30 NovSOIL-Land Capability and Land Suitability

   

LAND CAPABILITY AND LAND SUITABILITY

(KEMAMPUAN LAHAN DAN KESESUAIAN LAHAN)

  

Lahan:  Tanah – Tanaman

 

Syekhfani

 

1

 

Seorang Bapak baru saja membeli sebidang tanah,  dia ingin memilih profesi menjadi seorang petani karena merasa itu yang paling cocok baginya menjalani sisa hidup (dia baru saja memasuki masa pensiun dari perusahaan/instansi yang dia geluti selama ini).

Setelah tanah untuk budidaya pertanian itu diperoleh, dia bingung menentukan jenis tanaman apa yang akan diusahakan. Lalu dia menemui penulis.

…..

+Bapak: Selamat siang Prof, boleh saya mengganggu?

-Penulis: Selamat siang Pak, mari silahkan.

+Bapak:  Prof, saya punya sebidang tanah yang ingin saya tanami. Tapi saya bingung, ditanami apa?

-Penulis:  Bapak ingin memperoleh apa?

+Bapak: Saya ingin tanaman tersebut menyenangkan, menghasilkan, menguntungkan dan bermanfaat bagi kehidupan saya yang sudah pensiun ini.

-Penulis: Ooo… tanaman tersebut seharusnya indah, berproduksi, laku dijual dan menguntungkan.

+Bapak: Iya, iya… itu yang saya maksud, Prof.

-Penulis: Ehm, mungkin… jenis komoditi “hortikultura” dapat memenuhi harapan Bapak.

+Bapak: Lalu, Prof, bagaimana cara menentukan jenis komoditi hortikultura yang sesuai dan cocok tersebut?

-Penulis:  Secara teoritis, untuk penerapan teknologi budidya pertanian, dikenal dua hal yang menjadi pertimbangan dasar: Land Capability dan Land Suitability (Kemampuan Lahan dan Kesesuaian atau Kecocokan Lahan sebagai medium tempat tumbuh akar Tanaman).  Tanaman, adalah makhluk hidup yang seperti manusia dan hewan, kalau bisa dia akan memilih tempat hidup yang sesuai dan cocok baginya.

+Bapak: Apa yang menjadi acuan, Prof?

=Penulis:  Secara filosofis ada kata kuncinya.

+Bapak: Apa kata kuncinya?

-Penulis: Pelajari “Sifat dan Ciritanaman dan “Sifat dan Ciritanah.

+Bapak: Saya kurang mengerti.

-Penulis: Kalau tanaman bisa bicara, maka ia akan menyatakan syarat tanah yang sesuai atau cocok sebagai medium pertumbuhannya.  Demikian pula, kalau tanah bisa menjawab pertanyaan tanaman, maka dia akan menjelaskan apa kekurangan (ke-tidak sesuai-an atau ke-tidak cocok-an) atau kelebihan (ke-sesuai-an atau ke-cocok-an) nya. Artinya, tanah menunjukkan ke-mampu-an atau ke-tidak-mampu-annya untuk dapat memenuhi syarat pertumbuhan tanaman tersebut;  atau sebaliknya, tanaman tersebut harus bisa beradaptasi dengan kondisi tanah yang akan ditanami.

+Bapak: Kalau sulit, bagaimana solusinya?

-Penulis:  (1) Cari tanaman yang sesuai dan cocok dengan kondisi tanah, atau (2) perbaiki tanah tersebut agar menjadi sesuai dan cocok untuk pertumbuhan tanaman.

+Bapak: Apakah keduanya bisa dilakukan?

-Penulis:  Secara teori bisa, dan IPTEK-nya insya Allah sudah ada.

+Bapak:  Alhamdulillah, kalau begitu.  Terima kasih banyak atas penjelasannya, Prof. Saya akan mempertimbangkan jenis komoditi yang sesuai dan cocok atas saran Profesor.  Bolehkan saya konsultasi lagi nanti?

-Penulis: Sama-sama, dengan senang hati saya akan mencoba membantu, semoga Bapak sukses!

+Bapak: Amiiin, semoga!

 

0

Lihat (contoh):   land_capability_study

  

13 NovSOIL-Gutasi

 

1

  

GUTASI – DEFISENSI KALSIUM - TANAH MASAM

 

Cassava Menangis?

 

Syekhfani

 

Saya punya pengalaman, saat melakukan “Survei Monitoring Pengapuran Lahan Masam” bersama tim Institut Pertanian Bogor di Pasir Pangarayan, kabupaten Bangkinang, propinsi Riau, tahun 1980-an.

Tim melakukan perjalanan sehari penuh dari lokasi transmigrasi blok D ke E. Kondisi jalan rusak berat karena musim hujan, kami juga kerja nonstop hampir seminggu lamanya tanpa istirahat. Semua anggota tim tidur nyenyak keletihan di base-camp blok E.

Di pagi hari yang cerah, sinar matahari menyilaukan mata, saya terbangun.

Menyadari bahwa berada di lokasi baru, saya bersemangat ingin mengetahui panorama sekitar base-camp. Saya melangkah perlahan ke luar base-camp dan terpandang area tanaman berjejer rapi dalam alur di lahan pekarangan.

Awalnya saya tidak mengenali jenis tanaman. Namun setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata tanaman itu adalah Cassava (Ubikayu). Kenapa kurus? Pendek, kerdil dan berdaun sempit?

