02 MayBatu Permata

DIGALI SECARA MANUAL

Posisi di Kedalaman Tanah

Syekhfani

Akhir-akhir ini, pencarian Batu Permata (Germstone) marak dilakukan, mulai dari cara sederhana hingga menggunakan alat-alat mesin berat.

Tidak begitu jelas, mengapa batu permata tersebut menjadi tren? Digeluti secara serius oleh para pencari dan pembeli? Di dalam dan bahkan dari luar negeri?

Nuansa ini menjadikan suatu ajang baru, bagi masyarakat individual maupun pemerintah.

Bahkan, diberitakan di suatu Daerah, Kepala Daerah menjadikan objek dan ikon daerah berhubung daerahnya kaya akan tambang Batu Permata yang bermutu.

Di mana posisi diketemukan Batu Permata dalam tanah?

Untuk itu perlu dipelajari profil kedalaman tanah, lapisan horizon serta proses pembentukan tanah (pedogenesis).

1. Profil Dimensianal Tanah

Gambar 1. Penampang Dimensional Profil Tanah

2. Lapisan Olah Tanah

Gambar 2. PenampangTopsoil (lapisan atas) dan Subsoil (lapisan bawah)

Dari susunan horizon di atas, maka kemungkinan diketemukan Batu Permata dalam tanah adalah di Horizon C dan R.

Penambang tradisional menggunakan cara manual, hanya mencapai kedalaman Horizon C, sedang bila menggunakan alat mesin semprot berkekuatan tinggi, maka bisa mencapai Horizon R.

Bagaimana pun, Penggalian Tanah Merusak Lingkungan Hidup dan Kehidupan!

15 JunGenesis Tanah Masam

oxisol.Hawaii.landscape

Bagaimana tanah berubah jadi lebih masam?

Diposkan: Syekhfani

Setiap jenis tanah terbentuk dari pelapukan (weathering) bahan induk oleh berbagai faktor lingkungan fisik (topografi, iklim) dan biologi (vegetasi); sejalan dengan waktu.

Umumnya, pembentukan tanah melalui pelapukan bahan induk di daerah sedang-basah kurang cepat dibandingkan daerah tropika-basah, karena beda suhu dan aktivitas biologis di daerah sedang-basah yang lebih rendah.

Aliran air perkolasi mengandung CO2 dalam profil tanah jenuh basa membilas secara cepat garam-bebas, tetapi kation basa-dd (dapat dipertukarkan) lebih lambat.

Akibatnya, tanah di daerah berdrainase baik menjadi lebih masam, kecuali bila ada suplai basa-basa secara alami.

Dimulai dari H+ terjerap pada tapak pertukaran kation mencapai konsentrasi cukup tinggi untuk memecah kristal liat; maka ion Si4+ dan Al3+ dibebaskan.

Ion-ion polimer AlOH2+ atau Al(OH)2+ lempeng fraksi liat bebas secara parsial mengompleks dengan bahan organik, sementara Si4+ dalam profil tercuci pada tingkat lebih rendah.

Begitu tanah menjadi lebih masam, lebih banyak Al dan Fe dibebaskan dari mineral liat; meninggalkan Al3+ sebagai kation dapat dipertukarkan yang dominan.

Akhirnya seluruh mineral liat kristalin memberi peluang terjadi oksida Al dan Fe amorf.

Dalam acuan referensi ini, maka jenis tanah masam Mollisols terbentuk melalui pencucian dan perombakan rendah; Alfisols dan Ultisols melalui pencucian dan pelapukan lebih progresif; dan Oxisols terbentuk melalui pencucian dan pelapukan tinggi (Tabel).

Table. Perubahan Tanah Masam: Atribut Tanah pertinent terhadap efek pengapuran

Klik: 1x (dilakukan 2 kali)
Genesis Tanah Masam

Dari:
SOIL SCIENCE 702/802:
CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS
(revised Jan 1998)
Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press
Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

28 AprHorizon Argilik

Horizon Argilik

HORIZON ARGILIK

(pada Ultisol)

Erosi – Terungkap – Eksotik

Syekhfani

Secara alami, permukaan tanah (topsoil) akan terungkap (revealed) melalui proses erosi, di mana lapisan tanah atas (topsoil) menjadi hilang.

Aksi-aksi tersebut menyebabkan tanah tergradasi, sehingga memerlukan tindakan reklamasi, konservasi, ameliorasi, dan pemeliharaan, agar tanah, lahan, dan lingkungan alam tidak rusak, lestari dan berkelanjutan.

Dalam proses pedogenesis (pembentukan tanah – soil forming), horizon Argilik terjadi akibat berpindahnya fraksi liat dari lapisan atas – topsoil ke lapisan bawah – subsoil melalui proses eluviasi.

Kadar unsur Aluminum dan Besi tinggi pada Ultisol, dalam bentuk oksida (Seskuioksida, Al- Fe-Oksida) merupakan senyawa bersifat koloidal.

Proses iluviasi (berpindahnya unsur/senyawa dari topsoil ke subsoil), menyebabkan konsentrasi seskuioksida tinggi di lapisan subsoil yang kaya liat dari proses eluviasi di atas, akan berfungsi sebagai pengikat (sementasi) liat menjadi agregat mantap yang sukar hancur.

Setelah top soil mengalami erosi, lapisan subsoil yang terikat kuat oleh seskuioksida, akan bertahan dan tidak hilang; yang tidak terikat kuat akan hilang, dan yang bertahan terungkap (revealed) membentuk lapisan berupa relief yang eksotik dan menarik (lihat gambar).

Penampakan ini, secara umum dijumpai di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/12/soil-terungkap-dan-tersingkap-2/

Relief horizon Argilik, eksotik dan menarik!