10 SepKunci Kehidupan di Muka Bumi

Bahan Organik Kompos

BAHAN ORGANIK

Udara – Air – Hara

Syekhfani

Tanaman, separuh tubuhnya hidup di udara (tajuk) dan separuh lagi dalam tanah (akar). Seperti makhluk hidup lain di bumi ini (manusia, hewan), maka tanaman pun membutuhkan faktor kehidupan utama: udara, air, makanan (kritis sesuai urutan), cahaya, dan ruang gerak (lebih sempit dari manusia dan hewan).

Demi kehidupan yang layak, maka semua faktor tersebut harus terpenuhi secara optimal. Apabila salah satu atau lebih terbatas atau tidak terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat atau bahkan mati.

Faktor kehidupan tersebut dinamakan ‘faktor kehidupan esensial’. Pengelolaan tanaman yang baik berarti membuat kondisi lingkungan tanah dan udara mikro (tempat tumbuh tanaman) memenuhi syarat yang dikehendaki suatu jenis tanaman.

FAKTOR KEHIDUPAN DALAM TANAH

Udara: Akar tanaman berada dalam tanah sebagai komponen makhluk hidup penghuni tanah; karena itu ia membutuhkan udara untuk bernafas.

Udara tanah berada dalam ruang pori (makro, mikro) dan kapasitasnya tergantung air tanah yang menempatinya untuk sementara (sebelum diserap akar atau mengalir akibat gradien ketinggian tempat akibat gaya gravitasi). Ruang pori tanah (makro, meso, mikro), berfungsi sebagai wadah udara dan air tanah.

Ruang pori makro (sebagian juga meso) umumnya ditempati udara, sedang sisanya oleh air. Dengan demikian, sifat fisik tanah yang berkaitan dengan ukuran dan stabilitas ruang pori sangat menentukan sifat fisik tanah dalam hal tata udara dan air tanah.

Air: Sekitar 90 persen tubuh tanaman terdisi dari air, hanya 10 persen saja berupa padatan.

Oleh sebab itu betapa penting air bagi kehidupan tanaman tidak dapat dipungkiri. Selain sebagai medium, air berfungsi sebagai pelarut alami, alat transportasi dan molekul H2O yang mengendalikan semua proses metabolisme, transportasi metabolit, dan pembentuk jaringan tubuh tanaman.

Ia berfungsi membawa unsur-unsur hara dari dalam tanah ke tubuh tanaman untuk selanjutnya berfungsi dalam metabolisme; selanjutnya metabolit hasil metabolisme diangkut kembali ke seluruh tubuh

Hara: Unsur hara (nutrisi) tanaman digolongkan dalam dua golongan, yaitu:

(a) hara esensial (unsur pembentuk atau membantu pembentukan jaringan tubuh tanaman, ada 16 unsur (makro: C, H, O -> alami dalam bentuk gas, CO2, O2, H2; air, H2O, atau padatan, bahan organik; N -> Legum, Casuarina, Cycas; P -> Tithonia, Chromolaena; K -> Palmae, Si -> Cerealia; Hewan -> darah/tulang), dan

(b) hara non-esensial, berfungsi dalam membantu metabolisme sebagai regulator, transformator, katalisator, atau transfer unsur/enzim/ko-enzim, metabolit/fotosintat; tidak ikut membentuk jaringan tanaman; fungsinya dapat dilakukan bersama, saling bantu, saling ganti dengan unsur lain; tanaman tetap tumbuh tanpa unsur tersebut tetapi akan tumbuh lebih baik bila mereka ada; contoh Na (pada tanaman palma), Co/V (pada tanaman legum), atau Si (pada tanaman serealia); hara non-esensial ini disebut juga dengan istilah hara fungsional.

Faktor kehidupan dalam tanah, semua ada dalam bahan organik; dan aplikasi bahan organik ke dalam tanah menyebabkan faktor kehidupan (udara, air, hara) menjadi baik karena pengaruh bahan organik tanah bersifat “multi pupose” (peran ganda); tata udara, tata air, tata hara.

Bahan organik adalah sumber hidup dan kehidupan di muka bumi!