02 FebManajemen Tanah Salin

KIAT MENGATASI EKSES NATRIUM

Syekhfani

Tanah salin (saline soils), adalah tanah mengandung kadar natrium (Na) tinggi, di mana Exchangable sodium percentage (ESP), Sodium Adsorption Ratio (SAR) dan daya hantar listrik (DHL) tinggi.

Gb 1. Endapan garam di permukaan tanah

Gb 1. Endapan garam di permukaan tanah

Tanah salin, berkembang di sepanjang pantai landai, dari rembesan (seapage) air laut , dan pada lahan zone arid atau semi arid yang dibudidayakan secara intensif, pengaruh gerakan air tanah melalui pembuluh kapiler (capillary rise) mencapai permukaan kemudian air menguap (evaporasi) meninggalkan konsentrasi garam di permukaan tanah.

Vegetasi tumbuhan yang berkembang di zone salin didominasi oleh jenis toleran terhadap kadar garam tinggi. Contohnya, bakau, kelapa, waru laut, dsb. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/09/30/hidup-di-tepi-pantai/.

Gb 2. Panorama Pantai Tamban

Gb 2. Panorama Pantai Tamban

Natrium (Na), unsur monovalen, bersifat mendispersi agregat, sehingga tanah salin bersifat padat, lepas, mudah tererosi dan drainase jelek.

Apabila lahan salin akan dibudidayakan untuk tanaman pertanian, maka dibutuhkan kiat-kiat sebagai berikut:

A. Ameliorasi Tanah:

Untuk lahan beririgasi teknis dan non-teknis (tadah hujan), dilakukan:

a. Pengaliran air tawar untuk membilas kelebihan Na.

b. Ameliorasi tanah menggunakan bahan kapur, bahan organik, atau agen pengondisi tanah (soil conditioner).

c. Mejaga keseimbangan unsur, penambahan bahan organik, mengatur sifat fisiko-kimia tanah, dll. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/01/soil-lumpur-marin/.

Gb 3. Lumpur Marin

Gb 3. Lumpur Marin

c. Agar efek ameliorasi bahan organik bersifat jangka panjang (sustainable), maka digunakan bahan organik siklik, aromatik yang sukar mengalami perombakan oleh mikroorganisme. Contohnya: asam humat, biochar. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/01/09/asam-humat-dan-biochar/.

d. Dilakukan pemberian basa-basa polivalen (kapur Ca, Mg-karbonat) untuk menjaga keseimbangan basa-basa dan memflokulasikan partikel terdispesi, sehingga aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baik.

B. Jenis Tanaman:

a. Dicari jenis, varietas atau klon tanaman toleran terhadap kadar garam tinggi. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/22/tanaman-toleran-salinitas/.

b. Penanaman sistem “Surjan” (guludan, gundukan) untuk mencuci Na saat musim penghujan. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/30/sistem-surjan/.

Gb 4. Sistem Surjan

Gb 4. Sistem Surjan.

14 JanSafety Net (Jaring Pengaman)

CAHAYA, UDARA, AIR, HARA, OPT

Pohon Buahan

Syekhfani

Efek “sinar matahari spektakuler” http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/26/efek-cahaya-matahari/, terhadap tanaman berdampak terhadap aspek penggunaan faktor kehidupan tanaman (udara, air, hara) meningkat.

Demi pengamanan (savety), diperlukan kiat teknologi yang efisien dan efektif.

Salah satu alternatif adalah penggunaan jaring pengaman (savety net) yang ditutupkan ke permukaan tajuk tanaman (terutama bagi pohon buahan).

Penutupan tajuk akan menghemat air karena penguapan (transpirasi), mengefisienkan serapan (uptake) unsur hara, mengoptimalkan serapan (absorb) sinar matahari, serta mencegah gangguan kelelawar pemakan buah (codot, Jawa). Tanpa ditutup jaring, atau tanpa dibungkus “brongsong”, buah kelengkeng bisa habis diserang codot hanya beberapa malam saja.

Untuk mengetahui efek penutupan tajuk oleh jaring terhadap perkembangan dan/atau pengamanan buah, sekitar seperempat areal tajuk dibiarkan terbuka.

Jaring pengaman yang dikenal sebagai “screen” dapat diperoleh di toko-toko bahan pertanian yang biasanya dipakai untuk “screen house”, rumah kasa yang dapat mengurangi penyinaran penuh, sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Penutupan sinar (shading) bisa 10, 20, 30, 40 persen, atau lebih.

Aplikasi jaring pengaman pada pohon “Kelengkeng” umur sekitar 15 tahun (koleksi di samping rumah kediaman penulis):

1. Jaring pengaman

1. Tutupan Jaring Pengaman.

2. Luar jaring

2. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring.

3. Luar jaring (close)

3. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring (close up).

4. Serangkai buah

4. Serangkai Buah Kelengkeng (menjelang matang).

5. Pohon Kelengkeng Koleksi

5. Pohon Kelengkeng Koleksi.

Kiat Inovasi Teknologi menuju Pencapaian “Decent Life”!

08 AugAzola, Pupuk Nitrogen Organik Alami

Capture1

BUDIDAYA AZOLA

Menggali Sumber Nitrogen Organik

Syekhfani

Azola, salah satu sumber N alami, sudah dikenal oleh para pakar dan sebagian teknisi budidaya pertanian; namun prakteknya belum berkembang dengan baik.

Azola, sejenis tumbuhan paku-pakuan air, bersimbiose dengan bakteri Annabaena azolae mengikat N dari atmosfer secara simbiotik.

Pada umumnya petani padi sawah beranggapan bahwa Azola merupakan gulma yang menggannggu tanaman padi dan menyebabkan produktivitas padi menurun. Oleh karena itu, mereka menyingkirkan biomas Azola ke luar galengan atau bahkan dihanyutkan ke saluran drainase saat air berlebih.

Dalam rangka menuju ke sistem budidaya pertanian berkelanjutan, akrab lingkungan dan pengembangan “produk pertanian organik”, maka budidaya Azola perlu diketahui serta dikelola dengan baik.

Berikut, disajikan secara sederhana teknik budidaya Azolla pinata di lahan sawah beririgasi.

Capture2

Capture3

Capture4

Capture5

Capture6

Capture7

Capture8

Capture9

Capture10

Lihat: → <a href="Azolla“>Azolla

09 JulAsam Humat

ASAM HUMAT (HUMIC ACID)

Senyawa Organik Potensial

Syekhfani

Asam humat (humic acid), adalah senyawa organik siklik berbobot molekul tinggi yang mempunyai kemampuan sebagai penyangga (buffer); memegang dan melepas unsur hara (nutrients holding, nutrients release), terutama sebagai pelepas fiksasi-P (P-fixation).

