08 AprBudaya Makanan Daerah

ANEKA SAYUR DAN KUE BERGIZI

Syekhfani

Penulis, berasal dari daerah (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/), sehingga banyak mengenal dan merasakan berbagai menu sayuran, kue, dan lain-lain, selain buahan spesifik daerah seperti durian, cempedak, kemang, duku, rambutan dan lain sebagainya.

Suatu saat, makanan daerah tersebut terbayang dan menundang selera untuk membuat dan membelinya bila ada.

Namun, tentu saja sudah dimodifikasi sesuai daerah penulis (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/).

Berikut, disajikan berbagai jenis budaya makanan daerah lain, tapi masih tetangga dengan daerah penulis.

Sayuran:

1. Aneka Bahan Sayur

1. Aneka Bahan Sayur

2. Daun Taghuk Lumai

2. Daun Pucuk (Taghuk) Lumai

3. Sayur Buah Lumai

3. Sayur Buah Lumai

4. Pindang Ikan Gabus

4. Pindang Ikan Gabus

5. Pindang Daging

5. Pindang Daging

6. Pepes Ikan Tempuyak

6. Pepes Ikan Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

Kue-kue:

8. Aneka Kue

8. Aneka Kue

9. Kue Kelicuk

9. Kue Kelicuk

10. Juadah Maksuba

10. Juadah Maksuba

11. Juadah Delapan Jam

11. Juadah Delapan Jam

Sumber: Lintang Dusunku.wmv (Ismail Majid)

Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=8eMz7_g96ns&hd=1

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

20 SepEfek Positif El-Nino

unduhan

PRODUKSI SPEKTAKULER

Cahaya, Udara, Air, Fotosintesis – Respirasi: OPTIMAL

Syekhfani

Mengapa terjadi produksi spektakuler?

Fotosintesis:

n CO2 + n H2O → n (CHO) + Energi + O2

Terjadi di waktu siang hari, di mana cahaya matahari mengenai bagian hijau tanaman (daun, batang) dan membentuk Karbohidrat n(CHO) sebagai struktur dasar tubuh tanaman (tajuk, akar).

Respirasi:

n (CHO) → n CO2↑ + n H2O↑

(Evapo-transpirasi → suhu tinggi + angin)

Terjadi di malam hari (→ reaksi gelap), (meski di siang hari bisa juga terjadi, → reaksi terang), di mana Karbohidrat n(CHO) yang terbentuk, diubah menjadi CO2 dan air.

Selisih produk Fotosintesis dan Repirasi, menghasilkan Fotosintesis Bersih (Net Fotosintesis), yaitu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Pada kondisi cahaya matahari diterima tanaman maksimal, yang diikuti penyediaan air yang cukup, maka akan dihasilkan produksi tanaman spektakuler (berlimpah).

Hal ini tampak sebagai suatu pengaruh positif Al-Nino, apabila saat musim kemarau panjang bisa disediakan suplai air yang cukup.

18 SepEl-Nino

El Nino

FENOMENA ALAM

Puisi

Syekhfani

El-Nino

Bikin bingung, kepala pusing

Ada yang tidak beres di udara dan di kepala

Tiap bangun tidur di pagi hari

Terdengar jeritan minta bantuan

Tolong

Aku haus… minta minum

Meratap, menghiba serta mencaci maki

Seolah aku tidak peduli

Atas jasa yang diberikan

Keindahan, kenikmatan dan kemudahan

Semua berlimpah ruah

Tergopoh aku memutar keran

Berharap air tetap mengalir

Karena tetangga sebelah

Berusaha, tapi air tidak ada

Maaf, maaf, aku yang salah

Keran ku telah menyedot semua

Sehingga tidak tersisa

Apakah itu dosa?

‘Tuk menolong sesama..

Puisi – Medio September 2015

17 SepView Effect of El-Nino 2015

PANORAMA DI SEKITAR RUMAH TINGGAL

Kondisi Kecukupan vs Kekurangan Air

Syekhfani

Efek El-Nino?

Rekaman kamera terhadap kondisi kehidupan di sekitar rumah huni penulis, memberikan gambaran bagaimana efek El-Nino skala mikro saat ini.

