16 JunSEJARAH PERTANIAN TEMPO DOELOE

Tempo Dulu

PERTANIAN SEBELUM MASEHI

Diposkan: Syekhfani

Kapan mulai ada pertanian?

Disepakati bahwa manusia pertama kali melakukan budidaya pertanian berdiam di lembah Mesopotamia (antara sungai Tigris dan Euphrate, Irak sekarang).

Era Sebelum Masehi (BC)

2500 BC:
Diketahui bahwa, ketika manusia memupuk tanah, terjadi peningkatan hasil 86 hingga 300 kali.

500 BC:
Herudotus (sejarawan Greek), melaporkan bahwa produksi pertanian tinggi di Mesopotamia karena ada irigasi, dan tanah subur akibat banjir air sungai.

300 BC:
Theophrastus melaporkan adanya pengkayaan oleh endapan debu sungai Tigris yang kaya hara.

Waktu itu, manusia telah mengerti bahwa tanah akan merosot hasilnya bila ditanami secara terus menerus.

Penambahan pupuk kadang dan pupuk hijau dari sayuran diketahui dapat mempertahankan kesuburan tanah.

900-700 BC:
Dari epos bangsa Greek diketahui bahwa Odyssius telah melakukan pemupukan kotoran hewan.

434-355 BC:
Xenophon menyatakan dari penyelidikannya bahwa: ”kebun akan mengalami kerusakan, karena orang tidak mengerti cara-cara memupuk lahan”.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa: ”tidak ada cara yang lebih baik dari pada pemupukan”.

Hal penting lain yang dikemukakan Xenophon, ialah:
(1). Pengaturan pemberian pupuk kandang dapat mempertahankan kesuburan tanah.
(2). Disaran agar penggunaan pupuk kandang dilakukan di awal musim semi.
(3). Rumput dapat digunakan sebagai pupuk hijau.

372-287 BC:
Theophrastus merekomendasaikan agar pemberian pupuk yang banyak perlu dilakukan pada tanah yang tipis solumnya, tapi pada tanah kaya pemberian pupuk perlu dihemat.

Ia juga menyarankan bahwa tanaman perlu disemaikan terlebih dulu sebelum ditanam dan juga agar dibuat bedengan.
Hal ini dianut hingga sekarang.

Perlu pula dicatat, bahwa Theophrastus menyarankan perlu pemberian air yang banyak pada tanaman yang membutuhkan unsur hara banyak.

Saat itu telah diketahui pula bahwa pupuk diklasifikasikan menurut kandungan atau kepekatannya.

Ia membuat urutan kekayaan (dalam kotoran) yang makin menurun yaitu: manusia, babi, kambing, domba, sapi dan kuda.

Lebih lanjut, Varro, seorang penulis perkembangan pertanian mengemukakan urutan yang sama, tetapi menempatkan urutan burung dan unggas lain lebih kaya dari pada kotoran manusia.

Columella menyarankan agar kulit clover ditambahkan dalam ransum ternak sebab ia merasa bahwa hal ini akan memperkaya kandungan hara dalam kotorannya.

Tidak hal di atas saja yang dapat dijadikan pupuk, tetapi para pakar juga menyelidiki pengaruh mayat terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman.

700 BC:
Hasil penyelidikan Archilochus: segera diketahui nilai Legum, khususnya sebagai pupuk hijau.
Theophrastus mencatat bahwa sejenis kacang (Vicia vaba) telah dibenamkan oleh para petani Thessaly dan Macedonia.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan jumlah biji bila ditanam pada tanah yang dipupuk dengan bahan tanaman ini.

400 BC:
Anjuran Xenophon bahwa pengolahan tanah di awal musim semi menjadikan tanah lebih gembur dan rumput-rumputan tumbuh cukup waktu pada musim semi.

Ini dapat berfungsi sebagai cadangan pupuk hijau, tetapi tidak menghasilkan biji sehingga tidak mengganggu/tumbuh bila dibenamkan.

Ia juga menerangkan bahwa: ”setiap jenis vegetasi, setiap jenis tanah, pada keadaan cukup air akan berubah menjadi pupuk”.

234-149 BC:
Cato menyatakan bahwa lahan penggembalaan yang miskin harus ditanami dengan tanaman jenis acinum.

Tidak diketahui kenapa harus tanaman ini, tetapi ia tidak menghasilkan biji sehingga implikasinya tidak dapat tumbuh bila dibenamkan.

Ia juga menyatakan bahwa legum terbaik dalam menyuburkan tanah adalah kacang-kacangan: lupine dan vetch. Lupine sangat terkenal sejak lama.

Columella mencatat beberapa legum meliputi: lupine, vetch, lentil, chickpea, clover, dan alfalfa, yang cukup memuaskan untuk memperbaiki lahan.

Banyak pakar lama yang sependapat bahwa lupine adalah pupuk hijau terbaik sebab ia tumbuh baik pada kisaran kondisi tanah yang lebar, dapat dijadikan bahan makanan manusia, dan yang terakhir ia mudah membentuk biji dan cepat tumbuh.