Ada butir mengkilap di ujung daun yang runcing. Butir itu air gutasi terkena cahaya matahari, mengkilap seperti berlian. Lihat, butir membesar dan membesar lalu jatuh. Segera muncul lagi butir baru, membesar, kemudian jatuh lagi.

Dalam waktu singkat, hal itu berulang kali, tetes demi tetes air jatuh ke tanah.

Saya ajak teman-teman melihat dan semua heran. Timbul kelakar:

“Wah, ubikayu “menangis” minta dipindah ke tempat lain, tidak senang tumbuh di sini!”.

Di perjalanan kami mendiskusikan fenomena tersebut. Diperoleh kesimpulan bahwa pada tanah masam seperti Blok E (Ultisol, duduk di atas hamparan pasir kuarsa), unsur basa-basa sangat rendah karena kelarutannya tinggi dan pencucian (leaching) berlanjut.

Kalsium, salah satu unsur basa, secara anatomi-morfologi menentukan sifat “permeabilitas dinding sel”. Karena defisiensi maka dinding sel daun menjadi “im-permeable”, artinya air dalam tubuh tanaman tidak mampu ditahan dan keluar lagi melalui dinding sel.

Kadar air tanah relatif tinggi pada pagi hari, sinar matahari menyebabkan suhu udara meningkat, air tanah naik ke tubuh tanaman (transpirasi), namun keluar lagi dari ujung daun sebagai air gutasi.

Karena terjadi dalam waktu relatif singkat, maka tampak tanaman “menangis”.

Kasihan…

 

Suatu pengalaman fenomenal yang menakjubkan!

 

24 JunSOIL-Anequal Crops Gene

imagesCA2XUR82

 

ANEQUAL CROPS GENE

 

Episode:  Why (mengapa)?!

Syekhfani

 

Why (mengapa)?!  biji tomat  (Solanum lycopersicum) dan biji cabai  rawit (Capsicum frutescens), bentuk, ukuran dan warna biji mirip (equal)?!

Ditanam berdekatan (jarak 50 cm), pada tanah yang sama!

Memperoleh, udara, sinar matahari, air/hujan yang sama!

Diberi pupuk,  dipelihara  setiap hari sama!

Apa yang terjadi?!

 

Awalnya, kedua biji (benih) jadi kecambah yang sama bentuk dan penampilannya,

Muncul keping biji bentuk serta ukuran yang sama,

Makin hari, tumbuh makin besar…!

 

Setelah itu, ukuran, jumlah dan kanopi jadi berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Saat muncul bunga, putik dan buah juga berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Tomat berbentuk bulat, cabe lonjong, warna sama-sama hijau saat muda, merah setelah masak, Mengapa?!

Rasa? Tomat manis, Cabe pedas! Mengapa?

 

Padahal, keduanya tumbuh di tanah berdekatan, memperoleh air, udara, sinar dari sumber yang sama? Kenapa jadi berbeda (anequal)?

Siapa yang menyebabkan?

Genetik?!

Apa yang berbeda (anaequal)?

Bagaimana caranya?

Siapa yang mengatur… ??!!

 

26 FebSOIL-Over Dosis

TANAH – PENGAPURAN – OVER DOSIS

 

Episode: Salah Pengertian

Masih nostalgia survei “Monitoring Pengapuran Tanah Masam” di Pasir Pangarayan.

Pagi-pagi di Blok C, tim berkunjung ke lahan Petani.

“Selamat pagi Pak”.

“Selamat pagi, siapa?”.

“Kami tim pengapuran lahan, bolehkah kita bercakap-cakap sebentar?”.

“O, tim ‘pupuk kapur’? Berjanji produksi kedelai meningkat bila diberi ‘pupuk kapur’?!” petani emosi…

“Tapi apa? Kedelai tidak tumbuh, bila tumbuh jadi merana. Harus ganti rugi!” Dia meradang.

Anggota tim terkejut:

“Maaf pak, mari kita duduk dan bicara sebentar”.

………

“Bagaimana sampai terjadi kedelai tumbuh jelek?”.

“Kami mendapat info bahwa ada program peningkatan produksi kedelai menggunakan ‘pupuk kapur’. Masing-masing petani diberi satu ton per hektar gratis”.

“Saya mendapat pupuk tersebut, lalu saya aplikasi sesuai petunjuk”.

“Semua?”.

“Iya”

“Untuk berapa luas?”.

“Seluas ini…”, sambil menunjuk seputar.

Kami semua kaget, karena luas lahan tidak sampai satu hektar, diperkirakan hanya seperempat.  Kami maklum dimana letak kesalahan.

“Luas lahan kurang dari satu hektar. Bila semua diberikan,  berarti kelebihan dosis.  Itu sebabnya kedelai tumbuh jelek”.

“O, kalau begitu saya salah. Saya kira bisa diberikan semua. Lagi pula, saya tidak tahu persis berapa luas area”…

“Maaf, saya tidak teliti dan ceroboh, dan tadi telah buruk sangka”, dia menyesal.

“Tidak usah khawatir,  nanti hujan akan mengurangi kelebihan kapur. Lahan akan baik lagi”.

“Terima kasih, maafkan saya tadi emosi”.

“Tidak apa, selamat pagi Pak”.

“Selamat pagi”.