19 JunPengapuran dan Sifat Fisik Tanah

UPT Cempaka (pengapuran lahan)

TIDAK BEGITU TAMPAK

Diposkan: Syekhfani

Pengaruh pengapuran terhadap sifat fisik tanah, tidak tampak sejelas pada sifat kimia tanah, mengapa?

Dalam hal ini, ada dua alasan utama:

Pertama, perubahan sifat fisik lebih bertahap (gradual) ketimbang sifat kimia.
Kedua, beberapa sifat fisik tanah di lapangan (in situ) menjadi hilang bila tanah hancur.

Dari hasil studi, diketahui sifat perilaku kalsium dalam kaitannya dengan sifat fisik tanah, antara lain yaitu:

1. Kalsium merupakan flokulan dan penstabil agregat yang baik; bermuatan koloid negatif yang sempurna. Namun, secara umum, pengaruh bahan organik dalam hal pembentukan agregat dan struktur tanah secara mikrobial tampak lebih mantap dari pada efek kapur, meski bahan organik belum menjamin stabilitas struktur tanah waktu lama (→ dengan kata lain: efek Ca terhadap stabilitas janga panjang (sementasi anorganik) – potensial; efek bahan organik jangka pendek (sementasi organik) – aktual).

2. Kapur (atau Ca, Mg) tergolong juga sebagai stimulan mikrobial; sehingga melalui aktivitas pengapuran, produksi senyawa organik seperti gum dan resin yang menyelimuti partikel, mampu menstabilkan agregat.

3. Efek merugikan Ca terhadap stabilisasi struktur tanah oleh Fe dan Al seperti halnya efek Na terhadap stabilitas agregat Ca. Hal ini tampak pada pada stabilitas struktur tanah Oksisol yang didominasi oleh seskui-oksida. Pada Ultisol yang miskin hidroksida bebas, stabilitas struktur tanah adalah kurang. Demikian pula halnya pada Molisol, stabilisasi agregat Fe atau Al menjadi terdispersi oleh Ca2+, suatu fenomena yang tidak terjadi seperti dispersi Na+ terhadap stabilisasi Ca.

Bahan: SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998) Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/11164/