08 AprBudaya Makanan Daerah

ANEKA SAYUR DAN KUE BERGIZI

Syekhfani

Penulis, berasal dari daerah (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/), sehingga banyak mengenal dan merasakan berbagai menu sayuran, kue, dan lain-lain, selain buahan spesifik daerah seperti durian, cempedak, kemang, duku, rambutan dan lain sebagainya.

Suatu saat, makanan daerah tersebut terbayang dan menundang selera untuk membuat dan membelinya bila ada.

Namun, tentu saja sudah dimodifikasi sesuai daerah penulis (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/).

Berikut, disajikan berbagai jenis budaya makanan daerah lain, tapi masih tetangga dengan daerah penulis.

Sayuran:

1. Aneka Bahan Sayur

1. Aneka Bahan Sayur

2. Daun Taghuk Lumai

2. Daun Pucuk (Taghuk) Lumai

3. Sayur Buah Lumai

3. Sayur Buah Lumai

4. Pindang Ikan Gabus

4. Pindang Ikan Gabus

5. Pindang Daging

5. Pindang Daging

6. Pepes Ikan Tempuyak

6. Pepes Ikan Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

Kue-kue:

8. Aneka Kue

8. Aneka Kue

9. Kue Kelicuk

9. Kue Kelicuk

10. Juadah Maksuba

10. Juadah Maksuba

11. Juadah Delapan Jam

11. Juadah Delapan Jam

Sumber: Lintang Dusunku.wmv (Ismail Majid)

Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=8eMz7_g96ns&hd=1

17 JunSOIL-Umbi Tradisional Pangan Alternatif

 

TANAMAN UMBI TRADISIONAL TROPIKA INDONESIA – SUMBER PANGAN ALTERNATIF

 

Jenis – Syarat tumbuh – Budidaya

 

Tanaman umbi-umbian, adalah jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia dan belum dibudidayakan secara intensif;  kecuali:  ubikayu, kentang, dan ubijalar.

Di indonesia, umbi termasuk jenis pangan alternatif, di samping pangan pokok beras.  Bahkan di beberapa daerah/tempat umbi menjadi pangan pokok lokal setempat.

Para ahli gizi menyarankan agar mengkonsumsi sumber karbohidrat umbi dari pada beras, terlebih lebih bagi penderita “diabetes“.

Berikut dikemukakan beberapa jenis umbi yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai pangan alternatif, selain ubikayu, kentang dan ubijalar (lihat pos:  SOIL-Ubi Lahan Kering):

CannaEdulis2[1]

Ganyong – Canna (Canna edulis Ker

CannaEdulis[1]

1. Ganyong, Canna (Canna edulis Ker. – Cannaceae).

Tergolong herba tahunan dengan tinggi 2 meter, berasal dari Andes.

Umbi akar (rhizomes) dikonsumsi setelah dipanggang atau rebus dan dapat digunakan sebagai bahan penghasil tepung kanji (starch). Daun muda dan akar muda dapat pula digunakan sebagai penghasil tepung kanji tetapi jarang dilakukan.

Budidaya:  Biji atau tunas umbi ditanam dalam baris 75 x 100 cm.  Tanaman biasanya dipanen setelah berumur 4 hingga 12 bulan.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Canna+edulis

Gembili1

Gembili – Coleus parviflorus Benth.

Gembili2

Gembili3

2. Gembili, “Black Potato (Coleus parviflorus Benth. – Cyperaceae) sinonim:  Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.

Berasal dari Afrika, dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.  Umbi kecil dan berwarna coklat dikonsumsi sebagai sayuran.

Budidaya:  Gembili dikembang biakkan dengan umbi akar (rhizome) dengan jarak baris 40 x 40 cm.  Tunas ditumbuhkan selama 5 bulan.  Hasil dilaporkan petani Indragiri, Riau yaitu 10 ton umbi segar per hektar.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.ebay.com.au/itm/5-Bulbs-COLEUS-PARVIFLORUS-BENTH-Cooking-Plant-FREE-Phytosanitary-Certificate/400432780958?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item5d3ba7569e

 

220px-Dioscorea_balcanica_BotGardBln310505[1]

Uwi, “Yam” (Dioscorea spp. -  Dioscoreaceae)

3. Uwi, “Yam (Dioscorea spp. – Dioscoreaceae).

Juga dikenal sebagai umbi “gadung” (Sumatera Selatan), merupakan herba tahunan memanjat  dan umbinya baru dapat dimakan bila telah melalui pencucian dan pemasakan sehingga bahan meracun (alkaloid) hilang.  Namun dilaporkan ada jenis “yam” di Sumatera yang tidak beracun.

Budidaya:  tunas umbi atau irisan mata tunas umbi disemaikan di lapangan (in situ).  Tanaman dibiarkan tumbuh hingga daun-daun menguning.  Dilaporkan produktivitas yam adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dioscorea

http://en.wikipedia.org/wiki/Yam_(vegetable)

 Bengkuang

Bangkuang – Pachyriihizus eosus (l.) Urb.

4. Bangkuang, “yam bean” (Pachyriihizus eosus (l.) Urb. – Legumonosae).

Bangkuang merupakan herba tahunan memanjat berasal dari Amerika Tengah.

Daun, polong, dan biji adalah meracun, tetapi umbi muda dapat dimakan mentah. Tanaman bengkuang tumbuh baik pada tanah gembur, subur dan drainase baik.

Budidaya:  Dikembang biakkan dengan biji yang ditugalkan di galengan atau bedengan sempit. Hasil yang dilaporkan adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Pachyrhizus_erosus_Blanco2.249.png

 

Teks:

Driessen, P.M. dan  Permadhy Sudewo.  – . A Review of Crops and Crop Perfomance on Southeast Asian Lowland Peats.  Soil Res. Inst., Bogor. Bulletin 4.

 

05 JunSOIl-Integrated Farming System

BUDIDAYA PERTANIAN TERPADU

(INTEGRATED FARMING SYSTEM)

Budidaya Adat Semende, Muara Enim, Sumatera Selatan

Syekhfani

Suku Semende, yang berada di dataran tinggi Semende, pegunungan Bukit Barisan, wilayah propinsi Sumatera Selatan, mempunyai adat khusus yaitu menganut sistem “Matriarchat” (warisan pihak ibu).

Sistem matriarchat , yang mewarisi “rumah adat” yang disebut “Tunggu Tubang“,  dilakukan menurut garis keturunan pihak anak perempuan. Anak perempuan tertua diberi hak  dan kewajiban mengelola harta warisan turun temurun. Sistem serupa dijumpai pada  adat Minangkabau, Sumatera Barat.

Dalam sistem adat Semende, pemilikan harta warisan turun temurun terdiri dari:

 

1

1. Sawah (luas 1 hingga 3 hektar), di lahan seputar dusun (kampung), meliputi dangau (rumah di sawah), tengkiang  (lumbung padi, di belakang dangau/tidak tampak), tebat (kolam ikan), sawah (tanaman padi), dan kebun campuran (sayuran, buahan, rempah, dan lain-lain).

 

2

3

2. Rumah gudang (rumah induk: tipe dulu dan sekarang), berada di dusun (kampung).

 

Sistem pengelolaan lahan dilakukan secara terpadu (integrated farming system):  padi sawah monokultur (padi varietas “lokal dalam”  umur 6 bulan, satu kali tanam per  tahun;  6 bulan bera), sisa panen (jerami, malai, sekam, dedak)  semua dikembalikan ke lahan, kecuali sebagian untuk pakan ternak unggas:  ayam, itik, bebek.

Ternak ruminan (kerbau, sapi, kambing), memperoleh pakan dari tumbuhan  rerumputan di lahan (galengan, saat bera) atau di sekitar lahan (semak, hutan belukar).

Sisa kotoran ternak unggas dan ruminan diberikan untuk pakan ikan di kolam atau pupuk kandang untuk sawah/kebun.

Dengan manajemen sistem terpadu ini, produksi lahan usaha “berlebih” untuk kebutuhan keluarga besar setiap tahunnya.

Adat Semende tergolong sistem adat yang bersifat “berkelanjutan – sustainable“;  hanya sayangnya, akhir-akhir ini banyak pewaris  adat meninggalkan lahan warisannya  mengikuti arus kemajuan zaman, urbanisasi ke kota-kota besar.

 

02 JunSOIL-Reklamasi Lahan Berombak

  

REKLAMASI LAHAN BEROMBAK (UNDULATE)

 

(2)

Contoh: Ultisol UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Foto-foto/dokumen: Syekhfani

 

Lahan berombak (undulate):  lahan kering (upland) jenis Ultisols mempunyai kendala terhadap erosi, mudah kering, reaksi masam, dan kurang unsur hara.  Oleh karena itu,  saat  persiapan lahan usaha, perlu dilakukan reklamasi dan/atau ameliorasi.

