29 OctTanam Padi Sawah

PINDAH TANAM SETELAH PELUMPURAN

Syekhfani

Setelah “pelumpuran tanah sawahhttp://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/10/12484/ selesai dilakukan, maka segera dilanjutkan pekerjaan pindah tanaman bibit padi.

Pekerjaan pindah tanam bibit, secara tradisional dilakukan oleh kelompok ibu tani yang sudah berpengalaman; biasanya berupa tim yang sangat kompak dan diakui kerapian dan keberhasilan kerjanya.

Bibit padi sawah dari bedengan persemaian disiapkan, didistribusikan oleh pak tani sebelum ibu tani melakukan penanaman.

Petak sawah yang sudah dibersihkan dan diratakan, dikeringkan dalam kondisi macak-macak atau nyemek-nyemek (Jawa: sedikit air menggenang di permukaan), dan di buat garis jarak tanam menggunakan alat khusus yang telah dijadikan pola berukuran tertentu.

Ibu tani melakukan pindah tanam sesuai kebiasaan setempat; ada yang jalan maju dan ada yang mundur. Prinsipnya, jejak kaki tidak boleh mengganggu tegak bibit yang telah ditanam.

Berikut disajikan contoh praktek pindah tanam bibit padi sawah secara tradisional.

Video: → https://www.youtube.com/watch?v=FCCCznaCL9s

28 NovSOIL-Multiple Produce

 

MULTIPLE PRODUCE

(PRODUKSI GANDA)

 

Panen – Produksi – Efisiensi – Nilai

Syekhfani

 MP

 

Saat panen tiba, lahan sawah sibuk luar biasa. Petani beramai-ramai turun melakukan pekerjaan berat di terik matahari. Betapa tidak, empat bulan lamanya mereka telah bersusah payah mengolah lahan; membajak, memacul, menanam, memupuk, memelihara, dan hari itu akan memetik hasilnya.

2

Akankah jerih payah tersebut dibiarkan terbuang sia-sia? Tentu saja tidak, tidak sedikitpun produksi boleh hilang tercecer:  gabah, malai, jerami, sekam, menir, seluruh produksi.  Mereka semua harus dibawa pulang untuk anak isteri dan keluarga.  Ramai-ramai mereka panen, potongan jerami ditumpuk di lahan, lalu disusun di atas gerobak, kemudian ditarik dan didorong bersama. Dibawa pulang, diproses, dikonsumsi, dijual, dijadikan kompos, dijadikan pupuk, diberikan pakan ternak. Capek? Tentu iya, tetapi tidak terasa karena hati gembira.

3

Keringat mengucur di seluruh tubuh;  gerobak penuh dengan hasil produksi panen:  gabah, jerami, bahan kompos/pupuk, dan … UANG! Mereka tersenyum…

MP - 1

 

Itulah nuansa kehidupan petani.  Mereka tidak mengenal arti capek, dan tidak pernah menghitung harga tenaga sendiri.  Bagi mereka, tenaga sendiri tidak perlu dinilai uang, tetapi lebih dari itu… dinilai dengan keceriaan dan “Kebahagiaan”.

 

Petani, ahli yang benar-benar ahli, mengerjakan semua proses produksi dari A sampai Z…!!

 

17 NovSOIL-Sistem Tanam “Jajar Legowo”

 

SISTEM TANAM “JAJAR LEGOWO”

(“JAJAR LEGOWO” PLANTING SYSTEM)

 

Jarak Tanam Padi Sawah

 

Unik – Ampuh – Produktivitas Tinggi

 

Diangkat oleh: Syekhfani

 

0

 

PENDAHULUAN

 

Sistem tanam “Jajar legowo”, adalah teknis meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga budidaya akan memiliki barisan tanaman diselingi barisan kosong, di mana jarak tanam barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Manfaat dan tujuan:

1. Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 %, diharapkan meningkatkan produksi secara makro maupun mikro.

2. Adanya baris kosong mempermudah pemeliharaan, pemupukan dan kontrol organisme pengganggu tanaman (OPT).

3. Mengurangi kemungkinan serangan OPT tikus, lahan relatif terbuka kurang disukai hama tikus;  dan kelembaban lebih rendah menekan perkembangan penyakit.

4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.

