17 AugSolving The Problems

images

JANGAN BIARKAN JADI BEBAN

Atasi Cepat

Syekhfani

- What is the main problem?Behind is the main solution!

- Tuhan memberikan solusi pada semua masalah, hanya saja apakah kita mampu menangkapnya?!

- Masalah? Solusi, di sebelahnya!

- Tanah kering? Basahi!

- Tidak ada air? Adakan!

- Kurang? Cukupi!

+ Air itu ada di musim hujan,kurang air di musim kemarau!

- Pindahkan musim kemarau ke musim hujan!

+ Apa bisa dilakukan…??

- Bukan musimnya yang dipindah tapi air yang berlimpah saat musim hujan “ditampung” (dipanen) untuk diberikan di musim kemarau!

+ Bagaimana caranya?

-Tidak tahu?Teknologinya ada!

+ Oo..?! Apa acuannya?

- Pelajari “Sifat dan Perilaku – (Fate and Properties)” tentang lahan dan air.

- Batasi “Pokok” masalah.

- Jelaskan “Mekanisme” pemecahan.

- Ia akan menuju ke sasaran yang benar dan tepat, meski pun masih bersifat “relatif“!

24 JunUseful life (Hidup berguna)

useful life.JPG2

MENSYUKURI NIKMAT

Implentasi Kehidupan (suatu renungan)

Syekhfani

Nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi kepada Manusia tidak terbatas; yaitu berupa hidup dan kehidupan.

Manusia diberi rejeki harta benda, kesehatan dan kemampuan untuk hidup di dunia ini; menjadi manusia hidup berguna, bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Bagaimana perilaku seseorang yang “hidup berguna” itu?

Ia menikmati, mensyukuri dan memelihara anugerah yang diterimanya dari Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang!

Bagaimana implementasinya?

Ia harus mampu bertanggung jawab atas pertanyaanNya:

Kamu apakan nikmat yang Kuberikan?

Tahukah kamu, bahwa sebagian dari nikmatKu itu adalah hak orang lain?

Apakah kamu memberikannya kepada mereka yang memerlukan?

Kuberi nikmat “Ilmu” dan “Pengetahuan”, apa tidak kamu berikan sebagian ilmu dan pengetahuan itu untuk orang lain yang membutuhkan?

Apa kamu takut ilmu pengetahuan itu akan berkurang?

Ketahuilah, kalau kamu berikan sebagian ilmu pengetahuan kamu itu dengan niat “amal” atas pertimbangan bersyukur kepadaKu, maka akan Aku lipat gandakan ilmu pengetahuan itu lebih banyak lagi!

Janganlah kamu bangga karena punya ilmu pengetahuan dan bahkan berpredikat “Ilmuan”.

Tidakkah kamu sadar bahwa ilmu pengetahuan yang kamu punyai itu tidak sebesar butir zarah bila dibandingkan dengan IlmuKu?

Jadi janganlah hendaknya kamu menyombongkan diri, dan jadikan ilmu pengetahuan itu berguna bagi hidup kamu dan juga hidup orang lain.

Bagikanlah sebagian ilmu anda dengan “IKHLAS“.

Be a useful life!

Mahasuci Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang!

17 MarKompos Spektakuler

 

TEKNOLOGI TEPAT GUNA KOMPOS

Syekhfani

Kompos, sisa bahan organik atau makhluk hidup mati, yang dulu dianggap bahan tidak berguna (waste);  namun sekarang, dengan perkembangan teknologi pendapat tersebut berubah menjadi bahan sangat berguna, yaitu sebagai sumber kesuburan tanah, dan dikenal dengan sebutan “Emas Hitam” (golden black).

Kompos “Sumberdaya Berlimpah”, karena ia adalah produk daur ulang makhluk hidup yang mati.

Kompos, mudah diperoleh, murah, dan berlimpah.

Jadi, TOLONGLAH KOMPOS!

Agar  dia berguna..

 

Dulu Tak Suka, Kini Cinta

Dulu, saat lewat tempat sampah, otomatis kita tutup hidung, dan segera menghindar. Takut bau atau takut terkena penyakit.

