26 JunSOIL-Organic Garden

 

Organic-vegetable-cultivation.jpeg[1]

  

ORGANIC GARDEN

(KEBUN / PERTANIAN ORGANIK)

Marie Iannotti

(Organic Garden)

 

 

Apa itu kebun (pertanian) organik?

- Dasar untuk berkebun (bertani) organik

 

Apa artinya memiliki kebun organik?

-Artinya anda menyediakan tempat nyaman bagi serangga pemakan tanaman?

-Jawaban singkat adalah anda tidak menggunakan produk-produk sintetis, termasuk pestisida dan pupuk.

-Idealnya, berkebun organik adalah memanfaatkan semua sumber berguna, seperti menyuplai tanah dengan kompos sisa tanaman atau menanam kacang-kacangan menambahkan nitrogen ke daerah yang telah ditanam dengan pupuk berlebihan.

-Secara garis besar adalah melakukan kerjasama dengan alam, menjadikan lahan anda sebagai bagian kecil dari sistem alami.

 

Berikut adalah beberapa dasar-dasar anda mulai dengan berkebun organik:

 

Apa yang dimaksud dengan bahan organik?

-Pelapukan sisa tanaman dan hewan, termasuk kompos, potongan rumput, daun kering dan sisa-sisa biologis lain.

-Bahan organik digunakan sebagai amandemen dan pengondisi tanah. Bisa berupa tambahan bahan organik baru atau digunakan sebagai ganti bahan organik atau mulsa yang sudah ada sebelumnya.

 

Apa tanah itu begitu penting?

-Salah satu kebutuhan mendasar dari berkebun organik adalah untuk “Memberi makan tanah dan tanah akan memberi makan tanaman”.

-Tanaman mendapatkan air, udara dan nutrisi dari tanah.

-Tanah liat lebih tinggi nutrisi dari pada tanah pasir dan menahan air lebih baik.

-Kadang-kadang daya pegang air terlalu tinggi dan tanaman kekurangan udara.

-Tanah berpasir mudah kering, tetapi dapat digunakan sebagai amandemen untuk memperluas lahan.  Dalam hal ini maka bahan organik memegang peranan penting.

-Penambahan bahan organik memperbaiki struktur tanah dan serta menarik organisme sebagai agen peningkatan nutrisi dalam tanah.

 

Bagaimana Anda mengendalikan hama dan penyakit tanpa bahan kimia?

-Berkebun organik tidak berarti anda harus berbagi apel dengan cacing-cacing, tetapi mungkin anda akan mencari tanaman dan menghasilkan bahan organik.

-Karena anda mencoba untuk bekerjasama dengan alam, kadang-kadang anda sesekali harus menerima hama di kebun.

-Anda harus memeriksa tanaman secara teliti, waspada dan teratur terhadap gejala yang muncul dan segera  mengambil tindakan.

-Perlu diingat bahwa tidak setiap serangga adalah musuh dan bukan selalu berarti harus pakai pestisida.

-Ada banyak pestisida organik yang tersedia, tapi perlu yakin bahwa ia dapat mengatasi masalah dan bahwa anda tahu hal tersebut.

-Anda dapat hidup dengan sedikit kerusakan. Beberapa serangga melakukan kerusakan itu namun masih dapat berlanjut untuk musim berikutnya.

-Pertimbangkan jika anda mengalami masalah hama karena tanaman Anda stres dan tidak memiliki sumber daya untuk membela diri.

-Interplanting dan diversifikasi akan melindungi anda dari kehilangan petak tanaman yang luas, dan perlu di selang selingi dengan petak tanaman penarik serangga.

-Banyak serangga dan hewan yang lebih besar dianggap menguntungkan, musuh serangga hama. Meraih semprotan dapat setiap kali anda melihat hama akan membunuh serangga menguntungkan tersebut.

-Lady bug dan tawon menyantap aphid. Burung menelan ulat. Katak, kadal dan bahkan ular semua berkontribusi terhadap keseimbangan di kebun anda dan mencegah populasi hama yang menjadi penyebab masalah.

