01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.