02 MayVirgin Forest

TROPICAL RAIN FOREST IN BATU MALANG

Siklus Hara Tertutup

(Close Nutrient Recycling)

Syekhfani

Baru saja penulis pergi ke Sumber Kali Berantas, melihat secara langsung kondisi hutan lindung (Arboretum), yang masih berupa hutan perawan (virgin soil).

Hutan primer ini, mempunyai stratifikasi pohon, semak dan rerumputan yang memenuhi lantai hutan.

Di bawah vegetasi hutan perawan (virgin forest) ini, sedikit sekali penetrasi sinar matahari, sehingga di situ terasa sejuk (dingin dan lembab).

Di lantai hutan, ketebalan seresah (litter) mencapai 5 hingga 10 cm atau lebih, menurut kondisi kelerengan.

Seresah mudah sekali hancur dan bila diremas terasa mengandung air cukup tinggi.

Akan tetapi bila contoh seresah dibawa ke luar kawasan hutan, maka akan segera menjadi kering.

Berikut rekaman foto menggambarkan kondisi hutan perawan (virgin soil) tersebut.

1

2

3

Kondisi hutan perawan (virgin forest) bersifat siklus hara tertutup (close nutrient recycling).

Tidak ada unsur hara hilang melalui pencucian (leaching) atau penguapan (volatile).

Bahkan ada masukan dari debu dan fiksasi N dari udara dan pelapukan batuan induk dari horizon bawah.

Tropical rain forest in Batu Malang classified as primary forest.

27 AprPengalamanku

AKU2

SEBAGAI MANAJER LAPANGAN (FIELD MANAGER)

Penelitian di Lahan Kering Masam

Syekhfani

Begitu penulis selesai dalam melaksanakan studi di suatu Institut Pertanian terkenal di negeri ini, sesuai dengan perjanjian institusional yang tidak tertulis, setiap staf dosen yang pergi belajar ke luar kampus, setelah selesai harus segera kembali ke kampus untuk mengabdikan diri.

Penulis berkemas dan pulang ke kampus.

Namun, tampaknya waktu itu, kepulangan penulis belum disiapkan, sehingga masih punya waktu untuk mencari pengalaman lebih banyak.

Kesempatan tersebut penulis gunakan, antara lain mengikuti program mengatasi masalah lahan kering masam dan memberantas alang-alang.

Berikut secuplik pengalaman penulis sebagai nostalgia waktu lalu.

AKU ( Pos.doc)

15 AprSi Siti

Profil Si Siti

PROFIL PETANI DESA

Dari Desa Menjadi Sarjana

Syekhfani

Siti tinggal di huma bersama neneknya.

Menanam padi, sayuran, dan buahan.

Siti dan nenek hidup berdua dengan kasih sayang.

Mereka menikmati lingkungan kehidupan bersama tetangga yang juga hidup di huma.

Suatu ketika, datang perubahan, ketika petugas LSM, atas nama Pemerintah mencanangkan program pengentasan kemiskinan.

Akhirnya, Siti pergi menuntut ilmu ke kota dan menjadi sarjana.

Siti bercita-cita mengubah huma yang bersifat tradisional menjadi modern, didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut ini,kisahnya.
SI SITI

10 AprPanas Terik

Panas Terik Menjelang Hujan

TANDA HUJAN LEBAT AKAN TURUN

Awal tahun 2016 ini Hampir Tiap Hari

Syekhfani

Dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari, terdapat fenomena alam yang jarang diperhatikan tapi sebenarnya sangat penting dalam suatu dinamika.

Penulis tergelitik untuk merekam gambaran kondisi lingkungan tempat tinggal penulis saat menunjukkan gejala akan turun hujan lebat.

Biasanya, sekitar jam 13.00 WIB, panas matahari tiba-tiba sangat terik, disertai hembusan angin cukup kencang, pertanda akan turun hujan lebat.

Panas terik menyebabkan kegiatan lalu lintas di jalan sepi.

Tampaknya penduduk enggan untuk bepergian, kecuali barangkali sangat penting.

Gejala tersebut dapat dijadikan acuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kebasahan, misalnya jemuran, bepergian, pertemuan, dan sebagainya.

Rekaman video berikut (Minggu, 10 April 2016, jam 13.05 WIB), memberikan gambaran tanda-tanda akan terjadi hujan lebat, meskipun bersifat dugaan:

Lihat:https://plus.google.com/u/0/+SyekhfaniHarunSunama/posts

08 AprHidup dan Kehidupan

bayi sehat

FILSAFAT ILMU

Suatu Lamunan Panjang

Syekhfani

Hidup di dunia fana ini, merupakan suatu perjalanan panjang, meski kadang-kadang terasa pendek.