-Pencegahan masalah banyak hambatan. Ngengat bertelur perlu dicegah. Trap pulut warna kuning dapat dengan mudah menangkap lusinan hama terbang.

-Melumas pangkal batang akan memotong serangan cacing dan banyak penggerek.

-Ada saatnya anda akan perlu aplikasi pestisida untuk mencegah kehilangan tanaman.

-Pestisida organik atau alami dapat sangat efektif dan biasanya kurang beracun bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar dari pestisida sintetis.

 

Apa lagi yang terlibat dalam berkebun sama dengan alam?

-Ada banyak unsur yang dapat berkontribusi terhadap iklim kebun yang sehat.

-Tanaman yang cocok dengan kondisi pertumbuhan mereka akan lebih sehat daripada tanaman yang stres.

-Tanaman stres sangat menarik bagi hama.

-Jangan memilih tanaman yang memerlukan sinar matahari penuh jika anda tinggal di sebuah hutan yang teduh.

-Demikian pula, jangan pilih tanaman pada lingkungan yang lembab jika anda memiliki tanah berpasir dan sinar matahari penuh.

 

Lihat pula:  Wikipedia – Pertanian_organik

 

24 JunSOIL-Anequal Crops Gene

imagesCA2XUR82

 

ANEQUAL CROPS GENE

 

Episode:  Why (mengapa)?!

Syekhfani

 

Why (mengapa)?!  biji tomat  (Solanum lycopersicum) dan biji cabai  rawit (Capsicum frutescens), bentuk, ukuran dan warna biji mirip (equal)?!

Ditanam berdekatan (jarak 50 cm), pada tanah yang sama!

Memperoleh, udara, sinar matahari, air/hujan yang sama!

Diberi pupuk,  dipelihara  setiap hari sama!

Apa yang terjadi?!

 

Awalnya, kedua biji (benih) jadi kecambah yang sama bentuk dan penampilannya,

Muncul keping biji bentuk serta ukuran yang sama,

Makin hari, tumbuh makin besar…!

 

Setelah itu, ukuran, jumlah dan kanopi jadi berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Saat muncul bunga, putik dan buah juga berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Tomat berbentuk bulat, cabe lonjong, warna sama-sama hijau saat muda, merah setelah masak, Mengapa?!

Rasa? Tomat manis, Cabe pedas! Mengapa?

 

Padahal, keduanya tumbuh di tanah berdekatan, memperoleh air, udara, sinar dari sumber yang sama? Kenapa jadi berbeda (anequal)?

Siapa yang menyebabkan?

Genetik?!

Apa yang berbeda (anaequal)?

Bagaimana caranya?

Siapa yang mengatur… ??!!

 

17 JunSOIL-Umbi Tradisional Pangan Alternatif

 

TANAMAN UMBI TRADISIONAL TROPIKA INDONESIA – SUMBER PANGAN ALTERNATIF

 

Jenis – Syarat tumbuh – Budidaya

 

Tanaman umbi-umbian, adalah jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia dan belum dibudidayakan secara intensif;  kecuali:  ubikayu, kentang, dan ubijalar.

Di indonesia, umbi termasuk jenis pangan alternatif, di samping pangan pokok beras.  Bahkan di beberapa daerah/tempat umbi menjadi pangan pokok lokal setempat.

Para ahli gizi menyarankan agar mengkonsumsi sumber karbohidrat umbi dari pada beras, terlebih lebih bagi penderita “diabetes“.

Berikut dikemukakan beberapa jenis umbi yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai pangan alternatif, selain ubikayu, kentang dan ubijalar (lihat pos:  SOIL-Ubi Lahan Kering):

CannaEdulis2[1]

Ganyong – Canna (Canna edulis Ker

CannaEdulis[1]

1. Ganyong, Canna (Canna edulis Ker. – Cannaceae).

Tergolong herba tahunan dengan tinggi 2 meter, berasal dari Andes.