Di UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pembukaan lahan usaha II (lokasi di luar pemukiman), dilakukan sesuai kondisi lahan yang berombak-ombak (undulate).

Pekerjaan meliputi:  pembuatan teras gulud tegak lurus arah lereng (perpendicular to the slope), pengolahan tanah dangkal (shallow tillage, 20 cm deep), pembuatan rorak (ditch), pengapuran (liming), dan  penanaman penutup tanah (cover crop).

Teras gulud alternatif:  tanaman strip-cropping, alley-cropping berfungsi untuk menahan runoff dan erosi, sumber pakan tambahan, atau bahan organik.

Rorak (ditch) di bagian atas bidang tanam, berfungsi menampung erosi guludan, bahan organik, dan air hujan;  membantu mempertahankan kelembaban bidang tanam dan suplai air.

Setelah tanah diolah, dilakukan penyebaran kapur (dolomit), untuk mengurangi kemasaman tanah dan mempercepat pertumbuhan cover crop.

Pelaksaaan dilakukan pada awal musim penghujan, agar cukup air untuk memudahkan pengolahan tanah, pertumbuhan benih, dan mengetahui arah aliran permukaan (runoff).

Jenis tanaman penutup tanah adalah Mucuna pruriens yang mempunyai kelebihan:  leguminous, mudah dan cepat tumbuh, biomas berlimpah, menutup permukaan dan mengontrol gulma, serta  berumur pendek.

Biomas mukuna dipanen sekitar umur 3 bulan, disebar-rata di permukaan tanah dan dibiarkan mengalami dekomposisi in situ.

Selanjutnya, lahan siap untuk ditanami dengan tanaman budidaya, misalnya kedelai (Glycine soya).

Sistim budidaya yang diterapkan adalah “minimum tillage”, dan semua biomas sisa panen dikembalikan ke lahan.

 

(3)

Lahan berombak-ombak dan berlereng, dikerjakan saat awal musim hujan

(4)

Pengolahan tanah dengan cangkul, sekaligus kontrol gulma

(5)

Rorak (ditch), saat hujan berisi air

(6)

(7)

Plotting tegak lurus arah  lereng (perpendicular to the slope)

(8)

Hamparan lahan berombak-ombak (undulate), dan cover crop - Mucuna pruriens

(9)

Mucuna prurienscover crop

(10)

Tanaman kedelai Glycine soya dan parit drainase

(1)

Tanaman kedelai Glycine soya -  tajuk dan akar

24 MaySOIL-Pindah Tanam Pohon

  

PINDAH TANAM POHON

(TREE REPLANTING)

Replanting – Reboasasi – Rehabilitasi – Rejuvinasi

Taman Istana di Seoul, Korea Selatan

Panorama salah satu taman istana Raja di Seoul, Korea Selatan

Foto-foto:  Syekhfani

Pindah tanam (replanting), reboasasi (penghutanan kembali), rehabilitasi (perbaikan),  rejuvinasi (peremajaan):   adalah teknik-teknik tanam ulang atau perbaikan keragaan pohon agar dapat tumbuh normal kembali.

Praktek replanting biasanya dilakukan  untuk perbaikan estetika taman, jalan raya, kampus, kantor, komplek perumahan, ataupun halaman rumah.

Secara umum, pohon yang dipindah tanam tergolong pohon dewasa, dibongkar  atau dipangkas akar dan/atau tajuk.

Karena itu, syarat pohon pindah tanam harus tahan pangkas akar/tajuk, resisten terhadap  hama atau penyakit, serta cepat tumbuh kembali (rapid growth recovery).

Pohon yang baru di pindah tanam masih dalam kondisi lemah, terutama fungsi sebagai jangkar (anchor);  sehingga diperlukan alat bantu penyanggah.

Sistem perakaran yang belum intensif, tidak mampu menyerap (uptake) unsur hara dari dalam tanah secara optimal;  sehingga diperlukan bantuan melalui semprot daun (foliar feeding) atau suntikan (infus) batang.

Contoh jenis pohon yang sering dipindah tanam:  palem raja (Roystonea regia – Arecaceae), pakis haji (Cycas rumphii – Cycadaceae), pinus (Pinus - Pinaceae), sonokeling (Dalbergia latifolia – Fabaceae), mahoni (Swietenia macrophylla – Meliaceae), , atau berbagai jenis pohon buah-buahan dan pohon perkebunan seperti misalnya kelapa sawit (Elaeis guineensis – Arecaceae).

Manajemen pangkas pohon, meliputi:  kekuatan tegakan (anchor), medium tumbuh, nutrisi, hormon, dan pestisida.

Contoh  pohon pindah tanam adalah sebagai berikut:

 

Kampus University of Korea

Tanam pohon di kampus Universitas Korea, Seoul, Korea Selatan

Taman Evergreen, Seoul, Korsel

Tanam pohon di Taman Evergreen, Seoul, Korea Selatan

Infus pohon (Dong Daemon, Korsel)

Pemberian nutrisi melalui batang pohon

(halaman belakang gedung pasar swalayan Dong Daemon, Seoul, Korea Selatan)

Citraland, Surabaya-3, Jawa Timur

Penanaman pohon di komplek taman Citraland, Surabaya, Jawa Timur

Citraland, Surabaya-1, Jawa Timur

Perkuatan pohon dengan sanggah besi (Citraland)

Citraland, Surabaya-2, Jawa Timur

Posisi sanggah besi (closeup)

UD Melati, Batu, Jawa Timur

Pohon pakis siap tanam di salah satu kios tanaman hias, Batu, Jawa Timur

21 MaySOIL-Transportasi Sungai

  

SUNGAI SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI

(RIVER AS A TRANSPORTATION MEDIUM)

 

Contoh:  Sungai Mahakam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

 

IMG_0001

 

Foto-foto:  Syekhfani

  

Transportasi sungai – River transportation, termasuk satu dari tiga jenis sarana transportasi umum:  darat, udara dan air.

Trasnportasi air antar pulau, negara dan benua melalui sarana lautan;  sedang antar tempat di daratan pulau, melalui sarana sungai.

Di pulau-pulau besar di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Papua, atau pulau-pulau di mana sungai dapat dilalui perahu, tongkang, atau kapal, maka fungsi utama sungai selain untuk irigasi, industri, inergi listrik, dan lain-lain, populer sebagai sarana transportasi.

Sarana transportasi sungai berkembang sesuai tingkat kebutuhan dan pembangunan daerah setempat dalam hal revitalisasi sosial-ekonomi-budaya daerah.

Salah satu contoh menarik dalam hal transportasi  tradisional hingga modern, yang mecerminkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya lokal, dijumpai di sungai Mahakam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di sungai Mahakam, satu dari tiga sungai besar di pulau Kalimantan (Barito, Mahakam, Kapuas), dijumpai kesibukan rutin luar biasa sehari-hari menggunakan alat transportasi perahu kecil hingga kapal besar (kapal samudra) .

Lebih menarik lagi, terdapat semacam pasar tradisional (traditional market) komplit.  Ada jualan barang peracangan (bahan-bahan dan alat-alat dapur), sayur-sayuran, buah-buahan dan bahkan juga warung makan.

Barang-barang tersebut dijual di tempat atau dijajakan dari rumah ke rumah (door to door).

Pasar tradisional ini, selain menarik dan spektakuler, juga berfungsi sebagai sarana olahraga (sport) dan rekreasi (recreation) yang menyenangkan dan unik.

IMG_0002 (2)

Kapal besar (ships)

 IMG_0002

Kapal angkut barang (carrying boat)

IMG_0003

Ubikayu (cassava roots)

IMG_0004

Bahan sayur borongan (bulk vegetable raws)

IMG_0005

Peracangan (kitchen tools and food raws)

IMG_0006

Nasi bungkus (wrapping rice)

IMG_0007

Soto ayam (chicken soup)

IMG_0008

Menjajakan dagangan dari rumah ke rumah (door to door) menggunakan alat transportasi perahu

08 MaySOIL-Slash and Burn Forest

 

PEMBUKAAN LAHAN HUTAN – METODE “SLASH AND BURN”

 

3 

  Lahan untuk Penelitian Manajemen Nitrogen

 

Foto-foto:  Syekhfani

 

Penebangan hutan sekunder,  di lokasi penelitian Manajemen Nitrogen, PG Bungamayang, Lampung Utara, dilakukan secara tradisional dengan membuka hutan sekunder yang telah disediakan.

Pohon-pohon dari area hutan ditebang pada awal musim kemarau;  dimulai dengan membersihkan  semak-semak di lantai hutan, dilanjutkan pohon-pohon di strata lebih atas (slash).