5. Menambah efisiensi serapan sinar matahari pada tanaman yang berada pada barisan pinggir.

Lihat: tanam-padi-sistem-jajar-legowo

 

1

 

PANCA USAHA

Teknik Umum:

Dalam budidaya tanaman padi sawah dikenal istilah “Panca Usaha” pertanian, dalam hal ini meliputi:

1. Seleksi Benih

Langkah seleksi benih:
a. Benih dikoleksi dari gabah bernas yang betul-betul matang,
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya,
c. Masukkan telur bebek ke dalam air garam, tambahkan lagi garam hingga telur mengapung,
d. Kemudian masukkan benih yang sudah diseleksi ke dalam air garam tersebut,
e. Benih mengapung dibuang, dan
f. Benih tenggelam digunakan untuk ditanam di persemaian.

2. Semai Benih

Pekerjaan:
a. Tanah yang dipakai untuk tempat media semai harus subur,
b. Gunakan baki berupa bejana luas dan datar, atau  papan dialas plastik,
c. Tanah dicampur kompos atau pupuk kandang,
d. Ketebalan media semai sekitar 2 cm,
e. Taburkan benih yang sudah diseleksi di media semai,
f. Jaga kelembaban media semai, dan
g. Bibit ditumbuhkan dalam waktu 10 hari.

3. Olah Lahan

Pengolahan:
a. Selesai panen lahan sawah diolah, jerami  tidak dibakar/dibuang, dibiarkan lapuk sebagai kompos,
b. Lahan sudah dibajak diratakan dan dipetak-petak agar lebih mudah mengontrol air,
c. Lahan diratakan dan atur air sawah mencapai macak-macak (Jawa, tidak tergenang dan tidak kering),
d. Ukur lahan dengan jarak tertentu (sistem konvensional atau jajar Legowo), dan
e. Dua hari sebelum tanam lahan di beri pupuk dasar, sebaiknya pupuk organik.

4. Tanam Bibit

Bibit berumur 10 hari siap di pindahkan ke lahan (pindah tanam), sebagai berikut:
a. Bibit dicabut dari media semai secara hati-hati,
b. Tanam bibit di lahan dengan jarak tanam yang sudah ditentukan,
c. Menanam benih jangan sampai dibenam seperti menanam benih ala konvensional,
d. Ambil bibit masih ada benih padi menempel, letakkan di lumpur dan tutup dengan lumpur setebal jari telunjuk, dan
e. Jaga media tanam agar tidak tergenang air.

5. Perawatan 

Beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan:
a. Setelah padi berumur 10 hari setelah tanam semprot dengan pupuk organik,
b. Umur 25 hari semprot lagi (tambah air agak banyak),
c. Umur 40 hari ulangi lagi penyemprotan,
d. Umur 60 hari kembali lagi disemprot,
e. (Atau beri pupuk seperti cara konvensuional, dianjurkan pakai pupuk organik),
f. Pertumbuhan padi yang baik: dalam satu rumpun ada 45 hingga 60 batang padi,
g. Satu tanaman padi bisa menghasilkan anak sampai 100 batang, tetapi panen kurang baik, dan
f. Setelah usia 2 bulan, sawah digenangi agar pertumbuhan anak padi tidak bertambah.

Lihat:  tips-cara-bercocok-tanam-padi

 2

 

SISTEM LEGOWO

  

TIPE SISTEM LEGOWO

 

Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Legowo, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Banjar Negara.

Ada beberapa tipe sistem tanam “Jajar Legowo”:

  1. Jajar legowo 2:1, setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan.
  2. Jajar legowo 3:1, setiap tiga baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir dirapatkan dua kali dengan jarak tanam yang ditengah.
  3. Jajar legowo 4:1, setiap tiga baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan.

Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

Lihat:  tips-tanam-jejer-legowo-dengan-alat-penanda-tali-dan-paralon-di-bpp-demung

 3

 

CARA MENGHITUNG JUMLAH TANAMAN

Rumusnya:
- Misalkan jarak tanam 25 x 25 cm, maka populasinya 160 ribu rumpun,
- JUMLAH PENAMBAHAN POPULASI, caranya:  1/(1+sistem tanam) x100 %

- Contoh legowo 2 : 1,

Penambahan jumlah tanaman legowo 2:1 = 1/(1+2) x 100 % = 33 %
Sehingga total tanaman menjadi = 160.000 rumpun + (33 % x 160.000) = 160.000 + 52.800
= 212.800 rumpun

- Contoh legowo 4 : 1,

Penambahan jumlah tanaman legowo 4:1 = 1/(1+4) x 100 % = 20 %

Sehingga total tanaman menjadi = 160.000 rumpun + (20 % x 160.000)
= 160.000 + 32.000 = 192.000 rumpun

Jarak Tanam untuk sistem tanam padi legowo, banyak macamnya bisa 20 x 25 cm, 25 x 25 cm, 25 x 30 cm, 30 x 30 cm dan lain-lain.

Lihat:  sistem-tanam-padi-legowo

 

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!