Gugus karboksilat, sebagai gugus utama asam humat mengandung senyawa “fenolik” (-OH) dan “karboksil” (-COOH)”, bersifat “ampoter” yang pada kondisi masam bermuatan postif (+) dan kondisi basik bermuatan negatif (-); menjadi sifat dasar “bufer” unsur/senyawa kation/anion. → Lihat Stevenson (1982):

Humus Stevenson

Kadar asam humat dalam sisa bahan organik (kompos, pupuk kandang, jerami, dan lain-lain), tergolong rendah (< 1 %).

Namun, telah diketahui ada asam humat alami berupa deposit batubara, dinamakan “Leonarditehttp://en.wikipedia.org/wiki/Leonardite“, mengandung kadar asam humat relatif sangat tinggi (~ 15 %). Potensinya → Lihat: ASAM-HUMAT-DALAM-PRAKTEK1

Posisi Deposit Leonardite

images

Saat ini, Leonardite direkayasa sebagai sumber asam humat artifisial untuk bahan baku “pupuk organik (0rganic fertilizers)” atau pun “pengondisi tanah (soil conditioner)”; namun harganya masih relatif cukup tinggi.

Agar asam humat artifisial tersebut “menguntungkan” dalam usaha budidaya pertanian, maka perlu dipertimbangan penggunaannya untuk jenis komoditi tanaman tertentu. Misalnya, tanaman hortikultura skala kecil (small farming) – buahan, sayuran, tanaman hias, atau rempah (spice crops).

Sedang untuk komoditi tanaman skala besar (estate): pangan, perkebunan, hortikultura, selain tidak/belum efisien, tampaknya masih mengalami masalah akan sumbernya seperti disebut di atas.

Asam humat (humic acid), dikatakan dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik (http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1525/).

Humic acid is the real “Golden Black”!

07 JulLand Clearing Pasca Bera

AKTIVITAS PASCA BERA

Syekhfani

Land clearing (pembukaan lahan), adalah persiapan yang dilakukan untuk budidaya tanaman di suatu kawasan.

Pembukaan lahan bisa dilakukan pada kawasan tanaman tahunan: hutan primer, hutan sekunder, atau bekas budidaya tanaman semusim pasca bera*) – http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/bera-dan-puasa/.

*) Lihat: http://artikata.com/arti-321547-bera.html

Tanaman Tahunan (Hutan Sekunder)

Penebangan Hutan Sekunder

Pembukaan Lahan Hutan Sekunder

Land Clearing

Land Clearing (pembersihan lahan)

Persiapan Tanam

Land Clearing (persiapan tanam)

Tanaman Semusim (Padi Sawah)

Tanah sawah bera

Tanaman Padi Sawah Bera

Land Clearing Sawah Bera

Land Clearing Sawah Bera

Pasca Bera, yaitu saat setelah masa istirahat tanah dan tanaman budidaya dari aktivitas intensifikasi budidaya, yang memerlukan penanganan khusus agar tujuan pemulihan yaitu kesehatan dan keberlanjutan budidaya dapat tercapai.

Ibarat orang yang baru saja istirahat dari kerja keras terus menerus, tidak boleh langsung tancap gas kerja keras; tentu saja memerlukan adaptasi atau tepatnya “pemanasan” (warming up) hingga tercapai kondisi normal seperti sediakala.

Demikian pula halnya kultivasi lahan budidaya pasca bera, sebaiknya diatur agar kembali dapat berfungsi berproduksi secara normal.

Saat melakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk persiapan kembali budidaya tanaman diperlukan tindakan pengamanan awal (tindakan preventif).

Land Clearing

Lahan tidak dibersihkan hingga terbuka penuh, tidak terekspos sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan sifat kesuburan topsoil (fisik, kimia, biologi) menurun.

Fisik:
Peningkatan suhu di lapisan top soil, secara fisik dapat menyebabkan stabilitas agregat dan kemantapan struktur berkurang, sehingga mudah mengalami erosi.

Kimia:
Beberapa unsur atau senyawa menguap (volatile) dan mengalami penguraian; sehingga terjadi degradasi fungsi kimia.

Biologi:
Selain itu, kehidupan organisme makro (cacing tanah, semut, dll) atau pun mikro (bakteri, cendawan, ganggang, aktinomiset, dll) terganggu atau bahkan mati.

Tindakan Konservasi

Lahan, baik yang bertopografi datar, maupun berombak, bergelombang, bahkan berbukit atau bergunung, bila terbuka akan mengalami masalah erosi. Karena itu, diperlukan tindakan konservasi:

Lahan datar:
• diperlukan penutup tanah berupa mulsa sisa tanaman dan cover-crops.

Lereng landai:
• Diperlukan pembuatan guludan, teras, atau penanaman sistem strip-cropping dan cover-cropping.

Lereng curam:
• Pembuatan teras bangku, penanaman penguat teras dan sistem hedgerows-cropping.

11 JunIntegrasi Sistem Tani

Mina Padi

Minapadi: Budidaya Padi – Ikan

Syekhfani

Banyak cara memperoleh pendapatan ganda di lahan pertanian, di antaranya yaitu penerapan sistem “Minapadi“.

Minapadi, adalah istilah untuk budidaya ikan di lahan pertanian padi sawah.

Petani padi sawah punya peluang memelihara ikan di petak sawah tergenang (lebak, tambak, pasang surut) sehabis pindah tanam, saat pertumbuhan vegetatif, hingga menjelang panen (2 – 3 bulan, sesuai varietas tanaman padi yang ditanam).

Di saat perlu pengeringan, yaitu menjelang panen padi, ikan yang dipelihara bisa dipanen.

Jadi, petani memperoleh hasil ganda: padi dan ikan.

Namun, dalam budidaya minapadi tidak boleh ada penggunaan bahan kimia meracun (pestisida, fungisida, herbisida).

Jenis ikan yang dipelihara dipilih yang cepat tumbuh, tahan hidup di air terbatas (tergenang), dan tentu saja harus diminati konsumen.

Dalam sistem minapadi, terjadi simbiose mutualisme antara tanaman padi dengan ikan , di mana tanaman padi memperoleh tambahan pupuk organik dari kotoran ikan, sedang ikan memperoleh air dan pakan dari aplikasi pupuk organik atau biota air di petak sawah.

Kendala yang dihadapi antara lain: kekeringan, kualitas irigasi jelek, terkontaminasi oleh air sawah tetangga.

Minapadi sangat kondusif dilakukan pada budidaya tanaman padi: Lebak, Pasang Surut, Gambut, Tambak Ikan, Tepi Saluran Irigasi Primer, Tepi Sungai Landai (kerambak), atau Kawasan Cekungan.

