20 AugUnderstand Soil

Tanah bagi anak-anak

PEMAHAMAN TANAH SESUAI UMUR

Anah-anak – Remaja – Dewasa – Orang-orang tua

Syekhfani

Tahapan pemahaman tentang kehidupan, mengikuti usia dan tingkat “kemampuan” sesuai dengan fase umur.

Pemahaman tentang pentingnya tanah dalam kehidupan, juga mengikuti fase umur.

Anak-anak: anak-anak biasanya mengenal tanah dan mengerti kegunaan tanah sebatas fungsi tanah sebagai tempat dan bahan untuk bermain (sepak bola, main kelereng, cari cengkerik, dsb.). Sehabis bermain, pakaian menjadi kotor terkena tanah ataupun lumpur, menyebabkan anak tersebut dimarahi oleh ibunya (kotor berarti pekerjaan mencuci).

Remaja: remaja pun kebanyakan mengenal tanah sebagai tempat untuk bersenang-senang (main sepak bola, taman rekreasi, panjat tebing, dsb.). Resiko pemanfaatan tanah bagi remaja lebih berat (jatuh, kecelakaan) yang bisa berakibat fatal terhadap tubuh.

Dewasa: orang dewasa umumnya mengenal dan memanfaatkan fungsi tanah dari segi sosial ekonomi (sumber pandapatan keluarga). Dalam hal ini menyangkut kehidupan dan keberlangsungan hidup (lahan pertanian, kapling perumahan, fasilitas umum).

Orang-orang tua: sejalan dengan umur yang menapak semakin tua, maka pada usia lanjut orang lebih memahami arti penting tanah bagi kehidupan. Namun, bagi orang tua itu sendiri, akhirnya pemanfaatan tanah digunakan sebatas pengembangan hobi dan kesenangan hidup hari tua (masa istirahat, pensiun).

Agar pemanfaatan fungsi tanah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan maksimal, maka pengertian (understanding) tentang tanah perlu ditata dan diprogram, disesuaikan dengan tingkat umur; karena tingkat umur menentukan sifat-perilaku, minat, dan kemampuan memahami pengaplikasian pentingnya fungsi tanah tersebut.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/11/soil-knowing-the-soil/

Lihat: Suksesi Pemahaman

09 NovSOIL-Knowing The Soil

 

KNOWING THE SOIL

(MENGENAL TANAH)

 

Syekhfani

 

Dasar Ilmu Tanah: Kunci Manajemen Tanah dan Air

 

Mengenal Tanah – Knowing the Soil, merupakan kunci manajemen tanah dan air di rumah-kaca ataupun di lapangan (pekarangan, kebun, ladang, sawah, tambak, hutan, dan sebagainya).

Tanah perlu diperbaiki (improved), diubah (modified), atau dimanipulasi (manipulated) agar diperoleh kondisi medium terbaik bagi tanaman dan kehidupan mikroorganisme.

Kondisi medium tersebut meliputi fungsi tanah sebagai jangkar serta ketersediaan udara, air, dan nutrisi.

Manajemern faktor-faktor pembatas tanah untuk pertumbuhan tanaman meliputi: drainase dan porositas (drainage and porosity) – tata air dan udara; daya pegang air (water holding capasity) – tata air; ketersediaan nutrisi (available plant foods) – tata hara; kemasaman (acidity) dan pengapuran (liming) – tata medium; serta tata panas (warmth) – tata lingkungan.

Tanah subur mudah diolah, bertekstur remah dan gembur; permukaan tanah halus, gembur, warna gelap, drainase baik, dan lembab. Antara tanah subur dan gersang terdapat batas margin yang jelas. Secara visual contoh gambar-gambar berikut menampakkan profil tanah dari tiga jenis tekstur: liatclay (drainase jelek), lempungloam (drainase baik), dan pasirsand (sarang, porous).

 

 1. SOIL (Komposisi Ideal)

Zona kelas tekstur tanah

 

2

Tekstur liat – clay

3

Tekstur lempung – loam

4

Tekstur pasir – sand

5

Tanah kering dangkal di atas bahan kapur – shallow dry soil on the chalk

6

Tanah berat subur agak dalam di atas bahan keras dan rapuh – heavy fertile loam over the hard but brittle

 

7

 

 

 

 

 

 

 

Source Book: Carr, David dan H.G. Whitham Fogg. 1990. The Complete Book of Successful Gardening. Ivy Leaf, Michelin House, 81 Fulham Road, London.