Tanaman di sekitar rumah yang setiap hari mendapat asupan air dari penyiram, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang luar biasa.

Sebaliknya, lingkungan di seputar rumah, menunjukkan pemandangan gersang, bahkan rerumputan sama sekali tidak dapat tumbuh.

Hanya vegetasi pohon yang bertahan, meski kondisinya menunjukkan kendala kekurangan air.

Berikut rekaman videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=c2A1S_eDgZE

16 SepMemo Local Scarcity of Food in Year of 1960th

Umbi yang siap diolah

KIAT MENGATASI MASALAH RAWAN PANGAN LOKAL

Jenis Pangan, Sumber, Tukar Menukar

Syekhfani

Masih ingat di tahun 1960-an, saat penulis duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), terjadi masalah rawan pangan (scarcity of food) akibat kemarau panjang (El-Nino), sangat mencengkam kehidupan di desa tempat tinggal keluarga penulis.

Penduduk yang kekurangan pangan, terutama yang membudidayakan lahan sawah, mengalami gagal tanam padi, berbondong-bondong mendatangi desa-desa berkecukupan untuk minta bantuan.

Mereka datang dengan berbagai upaya: kekeluargaan, buruh tani, dan lain-lain; menawarkan barang atau jasa untuk ditukar dengan uang, barang, atau bahan pangan.

Dalam hal tukar menukar barang, maka yang dijadikan bahan biasanya dibawa dari tempat asal ataupun diperoleh selama perjalanan.

Penulis ingat, ada seseorang yang pergi ke tempat sumber pangan berlimpah dan dapat diperoleh dengan harga murah, membeli bahan pangan tersebut untuk kemudian ditukarkan dengan bahan pangan lain.

Suatu tempat bernama “Datar Seplang” (dataran sepetak), berbatu, pasir kasar, pasir halus atau pasir berlempung, sangat cocok untuk ditanami Ubijalar (dikenal dengan nama: “Ubijalar Datar Seplang”).

Dengan bermodalkan sedikit uang atau barang dari tempat asal, ia bisa memperoleh sepikul Ubijalar, lalu ditukar dengan sedikit beras atau uang.

Setelah beberapa waktu dan diperoleh hasil dirasa cukup, ia pulang kekampung menjumpai anak-isterinya…

Demikian itu, sekelumit memo masa sulit pangan (scarcity of food), skala lokal yang terekam oleh penulis: dirasakan dan diingat!

Semoga hal tersebut tidak terulang saat ini, di mana teknologi produksi pangan telah mengalami kemajuan dan berkembang pesat.

Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/07/31/ketika-paceklik-di-desa/

10 SepMulti Complex Effect

El-Nino 1997-1998

El-Nino 1997-1998

EL-NINO: SUHU, KELEMBABAN, CAHAYA

Evapo-transpirasi – Serapan hara – Fotosintesis

Syekhfani

El-Nino?

Berbagai faktor cuaca berkaitan dengan efek El-Nino, tidaklah berdiri sendiri, namun berkaitan satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan.

Cahaya penuh, menyebabkan suhu tinggi dan evapo-transpirasi meningkat. Selanjutnya, diikuti oleh peningkatan serapan unsur hara.

Selanjutnya, bila proses fotosintesis normal, maka pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman akan menjadi optimal.

Akhirnya akan didapatkan hasil yang “memuaskan”.

Fakta yang dihadapi adalah: air menjadi factor pembatas (limiting factor)…

Oleh karena itu, kata kunci keberhasilan untuk mengatasi efek El-Nino adalah: “Kecukupan suplai Air”.

Fakta implikasi:

Postingan tentang “El-Nino” yang lalu:

Lihat:

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/27/pertumbuhan-umbi-perdu-dan-anggrek/

1. Pertumbuhan Umbi, Perdu dan Anggrek

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/22/perkembangan-stroberi-dalam-pot/

2. Perkembangan Stroberi dalam Pot

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/

3. Dampak El-Nino

Berkaitan dengan ulasan di atas.