Arah roboh pohon diatur sejajar timur – barat;  kemudian biomas dibiarkan kering hingga pertengahan musim kemarau (sekitar tiga bulan).

 

Pembakaran:  setelah biomas kering, dilakukan pembersihan biomas hutan metode pembakaran (burn). Titik awal api mulai dari ujung lahan berlawanan arah angin, agar nyala api tidak terlalu besar dan cepat sehingga menghasilkan pembakaran sempurna.

Bila angin berubah arah, maka perlu segera dilawan dengan membuat titik api baru di arah berlawanan.

Pastikan peluang terjadi hujan adalah sangat kecil, karena bila turun hujan saat pembakaran, maka pembakaran gagal dan harus diulang sampai biomas betul-betul kembali kering. Biomas basah dan tebal sangat sulit untuk kembali kering.

 

Pembersihan lahan, biomas sisa pembakaran dibersihkan setelah api betul-betul padam, ditandai tidak ada lagi bara atau asap di lahan. Sisa pembakaran berupa batang dan cabang-cabang yang tidak habis terbakar,  dijadikan bahan bangunan base camp, pagar lahan percobaan, atau untuk kayu bakar.

 

Keuntungan dan kerugian, keuntungan metode tebang dan bakar (slash and burn) adalah:  lahan bersih, mudah dikelola untuk pertanaman, hama atau penyakit musnah, dan tanaman baru bisa diintroduksikan.  Sedang kerugiannya adalah status sifat fisik, kimia, dan biologi tanah berubah.  Unsur hara yang mudah menguap (volatile) seperti C, H, O, N, S, B dan Cl hilang, jazad hidup tanah mati, dan beberapa sifat fisik, fisiko-kimia, bio-kimia dan biofisika mengalami degradasi.

 

Recovery, pemulihan sifat-sifat tanah terdegradasi tersebut dilakukan melalui pertanaman baru, di antaranya dengan sistem Manajemen Nitrogen seperti yang ada dalam program penelitian berikutnya;  termasuk pemberian pupuk organik dan anorganik.

 

Ploting area, dilakukan dengan cara mengukur petak-petak percobaan sesuai dengan rancangan percobaan yang telah direncanakan.

 

 

Langkah-langkah Pekerjaan

 

1

Kondisi di dalam hutan sekunder

2

Lahan sehabis ditebang dan dalam proses pengeringan biomas

3

Titik awal pembakaran, berlawanan arah angin

4

Antisipasi perubahan arah angin, agar proses pembakaran lebih sempurna

5

Kondisi akhir pembakaran, menunggu api padam

6

Ploting petak percobaan, setelah sisa pohon tidak terbakar dibersihkan

7

Plot-plot percobaan siap untuk treatment sesuai rancangan

02 MaySOIL-Medium Pisang Abaca

  

MEDIUM PISANG ABACA  -  BAHAN SERAT

Lokasi (contoh):   PT Perkebunan Bayulor, Banyuwangi, Jawa Timur

Foto-foto:  Syekhfani

1

Rumpun pisang abaca di kebun

2

Rumpun pisang abaca dan kelopak pelepah daun

4

Kelopak pelepah daun siap diproses menjadi serat abaca

3

5

Rumpun dan batang pisang abaca setelah kelopak pelepah daun dipanen

6

Kelopak pelepah daun setelah diproses menjadi serat abaca

  • Pisang Abaca -  (Musa textiles NEE), merupakan tanaman penghasil serat dari kelopak pelepah daun,  termasuk famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.  Tumbuh liar di pulau Mindanao (Filipina) dan pulau Sangihe (Indonesia).
  • Tanaman Abaca berasal dari Filipina, dengan pangsa arealnya mencapai lebih dari 95%. Karenanya Abaca disebut sebagai Manila Henep.
  • Karena kuat dan tahan air garam, maka serat Abaca baik untuk industri tali-temali kapal laut dan tali-temali lainnya. Selain itu serat Abaca juga merupakan bahan baku pulp kertas berkualitas tinggi seperti kertas uang, kertas dokumen, kertas cheque, kertas plaster, kantong teh, kertas mimeograph, serta untuk tekstil.
  • Medium:  Tanaman pisang rata-rata dapat tahan terhadap kekeringan, karena batangnya banyak mengandung air. Namun apabila terlalu kekurangan air juga tidak baik pertumbuhannya. Hal ini dapat diatasi bila keadaan air tanah tidak terlalu dalam atau diberi irigasi. Tanah tidak boleh tergenang. Pada tanah bertekstur liat, harus diusahakan drainasenya. Apabila sering tergenang, perakaran tanaman akan busuk dan mudah terserang penyakit.
  • Tanah endapan di pinggir sungai besar sangat baik bagi pertumbuhan tanaman pisang karena membawa lapisan atas tanah yang subur, demikian pula tanah yang mengandung kapur seperti daerah Madura yang berbukit-bukit kapur juga cocok bagi tanaman pisang.
  • Peluang pasar Abaca masih sangat terbuka bagi Indonesia di bidang komoditas ekspor non-migas.

 

01 MaySOIL-Dampak Letusan Gunung Berapi

    

 

DAMPAK LETUSAN GUNUNG BERAPI

 

Survei Pendahuluan

 

Usaha Penanggulangan Dampak Letusan Gunung Kelud

 

Kediri – Blitar – Jawa Timur

 

sebelum anak kelud lahir[1]

Foto-foto: Syekhfani

Kondisi:  Lokasi Bahaya I, II, III, IV, Daerah Aliran Lahar

  • Dari aspek tanah, letusan gunung Kelud di suatu pihak dapat menyebabkan kerusakan karena sifat kesuburan tanah  meliputi fisik, kimia, maupun biologi mengalami perubahan. Di lain pihak dapat menguntungkan segi-segi kesuburan tanah berupa  tambahan bahan pasir atau debu yang mengandung unsur hara.
  • Agar bahan pasir atau debu tidak hilang terangkut oleh air dan/atau angin, maka diperlukan tindakan-tindakan konservasi.
  • Diperlukan pula penelitian-penelitian lebih detail dari aspek status perharaan, biologi, dan konservasi tanah dan air untuk tujuan reklamasi jangka pendek.

 

Hasil Pengamatan Visual di Lapang (survei)

 

1

 Lokasi Bahaya I (dekat puncak)

4

Tanaman kopi (Coffea sp.)

5

Tanaman coklat (Theobroma cacao)

2

Glirisidia (Glyricidia sepium)

3

Flemingia (Flemingia congesta)

 Lokasi Bahaya I

  • Secara visual tampak bahwa areal di seputar puncak menunjukkan tingkat kerusakan paling besar.
  • Vegetasi hutan dan juga perkebunan (kopi dan cengkeh) rusak total, tanpa daun; tinggal batang serta cabang cabang besar.
  • Kerusakan mencapai 85-100 % daun terbakar.
  • Timbunan material mencapai 40 cm berupa bahan pasir kasar dan batu koral yang bertebaran di bagian permukaan tanah.
  • Di lokasi datar, dijumpai lapisan berdebu yang cukup tebal di permukaan (kurang lebih 2 cm), meskipun dari informasi yang diterima telah terjadi hujan lebat beberapa kali.
  • Tampak tanaman berdaun lebar mempunyai kepekaan lebih tinggi; misalnya: pohon kopi yang sama sekali gundul.
  • Tanaman pelindung dari jenis lamtoro (Leucaena leucephala) dan  glirisidia (Gliricidia sepium) relatif tahan dan masih menunjukkan pertumbuhan normal meskipun warna daun menampakkan gejala difisiensi nitrogen.
  • Jenis tanaman lain yang tahan adalah Flemingia congesta yang masih tumbuh segar tanpa perubahan warna.

 

6

 Lokasi Bahaya II (perkebunan, pemukiman)

 Lokasi Bahaya II

  • Di kawasan  ini timbunan  material mencapai ketebalan 20 – 30 cm.
  • Vegetasi kebanyakan masih tanaman perkebunan dan sedikit tanaman pekarangan (kelapa, rambutan, pisang).
  • Kerusakan tanaman kopi dan coklat yang berdaun lebar masih cukup parah meskipun tidak sampai gundul.
  • Daun daun tua masih bertahan tetapi daun muda rusak dan gugur.
  • Besar kerusakan antara 50-75 %.
  • Kondisi perakaran tanaman seperti pada lokasi bahaya I, tapi tanaman kopi, coklat dan cengkeh mulai tumbuh tunas-tunas baru.
  • Kawasan perkebunan di Lokasi Bahaya II ini masih hijau, namun untuk pemulihan  secara maksimal  dibutuhkan  cara-cara yang tepat dalam hal perbaikan  kondisi tanah dan air.