Sekarang terkenal ungkapan: “Ubah Sampah jadi Rupiah”.

Bagaimana caranya?

Kenalilah sifat dan ciri kompos, agar lebih akrab dan mudah menjadikan bahan berguna.

Kompos dari sisa tanaman, mengandung unsur hara rendah sesuai komposisi unsur dalam senyawa-pembentuk tubuh tanaman. Agar ia mempunyai nilai tambah “unsur hara“, diperlukan perlakuan pengkayaan (enriched) unsur dari sumber lain, disebut kompos diperkuat (enriched compost).

 

Fungsi Kompos

Kompos merupakan komponen tanah yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan memegang air (water holding capacity)  bagi tanaman, dan sekaligus kemampuan mempertukarkan kation (cation exchange capacity) sehingga mengurangi pencucian unsur hara. Ada tiga fungsi utama kompos, yaitu:  suplai hara (kimia), suplai udara dan air (fisik) dan suplai energi jazad (biologi):

1Kompos sebagai Sumber Hara

Konsentrasi hara dalam kompos sangat rendah dibanding pupuk pabrik.

Proporsi menarik dari kandungan unsur hara dalam kompos tampak dalam bentuk komplek organik yang harus dirombak sebelum melepas hara tersedia (slow release).  Jadi, tidak semua akan tersedia untuk pertanaman pertama setelah aplikasi.

2. Kompos sebagai sumber Bahan Organik

Kompos, secara alami, sebagai bahan organik, harus dirombak dan ditransformasi oleh mikroorganisme sebelum masuk ke tanah.  Kebanyakan karbon dikonversi ke karbon dioksida (gas) dan sisanya dalam waktu singkat menjadi bahan organik tanah.

Sebagian kecil  bahan organik dikonversi ke humus, warna hitam atau coklat tua, koloidal, berupa sisa bahan organik tanah yang sangat komplek.

3. Kompos sebagai sumber energi  jazad hidup

Dekomposisi bahan organik kompos menghasilkan energi dalam kehidupan jazad dekomposer (heterotrofik).

 

Kiat Kompos Spektakuler

Kompos spektakuler dimaksud di sini yaitu kompos yang dibuat agar dapat berfungsi ganda (multiple complex), yaitu:  tata udara, air, nutrisi, dan kehidupan organisme tanah.

Teknologi meliputi pencampuran kompos dengan jazad dekomposer (makro/mikro, fauna/flora) dan diperkaya (enriched) dengan unsur hara esensial (unsur makro/mikro).

 

Contoh jazad dekomposer:  Vermikomposting (semi  makro fauna );   Biofertilizer ( agen hayati , Tumbuhan mikro ) → lihat  efektif-mikroorganisme-em

 

04 AugSOIL- Make Good Compost


MAKE GOOD COMPOST ~ MEMBUAT KOMPOS YANG BAIK

Solusi Satu Masalah ~ Muncul Masalah Baru ~  Solusi Lebih Lanjut?!

Tinjauan:  Syekhfani

 

Kemajuan teknologi inovasi, membawa konsekuensi munculnya masalah baru yang memerlukan solusi untuk memperoleh inovasi teknologi lebih baru berikutnya.

Hal demikian ini adalah masuk akal, karena kemajuan menyebabkan perkembangan kehidupan yang lebih baik, populasi meningkat diiringi kebutuhan juga meningkatmasalah baru muncul, perlu solusi untuk memperoleh inovasi teknologi baru ~ demikian seterusnya…

Filosofinya:  hidup itu dinamis ~ berubah mengikuti perubahan waktu!

Dalam perkembangannya, teknologi pengomposan makin hari makin maju, dari cara sederhana (alami), hingga inovasi teknologi:  bantuan jazad dekomposer, bahan pengondisi, dan pengkayaan unsur hara (nutrient enrichment).  Berbagai kelemahan dalam proses pengomposan pun diantisipasi, misalnya lama pengomposan, kualitas, dan kendala-kendala bau, suhu ekstrim, hama/penyakit, gulma, dan sebagainya.