Akhirnya, diperlukan penjagaan ekstra ketat terhadap tindakan pencurian ikan.

Minapadi tergolong budidaya PERTANIAN ORGANIK!

08 MayKonsevasi Tillage

Mulsa Hidup - Copy (2)

SISTEM KONSERVASI TILLAGE

(Conservation Tillage Systems)

Diposkan: Syekhfani

Bahan organik tanah, adalah kunci kesuburan (fisik, kimia, dan biologi) tanah; lebih jauh adalah kunci keberlanjutan pertanian serta kehidupan di bumi.

Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi bahan organik, baik pencegahan (preventif) maupun penanggulangan (kuratif) terhadap degradasi bahan organik di lahan pertanian.

Secara managerial, upaya konservasi tersebut dilakukan dengan melakukan pengolahan (tillage) yang baik dan benar, mengikuti kaedah konservasi.

Sistem tillage dalam konservasi bahan organik meliputi:

1. Sistem pemotongan/penghilangan mulsa: tajuk, pangkal batang, rolling dan roll-chopping, dan cover-crop pencegah mulsa.

2. Sistem memelihara mulsa: cover crops (penutup tanah), living mulches (mulsa hidup).

Beberapa keuntungan Konservasi Tillage:
• Mengurangi erosi angin (reduced wind erosion)
• Mengurangi erosi air (reduced water erosion)
• Lahan mengalami erosi dijadikan produksi (erodible land brought into production)
• Meningkatkan pilihan pertanaman ganda (increased options for multiple cropping)
• Memperbaiki pengelolaan kelembaban (improved soil moisture management)
• Fleksibel waktu untuk operasi lapangan (flexible timing for field operations)
• Memperbaiki struktur tanah (improved soil structure)
• Manajemen humus yang baik (better humus management)
• Memelihara suhu tanah (moderation of soil temperature).

Lihat: → Soil organic matter conservation

06 FebNetralisasi Ion Aluminium (Alternatif Non Kapur)

 

NETRALISASI ION ALUMINIUM

(Alternatif Non Kapur)

 

Ameliorasi Tanah Masam ~ Alternatif ~ Bahan Non Kapur

 

Syekhfani

 

Bahan Non kapur (non lime material) untuk peningkatan pH adalah tindakan alternatif ameliorasi tanah mineral masam.  Apabila bahan kapur sulit diperoleh, maka bahan lain untuk meningkatkan pH dan/atau menetralisasi ion Al3+ dapat dijadikan alternatif solusi.

Alternatif tersebut meliputi:

 

a. Efek Penggenangan (flooding effect):

-meningkatkan pH menjadi netral

- menggenangi (flooding)

- percetakan sawah baru

 Percetakan Sawah Baru

Percetakan sawah baru

b. Kompetitor ion Al3+:

- menambah sumber anion multivalen

- menambah kation multivalen (common ion effect)

- anion Fosfat, Silikat (anorganik)

Basic Slag (terak baja)

 

c. Memblok ion Al3+:

- bahan pengkhelat (chelating agent)

- bahan organik siklik/aromatik yang tergolong sukar terombak

- asam Humat, asam fulvat, lignin,pektin.

Leonardite

Zeolite

Biochar

 

05 FebNight Soil (Tanah Malam)

1

 

NIGHT SOIL

(TANAH MALAM)

 

 

Kotoran Manusia – Sumber Alternatif – Pupuk Organik – Sanitasi

 

Syekhfani

 

Tanah malam (night soil) http://en.wikipedia.org/wiki/Night_soilmerupakan istilah untuk “kotoran” manusia yang dijadikan medium pertumbuhan tanaman. Disebut “tanah malam” karena bahan penyubur tanah ini diambil/dikoleksi saat malam hari, agar tidak diketahui masyarakat yang merasa risih dan menolak bila bahan ini digunakan sebagai bahan medium pertumbuhan tanaman.

Keterbatasan sumber pupuk organik, menjadikan tanah malam digunakan sebagai sumber alternatif.

Night soil, sudah dikenal dan tidak asing lagi;  banyak diaplikasikan untuk menyuburkan tanaman pertanian, terutama tanaman sayuranbuahan dan bungaan (hortikultura). Namun, umumnya orang ragu untuk berterus terang mempublikasikan teknologi pupuk organik menggunakan tanah malam.

Masyarakat tampaknya masih alergi dengan jenis medium tanaman tanah malam. Alasannya:

1. Jijik,

2. Sumber penyebaran penyakit,

3. Sumber racun,

4. Tidak etis,

5. Menghilangkan selera mengkonsumsi produk tanaman yang ditumbuhkan dalam media tanah malam,

6. Meragukan sistem sanitasi benar-benar mampu menghilangkan sumber penyakit dan racun,

7. Larangan (adatkepercayaanagama),

8. Dan lain-lain.

Namun, faktanya banyak produk sayuran dan buahan tanpa diketahui konsumen beredar di pasaran.

 

Lalu, bagaimana sebaiknya?

 

28 JanMANFAAT GARAM EPSOM (GARAM INGGRIS)

 

Manfaat Garam Epsom

(Garam Inggris)

 

Kulit, rambut, rumput dan bahkan tile dapat menikmati manfaat dari bahan ajaib ini*)

 

Networx.com

Wed, Sep 25, 2013 at 16:28

 

 epsom_salt_scrub

 

Foto: carlo dapino / Shutterstock

 

“Ketika mendengar kata-kata “garam Epsom, saya teringat pada pekerja kontainer di toko-toko dan melihat kebiasaan mereka, menambahkan garam Epsom untuk mandi dan menghilangkan pegal otot.

Apa sebenarnya garam Epsom, dan bagaimana menggunakannya?

Garam epsom adalah magnesium sulfat,  atau garam Inggris, secara alami terlarut dalam air panas pada formasi batuan.

Di era orang-orang percaya manfaat garam Epsom, penduduk berduyun-duyun datang ke sumber air panas yang mengandung bahan ini yang dirasakan bermanfaat untuk kesehatan;  sejak itu, garam epsom ditambahkan ke air untuk mandi ketika kita merasa sakit.

Namun, selain menghilangkan  nyeri otot masih banyak lagi kegunaan garam Epsom yang mungkin belum anda ketahui.

 

epsom_salt_rosebush

1. Pupuk

Beberapa tanaman tertentu, terutama mawar, saat musim mekar, membutuhkan garam Epsom  agar indah dan tahan lama. Pohon-pohon palem dan tomat juga termasuk sangat menyukai garam Epsom!

 

2. Pembilas rambut

Hometalk blogger Anne  menyarankan mencampur satu cangkir jus lemon, satu cangkir garam Epsom, dan satu galon air, diamkan selama 24 jam, dan campuran digunakan bahan pembilas rambut (kramas), yang membuat rambut Anda kucel, kering, berminyak, dan sulit untuk gaya, menjadi segar, hidup dan bernapas.