70-19 BC:
Virgil mempelopori penggunaan legum sebagai penyubur tanah. Aplikasi yang saat ini disebut pupuk mineral atau perbaikan tanah bukan tidak dikenal pada zaman dulu.

Theophrastus mengemukakn bahwa pencampuran tanah-tanah berbeda yang dimaksudkan sebagai ”penyembuhan kerusakan dan penambahan hati ke dalam tanah”.

Cara ini mungkin dalam keadaan tertentu menguntungkan.

Penambahan tanah subur ke tanah miskin dapat meningkatkan kesuburan tanah, dan praktek pencampuran satu jenis tanah dengan yang lain mungkin dapat memberi keuntungan terhadap inokulasi biji-biji legum pada suatu tanah pertanian.

Juga, pencampuran tanah-tanah bertekstur kasar dengan halus atau sebaliknya mungkin dapat memperbaiki hubungan udara dan air dalam tanah yang diperlakukan.

Nilai marl (sejenis tanah liat berkapur) juga telah dikenal. Ini merupakan awal dari praktek pengapuran di lahan pertanian.

(Tisdale, S.L. dan W.L. Nelson,1975. Soil Fertility and Fertilizer. McMillan Publ. Co., Inc. New York)

07 JanPEMUPUKAN TANAMAN HIAS

 

PEMUPUKAN TANAMAN HIAS

 

Syekhfani

 

 

Tanaman hias mempunyai arti sendiri dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Ia dapat memenuhi kebutuhan fisik berupa produksi, maupun spirit menyangkut hobi, seni, olahraga dan kesehatan lingkungan rumah tangga. Lihat:  → FUNGSI-GANDA

Sehubungan dengan fungsi tersebut, maka sudah seharusnya bila halaman, kebun, atau taman seputar rumah kita dipelihara dan dikelola dengan baik dan benar.  Untuk itu, diperlukan pengetahuan sederhana tentang teknologi budidaya, termasuk di antaranya pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan.

Kebutuhan pupuk untuk tanaman hias, sangat tergantung pada jenis tanaman hias yang dibudidayakan.  Uji tanah adalah langkah awal untuk mengetahui berapa  jumlah pupuk yang dibutuhkan, namun tidak berlaku bagi semua jenis aplikasi. Misalnya, tanaman semusim tumbuh cepat, membutuhkan pasokan unsur hara yang cepat pula untuk pertumbuhannya. Namun bagaimanapun, mereka tidak membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, jumlah dan waktu aplikasi pupuk penting untuk meningkatkan pertumbuhan  tanaman semusim.

Pada tanaman tahunan seperti tegakan pohon-pohon dan semak-semak, tidak perlu  sering diberi pupuk. Mereka umumnya memiliki masa pertumbuhan panjang dari musim penghujan ke musim kemarau berikutnya, setahun atau banyak tahun, meski ada saat relatif tidak aktif. Waktu aplikasi pupuk terbaik adalah saat pertumbuhan aktif. Namun, pemupukan tidak perlu dilakukan  setiap tahun dan jumlah pupuk yang diperlukan untuk respon yang baik jauh lebih banyak dibandingkan tanaman semusim.

Berikut ini adalah beberapa generalisasi untuk aplikasi pupuk bagi kebanyakan tanaman umumnya dan tanaman tertentu.

Uji tanah akan memberikan petunjuk lebih spesifik tentang jumlah unsur hara bagi tanaman secara individual. Namun, jika Anda tidak melakukan uji  tanah, maka rekomendasi berikut dapat diikuti. Asumsikan bahwa ketika rekomendasi menyarankan “pupuk lengkap”, artinya pupuk mengandung unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium. Mutu pupuk bisa 10-10-10, 12-12-12 atau lebih rendah, 5-10-5.

 

Bunga-bungaan

Sebelum tanam:  pupuk dasar 10 kg pupuk lengkap (10-10-10) per 300 meter persegi diberikan dalam bedengan di awal pertanaman. Untuk tanaman semusim , pada akhir musim penghujan diberikan susulan 5 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi di kiri-kanan baris tanaman (side dressing) . Untuk tanaman keras , ulangi aplikasi awal dengan pupuk lengkap masing-masing dua tahun pertama;  kemudian berikutnya, setiap tiga tahun sekali, tambahkan ke bedengan sekitar 1/5 kg nitrogen.

 

Umbi-umbian

Pada tanaman musim hujan lebat, dilakukan aplikasi 10 kg pupuk lengkap untuk bedengan 300 meter persegi dengan kedalaman 10 sampai 15 senti. Jangan menggunakan lebih banyak pupuk di musim kering. Setelah trubus, dilakukan aplikasi 10 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi atau 1  sendok makan per tanaman. Jika mungkin ditutup selapis tipis tanah.