Saat santai, mari sejenak kita melamun suksesi kehidupan kita, mulai kecil, balita, pemuda, dewasa hingga tua.

Tidak perlu lamunan tentang pahit getir, atau tawa canda, tentang hidup yang kita alami; tetapi cukup bagaimana kita berubah dari “tidak tahu”, menjadi “mengetahui” dan akhirnya menguasai suatu ilmu “pengetahuan”.

Mari kita mulai lamunan kita tersebut, berikut:SUKSESI HIDUP

08 AprFilsafat Sederhana

Problem vs solution

BAGAIMANA MENCIPTAKAN KETENANGAN JIWA?

Hindari Problem

Syekhfani

Menciptakan ketenangan jiwa? Upayakan tidak ada problem.

Untuk itu beberapa kiat yang dapat dilakukan antara lain, yaitu:

• Jangan menunda pekerjaan agar tidak menumpuk beban, bila ada waktu segera selesaikan; dengan kata lain lakukan prinsip “Meja Bersih”.

• Jangan “negative thinking” agar tidak berefek jelek, salah duga, salah sangka, sok “Udzon” (jawa).

• Ikhlas melakukan sesuatu, dengan harapan memperoleh pahala dari Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi.

Insya Allah, kita tidak akan mengalami “stress” yang berakibat “stroke”.

08 AprFilsafat Ilmu Pengetahuan

Cover

SUATU TINJAUAN

Bahan Kuliah Fisilmetil

Syekhfani

Pada semester Genap tahun 2016 ini, mahasiswa Program Pasca Sarjana (S3), Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,mendapat jadwal mata kuliah “Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian Ilmiah” (FesilMetil), yang diampu oleh dosen: IRS*, YGS, dan SFN (Penulis).

Sebagai bahan diskusi, penulis menyiapkan materi berjudul “Filsafat Ilmu Lingkungan Hidup”, sebagai berikut:

Konsep Materi Kuliah

Materi berupa acuan-acuan konsep filsafat ilmu. Diharapkan menjadi topik yang dapat dijadikan topik bahasan saat tatap muka di kelas.

*) Koordinator

08 AprBudaya Makanan Daerah

ANEKA SAYUR DAN KUE BERGIZI

Syekhfani

Penulis, berasal dari daerah (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/), sehingga banyak mengenal dan merasakan berbagai menu sayuran, kue, dan lain-lain, selain buahan spesifik daerah seperti durian, cempedak, kemang, duku, rambutan dan lain sebagainya.

Suatu saat, makanan daerah tersebut terbayang dan menundang selera untuk membuat dan membelinya bila ada.

Namun, tentu saja sudah dimodifikasi sesuai daerah penulis (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/).

Berikut, disajikan berbagai jenis budaya makanan daerah lain, tapi masih tetangga dengan daerah penulis.

Sayuran:

1. Aneka Bahan Sayur

1. Aneka Bahan Sayur

2. Daun Taghuk Lumai

2. Daun Pucuk (Taghuk) Lumai

3. Sayur Buah Lumai

3. Sayur Buah Lumai

4. Pindang Ikan Gabus

4. Pindang Ikan Gabus

5. Pindang Daging

5. Pindang Daging

6. Pepes Ikan Tempuyak

6. Pepes Ikan Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

Kue-kue:

8. Aneka Kue

8. Aneka Kue

9. Kue Kelicuk

9. Kue Kelicuk

10. Juadah Maksuba

10. Juadah Maksuba

11. Juadah Delapan Jam

11. Juadah Delapan Jam

Sumber: Lintang Dusunku.wmv (Ismail Majid)

Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=8eMz7_g96ns&hd=1

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

20 SepEfek Positif El-Nino

unduhan

PRODUKSI SPEKTAKULER

Cahaya, Udara, Air, Fotosintesis – Respirasi: OPTIMAL

Syekhfani

Mengapa terjadi produksi spektakuler?

Fotosintesis:

n CO2 + n H2O → n (CHO) + Energi + O2

Terjadi di waktu siang hari, di mana cahaya matahari mengenai bagian hijau tanaman (daun, batang) dan membentuk Karbohidrat n(CHO) sebagai struktur dasar tubuh tanaman (tajuk, akar).

Respirasi:

n (CHO) → n CO2↑ + n H2O↑

(Evapo-transpirasi → suhu tinggi + angin)

Terjadi di malam hari (→ reaksi gelap), (meski di siang hari bisa juga terjadi, → reaksi terang), di mana Karbohidrat n(CHO) yang terbentuk, diubah menjadi CO2 dan air.

