabung bambu dicurahkan ke saluran irigasi khusus menuju ke petak sawah.

1. Kincir Air Irigasi

Lihat: → http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2571/kincir-air-tradisional-alat-irigasi-sawah-di-jambi

Kontrol pancuran bambu (Bali, subak): pancuran bambu sebesar lengan dipasang pada saluran pembuangan (outlet) pada petak atas, tengah dan bawah. Keberadaan air pancuran bambu akan tampak dari kejauhan, demikian pula bunyi air pancuran terdengar di sekitar petak, menandakan ada air cukup, kurang atau tidak ada.

2. Pancuran Bambu

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Subak_(irrigation)

Jungkat jangkit bambu (Semende, Sumsel):

Pada pematang petak sawah bagian atas, tengah dan bawah dipasang alat jungkat jangkit dari bambu sebesar lengan.

Poros jungkat jangkit dipasang di bawah ruas bambu paling atas, yang bertindak sebagai tabung isi air yang mengalir dari petak sawah.

Bila ruas terisi penuh maka menjadi berat dan tumpah secara otomatis sembari mengangkat bagian ujung ruas kosong.

Setelah ruas berisi air menjadi kosong, menjadi ringan maka posisinya kembali seperti semula.

Ruang kosong diberi landasan jatuh dari batu sehingga terdengar bunyi bambu kosong yang nyaring dan terdengar dari tempat yang cukup jauh.

Dengan demikian, ada dua mekanisme kontrol ada tidaknya air di petah sawah: terlihat (gerak jungkat jangkit) dan terdengar (bunyi ujung bambu kosong yang jatuh).

3. Irigasi Jungkat Jangkit

Lihat: → http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/05/pancuran-bambu-yang-terisi-kembali-522701.html

12 SepBiodynamic Agriculture

biodynamic_veggies_people_cows

PERTANIAN BIODINAMIS

Syekhfani

Peran biologi tanah: cacing tanah, insekta, arthropoda, amuba, aktinomiset, ganggang, fungi, bakteri.

Tanah alami tidak pernah diolah, peran cacing tanah, ..?

Siklus hara tanah – tanaman – udara tertutup (closed nutrient recycling):

Bagian tanaman gugur, masukan hara dari luar (hujan, debu, fiksasi N2 atmosferik), akar tanaman berfungsi sebagai pompa, erosi dan volatilisasi minimum, pada sistem hutan alami terjadi suksesi menyebabkan pertumbuhan hutan mewah, meski tumbuh pada tanah yang kurang/tidak subur.

PERTANIAN BIODINAMIS:

Tujuan dasar pertanian biodinamis yaitu meningkatkan produksi pangan secara biodinamis mencapai nutrisi pangan yang super dan rasa lebih enak dihasilkan cara pertanian konvensional.

Pertanian Biodinamis secara umum berpeluang sebagai sistem pertanian alternatif, sebab sistem pertanian ekologis lainnya mengklaim produksi mereka sama.

Saat ini, pertanian biodinamis telah dipraktekkan di lahan-lahan seluruh dunia, pada berbagai skala, jenis tanaman, iklim, serta kultur; kebanyakan diterapkan di Eropa, USA, Australia, dan New Zealand.

Oleh karena pertanian Biodinamis sejalan dengan Pertanian Organik untuk banyak hal -khususnya praktik kulturis dan biologis- maka ia diset sebagai bagian dari sistem Pertanian Organik lain melalui hubungannya dengan ilmu spritual dari anthroposofi seperti dikemukakan Steiner, dan berkaitan dengan praktik budidaya untuk mencapai tingkat keseimbangan.

Secara sepintas, Biodinamis dapat dimengerti sebagai kombinasi praktek pertanian ‘dinamika-biologis’; di mana ‘biologis’ meliputi deretan pengetahuan teknik pertanian organik dalam memperbaiki kesehatan tanah (lebih tinggi antara fisik atau non-fisik; kekuatan hubungan angkasa dan daratan; dan memperkaya lahan, produksi, serta berkaitan dengan energi kehidupan).

