26 MarBudidaya Pertanian Lahan Gambut

Lahan Gambut

POTENSI LAHAN PEKARANGAN

Budidaya Tradisional di Lahan Sempit Marginal

Syekhfani

Lahan gambut, tepatnya lahan bergambut (peaty soil), secara umum tergolong “kurang” potensial untuk lahan budidaya pertanian ditinjau dari segi kelas kemampuan lahan (land capability, land suitability), karena tanah bergambut mempunyai sifat kesuburan (fisik, kimia, dan biologi) rendah.

Budidaya pertanian di lahan gambut (peaty soil), adalah merupakan budidaya spesifik yang memerlukan teknologi masukan tinggi (high input technology), membutuhkan upaya reklamasi dan ameliorasi, apabila akan digunakan untuk budidaya pertanian skala luas.

Namun demikian, ada penduduk setempat yang memanfaatkan potensi lahan “marginal” ini untuk memperoleh nilai tambah sebagai usaha sambilan, yaitu menanam berbagai jenis tanaman hortikultura di lahan pekarangan.

Lahan gambut dibuka tanpa atau dengan olah tanah minimum, hanya sekedar menghilangkan vegetasi gulma; sehingga pekerjaan olah tanah ini termasuk ringan, karena sifat fisik gambut tergolong gembur, yaitu berupa bahan induk organik (Histosol).

Berikut ini disajikan contoh kegiatan beberapa Penduduk Desa Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kabupaten Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah, yaitu menanam sayuran dan buahan di lahan pekarangannya (Gambar).

Gambar 3

Gambar 13

Lahan Pekarangan

Gambar 12

Gambar 10

Gambar 9

Tanaman Sayuran (Kangkung, Bawang Besar)

Gambar 8

Tanaman Buahan (Nenas)

Gambar 16

Pemupukan (pupuk kandang, dolomit, dll.)