Selisih produk Fotosintesis dan Repirasi, menghasilkan Fotosintesis Bersih (Net Fotosintesis), yaitu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Pada kondisi cahaya matahari diterima tanaman maksimal, yang diikuti penyediaan air yang cukup, maka akan dihasilkan produksi tanaman spektakuler (berlimpah).

Hal ini tampak sebagai suatu pengaruh positif Al-Nino, apabila saat musim kemarau panjang bisa disediakan suplai air yang cukup.

18 SepEl-Nino

El Nino

FENOMENA ALAM

Puisi

Syekhfani

El-Nino

Bikin bingung, kepala pusing

Ada yang tidak beres di udara dan di kepala

Tiap bangun tidur di pagi hari

Terdengar jeritan minta bantuan

Tolong

Aku haus… minta minum

Meratap, menghiba serta mencaci maki

Seolah aku tidak peduli

Atas jasa yang diberikan

Keindahan, kenikmatan dan kemudahan

Semua berlimpah ruah

Tergopoh aku memutar keran

Berharap air tetap mengalir

Karena tetangga sebelah

Berusaha, tapi air tidak ada

Maaf, maaf, aku yang salah

Keran ku telah menyedot semua

Sehingga tidak tersisa

Apakah itu dosa?

‘Tuk menolong sesama..

Puisi – Medio September 2015

17 SepView Effect of El-Nino 2015

PANORAMA DI SEKITAR RUMAH TINGGAL

Kondisi Kecukupan vs Kekurangan Air

Syekhfani

Efek El-Nino?

Rekaman kamera terhadap kondisi kehidupan di sekitar rumah huni penulis, memberikan gambaran bagaimana efek El-Nino skala mikro saat ini.

Tanaman di sekitar rumah yang setiap hari mendapat asupan air dari penyiram, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang luar biasa.

Sebaliknya, lingkungan di seputar rumah, menunjukkan pemandangan gersang, bahkan rerumputan sama sekali tidak dapat tumbuh.

Hanya vegetasi pohon yang bertahan, meski kondisinya menunjukkan kendala kekurangan air.

Berikut rekaman videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=c2A1S_eDgZE

16 SepMemo Local Scarcity of Food in Year of 1960th

Umbi yang siap diolah

KIAT MENGATASI MASALAH RAWAN PANGAN LOKAL

Jenis Pangan, Sumber, Tukar Menukar

Syekhfani

Masih ingat di tahun 1960-an, saat penulis duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), terjadi masalah rawan pangan (scarcity of food) akibat kemarau panjang (El-Nino), sangat mencengkam kehidupan di desa tempat tinggal keluarga penulis.

Penduduk yang kekurangan pangan, terutama yang membudidayakan lahan sawah, mengalami gagal tanam padi, berbondong-bondong mendatangi desa-desa berkecukupan untuk minta bantuan.

Mereka datang dengan berbagai upaya: kekeluargaan, buruh tani, dan lain-lain; menawarkan barang atau jasa untuk ditukar dengan uang, barang, atau bahan pangan.

Dalam hal tukar menukar barang, maka yang dijadikan bahan biasanya dibawa dari tempat asal ataupun diperoleh selama perjalanan.

Penulis ingat, ada seseorang yang pergi ke tempat sumber pangan berlimpah dan dapat diperoleh dengan harga murah, membeli bahan pangan tersebut untuk kemudian ditukarkan dengan bahan pangan lain.

Suatu tempat bernama “Datar Seplang” (dataran sepetak), berbatu, pasir kasar, pasir halus atau pasir berlempung, sangat cocok untuk ditanami Ubijalar (dikenal dengan nama: “Ubijalar Datar Seplang”).

Dengan bermodalkan sedikit uang atau barang dari tempat asal, ia bisa memperoleh sepikul Ubijalar, lalu ditukar dengan sedikit beras atau uang.

Setelah beberapa waktu dan diperoleh hasil dirasa cukup, ia pulang kekampung menjumpai anak-isterinya…

Demikian itu, sekelumit memo masa sulit pangan (scarcity of food), skala lokal yang terekam oleh penulis: dirasakan dan diingat!

Semoga hal tersebut tidak terulang saat ini, di mana teknologi produksi pangan telah mengalami kemajuan dan berkembang pesat.

Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/07/31/ketika-paceklik-di-desa/

10 SepMulti Complex Effect

El-Nino 1997-1998

El-Nino 1997-1998

EL-NINO: SUHU, KELEMBABAN, CAHAYA

Evapo-transpirasi – Serapan hara – Fotosintesis

Syekhfani

El-Nino?

Berbagai faktor cuaca berkaitan dengan efek El-Nino, tidaklah berdiri sendiri, namun berkaitan satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan.

Cahaya penuh, menyebabkan suhu tinggi dan evapo-transpirasi meningkat. Selanjutnya, diikuti oleh peningkatan serapan unsur hara.

Selanjutnya, bila proses fotosintesis normal, maka pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman akan menjadi optimal.

Akhirnya akan didapatkan hasil yang “memuaskan”.

Fakta yang dihadapi adalah: air menjadi factor pembatas (limiting factor)…

Oleh karena itu, kata kunci keberhasilan untuk mengatasi efek El-Nino adalah: “Kecukupan suplai Air”.

Fakta implikasi:

Postingan tentang “El-Nino” yang lalu:

Lihat:

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/27/pertumbuhan-umbi-perdu-dan-anggrek/

1. Pertumbuhan Umbi, Perdu dan Anggrek

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/22/perkembangan-stroberi-dalam-pot/

2. Perkembangan Stroberi dalam Pot

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/

3. Dampak El-Nino

Berkaitan dengan ulasan di atas.

06 SepPelihara Ikan Koi

Koi Kuning

DI HALAMAN BELAKANG RUMAH HUNI

Dibesarkan Selama 8 Tahun

Syekhfani

Hobi penulis memelihara binatang bermacam ragam, ada burung kakaktua (“KAKAK”)https://www.youtube.com/watch?v=SN9fWIvY7Z8, kura-kura (“KURA”)//syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/05/25/kura-kura-turtle/, dan ikan koi (“KOI”).

Jenis terakhir ini, adalah ikan koi, di pelihara dalam kolam sempit di halaman belakang; tampaknya seperti saluran air yang dibuat mengalir (artificial).

Bahan kolam terdiri dari batu bulat, disusun membentuk pematang sempit, dilengkapi dengan mesin sirkulasi listrik, terjunan, pancaran dan saluran irigasi serta drainase dari pipa paralon.

Pemeliharaan meliputi: menyaring (filtering) kotoran (kasa busa dan kapas lempengan), pakan koi dan penggantian air setiap dua minggu.

Berikut rekaman perilaku (performance) ikan koi setelah berumur 8 tahun (ukuran: panjang 0.8 meter, lebar 0.3 meter, berat 4 kilogram):

https://www.youtube.com/watch?v=DRlghvKKYzE&feature=youtu.be

04 SepBuah Delima Merah

RANUM, HARUM MANIS KETIKA MATANG

Butir Buah Bak Batu Permata “Merah Delima”

Syekhfani

Penampilan (performance) buah delima dengan butir yang menarik serta menggiurkan, bukanlah sekadar hanya angan-angan.

Saat ini, ternyata buah delima “super jumbo” telah dapat dibeli di super market.

Terbayang bahwa pada kondisi iklim tropika basah (tropical rain forest) Indonesia, terutama di daerah Malang, rasanya tidak mungkin menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah delima merah super jumbo, dengan butir buah bak batu permata “Merah Delima”.

Namun, dengan kemudahan di era globalisasi ini, maka produk buahan yang terhitung langka di Indonesia tersebut, dapat diperoleh.

Negara yang beriklim kondusif yang mampu menumbuhkan jenis buah delima super jumbo, telah mengekspor buah tersebut ke negara kita.

Meski mengeluarkan sedikit biaya ekstra, kita dapat mencoba menikmati buah delima yang menarik dan menggiurkan tersebut.

Berikut rekaman fotonya:

1. Buah

1. Buah

2. Buah dan Bolpoin

2. Buah dan Bolpoin

3. Buah Dibelah

3. Buah Dibelah

4. Buah Dibelah

4. Buah Dibelah

5. Buah Dibelah

5. Buah Dibelah

6. Buah Dibelah

6. Buah Dibelah

7. Butir Isi Buah

7. Butir Isi Buah, bak batu permata “Merah Delima”

8. Biji Butir

8. Biji Butir, dapat ditumbuhkan

30 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (II)

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (TPP)

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis (SFN) bersama CPG, mengampu mata ajaran:

Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP) – Strata-1.

Materi kuliah (SFN) → setelah UTS: berupa PPT.pdf M1 s/d M6.

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah.