 

3. Melembutkan kulit

Kulit kasar? Buatlah pasta dengan Epsom garam dan air dan dengan lembut akan menghilangkan  kulit mati dan memecah kapalan. Kulit Anda mungkin memerlukan beberapa hari atau minggu untuk benar-benar menjadi halus.

 

4. Pembersih tumpukan kotoran kepala

Garam Epsom menghilangkan penumpukan produk di rambut? Bisa juga digunakan untuk membersihkan noda sabun di ubin, kamar mandi dan wastafel; garam Epsom akan mengangkat penumpukan tanpa menggores permukaan di bawahnya.

 

 epsom_salt_weed_killer

5. Pengendalian gulma

Kat Davis-Moran  telah mencoba menggunakan larutan garam Epsom dan cuka untuk menghilangkan gulma tanpa memasukkan racun ke kebun.

 

6. Pengendalian hama

Jika Anda memiliki hama rumput dan Anda sedang mencari pengendalian serangga alami, pertimbangkan untuk beralih ke garam Epsom. Penyemperotan larutan di halaman dapat mengendalikan serangga tanpa merusak rumput, dan itu benar-benar tidak beracun. Taburkan garam Epsom kering untuk mencegah bekicot (keong).

 

7. Membuat salju palsu dan es untuk proyek-proyek kerajinan

Saat tahun baru: kerajinan serbuk cahaya “salju” atau “frost” bisa dibuat dalam rumah. Oles permukaan sebuah benda dengan lem dan taburi dengan garam Epsom untuk mendapatkan butir kasar, secara realistis butir menkristal dingin! Berikut adalah tutorial candleholders putih bersalju  dan telur Paskah  sebagai ide untuk Anda coba.

 

8. Obat kompres

Gunakan kompres hangat dengan garam Epsom  dan oleskan pada bagian luka memar, dapat mengurangi rasa sakit, meski tidak langsung sembuh namun bisa mengurangi rasa sakit. Gunakan larutan dua sendok makan per gelas air.

 

epsom_salt_splinter

  

9. Mengangkat serpihan

Serpihan di  permukaan kulit sangat menggangu, dan garam Epsom meningkatkan tekanan osmotik (cara ampuh mengangkat keluar serpihan, rendam bagian terkena hingga serpihan terangkat!

 

10. Menyembuhkan kulit gatal dan terbakar matahari

Larutkan garam Epsom dalam air untuk membuat kompres dingin atau spritzer pada kulit teriritasi. Anda dapat menyimpan botol larutan garam Epsom di sekitar rumah untuk mencegah gigitan bug, terbakar sinar matahari, dan iritasi lainnya, sehingga Anda selalu siap! (Terutama membantu jika Anda memiliki anak-anak).

 epsom_salt_beachy_hair_2

11. Bleachy rambut

Rambut menjadi kasar sehabis bermain di pantai, gunakan garam Epsom untuk menghaluskan rambut tanpa biaya mahal.

 

*) Katie Marks awalnya menulis cerita ini untuk Networx.com. Dicetak ulang di sini dengan izin.

http://www.mnn.com/your-home/at-home/stories/11-uses-for-epsom-salt

 

Lihat juga:  Cantik-Itu-Indah

 

25 JanTanaman Hias Filter Udara


Tanaman Hias Filter Udara

(NASA)

Jika tanaman cukup baik dalam menyaring udara di stasiun ruang angkasa, pasti juga cukup baik untuk rumah Anda.

 

Michael Graham Richard

Fri, Nov 30, 2012 at 10:51

 main_plants

Memiliki kualitas udara yang baik dalam ruangan sangat penting, terutama karena kita menghabiskan begitu banyak waktu di dalamnya.  NASA melakukan studi untuk mengetahui tanaman filter udara terbaik di stasiun ruang angkasa, dan temuan tersebut tersedia untuk kita semua.

Berikut tanaman hias filter udara terbaik (tidak hanya memproduksi oksigen dari CO2, tetapi juga menyerap benzena, formaldehida dan/atau trichloroethylene).

 

 plants_2

Anda juga mengetahui tanaman filter terbaik untuk formaldehida, xylene, dan toluene.

 plants_3

Comosum Chlorophytum, juga dikenal sebagai tanaman laba-laba.

Sumber foto: Wikipedia

Best-air-filtering-houseplants-according-to-nasa

 

07 JanPEMUPUKAN TANAMAN HIAS

 

PEMUPUKAN TANAMAN HIAS

 

Syekhfani

 

 

Tanaman hias mempunyai arti sendiri dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Ia dapat memenuhi kebutuhan fisik berupa produksi, maupun spirit menyangkut hobi, seni, olahraga dan kesehatan lingkungan rumah tangga. Lihat:  → FUNGSI-GANDA

Sehubungan dengan fungsi tersebut, maka sudah seharusnya bila halaman, kebun, atau taman seputar rumah kita dipelihara dan dikelola dengan baik dan benar.  Untuk itu, diperlukan pengetahuan sederhana tentang teknologi budidaya, termasuk di antaranya pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan.

Kebutuhan pupuk untuk tanaman hias, sangat tergantung pada jenis tanaman hias yang dibudidayakan.  Uji tanah adalah langkah awal untuk mengetahui berapa  jumlah pupuk yang dibutuhkan, namun tidak berlaku bagi semua jenis aplikasi. Misalnya, tanaman semusim tumbuh cepat, membutuhkan pasokan unsur hara yang cepat pula untuk pertumbuhannya. Namun bagaimanapun, mereka tidak membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, jumlah dan waktu aplikasi pupuk penting untuk meningkatkan pertumbuhan  tanaman semusim.

Pada tanaman tahunan seperti tegakan pohon-pohon dan semak-semak, tidak perlu  sering diberi pupuk. Mereka umumnya memiliki masa pertumbuhan panjang dari musim penghujan ke musim kemarau berikutnya, setahun atau banyak tahun, meski ada saat relatif tidak aktif. Waktu aplikasi pupuk terbaik adalah saat pertumbuhan aktif. Namun, pemupukan tidak perlu dilakukan  setiap tahun dan jumlah pupuk yang diperlukan untuk respon yang baik jauh lebih banyak dibandingkan tanaman semusim.

Berikut ini adalah beberapa generalisasi untuk aplikasi pupuk bagi kebanyakan tanaman umumnya dan tanaman tertentu.

Uji tanah akan memberikan petunjuk lebih spesifik tentang jumlah unsur hara bagi tanaman secara individual. Namun, jika Anda tidak melakukan uji  tanah, maka rekomendasi berikut dapat diikuti. Asumsikan bahwa ketika rekomendasi menyarankan “pupuk lengkap”, artinya pupuk mengandung unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium. Mutu pupuk bisa 10-10-10, 12-12-12 atau lebih rendah, 5-10-5.