Umbi akar (rhizomes) dikonsumsi setelah dipanggang atau rebus dan dapat digunakan sebagai bahan penghasil tepung kanji (starch). Daun muda dan akar muda dapat pula digunakan sebagai penghasil tepung kanji tetapi jarang dilakukan.

Budidaya:  Biji atau tunas umbi ditanam dalam baris 75 x 100 cm.  Tanaman biasanya dipanen setelah berumur 4 hingga 12 bulan.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Canna+edulis

Gembili1

Gembili – Coleus parviflorus Benth.

Gembili2

Gembili3

2. Gembili, “Black Potato (Coleus parviflorus Benth. – Cyperaceae) sinonim:  Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.

Berasal dari Afrika, dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.  Umbi kecil dan berwarna coklat dikonsumsi sebagai sayuran.

Budidaya:  Gembili dikembang biakkan dengan umbi akar (rhizome) dengan jarak baris 40 x 40 cm.  Tunas ditumbuhkan selama 5 bulan.  Hasil dilaporkan petani Indragiri, Riau yaitu 10 ton umbi segar per hektar.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.ebay.com.au/itm/5-Bulbs-COLEUS-PARVIFLORUS-BENTH-Cooking-Plant-FREE-Phytosanitary-Certificate/400432780958?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item5d3ba7569e

 

220px-Dioscorea_balcanica_BotGardBln310505[1]

Uwi, “Yam” (Dioscorea spp. -  Dioscoreaceae)

3. Uwi, “Yam (Dioscorea spp. – Dioscoreaceae).

Juga dikenal sebagai umbi “gadung” (Sumatera Selatan), merupakan herba tahunan memanjat  dan umbinya baru dapat dimakan bila telah melalui pencucian dan pemasakan sehingga bahan meracun (alkaloid) hilang.  Namun dilaporkan ada jenis “yam” di Sumatera yang tidak beracun.

Budidaya:  tunas umbi atau irisan mata tunas umbi disemaikan di lapangan (in situ).  Tanaman dibiarkan tumbuh hingga daun-daun menguning.  Dilaporkan produktivitas yam adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dioscorea

http://en.wikipedia.org/wiki/Yam_(vegetable)

 Bengkuang

Bangkuang – Pachyriihizus eosus (l.) Urb.

4. Bangkuang, “yam bean” (Pachyriihizus eosus (l.) Urb. – Legumonosae).

Bangkuang merupakan herba tahunan memanjat berasal dari Amerika Tengah.

Daun, polong, dan biji adalah meracun, tetapi umbi muda dapat dimakan mentah. Tanaman bengkuang tumbuh baik pada tanah gembur, subur dan drainase baik.

Budidaya:  Dikembang biakkan dengan biji yang ditugalkan di galengan atau bedengan sempit. Hasil yang dilaporkan adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Pachyrhizus_erosus_Blanco2.249.png

 

Teks:

Driessen, P.M. dan  Permadhy Sudewo.  – . A Review of Crops and Crop Perfomance on Southeast Asian Lowland Peats.  Soil Res. Inst., Bogor. Bulletin 4.

 

16 JunSOIL-Pohon/Semak Fiksasi N

  

POHON/SEMAK FIKSASI NITROGEN

 

Jenis Pohon/Semak Penambat N dalam Sistem Agroforestri

 

Species epithet – “nama umum” (subfamili, famili) – pusat asal tanaman – penyebaran – penggunaan – deskripsi – botani – ekologi

Pohon/semak penambat (fiksasi) unsur nitrogen atmosferik dalam budidaya tanaman sistem wanatani (agroforestry), Vergara, 1987:

  • Sistem tanaman pagar dan sistem budidaya (Alley cropping and farming systems)
  • Taungya
  • Tanaman campuran (Compound farming)
  • Vegetasi tahunan dalam Strip (Strips of perennial vegetation)

1. Albizia falcataria

1a. Albizia falcataria

1. Periserianthes falcataria (L.) Nielsen.

Indonesia,  Papua Nugini;  tersebar luas di daerah tropika;

Kayu gelondong (s.g. rendah = 0.33), kayu pulp, perbaikan tanah;

Pohon hingga  40 meter;  juga  disebut sebagai Albizia falcataria;

Tropika basah hingga hujan minimum 1000 mm;

Dataran menengah (midland).

Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Jeungjing

2. Acacia mangium

2a. Acacia mangium 

2. Acacia mangium Willd.

Mangium“, “Brown salwood

Australia  Timur Laut, Papua Nugini, Indonesia;

Kayu gelondong, pulp, kayu bakar;

Pohon  hingga 30 meter;  phylloides  besar;

Tropika basah; tahan tanah masam.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Acacia_mangium

3. Gliricidia sepium

3a. Gliricidia sepium

3. Gliricidia sepium (Jacq.) Walp.

Madre de cacao“, “Quickstick” (Papilionoideae, Leguminosae);

Amerika Tengah/Meksiko;  sekarang tersebar luas;

Kayu bakar, kayu gelondong, pelindung, pohon hias, pakan ternak;

(lebih disukai bila dilayukan) dengan DMD tinggi (55%).

Pohon  hingga 15 meter;

Mudah  diperbanyak dengan stek; tumbuh cepat;

Tropika basah hingga mesik sampai ketinggian 1000 meter;

Salah satu legum wanatani terpenting; fleksibilitas pengelolaan tinggi dan adaptasi luas;

Varietas baru memberi harapan perbaikan hasil dan bentuk lebih baik sebagai pohon produksi.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Gliricidia_sepium

4. Leucaena leucocephala

4a. Leucaena leucocephala

4. Leucaena leococephala (Lam.) de Wit.

Leucaena“, “Ipil-ipil“, “Lamtoro“;

Amerika  Tengah,  Meksiko;  tersebar luas;

Pakan ternak (DMD tinggi, 60-70%), kayu bakar, pelindung, kayu pulp, postwood, lumber, sayuran;

Pohon  hingga 20 meter;

Tropika kering hingga mesik;

Tidak tahan masam, tumbuh lambat di dataran tinggi;

diteliti secara luas dan ditanam, cepat tumbuh.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Leucaena_leucocephala

 5. Calliandra calothyrsus

5a. Calliandra calothyrsus

5. Calliandra callothyrsus Meissn.

“Kaliandra” (Mimosoideae, Leguminosae).

Amerika  Tengah  dan Selatan;

Kayu bakar, pupuk hijau, pakan ternak kualitas jelek (DMD 41%), pohon hias;

Semak  hingga  7 meter;

Tropika basah, tahan dingin;

Cepat tumbuh;

Tahan tanah masam, miskin atau alkalin.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Calliandra

6. Erythrina sumbumbrans (2)

6a. Erythrina sumbumbrans

6. Erythrina sumbumbrans (Hassk.)Merrill.

“Dadap duri”.

India, Sri Lanka; berkembang di Asia Tenggara (kecuali Papua Nugini);

Peneduh (kopi), penahan angin;

Pohon  hingga 25 meter;

Tropika  basah dataran rendah, seringkali di rawa;

Digunakan secara luas sebagai penahan angin.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Erythrina_subumbrans

 7. Sesbania grandiflora

7a. Sesbania grandiflora

7. Sesbania grandiflora (L.) Poir.

West Indian Pea Tree“, “Katurai” (Phillipina), “Turi” (Indonesia),”Gallito” (Karibia);

Indonesia dan Australia; sekarang tersebar luas;

Makanan (bunga, polong, daun); pakan ternak (daun); kayu pulp, pohon hias, pohon persemaian;

Pohon  hingga 10 meter;  = S.  formosa  F. Muell;  hidup pendek;  tumbuh cepat;  regenerasi daun lambat;

Tropika mesik (> 1000 mm); tahan genangan;

Pupuk hijau, pakan ternak, serat.

Lihat:  http://www.flickriver.com/photos/adaduitokla/6240494201/

 

Vergara, N.T. 1987. Agroforestry: A sustainable land use for fragile eco-systems in the humid tropics. Pages 7-20. In: Gholz, H.L. (ed.). Agroforestry: Realities, possibilities and potentials. Martinus Nijhoff Publishers, Dordrecht, Netherlands.