Namun, upaya pencapaian hasil kompos yang baik,  tampaknya belum final, karena muncul dampak susulan seperti terjadi polusi unsur hara dari lahan pertanian yang masuk ke jaringan perairan nasional.

 

LMA2

 

Bagi petani organik dan berkelanjutan (Christine Ziegler Ulsh dan Paul Hepperly, PhD: http://www.newfarm.org/depts/NFfield_trials/2006/0413/compost.shtml, kompos adalah solusi untuk memanfaatkan kotoran ternak dan sisa tanaman sekaligus sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanah.

Penelitian tentang kompos selama dekade terakhir banyak dilakukan;  misalnya oleh  petani dan ahli tanah di Institut Rodale dan organisasi lain, yang menemukan cara lebih aman, efektif dan berkelanjutan merubah bahan organik sisa menjadi sumber daya yang meningkatkan kesuburan tanah yang sehat dan seimbang. Kemajuan penelitian terbaru di Institut Rodale selangkah besar lebih maju dalam ilmu kompos: melalui pendekatan perbaikan yang dirancang seperti proses pembentukan tanah alami, sehingga unsur nitrogen dan fosfor dalam kompos tidak tercuci air hujan selama pengomposan.

Hasilnya menunjukkan bahwa resep baru yaitu mencampurkan tanah liat, kalsium, asam humat dengan sisa daun/kotoran, mampu:

· Mengurangi kehilangan nitrogen (N) hingga 90 persen dan fosfor (P) hingga 75 persen.
· Mempercepat pematangan kompos, dan
· Mengurangi Bakteri patogen.

 

Resep baru tersebut tidak banyak mengubah proses pembuatan kompos sederhana umumnya:

• Kompos dibuat dari 25 hingga 40 bagian (berat) bahan kaya karbon (disebut bahan “cokelat” ~ daun, jerami, koran, atau serbuk gergaji) dengan satu bagian bahan kaya nitrogen (pupuk kandang, bahan “hijau” ~ legum,  atau sisa makanan).

• Tumpukan sering dibalik agar semua bahan tercampur dan mendapatkan udara segar (membiarkan peningkatan suhu berarti terjadi penguapan nitrogen).

• Tunggu 3-12 bulan (atau lebih) sampai tumpukan kompos matang, warna gelap dan tidak tampak masih ada bahan mentah.

Tahun demi tahun, perkembangan ilmu pertanian mempelajari lebih jauh bagaimana proses sederhana bekerja dan bagaimana mengatasi kekurangannya—komposisi bahan, ukuran partikel, kelembaban, pH, ukuran bedengan, dan cara dan frekuensi membalik—untuk memperoleh produk lebih baik dan lebih cepat. Percobaan menunjukkan bahwa , di antara kompos, pupuk sintetik dan kotoran segar mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman secara kompetitif, hanya kompos secara nyata memperbaiki bahan organik tanah. Bahan organik tanah adalah kunci pengondisi tanah menjadi lebih baik saat musim kemarau dan menjaga kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan saat musim hujan (Soil organic matter is the key to conditioning the soil for better performance during drought and guarding against excessive nutrient runoff in wet conditions).

Hanya saja tahun terakhir ini, begitu unsur hara pertanian meningkatkan polusi jaringan perairan nasional, orang-orang mulai mempertanyakan: Bagaimana kompos mempengaruhi sebaran unsur hara? Berapa jumlah unsur hara hilang selama pengomposan di lapangan? Dan unsur apa saja yang hilang selama proses pengomposan?

 

Penyelesaian satu masalah, dapat mengundang masalah baru untuk diselesaikan!

 

03 AugSOIL-Private Composting

 

PRIVATE COMPOSTING ~ PENGOMPOSAN SENDIRI

Mudah ~ Berlimpah ~  Gratis ~ Indah ~ Sehat

Bahasan dan Foto-foto:  Syekhfani

Pemanfaatan sisa bahan organik seputar rumah tangga, merupakan alternatif solusi dalam menciptakan lingkungan sehat, nyaman, indah dan menguntungkan.