06 SepPelihara Ikan Koi

Koi Kuning

DI HALAMAN BELAKANG RUMAH HUNI

Dibesarkan Selama 8 Tahun

Syekhfani

Hobi penulis memelihara binatang bermacam ragam, ada burung kakaktua (“KAKAK”)https://www.youtube.com/watch?v=SN9fWIvY7Z8, kura-kura (“KURA”)//syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/05/25/kura-kura-turtle/, dan ikan koi (“KOI”).

Jenis terakhir ini, adalah ikan koi, di pelihara dalam kolam sempit di halaman belakang; tampaknya seperti saluran air yang dibuat mengalir (artificial).

Bahan kolam terdiri dari batu bulat, disusun membentuk pematang sempit, dilengkapi dengan mesin sirkulasi listrik, terjunan, pancaran dan saluran irigasi serta drainase dari pipa paralon.

Pemeliharaan meliputi: menyaring (filtering) kotoran (kasa busa dan kapas lempengan), pakan koi dan penggantian air setiap dua minggu.

Berikut rekaman perilaku (performance) ikan koi setelah berumur 8 tahun (ukuran: panjang 0.8 meter, lebar 0.3 meter, berat 4 kilogram):

https://www.youtube.com/watch?v=DRlghvKKYzE&feature=youtu.be

04 SepBuah Delima Merah

RANUM, HARUM MANIS KETIKA MATANG

Butir Buah Bak Batu Permata “Merah Delima”

Syekhfani

Penampilan (performance) buah delima dengan butir yang menarik serta menggiurkan, bukanlah sekadar hanya angan-angan.

Saat ini, ternyata buah delima “super jumbo” telah dapat dibeli di super market.

Terbayang bahwa pada kondisi iklim tropika basah (tropical rain forest) Indonesia, terutama di daerah Malang, rasanya tidak mungkin menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah delima merah super jumbo, dengan butir buah bak batu permata “Merah Delima”.

Namun, dengan kemudahan di era globalisasi ini, maka produk buahan yang terhitung langka di Indonesia tersebut, dapat diperoleh.

Negara yang beriklim kondusif yang mampu menumbuhkan jenis buah delima super jumbo, telah mengekspor buah tersebut ke negara kita.

Meski mengeluarkan sedikit biaya ekstra, kita dapat mencoba menikmati buah delima yang menarik dan menggiurkan tersebut.

Berikut rekaman fotonya:

1. Buah

1. Buah

2. Buah dan Bolpoin

2. Buah dan Bolpoin

3. Buah Dibelah

3. Buah Dibelah

4. Buah Dibelah

4. Buah Dibelah

5. Buah Dibelah

5. Buah Dibelah

6. Buah Dibelah

6. Buah Dibelah

7. Butir Isi Buah

7. Butir Isi Buah, bak batu permata “Merah Delima”

8. Biji Butir

8. Biji Butir, dapat ditumbuhkan

30 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (II)

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (TPP)

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis (SFN) bersama CPG, mengampu mata ajaran:

Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP) – Strata-1.

Materi kuliah (SFN) → setelah UTS: berupa PPT.pdf M1 s/d M6.

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah.

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (SFN):

Kontrak kuliah

Materi ke-1 (M-1): Pupuk Organik (SFN)

Materi ke-2 (M-2): Pupuk Anorganik (LSN)

Materi ke-3 (M-3): Pupuk Kandang (BPS)

Materi ke-4 (M-4): Pupuk Hayati (YNN)

Materi ke-5 (M-5): Pupuk Hijau (RTS)

Materi ke-7 (M-6): Uji Tanah (LSN)

Materi kelas berupa: teori dan tugas person

28 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (I)

Prof. Syekhfani

KULIAH SEMESTER GANJIL 2015-2016

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis mengampu mata ajaran:

Strata-1:

Manajemen Kesuburan Tanah (MKS), dan Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP).

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah- http://tanah.ub.ac.id/.

MODUL KULIAH KESUBURAN TANAH (MKS):

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2012/11/2.-MODUL-KESTAN.-20125.pdf

Modul dilengkapi dengan materi modul (M1 s/d M14), merupakan PPT-pdf setiap minggu.