Lihat:  http://old.iita.org/cms/details/trn_mat/irg26/irg263.htm

 

06 MaySOIL-Cover Cropping System

 

 

COVER CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

 

Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

  • Cover cropTanaman penutup tanah:  adalah tanaman menjalar, berdaun lebat, tumbuh cepat dan berumur pendek yang berfungsi menutup permukaan tanah,  menghambat aliran permukaan (runoff) dan mencegah erosi, menjaga suhu dan kelembaban tanah, serta sebagai sumber bahan organik tanah.
  • Jenis cover crop, terutama dari leguminosa atau tanaman menjalar berdaun lebar yang bahan pangkasannya mudah mengalami dekomposisi.
  • Cover crop umum digunakan, yaitu tanaman penambat unsur N:  mukuna (Mucuna pruriens), kalapo (Calapogonium mocunoides)), puraria (Pueraria phaseloides), enceng-enceng (Crotalaria juncea;  C. anagyroides), sentro (Centrosema pubescens), desmodium (Desmodium heterophyllum), dan lain-lain.
  • Diperlukan koleksi benih dalam jumlah banyak agar dapat mencukupi kebutuhan penutupan tanah untuk area luas.
  • Penanaman dilakukan sebelum atau bersama-sama tanaman utama (sistem tumpang-sari atau tumpang-gilir).
  • Pangkasan biomas, dikembalikan ke bidang tanam secara merata dan dikomposkan setempat (in situ).
  • Lahan yang telah diperlakukan dengan biomas cover crop, mempunyai kandungan bahan organik tinggi, daya pegang air dan unsur hara meningkat, dan siap untuk  dibudidayakan tanaman pertanian.
  • Sistem ini intensif diteliti dalam Program Penelitian Manajemen Nitrogen daerah tropika basah di PG Bungamayang (lihat post:  SOIL-Cassava based Cropping System dan SOIL–Hedgerows Cropping System).
  • Gambaran kegiatan adalah sebagai berikut:

 

 0

Area percobaan “Cover Cropping System” di PG Bungamayang

Persiapan Benih

3

 Area alang-alang (Imperata cylindrica), ditebari biji mukuna (Mucuna pruriens), sekaligus berfungsi sebagai lahan penghasil benih.  Mukuna diberi ajir agar dapat menghasilkan polong dalam jumlah lebih banyak.

   4

Mukuna memanjat ajir dan menghasilkan polong

   5

6

Koleksi dan seleksi biji Mukuna untuk persiapan tanam

 Plot Percobaan

 13

7

Plot:  Mukuna (Mucuna utilis, M. pruriens)

   8

Plot:  Kalapo (Calapogonium mocunoides)

   9

Plot:  Puraria (Pueraria phaseoloides)

   11

Plot:  Enceng-enceng (Crotalaria  anagyroides)

   14

Plot:  Koro pedang (Canavilium sp.)

  12

Plot:  Kontrol (bero)

1

2

Lahan percobaan: plot-plot vegetasi biomas segar (atas) dan biomas kering (bawah) – kontras dengan jalan batas plot (warna cerah)

(latar belakang:  plot-plot Hedgerows Cropping System)

 

05 MaySOIL-Hedgerows Cropping System

 