Sisa gulma, pangkasan tanaman, sisa sayuran, dikembalikan ke kebun setelah melalui proses pengomposan (decomposition).

Pengomposan dilakukan dalam bak atau tong sampah yang dirancang sesuai dengan persyaratan pembuatan kompos yang baik:  cukup udara, lembab, suhu optimal, dan bebas penyakit.  Hal ini hanya sedikit memerlukan modifikasi terhadap bak atau tong sampah yang ada.

Selanjutnya, pengomposan dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sesuai polesi masing-masing;  misalnya pengomposan alami (naturally), cacing tanah (vermicomposting), dan lain-lain (etc).

Berikut praktek pengomposan sendiri di rumah penulis:

1

Bak sampah dikonversi menjadi bak kompos

2

Bak penuh kompos sisa kebun

3

Stratifikasi bahan kompos (dari atas ke bawah):  kasar > halus > kompos jadi > bedeng cacing tanah

4

Stratifikasi bahan kompos:  kompos jadi (agak kering, kanan atas), bedeng cacing (basah, bawah)

5

Bagian dasar bak kompos:  bedeng cacing tanah

6

Bahan kompos:  setelah pembalikan

Berikut tambahan wacana tentang pembuatan kompos sendiri:

COMPOST 101

by: National Gardening Association Editors

Salah satu pupuk alami yang terbaik untuk menyuburkan tanah tersedia gratis. Kita dapat memecahkan beberapa masalah lingkungan pada waktu bersamaan, yaitu membuat kompos sendiri (private composting) dan “membantu” mengurangi kepadatan tempat pembuangan sampah.

Masyarakat memerlukan biaya khusus untuk mengambil dan membuang sampah dari bak atau tong sampah rumah tangga, sebenarnya hal tersebut bisa kita lakukan sendiri. Daun, potongan rumput, dan bahkan limbah sayuran dari dapur adalah sumber bahan kompos.

Membuat kompos adalah sederhana dan murah. Ini adalah sedikit seperti membuat lapisan-lapisan sisa bahan organik dan kemudian dibiarkan semuanya menjadi kompos.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan wadah buatan sendiri yang dibuat dari kawat las, blok beton, atau kisi-kisi dari kayu – untuk membentuk tumpukan 3-5 meter dan tidak lebih dari lima meter. Atau, kita dapat membeli kotak/tong sampah jadi berbagai jenis, bentuk dan ragam yang memudahkan proses  pengomposan mudah dan cepat.

Resep untuk kompos adalah mengatur udara, kelembaban, suhu dan penambahan lapisan bahan limbah seperti daun, potongan rumput, sampah dapur (tidak daging atau tulang), gulma dari kebun, dan sebagainya. Semua dimasukkan ke tempat sampah dengan waktu yang cukup terurai menjadi kompos.

Namun, kita dapat membuat kompos hanya dalam waktu beberapa minggu dengan membuat tumpukan dan memanaskan bahan tidak lebih dari 60 derajat Celsius, membunuh benih gulma atau bakteri berbahaya dalam kompos. Timbunan kompos terdiri dari lapisan bahan kaya karbon (misalnya daun), diseling dengan lapisan kaya nitrogen (pupuk kandang, alfalfa, tepung biji kapuk).

Menu klasik pekebun organik membuat kompos yaitu membuat lapisan bahan sayuran tebal sekitar 10 cm, lapisan kotoran tebal sekitar 5 cm, kemudian ditambahkan selapis tipis tanah dan kapur. Lapisan kompos ini diulang sampai tumpukan setinggi tiga sampai lima meter. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian atas untuk tempat menyiram.

Semakin kecil cacahan, semakin cepat terdekomposisi oleh berbagai jenis bakteri. Sebuah mesin pencacah (chipper) menjadi perangkat penghalus kompos yang sangat membantu. Bahan kayu kasar dijadikan alas dasar untuk tempat kompos.