7

   Lokasi Bahaya III (perkebunan, pemukiman)

Lokasi Bahaya III

  • Di sini timbunan material mencapai ketebalan 10-20 cm.
  • Kawasan relatif datar dan didominansi oleh areal tanaman pangan, terutama sawah.
  • Vegetasi lain meliputi kopi, coklat dan tanaman pekarangan (kelapa, rambutan dan lain-lain).
  • Besarnya kerusakan meliputi 30-40 %.
  • Permasalahan utama selain timbul materi yang masih cukup tebal, juga tersumbatnya saluran-saluran irigasi sehingga air tidak dapat dialirkan ke sawah.
  • Menurut informasi dari pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan, tanaman padi sawah yang pada saat letusan berada pada ke fase berbunga, tidak mengalami hambatan untuk pengisian biji dan tampaknya panen masih bisa dilaksanakan, asalkan turun hujan.
  • Akan tetapi tanaman padi yang pada saat letusan masih berada pada fase vegetatif sangat menderita akibat kekurangan air dan tampaknya panen sama sekali tidak dapat diharapkan.
  • Pihak Perkebunan Penataran (coklat) tampaknya berusaha untuk mengatasi masalah timbunan  materi dengan jalan membuka timbunan di seputar tajuk  pohon.

  9

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase vegetatif

8

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase pemasakan

 Lokasi Bahaya IV

  • Timbunan  materi  hanya berkisar antara 5-10 cm.
  • Vegetasi terutama tanaman semusim (padi dan lain-lain) dan tanaman pekarangan.
  • Padi sawah  pada  kawasan  ini tidak banyak terpengaruh oleh letusan; tetapi tanaman berdaun lebar seperti pisang, kelapa, masih dipengaruhi.
  • Saluran-saluran irigasi masih mudah untuk difungsikan  dan air dapat  mengalir  ke  petak-petak  sawah.
  • Tanaman  padi sawah yang pada saat letusan  berada pada fase vegetatif  dapat terus tumbuh ke fase generatif dan panen tampaknya masih tetap dapat di peroleh secara normal.

  Lokasi Aliran Lahar

  • Lokasi yang terkena aliran lahar, terutama  untuk lahan sawah  cukup  menderita karena sebagian tanaman  padi hanyut terbawa arus.
  • Tanaman padi yang tidak hanyut memperoleh timbunan bahan-bahan material pasir,debu dan batu-batu kerikil sampai koral yang cukup tebal.
  • Di samping itu tampak  pula adanya  timbunan  bahan-bahan organik berupa sisa-sisa cabang dan ranting pohon yang ikut hanyut.
  • Petak sawah yang tidak tertimbun memperoleh limpahan  materi  halus berupa debu atau lempung.
  • Diduga  pengikisan permukaan tanah sepanjang aliran  lahar menyebabkan ikut terkikisnya liat yang kemudian bercampur dengan debu.
  • Hal  menarik  di jumpai pada lokasi sawah yang mendapat timbunan ini adalah bahwa akar tanaman padi dijumpai dalam jumlah banyak di lapisan material.
  • Diduga akar tanaman tumbuh ke atas karena ada rangsangan tertentu di lapisan material tersebut.

  

 Kesimpulan

  • Dari hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa lahan bekas letusan Gunung Kelud perlu diperbaiki baik dari segi tanah maupun tanaman, sesuai dengan tingkat kerusakannya agar fungsi lahan dapat dipulihkan.
  • Bahan timbunan berupa pasir dan debu memberikan kontribusi terutama unsur P dan S.  Agar bahan masukan ini tidak hilang melalui erosi, maka diperlukan tindakan konservasi.

 

→ Baca:   Laporan Survei Lengkap

 

17 AprSOIL-Reklamasi Lahan Bekas Tambang Lepas

  

LAHAN BEKAS TAMBANG LEPAS – PASIR BATU – KAPUR –DAN LAIN-LAIN

  

Peruntukan – Pemeliharaan – Perbaikan

 

 Penambangan Pasir Bojonegoro

imagesCALX0UQC

  • Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) – di Indonesia, dimanfaatkan untuk berbagai bidang:  industri, tambang, pekerjaan umum, pertanian, dan sebagainya.
  • Pendayagunaan SDA, ditujukan sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat, sesuai aturan perundangan, tetapi juga perlu dijaga jangan sampai merusak lingkungan alam ataupun lingkungan kehidupan, agar SDA dapat bermanfaat dan berlanjut.  Oleh sebab itu, perlu dipelihara, dan diperbaiki bila rusak.
  • Contoh:  jenis tambang lepas (golongan C), yang banyak dilakukan oleh masyarakat di sepanjang tepi sungai (pasir dan batu) atau perbukitan (kapur, batu fosfat alam).
  • Reklamasi, Ameliorasi, Amandemen,  tanah ataupun lahan, merupakan teknik yang dilakukan bila lahan bekas tambang lepas tersebut terlanjur rusak. Diperlukan wacana yang luas dan komprehensif untuk maksud tersebut.

 

 PERUNTUKAN DAN PEMELIHARAAN LAHAN BEKAS TAMBANG GOLONGAN C Syekhfani

 

15 AprSOIL-Sungai Eksotik

 

PANORAMA – SANTAI – BATUAN LAPUK

 

Episode: Di Tepi Sungai Enim

 

Image1


 

Sungai Enim, anak sungai Lematang, anak sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, berhulu di bukit Barisan, dengan panjang kurang lebih 100 kilometer, merupakan sungai yang bermuara di kota Muara Enim, ibu kota kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT). Sungai yang tetap jernih sepanjang hari ini menunjukkan bahwa tepi sungai belum mengalami degradasi (masih berupa hutan belantara),relatif belum tereksploitasi.

 

Image2

  

Image3

 

Image4

 

Tempat Istirahat, karena sepanjang bagian tengah sungai hingga ke muara sejajar dengan jalan utama “lintas Sumatera” Bandar Lampung – Banda Aceh, kendaraan dari berbagai jenis melewati tepi sungai. Perjalanan jauh menyebabkan para penumpang tergelitik untuk istirahat sejenak di tepi sungai yang masih “alami” ini. Istirahat sambil menikmati panorama sungai, kesejukan air jernih dan udara segar sambil menyantap makanan bekal perjalanan.

 

Image5

 

Image6

 

Tebing Eksotik, meskipun sungai Enim berhulu di bukit Barisan (vulkanik), dengan jenis batuan vulkanik yang besar, keras dan berwarna gelap, tetapi setelah berada di bagian tengah hingga muara, sungai duduk di bantaran batuan sedimen lunak (termasuk batu bara di Tanjung Enim, juga dilewati sungai ini). Abrasi tepi sungai memunculkan mosaik batuan lunak yang memberikan pemandangan tebing yang eksotik.

 

Image7

 

Image8

 

Image9

 

Image10

 

Image11

 

Pelapukan Batu Endapan, tampak lapisan-lapisan batuan sedimen lunak tergerus air sungai dan memunculkan lapisan perifer hingga inti batuan;  tergantung bahan pembentuk memberi warna hitam, kuning, merah, atau pun coklat. Menarik untuk dikaji lebih detail sebagai sumber batuan induk tanah yang kaya unsur mineral.

 

Tags: , , ,

12 AprSOIL-Terungkap dan Tertutup

  

ALAMI – BUDIDAYA – PROBLEM

 

REKLAMASI – AMELIORASI

 

Foto-foto: Syekhfani

 

TERUNGKAP (Expose, Open):

 Alfisol2(Kemarau  Lamongan)

Alfisol Lamongan (Jawa Timur), musim kemarau biomas vegetasi topsoil mati kekeringan, tanah merekah karena kadar liat tipe 2:1 tinggi (shrinked-mengerut), menyebabkan celah lebar dipermukaan lahan.

 G9a

Inceptisol Citraland (Kotamadya Surabaya), permukaan lahan taman yang terbuka menyebabkan proses evaporasi air tanah mengandung garam, sehingga permukaan tanah tertutup lapisan kristal garam menyebabkan bila larut dalam air hujan atau irigasi maka reaksi tanah menjadi alkalis; terjadi gangguan pertumbuhan tanaman hias (taman).

 5. Ultisol (Degradasi Berat)

Ultisol Bungamayang (Lampung Utara), permukaan lahan terbuka, curah hujan tinggi, terjadi erosi hebat dan topsoil hilang.  Lapisan subsoil (horizon Argilik) kaya liat eluviasi menjadi keras membentuk formasi eksotik.

 3. Ultisol (Sumbar Longsor)

Ultisol Solok (Sumatera Barat), lahan longsor, curah hujan tinggi, topsoil menjadi beban yang tidak dapat ditahan atau didukung oleh subsoil yang punya lapis kedap air dan bidang kilir (slickenside).