 

Bunga-bungaan

Sebelum tanam:  pupuk dasar 10 kg pupuk lengkap (10-10-10) per 300 meter persegi diberikan dalam bedengan di awal pertanaman. Untuk tanaman semusim , pada akhir musim penghujan diberikan susulan 5 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi di kiri-kanan baris tanaman (side dressing) . Untuk tanaman keras , ulangi aplikasi awal dengan pupuk lengkap masing-masing dua tahun pertama;  kemudian berikutnya, setiap tiga tahun sekali, tambahkan ke bedengan sekitar 1/5 kg nitrogen.

 

Umbi-umbian

Pada tanaman musim hujan lebat, dilakukan aplikasi 10 kg pupuk lengkap untuk bedengan 300 meter persegi dengan kedalaman 10 sampai 15 senti. Jangan menggunakan lebih banyak pupuk di musim kering. Setelah trubus, dilakukan aplikasi 10 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi atau 1  sendok makan per tanaman. Jika mungkin ditutup selapis tipis tanah.

 

Mawar

Ketika musim kemarau  lewat dan pertumbuhan baru trubus, terapkan  10 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi atau 1 sendok makan per tanaman. Ulangi aplikasi ini setelah  4 sampai 6 minggu, tapi tidak dilakukan memasuki musim kering.

 

Sayur-sayuran

Sebelum masa tanam di awal musim penghujan, campurkan sekitar 30 kilogram pupuk lengkap (10-10-10) per 300 meter persegi. Sebar rata separuh dosis pada kedalaman 18 cm. Sebarkan separuh sisanya dengan kedalaman 10 cm. Dalam 3 sampai 4 minggu, susul dengan aplikasi pupuk nitrogen dosis ½ kg nitrogen per 300 meter persegi dan campur rata dengan olah tanah ringan. Untuk sayuran tahunan, seperti asparagus , dalam dua tahun pertama setelah tanam diberikan 5 sampai 10 kg pupuk lengkap sebelum tanaman tumbuh di awal musim hujan. Pada tahun ketiga dan selanjutnya, terapkan dosis yang sama setiap selesai panen dicampur rata pada kedalaman dangkal.

 

Buah-buahan dan Kacang-kacangan

Awalnya, dilakukan analisis tanah. Terapkan aplikasi pupuk lengkap jika kadar fosfor dan kalium rendah.  Jika tidak, aplikasikan pupuk nitrogen di awal musim hujan sebelum muncul bunga dengan dosis 150 gram setiap tahun hingga umur 4 tahun. Untuk pohon yang lebih tua, berikan 200 gram nitrogen per pohon per tahun di awal dan akhir musim hujan. Aplikasi dapat dilakukan dengan  cara sebar rata di permukaan tanah, kiri kanan baris atau sistim tugal. Tanah dianalisis setiap 5 tahun.

 

Buah-buahan Kecil

Untuk blueberi yang memerlukan pH 4.5 – 5.0, gunakan pupuk nitrogen (urea 45-0-0) di awal musim penghujan dengan dosis ½ kg per tanaman pada tiga tahun pertama setelah tanam. Meningkat menjadi 3 kg per tanaman hingga umur 8 tahun dan selanjutnya ¾ kg nitrogen per 300 meter persegi. Diperlukan analisis tanah sebelum tanam untuk menentukan nilai pH, kadar fosfor dan kalium.

Untuk raspberi, blackberi, dan anggur, diaplikasikan  50 gram urea per tanaman dan 200 gram urea setelah umur dua minggu setelah tanam. Dosis ditingkatkan menjadi ½ hingga ¾ kg per 300 meter persegi pada tahun kedua di musim hujan.

Untuk bedengan stroberi, sebarkan pupuk lengkap pada dosis 2.5 kg per 300 meter persegi sebelum tanam, dicampurkan ke tanah. Empat minggu setelah tanam, berikan pupuk lengkap pada dosis 10 kg per 300 meter persegi. Pada tahun kedua dan selanjutnya, berikan 5 kg pupuk lengkap pada akhir musim kemarau.

 

Tanaman Indoor

Kebanyakan medium tanah untuk tanaman indoor dicampur dengan pupuk.  Cek paket medium sebelum pemberian pupuk untuk menjaga anda tidak terjadi pupuk berlebihan.  Bila campuran medium tidak dipupuk,  sebelum tanam atau pindah tanam (repotting) campurkan pupuk ke dalam pot dan aduk rata. Bahan lambat lepas (slow-release materials) dapat pula digunakan dan sangat dianjurkan untuk tanaman rumah lambat tumbuh.  Waktu pemberian pupuk tanaman indoor yaitu sebelum fase pertumbuhan aktif.  Tanamn daun (foliage plants), pakis dan tanaman bunga dapat dipupuk sekali hingga dua kali sebulan dengan pupuk komplek, larut  air mutu 20-20-20 sesuai label. Bila tanaman mulai menguning selama fase pertumbuhan aktif, mungkin saatnya diberi bahan suplemen. Warna kuning bisa juga merupakan pertanda kelebihan air, problem utama dijumpai pada tanaman hias indoor. Ini dapat diatasi dengan menggunakan bahan larut air atau bahan lambat lepas (slow-release material) dan dicampur-rata pada tanah permukaan. Umumnya, tanaman indoor tidak memerlukan jumlah pupuk terlalu banyak dan aplikasi 2 atau 3 kali perlu dilakukan dalam periode tidak tumbuh (non-growth periods). Beberapa tanaman indoor seperti kaktus dan sukulen mengalami dorman di musim kemarau. Pada saat ini tidak diperlukan pemberian pupuk. Tunggu hingga musim penghujan tiba.

 

Sumber:

William T. Kemper,  Soil Fertility and Fertilizser, Fertilizing Ornamental Plants.  Missoury Botanical Garden, PO Box 299, St. Louis, MO 63166 – 0299, (0314) 577-5100, www.mobot.org.  Web:  missouri botanical garden.org.

 

15 DecSOIL-Farm Progress Show (Pameran Perkembangan Pertanian)

 

FARM PROGRESS SHOW

(PAMERAN PERKEMBANGAN PERTANIAN)

 

Teknologi – Tematik – Multiguna

 

Gambar Unduhan:  Syekhfani

 

Pameran perkembangan pertanian(farm progress show), merupakan salah satu cara menyampaikan kemajuan IPTEK di bidang pertanian, meliputi proses, produk, maupun hal-hal lain bersifat spektakuler.