Dalam sekitar dua minggu, bakteri akan mengurangi banyak bahan dalam tumpukan kompos dan menyebabkan timbul panas, kemungkinan terjadi kekurangan oksigen. Tumpukan sekarang perlu dibalik untuk diangin-anginkan.

Ada banyak berbagai teknis pengomposan, sebagai contoh:

• Menjaga pasokan cacing tanah merah di bagian dasar tanah untuk kompos limbah dapur.

• Mencampur sejumlah kecil sisa sayuran dalam blender dan menambahkannya ke tanaman hias.

• Cukup membenamkan sisa dapur ke dalam medium bunga atau sayuran di kebun.

Limbah sayuran, termasuk bubuk kopi dan kulit telur – bahkan rambut, bulu, abu kayu, kerikil dan kerang – dapat dikomposkan bersama dengan limbah kebun. Bahan yang harus dihindari untuk kompos adalah daging dan tulang, sejumlah besar serbuk gergaji, kotoran hewan, dan tentu saja logam, kaca atau plastik.

Ketika kompos berubah menjadi Tanah lalu diayak melalui kain kasa dapat diaplikasikan untuk medium pot tanaman hias atau dikembalikan ke kebun.

Lihat →  http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=1357

© 2013 National Gardening Association
237 Commerce St Suite 101, Williston, VT 05495
Contact Us | Privacy Policy

10 JunSOIL-Soup

 

SOIL SOUP

(SUP TANAH)

Menu menuju lingkungan tanaman sehat dan berlanjut

 

 1

 

Syekhfani

 

Apabila tanaman ingin tumbuh sehat, berilah medium menu yang sehat:  “sup tanah atau teh kompos“:  dari seduhan kompos matang yang kaya hara esensial, vitamin, enzim, zat pengatur tumbuh dan bebas patogen.

Sup tanah (soil soup) atau teh kompos (compost tea), dibuat dengan cara merendam kompos matang (kompos jadi) selama waktu tertentu (2 – 4 x 24 jam) dalam keadaan aerobik, yaitu selalu diaduk atau diberi oksigen menggunakan aerator.

Sup tanah matang, mengandung berjuta-juta biota tanah hidup dan berkembang secara aerobik. Biota tanah ini umumnya non-patogenik (karena biota patogenik umumnya bersifat anaerobik).

Penggunaan sup tanah bisa disiramkan langsung ke tanah (spray unto soil) atau diaemprotkan ke permukaan daun (foliar spraying), dengan dosis, interval dan konsentrasi tertentu, sesuai jenis tanaman dan kesuburan tanah sebagai medium.

Penggunaan sup tanah atau teh kompos dilakukan dalam sistem pertanian organik (organic farming system) menuju ke sistem pertanian sehat dan berlanjut.

2

Disiramkan ke tanah (spray unto the soil)

3

Disemprotkan ke daun (foliar spraying)

 

Berikut teknik aplikasi sup tanah untuk para Pekebun (Soil Soup For Gardeners – Bainbrige Gardens:  www.bainbridgegardens.com):

1. Harus segera diaplikasikan begitu selesai dituang dari tong prosesing teh kompos (idealnya dalam kurun waktu 10 jam:  pukul 10 pagi hingga 6 sore).

2. Kelebihan teh kompos dapat ditambahkan ke tumpukan kompos, ia akan lebih meningkatkan kualitas kompos.

3. Penggunaan teh kompos:  Teh kompos disaring melalui kain kasa tipis untuk mencegah penyumbatan sprayer;  dapat disemprotkan/disiramkan  langsung ke tanah atau disemprotkan ke tajuk tanaman.

4. Penyemprotan untuk pertama kalinya ke tanah atau daun, gunakan teh kompos asli (belum diencerkan).

5. Dua minggu kemudian, semprot lagi, dengan pengenceran sepuluh kali.  Setelah itu, disemprotkan setiap bulan.

6. Pada kebun transisi sistim konvensional ke sistem organik, bisa dilakukan pencairan semprotan bulanan 2 : 1 (dua galon air untuk setiap galon teh kompos).

7. Bagi kebun yang telah menjadi sistem organik, teh kompos disemprotkan bulanan menggunakan pengenceran  8 : 1 (8 galon air untuk setiap galon teh kompos).