HEDGEROWS CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

  • HedgerowsTanaman lorong, tumbuhan semak atau pohon tahunan (perenneal) berakar dalam serta kaya biomas, ditumpangsarikan dengan tanaman semusim (annual) berakar dangkal (legum, sereal) dari jenis tanaman pangan, sayuran, atau ubi-ubian; dengan cara: tanaman annual ditanam di antara perenneal  jarak 4 – 8 meter. Tanaman pohon disebut tanaman pagar dan tanaman semusim disebut tanaman lorong.
  • Pemilihan jenis tanaman perenneal:  perakaran dalam, kaya biomas, toleran terhadap kondisi setempat, tahan terhadap kekeringan, penyakit dan pemangkasan.
  • Sistem tanam tanaman annual:  tumpang gilir (relay planting), jenis legum digilir dengan non legum.
  • Biomas sisa pangkasan dan sisa panen, seluruhnya dikembalikan ke bidang lorong secara merata dan dikomposkan setempat (in situ).
  • Sistem perakaran dalam yang dikombinasikan dengan perakaran dangkal, adalah stratifikasi zone perakaran untuk mencegah kompetisi terhadap medium, unsur hara dan air.  Selain itu, perakaran dalam mencegah terjadi kehilangan unsur hara melalui pencucian (leaching).
  • Tanaman pagar yang dipangkas dan biomasnya dikembalikan ke permukaan tanah, merupakan siklus hara tertutup (close nutrient recycling) dan jaring penyelamat (safety net) unsur hara.
  • Sistem pertanaman ini adalah rangkaian dari kegiatan program penelitian Manajemen Nitrogen di daerah tropika basah (lihat post:  SOIL – Cassava based Cropping System).
  • Contoh kegiatan penelitian sebagai berikut:

 

 IMG_0001 - Copy

Area percobaan “Hedgrows Cropping System” di PG Bungamayang

Persiapan:  Pembentukan Kerangka Pertanaman

IMG_0002

 Tanaman pagar jarak 4 hingga 8 meter dipotong setinggi satu meter dari atas tanah

IMG_0003

Bahan pangkasan disebar merata di permukaan bidang lorong

IMG_0004

Kerangka (frame) patokan pangkasan (pangkasan bentuk): tinggi dan lebar bidang tanaman pagar disesuaikan dengan jenis pohon pagar

IMG_0005

Bentuk tanaman pagar (hedgerows crop)

Pertanaman:  Hedgerows

 IMG

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) - Mukuna (Mucuna pruriens)/cover crop

IMG_0013

Plot:  Glirisidia (Glyricidia sepium) – Mukuna (Mucuna pruriens)/cover crop

 IMG_0008

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) dan Petaian (Pelthoporum pterocarpum) - Kedelai (Glycine max)

 IMG_0009

IMG_0010

IMG_0011

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) – Jagung (Zea mays)

IMG_0012

Plot:  Kaliandra (Calliandra calothyrsus) – Padigogo (Oryza sativa)

Di tempat lain

alleycrop

IMG_0014

“Hedgrows Cropping System)” pada lahan lereng

04 MaySOIL-Cassava Based Cropping System

   

CASSAVA BASED CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

 

 Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

 IMG_0009

Cassava (Manihot esculenta) – Aldira 1

  • Cassava (Manihot esculenta) – Euphorbiaceae: ubikayu, ditanam untuk memproduksi ubi sebagai bahan pangan alternatif, tepung tapioka, ataupun pakan ternak.
  • Tanaman ubikayu umumnya ditanam secara monokultur;  menyebabkan kesuburan tanah cepat tergradasi karena tanaman ini banyak menyerap unsur hara dari tanah untuk memproduksi ubi.
  • Karena itu, agar kandungan unsur hara tanah tidak cepat habis, maka dibutuhkan sistem manajemen yang baik.
  • Tumpangsari, merupakan sistem pertanaman polikultur, beberapa jenis tanaman berbeda  ditanam pada waktu bersamaan atau bergiliran.
  • Karena tanaman ubikayu tergolong berumur tahunan (pereneal), ia dapat ditumpangsarikan dengan beberapa jenis tanaman umur pendek (annual).  Sistem tumpangsari dikenal sebagai “cassava based cropping system” (sistem pertanaman berbasis ubikayu).
  • Kombinasi tanaman pereneal dengan tanaman annual, mencegah kompetisi terhadap ruang, medium, unsur hara dan air.
  • Sistem ini telah diteliti secara intensif di lokasi PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara, oleh tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan PTP XXXI/XXXII dan IB-Netherland di tahun 1980-an.
  • Contoh kegiatan penelitian tersebut antara lain disajikan sebagai berikut:

 IMG_0002

Base camp percobaan “Cassava Based Cropping System”

