24 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik (SNI)

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK INDONESIA (SNI)

 Tinjauan:  Syekhfani

Berdasar Permentan Nomor: 70/Permentan/SR.140/10/2011, Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah, standarisasi pupuk organik Indonesia (SNI Pupuk Organik), memuat ketentuan-ketentuan, antara lain:

Para produsen pupuk organik, harus memenuhi persyaratan standar sebelum diajukan untuk mendapatkan “sertifikat Pupuk Organik“.

Ada dua tahap yang dilalui:

1. Uji standar mutu pupuk, yang menunjukkan data mutu pupuk (analisis kimiawi pupuk) sebagai persyaratan industrial, dan

2. Uji efektivitas, yang menunjukkan data respon tanaman terhadap aplikasi pupuk organik, sebagai jaminan respon tanaman.

Butir 1, dilakukan di laboratorium yang ditunjuk  oleh deptan/depperin (Sucofindo, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Butir 2, dilakukan oleh instansi terkait yang ditunjuk oleh yang berkompeten (deptan) dalam hal uji lapangan  (misalnya:  BPTP, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Materi uji untuk Butir 1 dan 2 dilakukan mengikuti aturan teknis yang tercantum dalam Permen sebagai institusi yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk standarisasi dan sertifikasi pupuk organik di Indonesia.

Lihat → Permentan 70 TAHUN 2011

BERITA INDUSTRI (Depperin):  → hhtp://www.kemenperin.go.id/artikel/906/kode-etik