29 SepSOIL-Filsafat “Seafriends”

 


FILSAFAT SEAFRIENDS - SOIL FERTILITY

Resume:  Syekhfani

 

Kebutuhan hidup manusia, hewan dan tumbuhan di bumi (sinar, udara, air, nutrisi);  tersedia dalam jumlah tidak terbatas. Ia menjadi terbatas akibat faktor geografis (air dan nutrisi) atau populasi (kompetisi).

Indikator faktor menjadi terbatas dicirikan oleh adanya kompetisi, adaptasi, dan mekanisme kontrol (simbiose, antagonisme, sinergisme).

Faktor pembatas mengikuti hukum minimum‘Liebig”. Kemampuan makhluk untuk bertahan hidup tercermin pada mekanisme spesifik (mis. Tanaman: C4, CAM) merupakan ”potensi ”alternatif” dalam pegembangan iptek.

Efisiensi teknologi dapat dilakukan dengan ‘‘diversifikasi”, contoh: tanaman rumput untuk pohon.

Masalah rawan pangan (scarsified of food) akibat degradasi unsur nutrisi, perlu diatasi melalui pengembangan teknologi pupuk.

Diversifikasi kebutuhan, merupakan peluang tanpa kompetisi, yang tidak boleh diabaikan dan harus dipelihara, seperti kebutuhan tumbuhan dan manusia/hewan terhadap garam.

 

Inspirasi IPTEK LINGKUNGAN

 

14 AugSOIL-Water-wise Gardening

 

WATER-WISE GARDENING

(KEBIJAKAN PENGATURAN AIR)

Tinjauan:  Syekhfani

Pada post terdahulu (SOIL-Tata L ahan Kota III):  diketahui betapa sulitnya untuk memenuhi kebutuhan air bagi penghijauan kota di kawasan lahan bergurun (tekstur tanah berpasir).

Keberhasilan kota Jeddah (dan kota-kota lain), dalam menghijaukan kawasan kota, sudah barang tentu sangat tergantung kepada kebijakan manajemen air, yang diduga membutuhan jutaan galon setiap waktu.

Berkebun air yang bijak berarti melibatkan berbagai teknik aplikasi lansekap yang membantu menghemat air seraya mempertahankan hijauan kebun atau taman agar selalu indah dan efisien.

Problem di atas dapat pula dijumpai pada kondisi zone arid atau semi arid (kering, setengah kering) di daerah tropika atau sub tropika;  atau daerah yang tidak mempunyai potensi sumber air yang cukup.

 default

Ada lima langkah untuk menjaga efisiensi pengguaan air di kebun atau taman (Cowman, C.E., 2003):

1. Hydrozone: kelompokkan tanaman sesuai dengan kebutuhan air mereka. Atur Hydrozone halaman dan taman Anda menurut zone butuh air rendah, sedang dan tinggi;  lalu atur penggunaan air secara bersama-sama. Juga, gunakan bedeng tanam sehingga mudah melakukan penyiraman secara efisien.

2. Memilih Tanaman: pilih tanaman toleran kekeringan atau tanaman asli tahan kering dalam zone lanskap kebutuhan air rendah.

3. Irigasi:  install alat pengatur irigasi, emitter tetes dan timer, sehingga Anda hanya memberikan jumlah air yang dibutuhkan tanaman.

4. Meningkatkan Kemampuan Tanah: campurkan kompos ke dalam tanah untuk meningkatkan kemampuan tanah memegang air.

5. Gunakan Mulsa: tutupkan mulsa di sekitar tanaman Anda, trotoar dan daerah terbuka lain untuk mengurangi penggunaan air dan mencegah tumbuh gulma.

(C.E. Cowman.  2003.  Water-Wise Gardening. Smart Gardening Information Sheet.  County of Los Angeles Countywide Smart Gardening Program. Department of Public Works Publication No. SG-6, January 2003. Environmental Programs Division, Copyright© 2003.   All Rights Reserved – Author: Keith D. Thomsen, PE, DEEn Bio Contractors, Inc.).

Informasi lengkap disajikan dalam bentuk film video berikut:  →  Water-wise Gardening I  dan  Water-wise Gardening II

Water-wise gardening conserves water and reduces waste!

12 AugSOIL-Tata Lahan Kota III

 

TATA LAHAN KOTA ~ CITY LANDSCAPES

Internasional ~ Lapangan udara ~ Hijauan kota

 

Panorama:  Kota Jeddah

 

Foto-foto: Syekhfani

 

Sehari di kota Jedah, menjelang pulang ke tanah air, rombongan tour kami punya kesempatan berkeliling melakukan wisata kota menelusuri pantai Laut Merah.