Gambut Palangkaraya

Histosol Pahandut (Palangkaraya, Kalimantan Tengah), dibuka untuk bahan pembuat arang gambut (sumber alternatif energi bakar).

 

TERTUTUP (Covered, Close):

 Apel Poncokusumo

Andisol Poncokusomo (Malang, Jawa Timur), permukaan tanah kebun apel, ditutup dengan tanaman LCC (Legum Cover Crops) jenis Arachys pentoi agar tidak terjadi erosi air atau pun angin.  Di samping itu LCC juga berfungsi sebagai penyangga air dan sumber unsur hara (N).

 3. Entiso Blitar2

Entisol Blitar (Jawa Timur), permukaan tanah kebun kopi, tertutup lapisan pasir (sand) materi letusan Gunung Kelud (1990). Rejuvinasi dilakukan dengan mengurangi biomas kanopi pohon kopi dan membuka lapisan pasir di seputar proyeksi tajuk sehingga kegiatan budidaya dapat dilakukan secara normal (pemupukan, dan sebagainya).

 9. Inceptisol (Mulsa Jerami Aceh)

Inseptisol Kota Baru (Banda Aceh), permukaan lahan sawah ditutup mulsa jerami padi sehabis panen. Kegiatan ditujukan untuk mengembalikan jerami ke lahan (mengurangi masalah penumpukan materi di halaman), melakukan proses penghancuran (dekomposisi) in situ, dan pengembalian fungsi bahan organik ke lahan sambil menunggu masa tanam padi berikutnya.

 G7a

Inseptisol Citraland (Kotamadya Surabaya, Jawa Timur), permukaan lahan taman ditutup dengan tanaman LCC (Legum Cover Crops) jenis Arachys pentoi agar tidak terjadi penguapan (evaporasi) tanah salin-sodik sehingga mencegah penumpukan garam dipermukaan yang menggangu pertumbuhan tanaman hias (taman).

 Tanaman Pagar (Percobaan Cover Crop)4

Ultisol Bungamayang (Lampung Utara), permukaan lahan dari reklamasi lahan alang-alang (Imperata cylindrica) ditutup dengan tanaman LCC (Legum Cover Crops) jenis Mucuna pruriens dan lain-lain, agar lahan terbebas dari invasi alang-alang untuk dijadikan lahan budidaya.

 05. DESA PAHANDUT (Tanam Sayur Kangkung)1

Histosol Pahandut (Palangkaraya, Kalimantan Tengah), ditutup rapat dengan biomas tanaman sayur-sayuran (kangkung, dan sebagainya), selain fungsi konsumsi yang bernilai ekonomis,  juga fungsi hidrologi lahan gambut dari ancaman kekeringan dan bahaya terbakar.

 

11 AprSOIL-Reklamasi Lahan Bekas Tambang Intan

  

FEEDBACK

 

Ultisol Cempaka Martapura

 

REKLAMASI LAHAN UPT-CEMPAKA, KALIMANTAN SELATAN

  Syekhfani

Pekerjaan rumah (PR) dari Menteri Transmigrasi dan Perambah Hutan kepada Universitas Brawijaya (1995), cukup berat. Betapa tidak, lahan siap huni yang tadinya diperuntukkan bagi transmigran ABRI ditolak  karena dianggap ‘marginal’;  diserahkan kepada Universitas Brawijaya untuk dibenahi sehingga ‘layak huni’.  Tantangan itu, harus diemban oleh Fakultas Pertanian sebagai pemrakarsa pertemuan Ilmiah, yang saat itu dihadiri menteri.  Menteri menganggap teknologi Manajemen Nitrogen di Lampung Utara, perlu diterapkan di lokasi lain, yaitu Kalimantan Selatan (Unit Pemukiman Transmigrasi Cempaka).

 

Lahan Tergolong Bermasalah

Terlepas dari siapa yang menyatakan UPT Cempaka ‘layak’ untuk transmigrasi, pada kenyataannya lahan tersebut bermasalah bila akan dijadikan pertanian.  Solum tanah umumnya dangkal, dengan permukaan didominasi oleh krokos besi/mangan (plinthite);  lapisan top soil sangat tipis dan bahkan pada bagian puncak sudah hilang;  pH tanah rendah dan drainase pada bagian datar atau cekungan jelek, dicirikan oleh karatan besi/mangan.  Kandungan bahan organik rendah sehingga daya penahanan air dan unsur hara juga rendah.  Pengamatan visual diawal kegiatan menunjukkan vegetasi alami didominasi oleh gulma spesifik, yaitu tumbuhan drainase jelek.  Untuk dijadikan lahan pertanian, jelas diperlukan usaha reklamasi lahan.

 

Daya Dukung Program

Hal positif yang merupakan aset UPT Cempaka bila dijadikan pemukiman adalah:  akses jalan penghubung Banjar Baru UPT Cempaka berupa jalan aspal dan jaraknya relatif dekat, sehingga pasar mudah terjangkau.  Topografi lahan agak datar hingga berombak, iklim basah dan vegetasi spesifik memberi kemungkinan pengusahaan pertanian lebih mudah.  Meskipun ada kekhawatiran transmigran beralih profesi dari ‘petani’ menjadi ‘pedagang’ atau pekerja di kota.

 

Program Perbaikan

Untuk mengantisipasi permasalahan di atas, maka inti kesuksesan program adalah peningkatan daya dukung lahan secara berkelanjutan, melalui perbaikan sistem pertanian yang tepat.

Di bidang perbaikan lahan, sistem pengolahan tanah harus dilakukan secara minimum atau tanpa olah, agar bagian sub soil yang bermasalah (kaya besi/mangan) tidak terungkap ke permukaan dan mengakibatkan keracunan ataupun pH drop.  Masalah pH diatasi dengan pengapuran menggunakan Dolomit (masukan Ca dan Mg) pada dosis rasional sehingga memberi peluang jenis tanaman lebih beragam.

Drainase jelek diatasi dengan pembuatan saluran drainae (drainase permukaan) atau kanal-kanal di bagian lereng bawah (drainase dalam).

Kadar bahan organik rendah diatasi melalui pengaturan sistem penutup tanah dan alley cropping sedemikian sehingga masukan bahan organik maksimal;  hal ini akan mengantisipasi masalah kekeringan maupun kehilangan hara melalui pencucian.

Untuk mengatasi kekurangan unsur P, K, dan unsur mikro masih diperlukan pemberian pupuk inorganik.  Pupuk kandang berasal dari ternak dibutuhkan sebagai ‘starter biologis’ dalam perbaikan lahan.

Dalam memilih sistem pola tanam, perlu diarahkan untuk lahan pekarangan, usaha I dan Usaha II.

Pertanian bersifat ‘small scale’ ditujukan pada lahan pekarangan penghasil industri rumah tangga ataupun ekspor, yang dikerjakan oleh ibu rumah tangga, seperti: pisang dan pepaya.  Lahan usaha I diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan pangan (padi, ubi-ubian, palawija), dan lahan usaha II untuk tanaman buah-buahan dan/atau pakan ternak.

Dalam pola pertanaman tersebut, prinsip dasar yang perlu diterapkan adalah:  pengembalian bahan organik sisa panen ke lahan pertanian.  Masukan ternak perlu mempertimbangkan jumlah bahan organik dibutuhkan untuk pakan agar tidak mengurangi kebutuhan untuk lahan.

Di bidang pengolahan hasil, prosesing hasil pertanian yang dapat dilakukan petani akan dapat meningkatkan pendapatan.  Misalnya, buah pisang dapat diolah menjadi kripik pisang dan pepaya sebagai saus dan getahnya untuk bahan ‘papain‘.

Terakhir, bimbingan yang intensif kepada petani transmigran terhadap sistem di atas sangat menentukan keberhasilan program mengingat pengetahuan dasar para transmigran beragam sesuai tempat asalnya.

 

Penutup

Sasaran program nantinya dicirikan oleh keberlanjutan hasil dan kesejahteraan petani dari segi kecukupan pendapatan.  Pola perbaikan lahan ‘pra huni’ tampaknya akan merupakan program khusus yang berbeda dengan pola transmigrasi ‘normal’ selama ini.

