04 AprFermentasi

Fermentasi

RESPIRASI ANAEROBIK

Pernapasan, Perombakan, Enersi

Syekhfani

Pernapasan (respirasi), dikenal ada dua: aerobik (kondisi kaya oksigen) dan anaerobik (kondisi kurang oksigen), merupakan aktivitas makhluk (organisme) hidup.

Organisme aerobik hanya mampu bernafas bila cukup oksigen bebas, organisme anaerobik mampu bernafas menggunakan senyawa mengandung oksigen, setelah melakukan perombakan karbohidrat (fermentasi).

Pada awalnya fermentasi diartikan sebagai pemecahan gula menjadi alkohol dan CO2. Kemudian berkembang menjadi pemecahan laktosa menjadi asam laktat oleh Streptococcus lactis dalam suasana anaerobik (kurang oksigen).

Lihat: → http://www.smallcrab.com/makanan-dan-gizi/878-pengolahan-pangan-dengan-fermentasi

REAKSI: (teoritik)

Lihat: → http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermentasi&veaction=edit&vesection=5

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (118 kJ/ mol)

Gula (glukosa, fruktosa, sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

PRAKTIKAL:

Di lain sumber, fermentasi disebutkan sebagai proses pengubahan bahan organik menjadi bentuk lain yang lebih berguna dengan bantuan mikroorganisme secara terkontrol.

Mikroorganisme yang terlibat di antaranya adalah bakteri, protozoa, jamur atau kapang atau fungi dan, ragi atau yeast.

Contoh proses fermentasi adalah: pembuatan tape, tempe, kecap, oncom, roti, brem, keju, dan yoghurt.

Untuk menghasilkan suatu produk fermentasi tertentu, dibutuhkan kondisi fermentasi dan jenis mikroba dengan karakteristik tertentu juga.

Oleh karena itu, diperlukan keadaan lingkungan, substrat (media), serta perlakuan (treatment) yang sesuai sehingga produk yang dihasilkan menjadi optimal.

Lihat: → http://ardra.biz/sain-teknologi/bio-teknologi/pengertian-manfaat-proses-fermentasi/

Pengertian dasar tentang fermentasi ini sangat dibutuhkan dalam meramu bahan-bahan “pupuk” atau “pengondisi tanah” dalam upaya ameliorasi tanah-tanah pertanian.