8. Semakin sehat tanah, tanaman makin sehat. Penggunakan sup tanah seperti melakukan penambahan beberapa inci kompos ke dalam tanah.

9. Jika tanah anda telah diubah dengan baik, lakukan tingkat pengenceran yang lebih encer.

10. Jika tanah anda baru saja  diubah dan belum baik, gunakan konsentrasi lebih pekat (lebihkan teh, kurangi air) .

11. Untuk memperoleh tanaman yang sehat, semprotkan sup tanah bulanan sepanjang tahun.

12. Keuntungan lain, drainase buruk menjadi lebih baik.

13. Untuk menghindari atau meminimalkan gangguan penyakit daun seperti embun tepung, bercak hitam, dan sebagainya, semprot dua kali sebulan pada saat munculnya daun (tunas baru), kemudian lakukan bulanan.

 

(Soil Soup For Gardeners.  Ann Lovejoy for Bainbridge Gardens. HYPERLINK   http://www.bicomnet.com/annlovejoy/index.htm)

 

03 AprSOIL-Multi Fungsi

 

SUMBERDAYA – ALAM – REKAYASA

 

Sumber Air – Dam – Sawah

 

Contoh:  SPP Sembawa – Palembang:  Pemanfaatan aliran air (sungai), bendungan (dam) menjadi objek multi fungsi: (Foto:  Syekhfani)

 

 

BAGIAN ATAS:  Panorama – Rekreasi – Karamba

 

 Image(04)

 

Image(06)

Image(09)

 

  • Objek rekreasi penduduk kota dan sekitar (butuh sarana rekreasi)
  • Objek olahraga (butuh sarana – prasarana:  dayung, ski air, polo air, dan lain-lain).
  • Sumber pendapatan (butuh teknologi:  karamba ikan)

 

 

BAGIAN BAWAH:  Sawah – Itik – Ikan

 Image(11)

  • Tanaman padi sawah (kecukupan air)
  • Ternak itik/ayam (kotoran sebagai sumber pupuk untuk padi sawah atau ikan)
  • Ternak ikan

 

03 AprSOIL-Suksesi Profesi

 

MEMBANGUN  PROFESI  BERTANI

 

Lingkungan – Bakat – Hobi – Cita-cita

            443257[1]

Masa kecil

Aku menyenangi tanaman, karena sejak kecil hidupku di kampung di tengah pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Selatan. Di situ aku mulai dikenalkan bagaimana cara mencangkul, menyiang, membajak, menanam, memupuk, memanen, dan lain-lain, oleh ayahku yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar sekaligus juga bertani. Maklumlah, pendapatan beliau tidak mencukupi bila hanya mengandalkan gaji guru. Ayahku bercita-cita agar kelak aku menjadi sarjana pertanian (alhamdulillah hal itu terkabul).

 

Masa belajar

Tamat dari sekolah dasar, aku merantau untuk merubah nasib. Karena sekolah menengah lanjutan tidak ada di kampung, berangkatlah aku ke kota meninggalkan lingkungan bertani. Namun, jiwa bertani tetap melekat dalam diriku.

Di sekolah menengah tingkat pertama, guru-guruku juga ada yang bertani di luar jam sekolah. Mengetahui bahwa aku terampil bercocok tanam, guruku memintaku membantu. Semuanya kulakukan dengan ikhlas dan senang hati, sehingga guruku sayang padaku.

Bakat bertani tetap ada, sewaktu menyelesaikan tugas akhir di sekolah menengah tingkat atas, aku menyusun tulisan berjudul “Budidaya Tanaman Kopi”, suatu bidang yang secara praktikal sudah kulakukan semasa di kampung.

 

Menapak ke profesi

Selesai sekolah menengah tingkat atas, kupilih fakultas pertanian sebagai wadah menuju profesi masa depan. Mata ajaran praktikum kujalani dengan tekun dan serius mengikuti petunjuk dan bimbingan para dosen dan asisten. Aku merasa betapa dangkalnya ilmu pertanian yang kumiliki saat di kampung dulu. Hal itu menjadikan motivasi untuk belajar lebih tekun.