Apabila berhasil, maka pola yang diklaim sebagai ‘pola Universitas Brawijaya’ dapat digunakan sebagai acuan untuk daerah-daerah lain yang serupa.  Tentu saja dampaknya akan menambah PR-PR dari Menteri Transmigrasi.  Apakah akan ‘untung’ atau ‘buntung’ sangat tergantung pada keampuhan program yang telah disusun dan pelaksanaannya.  Semoga yang diperoleh adalah ‘untung’ …

 

28 MarSOIL-Ubi Lahan Kering

  

TANAMAN  UBI – LAHAN KERING  - TROPIKA

Alternatif Sumber Pangan dan Pakan

 

  • Ubi adalah alternatif sumber pangan (dan pakan), yang harus selalu tersedia agar tidak kekurangan.
  • Tidak semua tanaman pangan dapat tumbuh dan berproduksi normal pada kondisi kering (kurang air).
  • Hanya tipe tanaman tertentu yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap kekeringan.
  • Tanaman ubi-ubian, umbi-umbian (roots), merupakan jenis komoditi yang perlu mendapat perhatian dan harus dikembangan, terutama di daerah tropika beriklim kering.
  • Berikut tiga jenis komoditi tanaman ubi potensial:

 

imagesCAQ00DME

imagesCA07D1X3

UBI KAYU (PUSRI) - Cassava (Ubikayu)Manihot esculenta – Euphorbiaceae.  ubikayu ditanam untuk memproduksi ubi dan sering dijadikan bahan pangan alternatif. Ubi segar mengandung 35% karbohidrat dan kurang dari 2% protein kasar. Daun ubikayu sering digunakan  sebagai sayuran. Penyiapan ubi untuk makanan tergantung varietas. Ubikayu mengandung asam prussik (prussic acid) yang meracun;  salah satu varietas yang manis, toksisitas dikombinasikan dengan lapisan kulit kedua dan disiapkan sederhana dengan membuang lapis kulit terluar;  ubi dapat dijadikan bahan makanan. Pada varietas pahit racun dan asam dihilangkan dengan cara direbus dan kemudian setelah air rebusan dibuang dapat dijadikan bahan makanan. Ubikayu dapat dijadikan tepung tapioka tetapi  memerkukan cara pengemasan yang baik agar tahan lama dalam penyimpanan.

Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kondisi iklim yang luas meskipun idealnya ia adalah tanaman tropika dataran rendah. Ia dapat tumbuh di area bercurah hujan 500-1500 mm per tahun dan dapat bertahan lama pada kondisi kering, kecuali saat awal pertanaman. Ia dapat tumbuh pada ketinggian di atas 500 m tetapi tidak dapat bertahan terhadap dingin dan beku.  Suhu tumbuh optimum 25-29 derajat C.

Ubikayu memerlukan kondisi tanah aerobik (tidak tergenang), tidak salin dan tidak banyak berbatu. Ubikayu dapat tumbuh pada kisaran kemasaman tanah yang luas, antara pH 5 – 9;  ia akan tumbuh baik pada tanah berpasir atau Lempung berpasir yang subur. Pada tanah liat berat atau tingkat kesuburan tinggi, akan terjadi pertumbuhan vegetatif berlebihan tanpa menghasilkan ubi. Secara tipikal, ubikayu dapat tumbuh sebagai tanaman rotasi ekstrem kekurangan, tetapi tetap membutuhkan kalium.

 

imagesCAKT7DI5

 imagesCAE9P562

KENTANG (PUSRI) - Irish Potato (Kentang)Solanum tuberosum – Solanaceae. Kentang salah satu sayuran paling penting di dunia, ditanam untuk memproduksi umbi yang disiapkan secaran direbus atau dipanggang. Umbi juga digunakan sebagai cadangan pati untuk indsutri alkohol dan spritus.

Kentang bukan asli tropika, ditanam di tropika hanya selama musim dingin atau di dataran tinggi. Tanaman menghendaki suhu tertentu yaitu lebih dari 20 derajat C, pembentukan umbi sangat terhambat. Rata-rata suhu 15-18 derajat C cocok untuk bagi tanaman muda bebas dari rusak karena beku. Kelembaban yang dibutuhkan juga sangat speifik;  agar tumbuh baik kelembaban harus  kontinyu   dan kekeringan secara drastik hasil dan kualitas umbi, khususnya pada priode pembentukan umbi. Kebutuhan air antara 600-900 mm sehingga menghendaki daerah kering dengan penyediaan air.

Spesies kentang hampir tumbuh pada semua jenis tanah, menyenangi tumbuh pada tanah lempung berpasir dalam dengan pH antara 5.5-6.0. Tanah alkalin meningkatkan kecadian scab. Terdapat kultivar hari pendek dan hari panjang tetapi pada kondisi tropika dibutuhkan kultivar hari pendek, untuk memperoleh produksi umbi yang baik.

 

UBIJALAR

imagesCAV28KWU

 Teknologi-budidaya-ubijalar -  Sweet Pottato (Ubijalar)Ipomoea batatas – Convolvulaceae. Ubijalar adalah sumber karbohidrat penting dalam diet makanan banyak penduduk tropika dan umbi dalam dimakan setelah direbus atau dibakar. Tepung, kanji, sirop dan alkohol, dapat dibuat dalam pabrik dari umbi dan sisa proses dapat dijadikan pakan ternak. Pucuk daun, tingkai dan daun kadang-kadang dijadikan sayuran. Umbi dapat diiris tipis, dijemur untuk disimpan.

Spesies ubijalar mempunyai tingkat toleransi tinggi pada kisaran kisran luas dan diketahui merupakan variasi dalam hasil. Ia tumbuh pada curah hujan antara 500-1000 mm per tahun dan dapat mentolerat priode kering jangka lama, sehingga bertahan tumbuh sendiri. Ia juga dapat tumbuh pada daerah bercurah hujan tinggi bila ditanam menjelang akhir musim hujan. Suhu optimum 24 derajat C tetapi bisa tumbuh pada suhu di bawah 10 derajat C. Ubijalar dapat tumbuh pada jenis tanah secara luas tetapi membutuhkan drainase baik dan ia peka terhadap penggenangan, salinitas dan alkalinitas. Ia dapat tumbuh pada keadaan marginal tetapi membutuhkan kalsium, boron, dan magnesium bila diberikan nitrogen, fosfor, dan kalium untuk pertumbuhan dan produksi yang baik. Tanah yang paling dikehendaki adalah Lempung berpasir duduk di atas subsoil liat dengan pH sekitar 6.0.

Ubijalar ungu, merupakan salah satu jenis umbi mengandung gizi tinggi dan disukai. Lihat:  ubi-ungu-faedah-dan-khasiatnya

 

Sumber Teks:

Gibbon, G., and A. Pain. Crops of the Drier Regions of the Tropics, p 131-136. Ed. by Dr W. J. A. Payne, Consultant in tropical livestock production. I.T.A.S. Longman – London and New York.

 

19 MarSOIL-Bahan Baku Pupuk Organik

 

SISA  PRODUK  TANAMAN  POTENSIAL

 

Limbah Berlimpah – Berdaya Guna – Perlu Teknologi Pupuk

 

1

2

3

4

Kulit buah, Sabut, Tempurung dan Pelepah Tanaman Kelapa - Cocos nucifera L. – Palmae. Tanaman kelapa adalah komoditi dominan di Indonesia sebagai negara kepulauan iklim tropis. Tanaman ini dikenal sebagai pohon “serba guna” karena hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Produk utama yang langsung digunakan adalah daging buah kelapa. Sisanya berupa kulit, sabut dan tempurung seringkali dibuang, atau digunakan untuk beberapa kepentingan, misalnya bahan bakar, bahan baku industri kecil rumah tangga atau produk lain. Bahan sisa produksi seringkali disia-siakan, meski banyak mengandung unsur hara makro (terutama kalium), dan juga unsur-unsur P, Ca, Mg, serta unsur mikro. Jumlah berlimpah, bila ditangani dengan efisien dan serius berpeluang untuk dijadikan pupuk organik yang saat ini merupakan alternatif pupuk akrab lingkungan. Selain buah, bagian pohon potensial untuk bahan baku pupuk organik adalah pelepah daun dan tandan kosong (setelah diambil buahnya, atau tandan bunga yang tidak jadi buah).

5

Tandan kosong Tanaman Kelapa SawitElaeis guineensis Jacq – Palmae. Kelapa sawit merupakan komoditi perkebuan besar (estate), meskipun ada sebagian masyarakat yang dilibatkan oleh industri perkebunan sebagai kebun “plasma”. Oleh pihak perkebunan, hampir semua sisa produk dimanfaatkan sesuai kepentingan, misalnya bahan bakar, pupuk, atau lain-lain. Selain biji untuk minyak, sisa produksi seperti kulit buah, pelepah, daun, tandan, dan lain-lain, dapat difungsikan sebagai bahan baku pupuk organik seperti halnya pada tanaman kelapa.