Sedang praktek ‘dinamis’ sehubungan dengan biologis sama baiknya dengan aspek metafisik dari budidaya (contoh: meningkatkan kekuatan vital kehidupan), atau adaptasi pertanian terhadap irama alami (misalnya: saat penanaman benih selama fase lunar/‘mongso’ tertentu, misalnya mongso ketigo, rendengan, marengan: tata musim (Jawa) – catatan penulis).

Konsep praktik dinamis tersebut berkaitan dengan kekuatan non-fisik di alam seperti -vitalitas, kekuatan hidup, ki, tenaga dalam, dan konsep terkait- adalah suatu komonalitas yang juga di bawah banyak sistem alternatif dan obat-obatan komplementer.

Tabel berikut menunjukkan ringkasan praktek budidaya biologis dan dinamis.

Table

Dr Andrew Lorand menuangkan pendapatnya tentang konsep model biodinamis dalam disertasi PhD-nya ‘Pertanian Biodinamik – Suatu Analisis Paradigma’ diterbitkan oleh Pensilvania State University tahun 1996:

Lorand menggunakan model paradigma yang dikembangkan Egon Guba dalam ‘The Alternative Paradigma Dialog’ untuk menjelaskan kepercayaan esensial tentang praktek biodinamis. Kepercayaan tersebut dibagi dalam tiga kategori:

(1) Kepercayaan alami tentang pertanian (ontologis),

(2) Kepercayaan alami tentang hubungan antara pelaku dengan pertanian (epistomologis), dan

(3) Kepercayaan tentang bagaimana pelaku harus melaksanakan pertanian (metodologis).

Lorand membedakan kepercayaan ontologis, epistomologis, dan metodologis ke dalam empat paradigama pertanian: Tradisional, Industrial, Organis, dan Biodinamis.

Lihat: →
https://www.biodynamics.com/biodynamics.html

11 SepErosion

6. Erosion

EROSI

Puisi

Syekhfani

TANAHKU

Unsur hara, makin hari makin sedikit? Mengapakah?

Air, tetes demi tetes berkurang. Menguap?

Udara, semakin tipis. Ahh..?

Beribu juta makhluk hidup menderita!

Berdesak-desak berebut udara, air dan hara.

Saling lirik, saling sinis, saling melotot!

Protes berat “mengapa” tanah mengalami EROSI?!

Dalam segala aspek hidup dan kehidupan.

Apakah tanahku kini,

Tidak lagi berguna?

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/09/my-soil/ (degradasi?)

~Awal September 2014~

03 SepDirty Soil?

Bu Tani

PROFIL KEHIDUPAN PETANI

Dinamika Kehidupan Sehari-hari

Syekhfani

Pagi-pagi, fajar menyingsing, menjelang sinar mentari pagi merekah memanasi bumi, memancarkan energi hidup dan kehidupan; berangkatlah pak Tani menuju ke sawah.

Sesampai di sawah, terbentang lahan siap tanam padi, sumber hidup dan kehidupan keluarga.

Baju dilepas, tubuh tanpa baju terkena sinar matahari pagi yang lembut; sebagai ekspresi kasih sayang penuh energi kinetik dan metabolik; menempa pak Tani menjadi sosok bertubuh kuat bersemangat.

Pematang sawah dibersihkan dari rerumputan, diperkuat dan dipoles menjadi licin mengkilat, dipenuhi air; jadilah petak sawah bagai cermin berbingkai: suatu panorama indah nan menarik!

Melicinkan galengan

Sawah Bertingkat

Keringat pak Tani mengucur sejalan sinar matahari semakin terik; tengah hari, pak Tani istirahat melepas lelah.

Selang beberapa saat, dari jauh tampak bu Tani menuju sawah tempat pak Tani istirahat.

Dengan senyum bu Tani menghidangkan lauk pauk dan minuman di atas pematang dan mengajak pak Tani menikmati makan siangnya.

Pak Tani makan dengan nikmat sambil bercanda ria dengan sang isteri. Nuansa ini berjalan terus sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Kebahagian terpancar di wajah mereka, tanpa beban pikiran; menyadari hidup berguna bagi keluarga, masyarakat dan umat manusia.

