26 FebFilosofi Lingkungan Hidup: kehidupan dalam Tanah

 

FILOSOFI LINGKUNGAN HIDUP

(Kehidupan dalam Tanah)

 

Syekhfani

 

Tuhan menciptakan bumi dan alam semesta ini,  semata-mata untuk kehidupan makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia).

Faktor kehidupan meliputi:  cahayaudaraair, dan nutrisi.

Faktor kehidupan tersedia dalam jumlah berlimpah, tetapi memerlukan upaya agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di pihak lain, Tuhan memberikan keistimewaan kepada “manusia” dengan memberi otak dan akal, agar mampu berupaya dalam memenuhi penyediaan faktor kehidupan tersebut.

Atas modal otak dan akal, maka manusia diberi tugas dan tanggung jawab menjaga agar faktor kehidupan hewan dan tumbuhan terjamin penyediaannya;  yang sebenarnya hal ini berarti menjamin kebutuhan kehidupan manusia itu sendiri.

Bagaimana manusia melaksanakan tugas menjaga lingkungan hidup tanaman khususnya lingkungan hidup “tanah“? Karena tanah adalah sumber kehidupan makhluk hidup tanah termasuk tanaman? Apa sumber itu?

Kebutuhan hidup yang tersedia dalam tanah adalah:  udaraair, dan hara (nutrisi).

Hara tanah dalam bentuk terikatlarut air dan gas di ruang pori.

Jadi, kata kunci manajemen kehidupan tanah adalah: “basah – kering“, atau “aerasi – irigasi – drainase;  mengatur keberadaan udara dan air dalam ruang pori tanah.

Ruang pori makro, tata udara.

Ruang pori mikro, tata air.

Air dan udara, tata hara.

 

Materi MAES:

MK-2:  TATA UDARA, AIR, HARA (BASAH – KERING) (sfn)

MK-3:  PENGELOLAAN TANAH BERLANJUT (sfn)