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (SFN):

Kontrak kuliah

Materi ke-1 (M-1): Pupuk Organik (SFN)

Materi ke-2 (M-2): Pupuk Anorganik (LSN)

Materi ke-3 (M-3): Pupuk Kandang (BPS)

Materi ke-4 (M-4): Pupuk Hayati (YNN)

Materi ke-5 (M-5): Pupuk Hijau (RTS)

Materi ke-7 (M-6): Uji Tanah (LSN)

Materi kelas berupa: teori dan tugas person

28 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (I)

Prof. Syekhfani

KULIAH SEMESTER GANJIL 2015-2016

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis mengampu mata ajaran:

Strata-1:

Manajemen Kesuburan Tanah (MKS), dan Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP).

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah- http://tanah.ub.ac.id/.

MODUL KULIAH KESUBURAN TANAH (MKS):

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2012/11/2.-MODUL-KESTAN.-20125.pdf

Modul dilengkapi dengan materi modul (M1 s/d M14), merupakan PPT-pdf setiap minggu.

Materi Modul: ppt.pdf (Mx) – ringkasaan isi materi modul, masing- masing terdiri dari 8 slide:
1. Sejarah kesuburan tanah (M-1)
2. Tanah Sebagai Medium Tumbuh (M-2)
3. Unsur Hara dalam Sistem Tanah/Tanaman (M-3)
4. Unsur Hara Makro (Nitrogen-N) (M-4)
5. Unsur Hara Makro (Sulfur-S) (M-5)
6. Unsur Hara Makro (Fosfor-P) (M-6)
7. Unsur Hara Makro (Kalium-K) (M-7)
8. Unsur Hara Makro (Kalsium/Magnesium-Ca/Mg) (M-8)
9. Unsur Hara Mikro (Kation & Anion) (M-9)
10. Evaluasi Kesuburan Tanah Kondisi Tanah Mengalami Masalah Unsur Hara (M-10)
11. Evaluasi Kesuburan Tanah/Analisis Tanah dan Tanaman (M-11)
12. Uji Tanah & Interpretasi (M-11 tambahan)
13. Aplikasi Pupuk/Prinsip Dasar Aplikasi Pupuk (M-12)
14. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Batuan Mineral & Pupuk Artifisial (Anorganik) (M-13)
15. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Pupuk (Organik) (M-14)

27 AugPertumbuhan Umbi, Perdu, dan Anggrek

EFEK EL NINO?

Segar. Tegar, dan Bugar

Syekhfani

Masih pengamatan terhadap efek suhu tinggi, hembusan angin, dan kelembaban rendah yang diduga akibat pengaruh El Nino, penulis merekam gambar-gambar tiga jenis vegetasi tanaman koleksi di kebun halaman samping, sebagai berikut:

Tanaman Umbi:

Amarilis Merah (kuncup)

1. Kuncup Amarilis Merah

2. Kuncup Amarilis Merah

Kuncup (Jelang Mekar) Amarilis Merah

3. Kuncup     (Jelang Mekar) Amarilis Merah

Tanaman Perdu/Pohon:

3. Lantana Mix (perdu)

3. Lantana Mix (perdu)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

5. Walisongo (perdu hingga pohon)

4b. Walisongo

Tanaman Anggrek:

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

Ketiga jenis tanaman hias di atas menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang menarik dan indah.

Terkesan: Segar, tegar dan bugar!

22 AugPerkembangan Stroberi Dalam Pot

AGUSTUS 2015

Pengaruh Elnino?

Syekhfani

Setelah menjelang bulan September, musim hujan belum juga meyakinkan akan datang, maka pertanyaan yang muncul: adakah efek kemarau panjang (Elnino?) terhadap perkembangan tumbuh tanaman stoberi dalam pot di kebun halaman rumah?

Pertanyaan ini menggugah penulis untuk mengamati dan membuat gambar.

Hasilnya, seperti disajikan berikut:

a. 2-8-2015

a. 02-8-2015

b. 10-08-2015

b. 10-08-2015

c. 10-08-2015

c. 10-08-2015

d. 10-08-2015

d. 10-08-2015

e. 10-08-2015

e. 10-08-2015

f. 10-08-2015

f. 10-08-2015

Awal Agustus (buah matang dipanen)

a. 18-08-2015

a. 18-08-2015

b. 21-08-2015

b. 21-08-2015

c. 21-08-2015

c. 21-08-2015

d. 21-08-2015

d. 21-08-2015

e. 21-08-2015

e. 21-08-2015

f. 21-08-2015

f. 21-08-2015

Pertengahan Agustus (buah matang dipanen)

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/