 

6

Kulit Buah KakaoTheobroma cacao L. – Sterculiaceae. Komoditi kakao atau coklat dibudidayakan secara perkebunan (estate) bersama komoditi lain seperti kopi, cengkeh, panili, dan lain-lain, meski ada sebagian masyarakat mengusahakan dalam skala kecil di pekarangan atau kebun sekitar rumah. Produk kakao berupa biji dapat diolah secara sederhana tanpa membutuhkan teknologi atau alat khusus. Kulit buah biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ditumpuk sebagai kompos. Kulit buah ini mengandung unsur hara esensial makro maupun mikro, yang bila dikembalikan ke kebun merupakan proses daur ulang untuk mempertahankan kesuburan tanah.

7

Kulit Buah Kopi – Coffea spp. – Rubiaceae. Seperti halnya kakao, tanaman kopi merupakan komoditi perkebunan (estate) dan dibudidayakan masyarakat sebagai kopi rakyat yang cukup luas dan lama (tradisional turun temurun). Pengolahan buah kopi juga sederhana, hanya menggunakan alat pelepas kulit; biji di jemur dan dijual pada kadar air tertentu. Kulit buah umumnya ditumpuk dan dikembalikan ke kebun sebagai pupuk. Kulit kopi potensial sebagai bahan baku pupuk organik, bila diproses dengan baik.

 

8

Kulit Buah PisangMusa spp. – Musaceae. Buah pisang dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kripik, atau dijadikan bahan pembuat kue pisang. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang sebenarnya masih mengandung unsur nutrisi yang cukup banyak, hanya saja tidak pernah dikonsumsi, kecuali untuk pakan ternak. Oleh sebab itu, bila dijadikan pupuk organik akan menambah suplai unsur hara bagi tanaman.

 

9

Kulit Buah NangkaArtocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae. Nangka tergolong buah ukuran besar (jack fruit) dan merupakan buah musiman yang banyak disenangi masyarakat. Bagian buah yang dikonsumsi hanya daging buah, bagian lain seperti kulit, jaring buah dan biji tidak, kecuali untuk pakan ternak; atau dijadikan pupuk dan dikembalikan ke lahan. Bahan sisa ini potensial dijadikan bahan baku pupuk organik, meskipun masih memerlukan penelitian teknologi pembuatan.

 

10

Kulit Buah DurianDurio zibethinus Murr. – Bombacaceae. Meski terdapat pro kontra sebagian masyarakat terhadap durian, namun konsumen penggemar durian tetap cukup banyak. Setiap musim durian tiba, pedagang selalu laris. Ada konsumen menyantap durian di tempat dan ada yang dibawa pulang ke rumah. Kulit buah durian bertumpuk dan kontras dengan buah utuh di sekitarnya. Diketahui, kulit durian banyak manfaatnya ditinjau dari berbagai bidang, obat-obatan hingga bahan makanan. Kulit durian mengandung unsur hara esensial makro, terutama kalium. Oleh sebab itu, bahan ini berpotensi untuk dikembang sebagai bahan baku pupuk organik.

 

03 MarSOIL-Plasma Nuthfah III

 

TUMBUHAN  EKSOTIK  – TROPIKA INDONESIA

  

Langka – Tradisional – Alami – Budidaya

 

Muncul “bunga” pada kondisi medium/tanah optimal:  cahaya, suhu, kelembaban, nutrisi, dan musim yang khusus

 Anggrek hitam (Coelogyne-Pandurata)

Anggrek Hitam atau Black OrchidCoelogyne pandurata Lindley, pada lidahnya terdapat warna hitam;  tersebar di Malaysia, Sumatera, Kalimantan dan di Filipina (Mindanao, Luzon dan pulau Samar). Pada umumnya tumbuh pada pohon tua, didekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas. link –>  http://www.anggrek.org/sp/coelogyne-pandurata

arumdalu[1]

Sedap malam- Arum dalu (Cestrum nocturnum) – Bunga kuno ini dulu banyak ditanam di rumah-rumah tradisional Jawa, terutama dekat pintu masuk pekarangan.  Mekar malam hari dan sangat harum;  lama mekar hanya sehari, layu kemudian muncul bunga baru.  Berbunga sepanjang tahun, dan dapat dibiakkan melalui teknis pencangkokan.  lihat:  Referensi.Tanaman.Rambat.yang.Memikat

20120829Amorphopallus_Titanum[1]

Bunga bangkai  (Amorphophallus Titanum) yang masih kuncup kembali ditemukan di Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di areal perkebunan karet milik masyarakat setempat. –> bunga-amorphophallus-titanum-ditemukan-di-solok-selatan.

kantil-cempaka-putih-michelia-alba-2[1]

Cempaka putih (Michelia alba) – I’ve been waiting to write about this cempaka putih for so long. At last it blooms in March 2011 and I get to take a few pictures to share here.  lihat:  michelia-alba-cempaka-putih

cempaka-gondok(Talauma candolli)

Cempaka gondokTalauma candollii B. L. – Mempunyai bunga yang sangat harum sehingga sering digunakan sebagai pewangi. Bunganya juga berkhasiat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tanaman ini mempunyai ciri umum, habitusnya perdu, batangnya bulat berkayu dan percabangannya monopodial.   lihat:   –> Talauma candollii

 Kacapiring atau Kaca Piring(Gardenia augusta)

Kacapiring (Gardenia augusta Merr.) – Kacapiring (Gardenia) banyak dipelihara sebagai tanaman hias atau pagar hijau, memiliki aroma bunga harum; tergolong perdu tahunan serta memiliki cabang, ranting, dan daun lebat;  mudah tumbuh di sembarang tempat, daerah dingin atau panas. Namun, lebih cocok di  pegunungan atau ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaaan laut.  lihat:  Kacapiring

 Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P. )

Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P) – berasal dari Meksiko dan termasuk tanaman beracun. Di Indonesia, umumnya tumbuh liar di daerah yang lembab sebagai penutup jurang atau digunakan sebagai pagar hidup maupun perdu hias. lihat: –> kecubung-gunung-obat-nyeri-haid

 Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) – Daun, bunga, dan akar Hibiscus rosa sinensis mengandung flavonoida - daunnnya mengandung saponin dan polifenol;  bunganya mengandung polifenol;  serta akarnya mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.  lihat:  Kembang sepatu

 17022012077

Kemuning (Murraya paniculata) – Berupa semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 – 8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. lihat:  Kemuning-murraya-paniculata-l-jack

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla)

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla) – adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.  – lihat:  Kenanga-cananga-odorata

 melati putih (Jasminum sambac)

Melati putih (Jasminum sambac) – Bunga melati selalu berwarna putih. Walau tumbuhan ini  mempunyai ukuran kecil tetapi mengeluarkan aroma  wangi dan  dapat bermanfaat bagi kesehatan, terutama refleksi dan menghilangkan stress.  lihat:  Melati-putih-jasminum-sambac

macro[1]

Kantong Semar – Nephenthes (Nepenthes macrophylla) – lihat:   Nepenthes

dan lihat pula kantong semar pembawa “hoki”:   plantamor.com

 rafflesia arnoldii

Rafflesia (Rafflesia arnoldii)  – lihat:  Rafflesiaceae Raff.arn.

Seruni (Chrysanthemum sp)

Seruni (Chrysanthemum sp.) – Seruni atau juga dikenal sebagai Krisan, banyak ditanam di pekarangan karena keindahan bunganya.  lihat:  Chrysanthemum-sp-atau-krisan-seruni

Anaphalis javanica (Javanese edelweiss)

Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) – Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh.  lihat:  Anaphalis-javanica-edelweiss-jawa

 

02 MarSOIL-Gunung Berapi

 

GUNUNG BERAPI – BAHAN INDUK – BATUAN VULKAN

 

Bahan Induk – Jenis Tanah Utama – Spesifik

 

  • Indonesia kaya gunung berapi. Tergantung jenis bahan induk (basik, intermedier, masam), di samping faktor Vegetasi, Iklim, dan waktu, terbentuk jenis-jenis tanah utama di Indonesia. Jenis tanah di masing-masing daerah tersebut menentukan sifat-perilaku teknis, sosial, budaya, dan ekonomi yang spesifik lokasi/daerah, yang berbeda satu dengan lainnya.
  • Perbedaan faktor pembentuk tanah (Soil forming factors), menghasilkan jenis-jenis tanah utama seperti:  Entisol, Andisols, Inseptisols, Alfisols, Oksisols, Ultisols, dan lain-lain.
  • Panorama (view) gunung berapi di beberapa tempat di Jawa (Timur, Tengah, Barat), Sulawesi, dan Nusa Tenggara:

 

Gunung Berapi di Beberapa Tempat di Indonesia

 

Foto-Gambar-Gunung-Semeru-Jawa-Timur[1]

Gunung Semeru (Jawa Timur)

Letusan gunung Semeru sebagian mengarah ke timur (Lumajang, Jember) dan sebagian ke selatan dan barat (Malang), menjadikan jenis Entisols, Andisols, Alfisols, Inseptisols, dan Oksisols dari bahan induk vulkan intermedier yang relatif subur.

