04 NovMusim Panen

PADI SAWAH TRADISIONAL

Efisiensi Kerja

Syekhfani

Prinsip kerja petani padi sawah tradisional lahan sempit (petani gurem), adalah efisiensi; sehingga meski umumnya para petani biasa melakukan gotong royong (saat musim tanam ataupun musim panen https://www.youtube.com/watch?v=cRxGfJTLtlg), namun untuk kerja yang tidak terlalu harus segera atau perlu biaya banyak, maka petani merasa cukup melakukan sendiri.

Sehabis gotong royong melakukan panen misalnya, apabila kondisi memungkinkan (cuaca baik dan sinar matahari terik), petani menjemur gabah di lahan sambil mengumpulkan berkas potongan jerami sisa panen dan membersihkan petak sawah untuk persiapan pengolahan tanah berikutnya.

Jemur Gabah

Jemur Gabah

Pada kondisi panas terik, dalam dua atau tiga hari gabah bisa dijadikan beras, menyewa mesin penggiling gabah (slep) yang bisa diminta datang ke lahan.

Namun pekerjaan ini hanya mungkin dilakukan saat musim tanam gadu/marengan (MK, Musim Kemarau). Sore hari, atau apabila mendadak ada gejala hujan akan turun, cepat-cepat petani menutup permukaan jemuran gabah dengan plastik atau terpal.

Pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) sebelum bajak ini, dilakukan oleh individu pak Tani.

Merontok Gabah

Sisa Merontok Gabah

Jerami Sisa

Sisa Jerami

Efisiensi perkerjaan ini memungkinkan petani menghemat masa budidaya dan bisa mencapai efisien 3 kali panen (“efisiensi 300 persen”) dalam setahun; identik dengan perluasan areal tanam dan peningkatan produksi gabah.