Materi Modul: ppt.pdf (Mx) – ringkasaan isi materi modul, masing- masing terdiri dari 8 slide:
1. Sejarah kesuburan tanah (M-1)
2. Tanah Sebagai Medium Tumbuh (M-2)
3. Unsur Hara dalam Sistem Tanah/Tanaman (M-3)
4. Unsur Hara Makro (Nitrogen-N) (M-4)
5. Unsur Hara Makro (Sulfur-S) (M-5)
6. Unsur Hara Makro (Fosfor-P) (M-6)
7. Unsur Hara Makro (Kalium-K) (M-7)
8. Unsur Hara Makro (Kalsium/Magnesium-Ca/Mg) (M-8)
9. Unsur Hara Mikro (Kation & Anion) (M-9)
10. Evaluasi Kesuburan Tanah Kondisi Tanah Mengalami Masalah Unsur Hara (M-10)
11. Evaluasi Kesuburan Tanah/Analisis Tanah dan Tanaman (M-11)
12. Uji Tanah & Interpretasi (M-11 tambahan)
13. Aplikasi Pupuk/Prinsip Dasar Aplikasi Pupuk (M-12)
14. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Batuan Mineral & Pupuk Artifisial (Anorganik) (M-13)
15. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Pupuk (Organik) (M-14)

27 AugPertumbuhan Umbi, Perdu, dan Anggrek

EFEK EL NINO?

Segar. Tegar, dan Bugar

Syekhfani

Masih pengamatan terhadap efek suhu tinggi, hembusan angin, dan kelembaban rendah yang diduga akibat pengaruh El Nino, penulis merekam gambar-gambar tiga jenis vegetasi tanaman koleksi di kebun halaman samping, sebagai berikut:

Tanaman Umbi:

Amarilis Merah (kuncup)

1. Kuncup Amarilis Merah

2. Kuncup Amarilis Merah

Kuncup (Jelang Mekar) Amarilis Merah

3. Kuncup     (Jelang Mekar) Amarilis Merah

Tanaman Perdu/Pohon:

3. Lantana Mix (perdu)

3. Lantana Mix (perdu)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

5. Walisongo (perdu hingga pohon)

4b. Walisongo

Tanaman Anggrek:

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

Ketiga jenis tanaman hias di atas menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang menarik dan indah.

Terkesan: Segar, tegar dan bugar!

22 AugPerkembangan Stroberi Dalam Pot

AGUSTUS 2015

Pengaruh Elnino?

Syekhfani

Setelah menjelang bulan September, musim hujan belum juga meyakinkan akan datang, maka pertanyaan yang muncul: adakah efek kemarau panjang (Elnino?) terhadap perkembangan tumbuh tanaman stoberi dalam pot di kebun halaman rumah?

Pertanyaan ini menggugah penulis untuk mengamati dan membuat gambar.

Hasilnya, seperti disajikan berikut:

a. 2-8-2015

a. 02-8-2015

b. 10-08-2015

b. 10-08-2015

c. 10-08-2015

c. 10-08-2015

d. 10-08-2015

d. 10-08-2015

e. 10-08-2015

e. 10-08-2015

f. 10-08-2015

f. 10-08-2015

Awal Agustus (buah matang dipanen)

a. 18-08-2015

a. 18-08-2015

b. 21-08-2015

b. 21-08-2015

c. 21-08-2015

c. 21-08-2015

d. 21-08-2015

d. 21-08-2015

e. 21-08-2015

e. 21-08-2015

f. 21-08-2015

f. 21-08-2015

Pertengahan Agustus (buah matang dipanen)

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/

20 AugAir dan Udara

21. resonansi-pada-kolom-udara

DUA SAUDARA TIDAK PERNAH BERPISAH

Puisi

Syekhfani

Air dan Udara

Ada di mana mana

Kemana-mana

Selalu bersama-sama

Meski sifat berbeda

Ada sifat yang sama

Bisa panas atau dingin

Air, bisa dilihat, dapat diraba

Udara, hanya mampu dirasa

Namun, mereka selalu rukun

Bak saudara kembar

Saling sayang, saling mencinta

Air egois, ingin berkuasa

Udara, selalu mengalah

Sisa tempat untuk air

Jadilah diduduki udara

Tapi ..

Jangan remehkan

Tidak ada kehidupan

Di dunia fana…

Tanpa mereka!