0. Libang Deptan

Salah satu pameran pertanian oleh Litbang Deptan


Kegiatan dilakukan secara rutin, seperti misalnya saat ulang tahun (kemerdekaan, kelahiran kota), musim panen (saat Anggrek berbunga, mangga berbuah), pertemuan (kongres, kegiatan partai), dan sebagainya;  atau insidental, sesuai dengan momen yang tepat di mana banyak pengunjung datang, contoh momen pertemuan ilmiah (seminar, lokakarya, simposium), kunjungan pejabat, atau mencari dana untuk keperluan khusus. 

3. teknologi

Stand teknologi

1. Produk Hortikultura

Stand pertanian

2. Produk Pangan

Stand pangan

4. Buah

Stand buahan

5. Sayur

Stand sayuran

Tema pameran biasanya disesuaikan dengan momen-momen tersebut.  Pameran pertanian biasanya insidental dan bersifat sementara (tidak permanen), kecuali lokasi di lahan pertanian. Selain menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung, pameran juga dimaksud sebagai “hiburan” pelepas lelah seusai pekerjaan rutin sehari-hari. Pengunjung tidak ditarik karcis masuk ke area pameran.

Biasanya pemilihan materi yang dipamerkan, selain sesuai tema, ditentukan oleh sponsor yang mendanai semua persyaratan sebagai peserta pameran.

9. Stand Sponsor

Stand sponsor

Hal menarik adalah materi yang dipamerkan biasanya dipilih yang “langka“, atau sedang “booming” untuk menarik para hobeis mengunjungi stand.

8. Produk Spesifik

Adenium yang unik

 Tidak jarang momen pameran dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan secara komersial.

Panitia pameran juga menilai penampilan stand pameran dan memberi “penghargaan” kepada stand terbaik.

6. Penataan Stand

Contoh penataan stand

 

Pameran adalah momen refreshing yang bermanfaat!

 

13 DecSOIL-Berkebun Stroberi (Gardening Strawberry)

 

Stroberi

 

BERKEBUN STOBERI

(GARDENING STRAWBERRIES)

Diposkan oleh:  Syekhfani

 

Berkebun stroberi (gardening strawberry),  memerlukan teknologi khusus apabila ingin dilakukan di Indonesia yang beriklim tropis, pada kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering;  karena tanaman stroberi aslinya berasal dari  daerah beriklim temperate (sedang).

Budidaya stroberi tergolong teknologi masukan tinggi (high input technology). Lihat → SOIL-Pertanian Organik Masukan Tinggi.

Teknis penanaman stoberi mulai dari perencanaan, persiapan, penanaman, perawatan, hingga persiapan tanam musim berikutnya, disajikan berikut:

Perencanaan

  • Rencanakan pertanaman di awal musim pertumbuhan yang tepat.
  • Stroberi merupakan tanaman sub-tropis yang tumbuh baik pada musim semi.  Namun, beberapa spesies telah beradaptasi baik dengan iklim tropika basah Indonesia.
  • Agar memperoleh hasil terbaik, sebaiknya disiapkan bedengan baru di tempat mana stroberi sudah berbuah. 

Persiapan

  • Pilih tempat yang memperoleh sinar matahari penuh dan drainase serta sirkulasi udara yang baik.
  • Terapkan pemberian pupuk lengkap seperti 5-10-10 (500 gram per 1.5 meter baris) sebelum tanam.

Penanaman

  • Jarak antar baris dalam bedengan adalah 4 meter.
  • Panjang akar tanaman baru tidak lebih dari 7.5 cm. Rendam akar dalam air selama sekitar satu jam sebelum tanam.
  • Atur jarak tanaman dalam baris 25 cm.
  • Buat lubang tanam cukup dalam sehingga seluruh akar tertimbun tanah, tetapi tajuk tidak tertimbun. Siram tanah seputar perakaran dengan sekitar 1/2 liter larutan pupuk diencerkan dengan air.

Perawatan

  • Tahun pertama, awal musim kemarau: Jaga bedengan agar bebas dari gulma. Seleksi bunga untuk calon buah dan dorong produksi buah yang sehat.
  • Akhir musim kemarau: 5 sampai 6 minggu setelah tanam, tanam tunas sebagai sulaman ditanam dalam baris dengan jarak 15 x 15 cm.
  • Akhir musim kemarau dan awal musim hujan: sebar pupuk di samping baris tanam dengan amonium nitrat (250 gram tiap 1.5 meter baris), 5-10-10 (1.25 kg per 1.5 meter baris), atau  pupuk kandang cair (50 sampai 100 ml per tanaman). Lakukan lagi 1 bulan kemudian.
  • Tahun kedua, akhir musim hujan: Hilangkan mulsa secara bertahap di musim hujan, tapi lindungi bunga dengan mulsa, jika diperlukan. Sediakan 1.5 cm air per minggu, mulai berbunga hingga panen.
  • Tutup bedengan dengan kain kasa atau jaring agar buah stroberi tidak dimakan burung.
  • Musim panas: Setelah panen tanaman bawah, hingga tanaman sulaman, siapkan bedengan  untuk tanaman baru musim berikutnya.

Panen

  • Buah beri akan matang sekitar 1 bulan setelah tanaman berbunga. Masa panen 2 sampai 3 minggu, tergantung masing-masing varietas.
  • Pilih buah yang segar dan mulus setiap 2 atau 3 hari. Hindari buah berujung hijau yang tidak sepenuhnya matang.
  • Ketika panen, jangan sisakan buah pada tanaman, karena mereka mendorong tanaman busuk.

 

Lihat: →  http://www.garden.org/foodguide/browse/fruit/strawberry/1231, dan

National Gardening Association 237.  Commerce St Suite 101, Willington, VT 05495 ©2013.

 

11 DecSOIL-Tembok Hijau (Green Wall)

 

0. Tembok Luar Gedung Pertemuan

TEMBOK HIJAU

(GREEN WALL)

 

Tembok Hijau:  “Greening Wall: Ubah Fungsi, Ciptakan Nuansa Hijau”

 

Syekhfani

(foto-foto:  unduhan)

 

Tembok Hijau (Green Wall), rekayasa penciptaan model panorama  “mati” menjadi “hidup” bernuansa hijau menyegarkan;  saat ini sedang  tren di berbagai tempat dan negara, termasuk di negara kita.

Tembok  hijau (green wall), yaitu implikasi sistem “verticulture” (budidaya vertikal) memenuhi permukaan vertikal tembok/dinding gedung/bangunan dengan tanaman (merambat, menempel, menjalar, atau tumbuh pada media pot).

Verticulture memang tidak terlalu sulit dipahami;  yang rumit adalah teknik menjaga tanaman agar memenuhi syarat pertumbuhan  yang diperlukan (air, unsur hara, sinar matahari, ruang tempel, dan sebagainya).