 

Mawar

Ketika musim kemarau  lewat dan pertumbuhan baru trubus, terapkan  10 kg pupuk lengkap per 300 meter persegi atau 1 sendok makan per tanaman. Ulangi aplikasi ini setelah  4 sampai 6 minggu, tapi tidak dilakukan memasuki musim kering.

 

Sayur-sayuran

Sebelum masa tanam di awal musim penghujan, campurkan sekitar 30 kilogram pupuk lengkap (10-10-10) per 300 meter persegi. Sebar rata separuh dosis pada kedalaman 18 cm. Sebarkan separuh sisanya dengan kedalaman 10 cm. Dalam 3 sampai 4 minggu, susul dengan aplikasi pupuk nitrogen dosis ½ kg nitrogen per 300 meter persegi dan campur rata dengan olah tanah ringan. Untuk sayuran tahunan, seperti asparagus , dalam dua tahun pertama setelah tanam diberikan 5 sampai 10 kg pupuk lengkap sebelum tanaman tumbuh di awal musim hujan. Pada tahun ketiga dan selanjutnya, terapkan dosis yang sama setiap selesai panen dicampur rata pada kedalaman dangkal.

 

Buah-buahan dan Kacang-kacangan

Awalnya, dilakukan analisis tanah. Terapkan aplikasi pupuk lengkap jika kadar fosfor dan kalium rendah.  Jika tidak, aplikasikan pupuk nitrogen di awal musim hujan sebelum muncul bunga dengan dosis 150 gram setiap tahun hingga umur 4 tahun. Untuk pohon yang lebih tua, berikan 200 gram nitrogen per pohon per tahun di awal dan akhir musim hujan. Aplikasi dapat dilakukan dengan  cara sebar rata di permukaan tanah, kiri kanan baris atau sistim tugal. Tanah dianalisis setiap 5 tahun.

 

Buah-buahan Kecil

Untuk blueberi yang memerlukan pH 4.5 – 5.0, gunakan pupuk nitrogen (urea 45-0-0) di awal musim penghujan dengan dosis ½ kg per tanaman pada tiga tahun pertama setelah tanam. Meningkat menjadi 3 kg per tanaman hingga umur 8 tahun dan selanjutnya ¾ kg nitrogen per 300 meter persegi. Diperlukan analisis tanah sebelum tanam untuk menentukan nilai pH, kadar fosfor dan kalium.

Untuk raspberi, blackberi, dan anggur, diaplikasikan  50 gram urea per tanaman dan 200 gram urea setelah umur dua minggu setelah tanam. Dosis ditingkatkan menjadi ½ hingga ¾ kg per 300 meter persegi pada tahun kedua di musim hujan.

Untuk bedengan stroberi, sebarkan pupuk lengkap pada dosis 2.5 kg per 300 meter persegi sebelum tanam, dicampurkan ke tanah. Empat minggu setelah tanam, berikan pupuk lengkap pada dosis 10 kg per 300 meter persegi. Pada tahun kedua dan selanjutnya, berikan 5 kg pupuk lengkap pada akhir musim kemarau.

 

Tanaman Indoor

Kebanyakan medium tanah untuk tanaman indoor dicampur dengan pupuk.  Cek paket medium sebelum pemberian pupuk untuk menjaga anda tidak terjadi pupuk berlebihan.  Bila campuran medium tidak dipupuk,  sebelum tanam atau pindah tanam (repotting) campurkan pupuk ke dalam pot dan aduk rata. Bahan lambat lepas (slow-release materials) dapat pula digunakan dan sangat dianjurkan untuk tanaman rumah lambat tumbuh.  Waktu pemberian pupuk tanaman indoor yaitu sebelum fase pertumbuhan aktif.  Tanamn daun (foliage plants), pakis dan tanaman bunga dapat dipupuk sekali hingga dua kali sebulan dengan pupuk komplek, larut  air mutu 20-20-20 sesuai label. Bila tanaman mulai menguning selama fase pertumbuhan aktif, mungkin saatnya diberi bahan suplemen. Warna kuning bisa juga merupakan pertanda kelebihan air, problem utama dijumpai pada tanaman hias indoor. Ini dapat diatasi dengan menggunakan bahan larut air atau bahan lambat lepas (slow-release material) dan dicampur-rata pada tanah permukaan. Umumnya, tanaman indoor tidak memerlukan jumlah pupuk terlalu banyak dan aplikasi 2 atau 3 kali perlu dilakukan dalam periode tidak tumbuh (non-growth periods). Beberapa tanaman indoor seperti kaktus dan sukulen mengalami dorman di musim kemarau. Pada saat ini tidak diperlukan pemberian pupuk. Tunggu hingga musim penghujan tiba.

 

Sumber:

William T. Kemper,  Soil Fertility and Fertilizser, Fertilizing Ornamental Plants.  Missoury Botanical Garden, PO Box 299, St. Louis, MO 63166 – 0299, (0314) 577-5100, www.mobot.org.  Web:  missouri botanical garden.org.