 

SN851655[1]

Aku ingat, dulu sehabis kuliah sering mengunjungi rumah-kaca Balai Penelitian Hortikultura, di mana aku juga ikut kuliah dan praktikum, dan juga ada dosenku di situ. Sebenarnya, dari situlah muncul perasaan menyenangi tanaman sebagai hobi.

13882604-closeup-of-cultivated-ripe-avocado-fruits-persea-americana-hanging-heavily-from-tree-ready-to-be-har[1]

Aku menerima tawaran dari staf Balai Penelitian untuk membantu melakukan tugas di luar jam kuliah. Aku mendapat tugas identifikasi tanaman Alpokat dan Pisang, di kebun koleksi Tanaman Buah, beberapa kilometer dari kampus. Kegiatan itu kulakukan dengan gembira dan semangat karena banyak pengetahuan dan pengalaman yang kuperoleh.

 

Profesi dosen pertanian

Studi lanjut tingkat magister dan doktor, merupakan ajang peningkatan wacana bidang pertanian lebih mendalam. Bidang teori, praktek, dan implikasi langsung ke masyarakat. Dalam hal ini pengalaman berinteraksi dengan para ilmuan, institusi dan praktisi bidang pertanian banyak diperoleh. Selain itu juga interaksi langsung dengan petani, pekebun, maupun pengusaha. Banyak kegiatan kerjasama dilakukan berupa penelitian maupun praktek di lahan.

 

Profesi bertani, adalah talentaku!

 

 

28 MarSOIL-Ubi Lahan Kering

  

TANAMAN  UBI – LAHAN KERING  - TROPIKA

Alternatif Sumber Pangan dan Pakan

 

  • Ubi adalah alternatif sumber pangan (dan pakan), yang harus selalu tersedia agar tidak kekurangan.
  • Tidak semua tanaman pangan dapat tumbuh dan berproduksi normal pada kondisi kering (kurang air).
  • Hanya tipe tanaman tertentu yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap kekeringan.
  • Tanaman ubi-ubian, umbi-umbian (roots), merupakan jenis komoditi yang perlu mendapat perhatian dan harus dikembangan, terutama di daerah tropika beriklim kering.
  • Berikut tiga jenis komoditi tanaman ubi potensial:

 

imagesCAQ00DME

imagesCA07D1X3

UBI KAYU (PUSRI) - Cassava (Ubikayu)Manihot esculenta – Euphorbiaceae.  ubikayu ditanam untuk memproduksi ubi dan sering dijadikan bahan pangan alternatif. Ubi segar mengandung 35% karbohidrat dan kurang dari 2% protein kasar. Daun ubikayu sering digunakan  sebagai sayuran. Penyiapan ubi untuk makanan tergantung varietas. Ubikayu mengandung asam prussik (prussic acid) yang meracun;  salah satu varietas yang manis, toksisitas dikombinasikan dengan lapisan kulit kedua dan disiapkan sederhana dengan membuang lapis kulit terluar;  ubi dapat dijadikan bahan makanan. Pada varietas pahit racun dan asam dihilangkan dengan cara direbus dan kemudian setelah air rebusan dibuang dapat dijadikan bahan makanan. Ubikayu dapat dijadikan tepung tapioka tetapi  memerkukan cara pengemasan yang baik agar tahan lama dalam penyimpanan.

Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kondisi iklim yang luas meskipun idealnya ia adalah tanaman tropika dataran rendah. Ia dapat tumbuh di area bercurah hujan 500-1500 mm per tahun dan dapat bertahan lama pada kondisi kering, kecuali saat awal pertanaman. Ia dapat tumbuh pada ketinggian di atas 500 m tetapi tidak dapat bertahan terhadap dingin dan beku.  Suhu tumbuh optimum 25-29 derajat C.