Itulah PAK TANI..

Sehari-hari berteman akrab dengan tanah, TANAH KOTOR (dirty soil).

Di tempat lain..

Simak cuplikan bait puisi berikut (Norman Adi Satria):

Lihat: http://normansatria.wordpress.com/2013/07/31/pak-tani/

Pak Tani
….

“Saat senja,

pengemis itu datang.
Aku mengamatinya,

aku mengenalnya,
dan aku berteriak memanggil Ibu.

“Ibu, pengemis itu adalah Pak Tani yang dulu.”

Kami menangis bersama.

29 AugDilema Alih Fungsi Lahan di Pedesaan

Alih Fungsi Lahan Basah ke Kering

MENGAPA TERJADI?

Teknik – Sosial – Ekonomi

Syekhfani

Alih fungsi lahan di pedesaan merupakan suatu dilema sehubungan dengan berbagai faktor: teknis, sosial dan ekonomis. Alih fungsi lahan dalam tulisan ini ditujukan dalam artian sempit, termasuk pemilihan jenis komoditi tanaman budidaya (sawah sebagai lahan berfungsi utama memenuhi kebutuhan pangan pokok beras beralih pada kebutuhan non-beras).

Teknis:

Sebagai contoh konkrit adalah akibat kerusakan jaringan irigasi lahan sawah yang sulit diatasi, menyebabkan lahan di kawasan irigasi tersier misalnya, tidak dapat memperoleh air yang cukup.

“Sawah saya selalu bermasalah kekurangan air, sehingga produktivitas padi sawah menurun sampai ke tingkat tidak menguntungkan”, keluh petani ..”dan saya sulit mengatasinya”.

“Karena itu, terpaksa saya alihkan ke tanaman palawija dan hortikultura”, lanjutnya.
Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/08/drought-impact/

Sosial:

Di pihak lain, kemajuan IPTEK menyebabkan anak-anak dan remaja di pedesaan melakukan urbanisasi ke kota (cari ilmu dan pengalaman); yang akhirnya tidak mau kembali ke desa yang dianggap kehidupan statis dan membosankan.

Keengganan para remaja sekolahan untuk kembali ke desanya, menyebabkan desa kekurangan petani muda mnggantikan orang tuanya yang makin berumur dan makin berkurang tenaganya. Oleh karena itu lahan yang digarap semakin sempit dan bera semakin luas.

Alternatif yang terjadi adalah lahan padi sawah dialihkan menjadi lahan non-padi seperti kopi, kakao, dan lain-lain.

“Saya merantau mencari ilmu ke kota, melanjutkan sekolah ke Sekolah Lanjutan dan Perguruan Tinggi; setelah saya memperoleh gelar sarjana (pertanian), sulit mendapat tempat di desa untuk mempraktekkan ilmu tersebut. Suatu pihak, saya dianggap ingin merebut bidang kerja masyarakat desa, dan di lain pihak sarana-prasana yang tidak menunjang” jelas seorang pemuda desa yang jadi sarjana.

Ekonomi:

Keuntungan yang diperoleh dari budidaya tanaman padi sawah relatif rendah dan bersifat subsisten. Petani yang mempunyai pemikiran makin kritis dan berkembang, merasa harus berani pindah ke komoditas non-padi sawah (kebun, hortikultura).

“Kalau saya menanam padi sawah, maka nasib saya tidak akan berubah seperti pada nenek moyang saya turun temurun. Hanya bertahan hidup sekeluarga sebagai petani, meski kerja keras. jadi, saya harus berani berubah”, kata petani yang pemikirannya mulai berkembang.

“Oleh karena itu, saya beralih dari budidaya tanaman padi sawah ke kebun kopi, karena harga kopi lebih tinggi. saya bisa beli beras lebih banyak dari hasil penjualan kopi”, kilahnya.

Dinamis itu Hidup, Kemajuan dan Perubahan. Jadi, kalau mau maju harus berani melakukan perubahan!