29 JulSOIL-Traditional Mixed Garden

 

 

TRADITIONAL MIXED GARDEN ~ KEBUN CAMPURAN TRADISIONAL

 

Diversifikasi – Tanaman Sekunder – Kebutuhan Sehari-hari

 

Syekhfani

 

Traditional Mixed Garden (Kebun Campuran Tradisional), adalah sebidang lahan di tepi sawah, atau sekitar dangau (tempat tinggal di sawah atau ladang);  berupa lahan  budidaya tanaman sekunder ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani sehari-hari.

Kebun campuran tidak luas, dikelola secara tradisional,  seadanya (alami), dan tidak ada perawatan khusus.

Pengelolaan dilakukan saat tidak bekerja, atau sedang istirahat dari pekerjaan utama. Seringkali dibantu bu Tani atau anak-anak pak Tani.

Sistem budidaya pertanian tradisional semacam ini, umumnya  tidak mengikuti pola tertentu, dan banyak dijumpai di luar pulau Jawa.

Jenis tanaman meliputi:  buah-buahan (buahan), sayur-sayuran (sayuran), obat-obatan (obatan)/rempah-rempah (rempah), dsb (etc);  ditanam campuran secara acak (tidak teratur), tetapi mengikuti strata tajuk:  pohonsemakrumput.

Stratifikasi menghindari kompetisi penuh terhadap cahayaudaraair, maupun unsur hara.

Umumnya jenis tanaman kebun campuran tersebut, adalah:

 

POHON

Buahan:  mangga, durian, rambutan, nangka, dll (etc).

Sayuran: nangka, petai, keluwih, melinjo, kelor, dll.

Obatan/Rempah: cengkeh, pala, kayu manis, dll.

 

SEMAK

Buahan:  jeruk, sawo, jambu biji, dll.

Sayuran:  lamtoro, ubikayu, kacang-kacangan, tomat, lombok, terong, talas, dll.

Obatan/Rempah:  serai, lengkuas, daun-salam, dll.

 

RUMPUT

Buahan:  ciplukan (Jawa), dll.

Sayuran:  bayam, kangkung, seledri, dll.

Obatan/Rempah:  kunyit,  jahe, kencur, dan sebagainya.

 

Bagaimanapun, kebun campuran sangat membantu petani tradisonal subsisten memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

 

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/soil-klasifikasi-sistem-agroforestri-3/

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/06/4100/