11 AugTanah Sulfat Masam

PEMUKIMAN TRANSMIGRAN DI LAHAN BASAH

Tinjauan Napak Tilas

Syekhfani

Lahan pasang surut air sungai disebut dengan Tanah Sulfat Masam (Acid Sulphate Soil), terbentuk pada endapan deposit aluvial salin dan brackish pada kondisi vegetasi halofitik tipik (typical hallophytic): Avicennia, Rhizophora, dsb*.

Tanah sulfat masam didominasi oleh pirit (pyrite, FeS) pada kondisi tergenang (submerged) atau reduktif.

Apabila lapisan pirit diangkat ke permukaan (diolah), maka pirit dioksidasi oleh bakteri Thiobacillus thiooxidans, di mana sulfida menjadi sulfat. Reaksi tanah (pH) rendah disebut tanah Sulfat Masam.

Masalah yang muncul di kawasan pemukiman, selain pH rendah yaitu kadar Fe dan/atau Mn tinggi.

Sawah menghadapi masalah keracunan salah satu atau kedua unsur tersebut, selain memerlukan jenis padi toleran kondisi masam.

Kilas Balik:

Saat penulis berkunjung di kawasan pemukiman lahan pasang surut Rawa Muning, Kalimantan Selatan, tahun 1990-an; tergambar betapa sulitnya perjuangan pemukim di daerah tersebut.

Penulis yakin bahwa saat ini hal di atas telah berubah, sejalan dengan pengalaman dan kemajuan IPTEK.

Berikut gambarannya:

0. Lahan Pasang Surut

1. Lahan Pasang Surut

2. Sawah Lahan Pasang Surut

2. Sawah Lahan Pasang Surut

3. Teratai Liar

3. Teratai Liar

4. Jalan

4. Jalan

5. Tanaman Padi Sawah

5. Tanaman Padi Sawah

6. Tanaman Pematang Sawah

6. Tanaman di Pematang Sawah

7. Tanam Pohon di Pematanag Sawah

7. Tanam Pohon di Pematang Sawah

8. Tanam Sayur di Pematanag Sawah

8. Tanam Sayur di Pematang Sawah

9. Drainase

9. Drainase

10. Ibu Tanam Sayur

10. Bu Tani Tanam Sayur

11. Kelapa

11. Tanaman Kelapa

12. Mati

12. Tanaman Kelapa Mati

13. Padi Keracunan

13. Tanaman Padi Keracunan

14. Irigasi-Drainase Kawasan

14. Irigasi-Drainase Kawasan

15. Tangkap Ikan

15. Pak Tani tangkap Ikan

16. Anak-anak

16. Profil Anak-anak Tani

17. Rumah di Tinggal

17. Kondisi Rumah di Tinggal

18. Tanam Pohon Sistem Surjan

18. Tanam Pohon Sistem Surjan

19. Rumah Tinggal

19. Kondisi Rumah Tinggal

20. Semangat Kerja Ibu

20. Semangat Kerja Bu Tani

21. Air Tampak Jernih Tapi Masam

21. Air Tampak Jernih Namun Rasa Masam

22. Anak-anak Tangkap Ikan

22. Anak-anak Tani tangkap Ikan

23. Air Lagi Surut

23. Air Lagi Surut

24. Pembukaan Lahan

24. Pembukaan Lahan

25. Penulis

25. Penulis (nomor 2 dari kanan – pegang buku)

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/15/soil-sulfat-masam/

*Driessen, P.M. dan M. Soepraptohardjo. 1974. Soil for Agricultural Expansion in Indonesia: Acid Sulphate Soils, p. 16-27. Soil Res. Inst., Bogor.