 IMG_0003

Persiapan lahan percobaan

 IMG_0004

Plot:  Cassava monokultur

 IMG_0005

 Plot:  Cassava – Padigogo

 IMG_0006

Plot:  Cassava – Kacang tunggak (Cowpea)

IMG_0007

Plot:  Cassava – Jagung (Zea mays)

 IMG_0008

Plot:  Cassava – Padigogo (setelah Kacang tunggak)

 IMG_0010

 Ubikayu untuk pakan ternak

24 AprSOIL-Stratifikasi Zona Perakaran

ZONA PERAKARAN POHON KELAPA TERBATAS –  PELUANG TUMPANGSARI

  

Budidaya Tanaman di Bawah Pohon Kelapa

 

Contoh:   Manado, Gorontalo  –  Sulawesi Utara

Foto-foto:  Syekhfani

51

Rumah Adat Manado

Rumah adat Manado

Pohon kelapa, tersebar luas di seluruh nusantara Indonesia sebagai tanaman khas pantai;   disebut tanaman “minum air laut”. Tanaman kelapa toleran terhadap salinitas (salinity) dan kondisi tanah berpasir (sandy soil).

Sistem perakaran dalam, vertikal terbatas, memugkinkan budidaya tanaman lain berakar dangkal (pangan, hortikultura, atau ubi-ubian), bahkan jenis pohon lain tumbuh di antara pohon.

Perlu persiapan lahan seperti halnya budidaya umumnya, meliputi:  pengolahan tanah, pemberian bahan organik, pemupukan, pengairan, perlindungan organisme pengganggu, dan sebagainya.

Tumpangsari dengan tanaman pohon selain kelapa dapat dilakukan, misalnya cengkeh, pala, dan lain-lain.  Prinsipnya adalah:  tidak terjadi kompetisi penuh terhadap sinar matahari, udara (ruang), air, dan unsur hara.

Masukan jenis tanaman legum dalam sistem tanam, dapat memberi keuntungan tambahan unsur nitrogen dari proses fiksasi N simbiotik.

Biomas sisa panen, dikembalikan ke lahan sebagai sumber bahan organik tanah.

Masukan pupuk (organik, anorganik), membantu tanaman tumpangsari maupun tanaman kelapa terhadap suplai unsur hara.

 

52

Tumpangsari pohon  Kelapa (akar terbatas) – Cengkeh (akar dalam)

 62

Tumpangsari  pohon Kelapa (akar terbatas) – Padi Gogo (akar terbatas)

53

Persiapan tanam jagung (akar terbatas) di antara pohon kelapa (akar terbatas)

 61

Pengolahan tanah di zona bebas perakaran pohon Kelapa

19 AprSOIL-Flora Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS  –  PENGGUNAAN  –  VEGETASI

 

 Atas – Tengah  –  Bawah

Kawasan (contoh):   Gunung  Semeru, Jawa Timur

(Surveyor:  Syekhfani)

 

imagesCAL83M33

Sumber Air - Gunung

HULU (1)

DAS Hulu

imagesCA7ZJHMZ

DAS Tengah

HILIR

DAS Hilir

  •  Sungai, adalah lambang kehidupan. Ada sungai berarti ada kehidupan, makin besar sungai makin banyak air yang dapat digunakan.
  • Kawasan DAS dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupan:   lahan pertanian, pemukiman, jalan raya, dan lain-lain.
  • Namun, apabila air terlalu besar (banjir), bisa berdampak negatif:   terjadi penggerusan tepi, penghanyutan dan perusakan vegetasi, lahan pertanian, jalan raya, dan bahkan pemukiman.
  • Oleh sebab itu kawasan DAS perlu dijaga, dipelihara dan bahkan diperbaiki agar selalu berfungsi optimal.
  • Sungai bersumber dari hulu (gunung) dan berakhir di muara (laut);  sepanjang alirannya selalu dinamis dan terjadi perubahan-perubahan.
  • Daerah aliran sungai (DAS), menghasilkan vegetasi Flora yang beragam, berbeda jenis dan populasi di hulu, tengah dan hilir.
  • Pengenalan terhadap Flora (dan juga fauna) penting dilakukan untuk mengetahui sifat dan ciri kehidupannya, agar dapat melakukan upaya pelestariannya, termasuk untuk pembudidayaan.