Tumbuhan, hewan maupun manusia

Meminum air

Menghisap udara…

Air dan Udara

Bila panas atau dingin

Dibantu oleh “vegetasi”

Yang masih segar atau pun sudah melapuk

Agar tidak terlalu panas

Ataupun terlalu dingin…

- Puisi Agustus 2015 –

11 AugTanah Sulfat Masam

PEMUKIMAN TRANSMIGRAN DI LAHAN BASAH

Tinjauan Napak Tilas

Syekhfani

Lahan pasang surut air sungai disebut dengan Tanah Sulfat Masam (Acid Sulphate Soil), terbentuk pada endapan deposit aluvial salin dan brackish pada kondisi vegetasi halofitik tipik (typical hallophytic): Avicennia, Rhizophora, dsb*.

Tanah sulfat masam didominasi oleh pirit (pyrite, FeS) pada kondisi tergenang (submerged) atau reduktif.

Apabila lapisan pirit diangkat ke permukaan (diolah), maka pirit dioksidasi oleh bakteri Thiobacillus thiooxidans, di mana sulfida menjadi sulfat. Reaksi tanah (pH) rendah disebut tanah Sulfat Masam.

Masalah yang muncul di kawasan pemukiman, selain pH rendah yaitu kadar Fe dan/atau Mn tinggi.

Sawah menghadapi masalah keracunan salah satu atau kedua unsur tersebut, selain memerlukan jenis padi toleran kondisi masam.

Kilas Balik:

Saat penulis berkunjung di kawasan pemukiman lahan pasang surut Rawa Muning, Kalimantan Selatan, tahun 1990-an; tergambar betapa sulitnya perjuangan pemukim di daerah tersebut.

Penulis yakin bahwa saat ini hal di atas telah berubah, sejalan dengan pengalaman dan kemajuan IPTEK.

Berikut gambarannya:

0. Lahan Pasang Surut

1. Lahan Pasang Surut

2. Sawah Lahan Pasang Surut

2. Sawah Lahan Pasang Surut

3. Teratai Liar

3. Teratai Liar

4. Jalan

4. Jalan

5. Tanaman Padi Sawah

5. Tanaman Padi Sawah

6. Tanaman Pematang Sawah

6. Tanaman di Pematang Sawah

7. Tanam Pohon di Pematanag Sawah

7. Tanam Pohon di Pematang Sawah

8. Tanam Sayur di Pematanag Sawah

8. Tanam Sayur di Pematang Sawah

9. Drainase

9. Drainase

10. Ibu Tanam Sayur

10. Bu Tani Tanam Sayur

11. Kelapa

11. Tanaman Kelapa

12. Mati

12. Tanaman Kelapa Mati

13. Padi Keracunan

13. Tanaman Padi Keracunan

14. Irigasi-Drainase Kawasan

14. Irigasi-Drainase Kawasan

15. Tangkap Ikan

15. Pak Tani tangkap Ikan

16. Anak-anak

16. Profil Anak-anak Tani

17. Rumah di Tinggal

17. Kondisi Rumah di Tinggal

18. Tanam Pohon Sistem Surjan

18. Tanam Pohon Sistem Surjan

19. Rumah Tinggal

19. Kondisi Rumah Tinggal

20. Semangat Kerja Ibu

20. Semangat Kerja Bu Tani

21. Air Tampak Jernih Tapi Masam

21. Air Tampak Jernih Namun Rasa Masam

22. Anak-anak Tangkap Ikan

22. Anak-anak Tani tangkap Ikan

23. Air Lagi Surut

23. Air Lagi Surut

24. Pembukaan Lahan

24. Pembukaan Lahan

25. Penulis

25. Penulis (nomor 2 dari kanan – pegang buku)

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/15/soil-sulfat-masam/

*Driessen, P.M. dan M. Soepraptohardjo. 1974. Soil for Agricultural Expansion in Indonesia: Acid Sulphate Soils, p. 16-27. Soil Res. Inst., Bogor.

10 AugDampak El Nino?

BILA CUKUP AIR

Tanaman di Kebun Tumbuh Spektakuler

Syekhfani

Di Malang, Jawa Timur (tempat tinggal penulis), saat ini, tercatat data cuaca*:
-Suhu udara 17-28oC.
-Suhu harian 25oC.
-Hujan, mungkin terjadi 50%.
-Awan, jarang-jarang terjadi.

Pada keadaan cuaca panas terik kadang-kadang diikuti hembusan angin, maka air sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh normal.

Mendung tampak akan menghasilkan hujan, ternyata angin menghalau awan mengandung air dan hanya rintik-rintik sebentar. Setelah itu, cuaca terang kembali.

Harapan tanaman memperoleh air hujan, hanya merupakan angan-angan.

Bila air cukup, meski perlu banyak dengan konsekuensi biaya, tenaga maupun waktu, maka hasilnya luar biasa.

Tanaman pohon, perdu dan rumput; buahan, sayuran maupun hiasan, produksi berlimpah dan menarik.

Berikut, gambaran keadaan tanaman koleksi penulis di halaman rumah:

1. Nangka (pohon)

1. Nangka (pohon)

1b Nangka (buah batang)

2b. Nangka (buah batang)

2a. Nangka (buah dahan bawah)

2c. Nangka (buah dahan bawah)

2b. Nangka (buah dahan atas)

2d. Nangka (buah dahan atas)

2b. Nangka (buah ranting)

2e. Nangka (buah ranting)

2e. Nangka (buah hampir matang)

2f. Nangka (buah hampir matang)

3. Delima Merah

3. Delima Merah

4. Pucuk Merah

4. Pucuk Merah

5. Melati

5. Melati

6. Lantana

6. Lantana

7. Lantana

7. Lantana (plus tawon)

8. Asoka Jambon

8. Asoka Jambon

9. Asoka Merah muda

9. Asoka Merah muda

10. Asoka Kuning

10. Asoka Kuning

11. Adenium Sembur

11. Adenium Sembur (pohon)

12. Adenium Sembur

12. Adenium Sembur (kembang)

13. Azalea Sembur

13. Azalea Sembur

14. Anggrek Tanah

14. Anggrek Tanah

15. Gloxinia

15. Gloxinia

16. Tapak Dara Merah muda

16. Tapak Dara Merah muda

17. Tapak Dara Jambon

17. Tapak Dara Jambon

18. Kembang Kertas Merah muda

18. Kembang Kertas Merah muda

19. Stroberi

19. Stroberi

Catatan perlakuan pada tanaman:
- Disiram air leding pagi atau sore, sesuai kebutuhan.
- Diberi perlakuan pupuk kompos (Bokashi) dan pupuk daun.
- Disebar cacing tanah.

*Android Samsung (HP)

31 JulMenanam Stroberi dengan Mudah

Planting Strawberry

CEPAT DAN PRAKTIS

Panduan → https://www.youtube.com/watch?v=O3cEljuKJ64

Sulur pertama, pada bagian sikunya akan muncul bakal akar.

Begitu masuk tanah, maka bakal akar tersebut akan berkembang mendukung pertumbuhan tajuk.

Agar bakal akar masuk ke dalam tanah, maka perlu bantuan penyangga.

Penyangga dibuat dari lidi dari bahan kayu lunak yang mudah di patahkan namun tidak putus.

Siapkan medium dalam sejumlah pot sesuai jumlah sulur yang siap untuk ditanam.

Ambil sulur dan bengkokkan ke medium.

Tunjang dengan lidi penyangga.

Prinsip:
1. Bakal akar dimasukkan dalam tanah dan dipaku lidi penyangga.
2. Bagian ujung yang bertunas dibuang.
3. Biarkan akar berkembang intensif untuk mendukung kanopi yang sehat dan produktif.
4. Potong sulur yang muncul selama produksi; kecuali bila dibutuhkan untuk pertanaman berikutnya.
5. Pertumbuhan akar dan tunas dapat dibantu dengan zat pemacu tumbuh (ZPT).

31 JulPohon Bauhinia

POHON ANGGREK – POHON KUPU-KUPU

Indah Menarik

Syekhfani

Bauhinia, Caesalpineaceae, berbagai jenis, bunga warna merah muda (pink), bentuk daun menyerupai kupu-kupu yang indah menarik.