6[1]

Gunung Merapi (Jawa Tengah)

Letusan gunung Merapi sebagian besar mengarah ke selatan (Jogyakarta, Solo), menjadikan jenis Entisols, Andisols, Alfisols dan Inseptisols dari bahan induk vulkan intermedier yang relatif subur.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gunung Karakatau (Jawa Barat)

Letusan gunung Karakatau mengarah sebagian besar ke daerah Lampung dan sedikit di Jawa Barat bagian barat yang didominasi oleh Jenis Ultisols. Ultisols berkembang dari bahan induk vulkan masam yang relatif kurang subur.

rinjhttpwww.ponty.dkrinjani.htma01a[1]

Gunung Rinjani (Lombok)

Letusan gunung Rinjani di pulau Lombok mempengaruhi area pertanian Lombok bagian utara dengan jenis Entisol (bertekstur pasir) dan Lombok selatan dengan jenis Vertisol (bertekstur liat) yang relatif subur, berkembang dari bahan induk vulkan intermedier.

httpen.wikipedia.orgwikiMount_Lokon

Gunung Lokon (Sulawesi Utara)

Letusan gunung Lokon di Sulawesi Utara mempengaruhi area pertanian daerah Manado dan danau Tondano (Minahasa) dengan jenis Entisols, Alfisols, atau Inseptisols yang subur, berkembang dari bahan induk vulkan basik/ultra-basik.

28 FebSOIL-Plasma Nuthfah II

 

SAYURAN SPESIFIK – TRADISONAL – (BERKEMBANG DI TROPIKA INDONESIA)

 

Potensial untuk Dibudidayakan

 


1

Teknik Budidaya Pusri: Bayam (Chinese spinach) – Amaranthus hybridus L. – Amaranthaceae

2

Teknik Budidaya Pusri: BrokoliBrassica oleracea var. botrytis L. subvar. cymosa Lamm – Cruciferae

3

Teknik Budidaya Pusri: Buncis - Phaseolus vulgaris L. – Solanaceae

4

Teknik Budidaya Pusri: Kangkung - Ipomoea aquatica Poiur – Convulvulaceae

5

Teknik Budidaya Pusri: Kentang (Potato) - Solanun tuberosum L. – Solanaceae

6

Teknik Budidaya Pusri: Kubis (Cabbage) – Brasica oleracea L. – Cruciferae

7

Teknik Budidaya Pusri: Lobak (Radish) - Raphanus sativus L. – Cruciferae

8

Teknik Budidaya Pusri: Mentimun (Cucumber) - Cucucmis sativus L. – Cucurbitaceae

9

Teknik Budidaya Pusri: Paprika - Capsicum annum var grossum L. – Solanaceae

10

Teknik Budidaya Pusri: Petsai (Chinese cabbage) – Brassica chinensis cv pekinensis – Cruciferae

11

Teknik Budidaya Pusri: Selada air - Lactuca sativa L. – Compositae

12

Teknik Budidaya Pusri: Seledri (Celery) - Apium graveolens L. – Umbelliverae

13

Teknik Budidaya Pusri: TalasColocasia esculenta Schott – Araceae

 

 

20 FebSOIL-Plasma Nuthfah I

 

 

PLASMA NUTHFAH – BUAHAN TROPIKA (INDONESIA) – DIMAKAN (EDIBLE)

 1

lihat Sumber (NASA): Durian - Durio zibethinus Murr. – Bombacaceae – buah (masak)

2

Durian - buah (masak) dibelah - longitudinal

3

lihat Sumber(Pusri)Mangga (Mango) – Mangifera spp. – Aanardiaceae – buah di pohon (tua)

4

Mangga (Mango) - buah (masak) dipotong – longitudinal section

5 (2)

Kemang – Mangifera caesia Jack – Aanardiaceae – buah (mentah) di pohon

5

Kemang – buah (masak)

6

Kemang – buah (masak) dikupas – longitudinal

7

lihat Sumber (Pusri): Manggis (Mangosteen) – Garcinbia mangostana L. – Guttiferae – buah di pohon (mentah)

8

Manggis - buah (masak)

9

Manggis – buah (masak) dipotong - cross section

10

Sawo (Chicu) - Manilkara achhras Fosberg – Sapotaceae – buah di pohon (mentah)

11

Sawo – buah (masak) dibelah – longitudinal section

12

Kesemek (Passionfruit) - Passiflora spp. – Passifloraceae – buah di pohon (masak)

13

Kesemek – buah (masak) dibelah – longitudinal section

14

14 (2)

Gandaria – Bouea macrophylla Griff. – Aanacardiaceae – buah di pohon (masak)

15

Gandaria – buah (masak) dibelah – longitudinal section

16

lihat Sumber (Pusri): Kedondong (Hogplum) – Spondias cytheria Sonn. – Aanacardiaceae – buah di pohon (mentah)

17

Kedondong (Hogplum) - buah di pohon (mentah)

18

Kedondong (Hogplum) – buah (masak) – biji (daging buah telah dikonsumsi)

19

lihat Sumber (Pusri): Jambu Mente (Cashewnut) - Anacaedium occidentale L. – Anacaediaceae – buah di pohon (masak)

20

Jambu Mente (Cashew nut) - buah (masak)

21

lihat Sumber (Pusri): Salak – Salacca edule L. – Palmae – buah di pohon (masak, tua dan muda)

22

Salak - buah (masak) dipotong – cross dan longitudinal section

24

lihat Sumber (Pusri): Belimbing (Starfruit) - Averrhoa spp. – Oxalidaceae – buah di pohon (mentah)

23

Belimbing - buah di pohon (masak)

25

Terong Belanda – Solanum betaceum – Solanaceae – buah di pohon (masak)

26

Terong Belanda – buah di pohon (masak)

27

Terong Belanda – buah (masak) dibelah – longitudinal section

28

Sukun - Artocarpus spp. – Moraceae – buah (mentah) di pohon

29

Sukun – buah muda (mentah)

29 (2)

Sukun - buah tua (mentah)

30

Sukun - buah (mentah) dipotong – longitudinal section

31

Kluwih - Artocarpus spp. – Moraceae – buah muda di pohon (mentah)/biji (berkecambah)

Capture

Kluwih - buah muda (mentah) dibelah – longitudinal section

32

lihat Sumber (Pusri) : Nangka (Jackfruit) - Artocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae – buah di pohon (mentah)

33

Nangka – buah dibelah (masak) – longitudinal section

34

Cempedak – Artocarpus champeden Spreng – Moraceae – buah (masak) dipotong - longitudinal section

35

Markisah - Markisah – Passiflora edulis Sims – buah di pohon (mentah)

36

Markisah - buah di pagar (mentah)

37

Markisah - buah (masak) dibelah – longitudinal section

38

lihat Sumber (Pusri): Jambu Plastik (Jambu Air) - Eugenia aquea Burm – Myrtaceae – buah di pohon (masak)

39

Delima (Pomegranate) - Punica granatum L. – Punicaceae – buah di pohon (masak)

40

Delima - buah dibelah (biji)

41

lihat Sumber (Pusri): Rambutan – Nephelium lappaceum L. – Sapindaceae – buah di pohon (mentah)

42

Rambutan – buah (masak)

43

Rambutan – buah (masak) dipotong - cross section

44

lihat Sumber (BPP Teknologi): Duku – Lansium domesticum Corr – Meliaceae – buah di pohon (masak)

45

Duku – buah (masak) – dikupas longitudinal

46

Alpokat (Avocado) -Persea gratissima Gaertn. – Lauraceae – buah di pasar (mentah)

47

Alpokat – buah (masak) – longitudinal section

48

Sirsak (Soursop) - Anona muricata L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

49

Sirsak - buah (masak) – longitudinal section

51

Srikaya/Custardapple -Annona squamosa L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

50

Srikaya – buah di pohon (masak)

52

Srikaya – buah (masak) dicuplik – vertical section

53

lihat Sumber (Pusri): Jambu Biji – Zachras saphota L. – Myrtaceae/Anacardiaceae – buah di pohon (masak)

54

Jambu Biji – buah (masak)- cross section

55

lihat Sumber (Pusri): Pisang (Banana) - Musa spp. – Musaceae – buah (masak) – kupas kulit

56

lihat Sumber (Pusri): Pepaya (Papaya) - Carica papaya L. – Caricaceae – buah (masak) dibelah – longitudinal section

57

lihat Sumber (Pusri): Nanas (Peanapple) - Ananas comusus Merr. – Bromeliaceae – buah di kebun (mentah)

58

Nanas – buah (masak) dipotong – cross section