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah fungsi fasilitas dan properti yang dipunyai gedung atau bangunan tersebut (misalnya: pemanfaatan air buangan, penggunaan saluran irigasi/drainase,  dan sebagainya). Bisa dipertimbangkan penambahan teknik “fertigasi” (irrigation fertilzizer), pemberian pupuk melalui saluran irigasi.

Lokasi  Tembok Hijau (Green Wall):  Umumnya berada di pusat keramaian kota, sepanjang jalan layang, gedung olah raga (stadion), pusat perbelanjaan, hotel bertingkat, rumah kediaman, dan sebagainya.

 

1. Tembok Hotel Bertingkat

2. Tembok Luar Sepanjang Jalan

3. Tembok Luar Sekeliling Stadion

(1).  Tembok luar arah fasilitas umum (jalan raya, gedung pertemuan, gedung pertokoan, stadion olah-raga, gedung pertunjukan, dan lain-lain;

 

4. Tembok Emper Rumah

5. Tembok Dalam Kolam Renang

(2). Tembok dalam (balkon, emper, taman tertutup, kolam renang), dan

6. Tembok dalam Kamar Mandi

(3). Tembok dalam (ruang pertemuan, kamar mandi, dan sebagainya.

 

Tembok Hijau (Green Wall), mengubah nuansa “mati” menjadi “hidup”, rekayasa panorama buatan!

  

09 DecSOIL-Biochar

 

Biochar

 

BIOCHAR

 

Diungkap oleh:  Syekhfani

 

Biochar dikembangkan dari temuan bahan karbon dalam tanah pada lokasi bekas hutan terbakar di “Trerra Prete”, Brazil, yang menunjukkan tingkat kesuburan yang tinggi.

Biochar merupakan rangkai karbon aktif stabil hasil proses pirolisis, yang salah satunya dapat berfungsi sebagai bahan pengondisi tanah (soil amandement):

Flowchart

Biochar sebagai pengondisi tanah dalam hal tata air dan tata hara (Kapasitas Tukar Kation - KTK, Kapasitas Penahanan Air - KPA;  Cation Exchange Capacity - CEC, Water Holding Capacity - WHC).

Biochar memiliki potensi untuk menghasilkan energi terbarukan berbasis pertanian dengan cara yang ramah lingkungan dan memberikan perubahan tanah yang berharga untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Jika pasar offset karbon berkembang, biochar dapat memberikan pendapatan bagi petani dan peternak yang menggunakannya untuk menyerap karbon dalam tanah.

 

Lihat:

1. https://attra.ncat.org/attra-pub/summaries/summary.php?pub=322

2. biochar

3. Biochar and Sustainable Agriculture

By Jeff Schahczenski

NCAT Program Specialist

© 2010 NCAT

Holly Michels, Editor

Amy Smith, Production

This publication is available on the Web at:  www.attra.ncat.org/attra-pub/biochar.html

 

25 NovSOIL-Neem, Keponakan Botani Mahoni

 

NEEM – KEPONAKAN BOTANI MAHONI

 

Pohon – Potensial – Kontrol OPT

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Neem – Nimba (Azadirachta indica A. Juss – Meliaceae), kerabat dekat (keponakan) botani dari pohon Mahoni - a botanical causin of  Mahagany *),  asal dari India dan Burma, tinggi dan menyebar seperti ek dan berbunga putih harum manis. Dedaunan kompleks menyerupai Kenari,  berbuah lunak tampak dari jauh seperti Zaitun.  Berdaun sepanjang tahun sebagai pelindung, alasan utama mengapa sangat disukai di India. Di India ada  sekitar 18 juta pohon neem, berjejer di sepanjang tepi jalan atau bergerombol di sekitar pasar atau halaman belakang sebagai pelindung terik  matahari. Sekarang neem tersebar luas di banyak negara.

Nama botani sebelumnya adalah Melia indica dan M. azadirachta, nama-nama tersebut rancu dengan M. azedarach, pohon Asia Barat yang disebut Persian lilac, bakain, dharak, atau chinaberry;  dikenal ada 15 spesies.

 

Deskripsi

Pohon Neem termasuk evergreen (selalu hijau, tidak rontok) yang dapat tumbuh mencapai tinggi 30 meter dan jari-jari tajuk 2.5 meter. Penyebaran arah cabang membentuk tajuk bundar dengan keliling mencapai 20 meter.  Daunnya tidak rontok kecuali kondisi sangat kering. Batangnya relatif lurus dengan tebal kulit sedang. Sistem perakaran dalam  dan bila kulit batang terganggu mengeluarkan getah yang mengering di lokasi setempat.

 

0

Tajuk Neem berbunga

1

Buah Neem

251120131223-001

Morfologi daun dan buah Neem

Kegunaan:

Salah satu kelebihan Neem adalah ia mampu berfungsi sebagai kontrol OPT pertanian, sebagai pestisida alami, mengontrol OPT tanpa membahayakan tumbuhan, hewan dan manusia. Beberapa ahli entomologi mutakhir menyimpulkan Neem memiliki keampuhan mengontrol OPT  dalam menuju era baru yang aman.

Adanya senyawa azadirachtin, mempengaruhi metamorfose larva. Ia membiarkan larva hidup berkembang menjadi pupa, yang sampai mati tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul).

Senyawa Neem lain, salannin, mempunyai daya repellent, yang mengontrol banyak insek sebelum merusak tanaman.

Langkah ke Depan:

Bila Neem ditempatkan sejajar dengan masalah  global lainnya (erosi, desertifikasi, deforestrasi, dan lambat laun menyangkut peningkatan populasi penduduk) maka sudah pada tempatnya kalau pengembangan terhadap Neem dijadikan salah satu alternatif yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah global.

 

251120131221-001

 

 

 

 

 

 

 

*)NEEEM, 1992.  A Tree For Solving Global Problems. Report of an Ad Hoc Panel of the Board on Science and Technology for International Development, National Reaseach Council. National Academy Press, Washington D.C., 139 p.

Lihat pula:  →  http://en.wikipedia.org/wiki/Azadirachta_indica


22 NovSOIL-Pertanian Organik Masukan Tinggi

  

0

 

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI

(HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

Industri Pertanian Organik – Masukan Tinggi – Sistem Budidaya

 

Diangkat:  Syekhfani

  

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI (HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

1

Bedengan stroberi dengan mulsa plastik

2

Panen buah stroberi

Di awal pengembangan, pengertian pertanian organik digambarkan sebagai sebuah sistem yang menganut prinsip budidaya masukan luar lahan rendah (minimal input off-farm). Sementara gambaran saat ini, sebagian besar pertanian organik bersertifikat di AS, menunjukkan ketergantungan pada masukan luar lahan lebih tinggi (higher input off-farm).