Pohon kupu-kupu, begitu biasanya disebut. Inspirasi nama itu diambil dari penampilan daun yang selintas mirip bentuk kupu-kupu.

Tidak seperti daun tanaman umumnya, daun Bauhinia mempunyai sosok berbeda dan unik.

Bentuknya agak membulat, dan di sisi tengah daun ada celah yang membagi daun menjadi dua.

Namun celah tersebut tak dapat memotong daun jadi dua, melainkan berhenti sampai di seperempat, sepertiga, sampai separuh panjang daun.

Uniknya lagi, tulang daun tumbuh membujur, berjumlah 7 – 11 buah, tergantung spesies.

Helai daun sedikit agak mengatup ke atas, mengingatkan orang akan bentuk sayap kupu-kupu di alam.

Bentuk daunnya yang unik dan kecantikan penampilan bunga, membuat tanaman ini digemari para hobiis dari luar dan dalam negeri.

Konon, tanaman Bauhinia dijadikan ikon kota Hongkong.

Tak hanya sebagai penghias halaman atau taman terbuka saja, beberapa spesies di antaranya malah dikoleksi dalam greenhouse.

Jenisnya pun ternyata amat banyak. Tak kurang dari 150 spesies termasuk dalam genus Bauhinia. Untuk mengenalnya lebih jauh.

Diambil dari Bauhin

Sejarahnya sekitar abad ke-18, saat pohon ini pertama kali ditemukan, para ahli teringat akan dua botanis terkenal, Johann Bauhin dan Gaspard Bauhin.

Dua bersaudara ini banyak mengabdikan dirinya pada ilmu tumbuh-tumbuhan pada zamannya. Untuk menghargai jasa-jasa mereka, nama akhir kedua pasangan botanis itu diabadikan pada satu genus tanaman berbunga indah, Bauhinia.

Dalam genus Bauhinia terdapat 150 spesies tanaman. Habitat asalnya hampir tersebar di seluruh dunia meliputi Asia, Afrika, Amerika dan Australia.

Kebanyakan spesies ada di negara Asia, seperti India dan Cina. Sebagian besar lagi terdapat di Amerika dan Afrika.

Bauhinia banyak ditanam di beberapa bagian bumi yang beriklim tropis. Beberapa spesies bahkan banyak diintroduksi di daerah tersebut lantaran penampilannya yang indah.

Saking populernya, ada spesies-spesies tertentu yang dikoleksi hobiis tanaman hias di dalam greenhouse, seperti Bauhinia veriegata, B. corymbosa dan B. natalensis.

Kaya akan Warna

Kebanyakan jenis-jenis Bauhinia merupakan pohon yang berukuran besar sampai kecil dan perdu berkayu. Namun ada beberapa spesies pertumbuhannya memanjat, diantaranya B. corymbosa dan B. galpinii.

Selain daunnya, penampilan bunga yang atraktif dengan warna-warna cerah semakin melengkapi kecantikan sosok tanaman ini. Putih, merah muda, merah cerah, ungu muda, sampai kuning, adalah koleksi warna bunga Bauhinia sp.

Semarak sosok bunga tampak amat mencolok di antara warna hijau dedaunan. Bentuk petal yang unik dengan kombinasi bentuk tepung sari, menambah indah tanaman ini.

Kebanyakan Bauhinia diperbanyak dengan setek atau biji. Namun ada pula yang memperbanyaknya dengan bagian sucker atau tunas yang tumbuh dari pangkal (bawah) tanaman.

Untuk mengenal tanaman ini lebih jauh, simak satu jenis berikut (koleksi di Depan Rumah Penulis): Bauhinia purpurea

1. Kembang Bauhinia (Pohon Anggrek)

2. Grombol Kembang Bauhinia

3. Burung Perenjak (dalam lingkar merah)

Burung Perenjak (lingkaran merah)

Lihat pula: http://www.ngasih.com/2014/09/21/jenis-pohon-kupu-kupu-yang-berbunga-indah-dan-cantik/#ixzz3ayAD8zzR

31 JulKetika Paceklik di Desa

imagesJ57KYC1K

SUMBER PANGAN IDOLA

Ubijalar & Ubikayu

Syekhfani

Masih ingat saat itu, penulis masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP), saat terjadi kemarau panjang menerpa.

