17 JulGaram bagi Kehidupan

Kristal NaCl

PERSEPSI TENTANG GARAM

Syekhfani

Garam (Lihat: → http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_(kimia)), adalah zat yang dibutuhkan untuk hidup dan kehidupan di dunia. Namun, persepsi tentang garam berbeda satu sama lain: dari definisi, arti penting, implementasi praktikal, hingga ke aspek kesehatan.

Demi keberlanjutan hidup berguna (useful life), diperlukan pemahaman yang baik tentang garam.

Garam dalam Kehidupan:

Natrium dan Khlor (Sodium Chloride, NaCl) adalah bahan utama garam dapur.

Natrium, bersama khlor dan bikarbonat berfungsi menjaga keseimbangan ion positif (+) dan negatif (-) dalam cairan dan jaringan tubuh.

Tanaman tidak butuh garam NaCl, tetapi ia diserap akar melalui proses ‘osmosis‘.

Air bergerak dari konsentrasi garam lemah (tanah) menuju konsentrasi garam lebih tinggi (tanaman), melalui membran sel ‘semi-permeable‘.

Karena itu, tanaman harus menjaga cairan tubuhnya agar lebih pekat dari cairan tanah dengan cara menguapkan air melalui daun, agar tidak terjadi ‘plasmolisis – keluarnya cairan sel melalui dinding sitoplasma.

Bila tanah kering, tanaman butuh konsentrasi lebih tinggi dibandingkan lembab; itu sebabnya produk tanaman gurun terasa asin.

Tanah salin, yaitu tanah berkadar natrium (sodium) tinggi, berkembang secara alami (endapan marin, seapage, pasang surut air laut) atau akibat evaporasi (irigasi intensif) di lahan pertanian intensif pada zona arid atau semi arid.
Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/10/soil-tanah-salin/

Pada tanah bergaram (tanah salin), tanaman butuh konsentrasi cairan dalam tubuhnya lebih tinggi dari medium tempat tumbuhnya, misalnya pohon bakau di tepi pantai.

Garam dalam tanah mudah larut dan cepat tercuci. Hal ini tidak masalah bagi tanaman, tetapi bermasalah bagi jazad mikro, yang butuh garam seperti halnya manusia.

Dalam praktek pertanian modern penggunaan lebih tertuju pada pupuk artifisial daripada pupuk alami, sehingga jazad tanah bermasalah ketika garam hilang tercuci.

Akibatnya, produksi tanaman pertanian modern terasa hambar dan ‘berair‘ karena kurang garam.

Persepsi Masyarakat tentang Garam, antara lain:
Garam Penyebab Masalah Jantung: saran dokter kurangi konsumsi garam dalam makanan untuk menghindari masalah jantung (darah tinggi).
Garam Penyebab Penuaan: ada pendapat bahwa hidup akan lebih lama bila mengurangi konsumsi garam.
Hasil Penelitian tentang Garam: Tidak sependapat bila garam laut dimurnikan. Alasannya, ada unsur mineral selain NaCl dalam garam laut yang diperlukan.
Daging itu buruk: daging adalah sumber energi dari protein, diketahui bahwa sepuluh asam amino tidak dapat dibuat oleh tubuh, tetapi terdapat dalam daging. Dalam daging juga ada garam. Persepsi bahwa ‘daging memperpendek umur’. Kebanyakan masyarakat mengalami defisiensi garam- dan protein-, ketika menghindari konsumsi daging.
Air Minum: secara umum disepakati bahwa manusia butuh air segar sehari satu liter atau lebih untuk ‘membilas racun’ (atau kelebihan NaCl) dari tubuh.

Sumber: Seafriends-Soil Fertility 2001)http://www.seafriends.org.nz/enviro/soil/fertile.htm