  

Deskripsi lengkap lihat:  Daerah Aliran Atas

07 AprSOIL-Taman Hutan Raya

HUTAN PRIMER – SIKLUS TERTUTUP – FUNGSI

AGROEKOSISTEM DAS HULU (UPPER STREAM)

KONSERVASI LAHAN HUTAN

Fungsi:

  • Tempat Rekreasi
  • Sumber Plasma Nutfah, Biodiversitas
  • Hutan Lindung (penyangga air)
Sistem suksesi hutan primer:
  • Terjadi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun
  • Sistem daur hara tanah – tajuk pohon bersifat tertutup (closed nutient recycling)
  • Masukan (input) dan kehilangan (output) hara terjadi seimbang
UNSUR HARA DALAM BIOMAS POHON DAN TANAH
Longman dan J enik, 1974:
  • Biomas adalah bagian tanaman meliputi:  daun, kayu (batang, dahan, cabang, ranting), buah, bunga, serasah, dan akar.
  • Unsur hara dalam tanah:  senyawa-senyawa organik maupun inorganik (lapisan atas, 30 cm), sebagai sumber hara pohon.

 

 Komponen

N

P

K

Ca

Mg

Kg/ha

 Biomas

1830

125

820

2520

345

 Tanah

4580

12

650

2580

370

STRATIFIKASI TAJUK POHON HUTAN

  • Sistem perakaran dalam tidak hanya berfungsi sebagai jangkar, tetapi juga mengurangi kompetisi pohon hutan dengan semak terhadap hara di lapisan tanah hutan.
  • Aliran hara berjalan sepanjang waktu. Prinsipnya, tidak boleh ada masa bera tanpa biomas.
  • Perlu ada tanaman hutan yg tahan terhadap kekeringan, atau setidak-tidaknya tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai sumber biomas.
  • Informasi tentang sifat ketahanan tanaman terhadap  kekeringan  dan/atau sifat-sifat ekstrem lain perlu diketahui, tidak hanya jenis pohon tetapi juga semak-semak ataupun tanaman penutup tanah.

PENCEGAHAN KERUSAKAN LAHAN DI BAWAH TEGAKAN HUTAN

NAIR (1987):

1.Spesies pohon, mengendalikan kesuburan tanah melalui:
(a) peningkatan  kandungan Bahan Organik tanah berupa seresah;
(b) efisiensi siklus hara tajuk – tanah terus menerus;
(c) keuntungan  dari fiksasi N ataupun P secara biotik;
(d) pemompaan hara  tercuci oleh perakaran dalam;
(e) interaksi  berbagai spesies komponen dalam sistem menghasilkan diversifikasi sumber hara;
(f) efisiensi serapan hara oleh spesies berbeda pada  zone perakaran pohon yang berbeda, dan
(g) pengaruh buffer Bahan Organik terhadap reaksi tanah yang ekstrim,  sehingga pola ketersediaan hara menjadi baik.
2. Perbaikan  status  Bahan Organik tanah dapat meningkatkan aktivitas mikro organisme tanah dalam sistem perakaran, sehingga biologi tanah menjadi baik;
3. Pemasukan  tanaman  pohon  dan  berkayu dalam jangka lama dapat memperbaiki kondisi fisik tanah, seperti: permeabilitas, kapasitas penahanan air, stabilitas agregat,  dan  kondisi suhu tanah;
4. Peranan  pohon  terhadap konservasi tanah dan pengontrol rosi  berpengaruh   menguntungkan:  antara lain lahan dari aliran  ekosistem akuatik, daur hara dan cadangan air; dan

5. Pengaruh pohon terhadap sifat-sifa hidrologi,  secara mikro di lahan dan makro pada level regional. Sifat-sifat hidrologi suatu area tangkapan (catchment area) memberikan kondisi yang baik bagi keberadaan pohon.

Taman Hutan Raya – Dijaga – Dilestarikan!