Ubikayu memerlukan kondisi tanah aerobik (tidak tergenang), tidak salin dan tidak banyak berbatu. Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kemasaman tanah yang luas, antara pH 5 – 9;  ia akan tumbuh baik pada tanah berpasir atau Lempung berpasir yang subur. Pada tanah liat berat atau tingkat kesuburan tinggi, akan terjadi pertumbuhan vegetatif berlebihan tanpa menghasilkan ubi. Secara tipikal, ubikayu dapat tumbuh sebagai tanaman rotasi ekstrem kekurangan, tetapi tetap membutuhkan kalium.

 

imagesCAKT7DI5

 imagesCAE9P562

KENTANG (PUSRI) - Irish Potato (Kentang)Solanum tuberosum – Solanaceae. Kentang salah satu sayuran paling penting di dunia, ditanam untuk memproduksi umbi yang disiapkan secaran direbus atau dipanggang. Umbi juga digunakan sebagai cadangan pati untuk indsutri alkohol dan spritus.

Kentang bukan asli tropika, ditanam di tropika hanya selama musim dingin atau di dataran tinggi. Tanaman menghendaki suhu tertentu yaitu lebih dari 20 derajat C, pembentukan umbi sangat terhambat. Rata-rata suhu 15-18 derajat C cocok untuk bagi tanaman muda bebas dari rusak karena beku. Kelembaban yang dibutuhkan juga sangat speifik;  agar tumbuh baik kelembaban harus  kontinyu   dan kekeringan secara drastik hasil dan kualitas umbi, khususnya pada priode pembentukan umbi. Kebutuhan air antara 600-900 mm sehingga menghendaki daerah kering dengan penyediaan air.

Spesies kentang hampir tumbuh pada semua jenis tanah, menyenangi tumbuh pada tanah lempung berpasir dalam dengan pH antara 5.5-6.0. Tanah alkalin meningkatkan kecadian scab. Terdapat kultivar hari pendek dan hari panjang tetapi pada kondisi tropika dibutuhkan kultivar hari pendek, untuk memperoleh produksi umbi yang baik.

 

UBIJALAR

imagesCAV28KWU

 Teknologi-budidaya-ubijalar -  Sweet Pottato (Ubijalar)Ipomoea batatas – Convolvulaceae. Ubijalar adalah sumber karbohidrat penting dalam diet makanan banyak penduduk tropika dan umbi dalam dimakan setelah direbus atau dibakar. Tepung, kanji, sirop dan alkohol, dapat dibuat dalam pabrik dari umbi dan sisa proses dapat dijadikan pakan ternak. Pucuk daun, tingkai dan daun kadang-kadang dijadikan sayuran. Umbi dapat diiris tipis, dijemur untuk disimpan.

Spesies ubijalar mempunyai tingkat toleransi tinggi pada kisaran kisran luas dan diketahui merupakan variasi dalam hasil. Ia tumbuh pada curah hujan antara 500-1000 mm per tahun dan dapat mentolerat priode kering jangka lama, sehingga bertahan tumbuh sendiri. Ia juga dapat tumbuh pada daerah bercurah hujan tinggi bila ditanam menjelang akhir musim hujan. Suhu optimum 24 derajat C tetapi bisa tumbuh pada suhu di bawah 10 derajat C. Ubijalar dapat tumbuh pada jenis tanah secara luas tetapi membutuhkan drainase baik dan ia peka terhadap penggenangan, salinitas dan alkalinitas. Ia dapat tumbuh pada keadaan marginal tetapi membutuhkan kalsium, boron, dan magnesium bila diberikan nitrogen, fosfor, dan kalium untuk pertumbuhan dan produksi yang baik. Tanah yang paling dikehendaki adalah Lempung berpasir duduk di atas subsoil liat dengan pH sekitar 6.0.

Ubijalar ungu, merupakan salah satu jenis umbi mengandung gizi tinggi dan disukai. Lihat:  ubi-ungu-faedah-dan-khasiatnya

 

Sumber Teks:

Gibbon, G., and A. Pain. Crops of the Drier Regions of the Tropics, p 131-136. Ed. by Dr W. J. A. Payne, Consultant in tropical livestock production. I.T.A.S. Longman – London and New York.