Stroberi dan sayuran sistem tahunan intensif di bawah plasticulture adalah contoh yang baik. Pada sistem ini, biasanya digunakan rotasi tradisional dan praktek penyuburan tanah, diikuti budidaya bersih, pemasangan mulsa plastik dan saluran irigasi tetes di bedengan.

Selama musim tanam, sejumlah besar pupuk organik terlarut – biasanya berbasis ikan – diberikan  ke tanaman melalui sistem infus (fertigasi organik).

Pada akhir musim tanam, semua plastik harus dikeluarkan dari lapangan, dan dikembalikan ke sistem manajemen organik standar.

Idealnya, pemilihan tanaman disesuaikan dengan satu musim tanaman yang tepat. Sistem ideal yaitu produktif, ekonomis dan menarik, plus premi yang baik dari hasil penjualan produk  organik.

Tingginya biaya pupuk organik larut (biasanya ratusan dolar per hektar), juga dengan penambahan sedikit lebih tinggi dari sistem  kontrol OPT, membuat sistem organik ini kebanyakan menjadi non-kompetitif  di pasar konvensional.

Pelabelan seperti sistem-masukan tinggi sebagai produk organik menyajikan sebuah paradoks bagi kebanyakan pendukung pertanian organik. Tidak jelas apakah ini dianggap suatu kemajuan teknologi oleh sebagian besar praktisi dan pendukung organik yang benar-benar “organik“.

Akhirnya, dibutuhkan penurunan modal investasi untuk menghasilkan tanaman dengan metode organik tradisional  ke dalam bentuk pertanian lebih mudah diakses petani kurang mampu dengan mengurangi resiko kegagalan atau premi rendah.

Faktor-faktor pertimbangan lain menyangkut masalah pembuangan bahan plastik yang saat ini bermasalah terhadap daur ulang, yang selalu dihadapi setiap akhir musim pertanaman.

Meskipun tidak bijaksana untuk terlalu cepat menilai pertanian organik-masukan tinggi, namun jelas bahwa diperlukan beberapa adaptasi, jika karakter tradisional dan manfaat keberlanjutan pertanian organik ingin dipertahankan.

 

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004.  Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCATm,2004 IP170.

 

Pertanian organik “masukan tinggi”, berat tetapi menjanjikan!

  

21 NovSOIL-Pestisida Biorasional

 

0

 

PESTISIDA BIORASIONAL

(BIORATIONAL PESTICIDE)

  

Sistem Organik – Pestisida Biorasional – Kelas yang Diperbolehkan

 

Diangkat:  Syekhfani

 

Dalam sistem organik, penggunaan pestisida menjadi pantangan yang harus dihindari oleh para produsen organik agar produknya tidak dicap non-organik.

Pada prinsipnya, produk organik adalah proses terintegrasi (terpadu) dari sistem-sistem:  budidaya (farming), perharaan (nutritional), dan pengendalian OPT (pest management).

Para produsen organik perlu mengetahui kategori persyaratan yang termasuk:  diterima (accepted), diatur (regulated), dan dilarang (prohibited).

Khusus penggunaan pestisida, ada persyaratan spesifik yang diijinkan (permissiable) penggunaannya dalam mengantisipasi kerusakan oleh OPT.

Untuk “pestisida biorasional”, hal-hal yang diijinkan tergolong dalam kelas:

Mineral:  belerang, tembaga, tanah diatom, dan berbasis bahan tanah liat seperti Surround ®.

Herbal:  meliputi bahan komersial umum seperti rotenone, nimba, dan pyrethrumTumbuhan yang kurang umum termasuk quassia, Equisetum, dan ryania;  produk tembakau seperti Black-Leaf 40 ® dan strichnine juga tumbuhan herbal tetapi dilarang dalam produksi organik karena toksisitas tinggi.

Sabun: Sejumlah produk sabun komersial berbasis efektif sebagai insektisida, herbisida, fungisida, dan algicides. Produk berbasis deterjen tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam produksi tanaman organik.

Feromon: Feromon dapat digunakan sebagai sarana untuk mengacaukan dan mengganggu hama pada priode siklus kawin mereka, atau untuk menarik mereka ke dalam perangkap.

Biologi: pada daerah yang mengalami perkembangan serangan OPT yang sangat cepat (out break), maka andalan utama tertuju pada biopestisida, seperti Bacillus thuringiensis (Bt), yaitu formulasi untuk pengendalian hama lepidopterous dan Kumbang kentang Colorado.

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004. Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCAT,2004 IP170.

 

20 NovSOIL-Sumber Alternatif Pupuk Organik

  

SUMBER ALTERNATIF PUPUK ORGANIK

(THE ALTERNATIVE SOURCE OF ORGANIC FERTILIZER)

 

Syekhfani

 

SUMBER ALTERNATIF PUPUK ORGANIK

 

Dalam kelas “Teknologi Pupuk dan Pemupukan” (TPP), dosen menjajagi pengetahuan mahasiswa tentang sumber pupuk organik:

Dosen: “Dari berbagai sumber pupuk organik, sumber apa menurut anda yang terbaik?”

Mahasiswa:  “Pupuk kandang, Prof.”

Dosen: “Apa alasannya?”

Mahasiswa: “Pupuk kandang berfungsi ganda  (“multi purpose”), memperbaiki sifat Fisika, Kimia dan Biologi tanah”

Dosen: “Dari berbagai jenis pupuk kandang, mana yang terbaik?”

Mahasiswa1): “pupuk kandang ayam

Mahasiswa2): “pupuk kandang sapi

Mahasiswa3): “pupuk kandang kambing

Dosen: “Apa iya…??”

Mahasiswa: “Bagaimana yang benar, Prof?”

Dosen (1): “Ayam, pemakan bebijian…”, “Sapi, pemakan rerumputan…”, “Kambing, pemakan dedaunan perdu/pohon muda…”

Dosen (2): “Bebijian, kaya senyawa protein (unsur N, S, P);  rerumputan, kaya senyawa  selulose (sukar lapuk);  dan dedaunan muda, kaya senyawa glukose/sukrose (mudah lapuk)”

Dosen (3): “Artinya:  bebijian, untuk perbaikan sifat kimiarerumputan, untuk perbaikan sifat fisika, dan dedaunan muda, untuk memperbaikan sifat biologi…”

Mahasiwa: “Ooo.. begitu, Prof?”

Dosen: “Iya, kurang lebih begitu… Oh ya, bagaimana dengan pupuk (maaf).. “kotoran manusia?”

………………….

Dosen: “Ini akan kita bahas minggu depan!” → lihat (sebagai bahan): Human-waste-could-be-biofuel

Mahasiswa: “…??!”