Suatu hal yang mengagumkan, yaitu disaat memasuki kota Jeddah, kita disuguhi pemandangan panorama sepanjang jalan raya berupa kawasan gurun, sangat kontras dengan panorama hijauan kota dengan vegetasi seperti layaknya daerah tropis. Hanya bedanya, jenis tanaman di sini khas dominan pohon korma.

Seperti dikemukakan sebelumnya, kuncinya terletak pada “manajemen konservasi air”.  Lihat:  SOIL-Lahan Gurun Pasir →  Soil-tata-lahan-berpasir.

Berikut sekilas nuansa panorama tata lahan kota Jeddah:

0. Korma

Hijauan kota:  pohon korma

1. Hijauan Kota

Hijauan pohon tata lahan kota

2. Hijauan Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak

3. Hijauan rumput

Hijauan tata lahan kota:  rumput

4. Pohon Korma

Hijauan tata lahan kota:  pohon korma dan rumput

5. Tanaman Hias Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak tanaman hias

6. Pulau

Panorama laut

7. Air Mancur

Panorama semburan air

Tata Lahan Kota Jeddah, nuansa panorama tepi laut Merah!

16 JulSOIL- Pengawetan Air

 

PENGAWETAN AIR

(WATER CONSERVATION)

 

Seafriends Soil Fertility

 

Air dapat dihemat dengan cara:  mengurangi evaporasi dari tanah secara langsung. Air menguap lebih cepat pada suhu lebih tinggi dan angin. Jadi bila kecepatan angin dapat dikurangi di permukaan tanah (dan di atasnya) suhu tanah dapat dipertahankan dingin, maka jumlah air hilang dikurangi. Menutup tanah dengan mulsa dan menegakkan pagar penahan angin adalah salah satu solusi. Di Sepanyol dan sekitar Laut Mediteran, di mana iklim terlalu dingin pada musim dingin, petani mengolah tanah di bawah tanaman anggur dan mempertahankan gulma melindungi air dan menutup topsoil dari kekeringan. Bagaimanapun, metode ini membiarkan tanah terbuka lebar terhadap erosi ketika hujan datang tiba-tiba.

Irigasi terbuka dan saluran tanpa aspal, dan aplikasi ke lahan langsung melalui saluran permukaan, bisa menyebabkan kehilangan air sebesar 50% hilang masuk ke dalam tanah dan melalui evaporasi. Aplikasi air ke tanaman melalui irigasi drip, walaupun lebih mahal, dapat mencapai efisiensi pemakaian air di atas 95%. Penghematan air dapat dicapai melalui penggantian springkel tekanan tinggi yang membuat butir halus, dengan springkel tekanan lemah  membuat butir besar.

Di banyak tempat di dunia, air tawar sekarang merupakan komoditi diperdagangkan di pasar bebas. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan petani mengawetkan air, ia juga merupakan jalan terbuka menguasai sendiri air tersebut dan air dikuasai oleh industri dan kota, orang yang mempunyai posisi tawar (bargaining position) lebih kuat.

Riwayat Perusakan Sumber Air:

  • USA: The High Plains Aquifer System (Ogallala) meliputi 20% lahan irigasi AS sebanyak 3700 kilometer kubik. Sisa tampungan dalam 30 tahun sejumlah 325 kilometer kubik. Lebih dari 65% tampungan ini berada di Dataran Tinggi Texas, di mana area irigasi berkurang 26% antara tahun 1979 dan 1989. Tampungan mutakhir diduga 12 kilometer kubik/tahun.
  • USA, Kalifornia: Cadangan air tanah rata-rata 1.6 kilometer kubik/tahun, sebanyak 15% kebutuhan air tanah negara tahunan. Dua pertiga tampungan berada di Central Valley, pusat penghasil buah dan sayur (bersama tempat lain di dunia).
  • USA, Barat Daya: Daerah pemompaan Arizona saja total melebihi 1.2 kilometer kubik/tahun.  Phoenix Utara, permukaan air turun lebih dari 120 m. Proyeksi untuk Albuquerque menunjukkkan bahwa, bila penarikan air tanah berlanjut hingga tingkat sekarang, permukaan air akan turun bertambah 20 m tahun 2020.
  • Mexico City dan Valley of Mexico: Pemompaan melebihi asupan sumber alami sebanyak 50-80%, yang menyebabkan permukaan air tanah turun, pemadatan aquifer,  subsidensi lahan, dan perusakan terhadap struktur permukaan.
  • Semenanjung Arabia: Penggunaan air tanah mendekati tiga kali lipat lebih banyak dari asupan. Saudi Arabia tergantung pada air tanah yang tidak pulih secara kasar sejumlah 75% terhadap air tersebut, yang mana meliputi irigasi gandum 2-4 Mt/tahun. Pada tingkat penurunan ini, persediaan air tanah akan bertahan hanya selama 50 tahun.
  • Afrika Utara: Total kehabisan air tanah di Libya mendekati 3.8 kilometer kubik/ha. Untuk seluruh Afrika Utara, kehabisan terakhir diperkirakan 10 kilometer kubik/tahun.
  • Israel dan Gaza: Pemompaan dari air garis pantai berbatasan dengan laut Mediteran mencapai asupan mencapai 60%. Air garam masuk ke perairan.
  • Spanyol: Seperlima total penggunaan air tanah, atau 1 kilometer kubik/tahun, tidak berkelanjutan.
  • India: Permukaan air di Punjab, India’s bread basket, jatuh 0.2 m setahun menyilang dua pertiga negara.  Di Gujarat, level air tanah turun 90% dari sumur-sumur observasi selama tahun 1980-an. Penurunan drastis juga tampak di Tamil Nadu.
  • Cina Utara: Level permukaan air pada hakekatnya di bawah Beijing turun 37 m selama 4 dekade terakhir. Kelebihan tersebar di dataran Cina Utara, daerah produksi bijian penting.
  • Asia Tenggara: Kelebihan yang signifikan tampak di dan sekitar Bangkok, Manila dan Jakarta. Pemompaan berlebihan menyebabkan lahan mengalami subsidensi pada tingkat 5-10 cm/tahun untuk dua dekade terakhir.

 

Lihat: SOIL-Bahan Kuliah II

Lihat pula:  SOIL-Tata Lahan Berpasir

 

02 JunSOIL-Reklamasi Lahan Berombak

  

REKLAMASI LAHAN BEROMBAK (UNDULATE)

 

(2)

Contoh: Ultisol UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Foto-foto/dokumen: Syekhfani

 

Lahan berombak (undulate):  lahan kering (upland) jenis Ultisols mempunyai kendala terhadap erosi, mudah kering, reaksi masam, dan kurang unsur hara.  Oleh karena itu,  saat  persiapan lahan usaha, perlu dilakukan reklamasi dan/atau ameliorasi.

Di UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pembukaan lahan usaha II (lokasi di luar pemukiman), dilakukan sesuai kondisi lahan yang berombak-ombak (undulate).

Pekerjaan meliputi:  pembuatan teras gulud tegak lurus arah lereng (perpendicular to the slope), pengolahan tanah dangkal (shallow tillage, 20 cm deep), pembuatan rorak (ditch), pengapuran (liming), dan  penanaman penutup tanah (cover crop).

Teras gulud alternatif:  tanaman strip-cropping, alley-cropping berfungsi untuk menahan runoff dan erosi, sumber pakan tambahan, atau bahan organik.

Rorak (ditch) di bagian atas bidang tanam, berfungsi menampung erosi guludan, bahan organik, dan air hujan;  membantu mempertahankan kelembaban bidang tanam dan suplai air.

Setelah tanah diolah, dilakukan penyebaran kapur (dolomit), untuk mengurangi kemasaman tanah dan mempercepat pertumbuhan cover crop.

Pelaksaaan dilakukan pada awal musim penghujan, agar cukup air untuk memudahkan pengolahan tanah, pertumbuhan benih, dan mengetahui arah aliran permukaan (runoff).

Jenis tanaman penutup tanah adalah Mucuna pruriens yang mempunyai kelebihan:  leguminous, mudah dan cepat tumbuh, biomas berlimpah, menutup permukaan dan mengontrol gulma, serta  berumur pendek.

Biomas mukuna dipanen sekitar umur 3 bulan, disebar-rata di permukaan tanah dan dibiarkan mengalami dekomposisi in situ.

Selanjutnya, lahan siap untuk ditanami dengan tanaman budidaya, misalnya kedelai (Glycine soya).

Sistim budidaya yang diterapkan adalah “minimum tillage”, dan semua biomas sisa panen dikembalikan ke lahan.