Keluarga kami, terutama yang hidup di kampung, lalu mengalami kendala kekurangan pangan (malese, paceklik, scarcity of food).

Tanaman padi sawah tidak bisa tumbuh baik, selokan irigasi tidak mampu memasok air irigasi secara normal.

Saat itu, pasokan pangan untuk pegawai negeri hanya berupa “uyek” (butiran ubi kayu kering) yang berbau penguk.

Ayah penulis, sebagai seorang guru sekolah rakyat (SR, SD sekarang), menerima ransum “uyek” tersebut.

Dalam kondisi demikian, ayah terpaksa memgerjakan sawah keluarga yang tinggal di kota, yang berstatus bera.

Bersama-sama petani kawasan sawah yang (berjumlah beberapa puluh), ayah bersepakat untuk membuka lahan padang (sehari-hari digunakan sebagai lapangan sepak bola para remaja kampung); milik bersama untuk ditanami ubikayu.

Masing-masing petani memperoleh lahan kebun ubikayu sekitar 1/4 hektar.

Walhasil, dari kebun ubikayu tersebut, ayah dan petani mendapat tambahan sumber pangan, sambil menunggu padi sawah panen.

20 JulDaur Ulang Lumpur Laut

Krauskopf

AMELIORASI KESUBURAN TANAH

Syekhfani

Proses Aluviasi dan Koluviasi lahan bereaksi masam berumur lanjut (Ultisol), melarutkan dan membawa unsur-unsur basa lemah (Al, Fe, Mn) melalui proses erosi dan/atau pencucian (leaching).

Apabila materi aluvial/koluvial akhirnya mengendap di laut, maka endapan lumpur laut mengandung unsur basa-basa lemah Al, Fe, dan Mn bercampur dengan basa-basa kuat Na, Ca, Mg, dll. Yang terkandung dalam laut.

Unsur basa lemah (dan kombinasinya dengan senyawa asam lemah) menghasilkan senyawa yang bersifat “buffer” (penyangga), mempunyai muatan ion tergantung pH (pH dependence charge), positif (+) pada pH rendah (reaksi masam) dan negatif (-) pada pH tinggi (reaksi basik).

Senyawa “buffer” meningkatkan kapasitas angkut (carrying capacity) unsur hara sehingga dapat meningkatkan kemampuan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Dengan demikian, pemanfaatan lumpur laut dari endapan ferralisasi/silikasi berpeluang dalam upaya ameliorasi lahan marginal masam (Ultisol).

Dengan kata lain, dapat mengubah lahan vegetasi alang-alang menjadilahan budidaya tanaman pertanian.

Lumpur laut, bertindak sebagai amelioran perbaikan komponen sifat fisik dan kimia (fisiko-kimia) tanah.

Dalam air laut terkandung sumber unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman.

Tabel berikut merupakan senyawa utama terkandung dalam air laut (Krauskopf, 197)*:

Table 1. Principal dissolved substances in sea water

Substance Part per million Percent of total salt

Cl- 18.800 35.05

Na+ 10.770 30.61

SO42- 2.715 7.68

Mg2+ 1.290 3.69

Ca2+ 412 1.16

K+ 380 1.10

HCO3- 140 0.41

Br- 67 0.19

H3BO3 26 0.07

Sr2+ 8 0.03

Butuh Komponen Biologi:

Potensi Lumpur laut dalam ameliorasi sifat fisiko-kimia tersebut perlu dibantu oleh amelioran sifat biologi tanah.

Dalam praktek pertanian, amelioran sifat biologi adalah pupuk kandang, yang kaya akan mikroorganisme penyubur tanah.

→ Lihat: Francina Matulessy (Universitas Patimura. Ambon): Disertasi Doktor, Program Pasca Sarjana, Fakultas Pertanian Brawijaya – Malang – 2015.

*Krauskopf, K. B. 1979. Introduction to Geochemistry (Int. Student Edition). McGraw-Hill Kogakusha, Ltd. Tokyo. p: 263 (617p.).