19 JunNOSTALGIA MASA KECIL II

terkukur

Pelihara Burung Tekukur

Syekhfani

Kalau pada pos yang lalu: lihat http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2017/06/11/nostalgia-masa-kecil-i/, adalah mengenai hobi memancing ikan, maka pada pos ini berkenaan dengan memelihara burung.

Hobi ini, masih terkait dengan ayahku yang di waktu luangnya diisi dengan memelihara burung tekukur (Terkuku).

Masih teringat olehku, saking asyiknya ayahku memelihara burung tekukur, beliau bisa membedakan kriteria seekor burung terkukur, yaitu:

A. Dari segi suara:
a. irama tunggal, dan
b. irama ganda.

B. Kontinyuitas berbunyi:
a. Sekali-sekali,
b. Seringkali, dan
c. Terus menerus (prima).

C. Kemantapan berbunyi:
a. Besar – tegas, dan
b. Kecil – meragu.

D. Irama suara:
a. Tunggal (satu “pangkut”): Ter – ku – ku
b. Ganda (dua “pangkut”): ter – ku – kuku
c. Ganda (tiga “pangkut”): ter – ku – ku -kuku

E. Keindahan tubuh:
a. Mulus dan berbintik halus di bagian tengkuk,
b. Mulus dan berbintik kasar di bagian tengkuk, dan
c. Muslus tetapi belum berbintik di bagian tengkuk (masih muda).

Para penggemar sangat bisa membedakan antara terkukur berkualitas dengan tidak berkualitas, dari perform dan suara tersebut.

Sering pula burung terkukur dilombakan di lapangan terbuka, layaknya burung perkutut.

Pemenang, biasanya adalah burung terkukur yang memenuhi semua kriteria A, B, C, D, dan E, disebut kualitas “prima”.

Sang juara bisa berharga sangat mahal, bahkan pemiliknya pun jarang mau menjualnya saking sayangnya.

Bukan main…!