 

(3)

Lahan berombak-ombak dan berlereng, dikerjakan saat awal musim hujan

(4)

Pengolahan tanah dengan cangkul, sekaligus kontrol gulma

(5)

Rorak (ditch), saat hujan berisi air

(6)

(7)

Plotting tegak lurus arah  lereng (perpendicular to the slope)

(8)

Hamparan lahan berombak-ombak (undulate), dan cover crop - Mucuna pruriens

(9)

Mucuna prurienscover crop

(10)

Tanaman kedelai Glycine soya dan parit drainase

(1)

Tanaman kedelai Glycine soya -  tajuk dan akar

13 MaySOIL-Zona Iklim Semi Arid

   

 

ZONA IKLIM SEMI ARID TROPIKA INDONESIA

 

Kawasan (contoh):   Sumbawa Besar – Dompu, Nusa Tenggara Barat

(Pengamat, Foto-foto:  Syekhfani)

 

8

Zona Iklim Semi Arid, dicirikan oleh bulan-bulan kering lebih banyak dari bulan-bulan basah, jenis tanah dipengaruhi kondisi suhu tinggi dan kelembaban rendah.

Pelapukan batuan induk lambat dan jenis tanah yang dominan adalah  Regosol (Entisols), Mediteran (Alfisols), dan Grumusol (Vertisols);  meskipun di beberapa tempat dijumpai pula jenis Andosol (Andisols).

Vegetasi berupa pohon, semak dan rumput-rumputan yang toleran terhadap kondisi air terbatas, khas daerah zona iklim semi arid.

Flora dominan:

  • Pohon:  Asam (Tamarindus indica), Jambu mente (Anacardium occidentale).
  • Semak:  Bidara (Ziziphus mauritiana), Paitan (Chromolaena odorata).
  • Rumput-rumputan:  ciplukan (Physalis angulata), babadotan (Ageratum conyzoides), putri malu (Mimosa pudica).

Fauna spesifik:  kuda (Equus caballus) liar, dan babi hutan(Sus scrofa).

Masalah utama: sumber air terbatas (terutama saat bulan-bulan kering), sehingga solusinya adalah manajemen konservasi air.

 

 1

2

3

Batuan induk, menunjukkan perkembangan yang lambat

  6

 Vegetasi pohon, semak dan rumput pada musim kering

 9

Lahan budidaya, keadaan air cukup (dari irigasi)

 11

Vegetasi semak, memperoleh air dari kelembaban udara (dekat pantai)

12

Kawanan kuda liar berteduh di bawah pohon asam saat terik matahari.

16 NovWACANA ILMU TANAH

 1

Upaya Mengerti & Memahami Sifat – Perilaku Tanah

 

2

Dr. Abdurachman Adi - KaPuslitbangtanak:

Degradasi Tanah Pertanian Indonesia - Tanggungjawab Siapa???

 

3

Ultisol terdegradasi berat, kehilangan topsoil, tumbuhan Melastoma pubescens (Hareundeung-Sunda, indikator tanah masam), bertahan hidup pada subsoil yang mengalami konkresi unsur besi/mangan. Foto: Syekhfani

 

4

Profil sumur Ultisol, kedalaman 6 meter, tampak bercak (mottling) besi/mangan di bagian atas (zona oksidasi) dan warna abu-abu (gley) di bagian bawah (zona reduksi). Foto: Syekhfani

UPAYA MENGELOLA LAHAN ULTISOL BERMASALAH

NITROGEN CYCLE -Mekanisme Perilaku (Acuan dasar pengelolaan N – Syekhfani)

5

6

7

8

Reklamasi lahan Alang-alang (Imperata cylindrica L.): dengan sistem tanaman pagar (hedgerows cropping system) dan penutup tanah (cover cropping system) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

10

 

11

Reklamasi lahan alang-alang: dengan Sistem Berbasis Ubikayu (Cassava : Manihot esculenta Crantz -based cropping system) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

12

13

Reklamasi lahan alang-alang: dengan sistem tanaman pagar (hedgerows cropping system: Lamtoro: Leucaena leucocephala-Jagung: Zea mays L. dan kontrol) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

14

 

15

16

Reklamasi lahan alang-alang: dengan sistem tanaman penutup tanah (Cover Cropping System: Kudzu: Calapogonium mucunoides, Enceng-enceng: Crotalaria anagyroides, dll.) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

17

Reklamasi lahan alang-alang: di lahan petani (Farmer’s field: jagung, drainase jelek), di luar area kebun PG Bungamayang, Lampung UtaraDokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani