10 NovSOIL-Levelling Off

Capture

 

TANYA MEREKA ~ ASK THEM

  

Mengalami:  Levelling off? Tanya Mereka!

  

Syekhfani

 

Ketika melihat pertumbuhan tanaman di kebun tampak tidak subur

Ketika mengetahui produktivitas tanaman di lahan menurun

Ketika fakta menunjukkan produksi komoditas kebun berfluktuasi

 

Lalu…

Segala macam upaya telah dilakukan

Segala macam cara telah dicoba

Segala macam alternatif  telah didiskusikan

 

Namun…

Tetap saja tidak ada perubahan

Tetap saja tidak ada kemajuan

Tetap saja pusing

 

 LEVELLING OFF!!

 

Putus asa?!

Menyerah?!

Bunuh diri?!

 

Apakah anda … Sudah tanya?!

Pada tananaman:  Hai tanamankamu butuh apa??

Pada tanah:  Hai tanahkamu punya itu??

Tidak!?

Pada pupuk:  Tolong dong, bantu tanah dan tanaman!

 

Selanjutnya anda bisa negoisasi:

Kepada Pupuk: berapa banyak bisa memberi (stok),

Kepada Tanah: berapa banyak bisa menerima pupuk (kapasitas),

Kepada Tanaman: berapa banyak bisa memerlukan (dosis) ~ kapan saat diperlukan (waktu), dan bagaimana cara yang diinginkan (cara)!

Yang terakhir ini adalah ~ KAEDAH APLIKASI PEMUPUKAN!

 

Apakah anda sudah melakukannya dengan benar?!

 

Belum?

 

Lakukan, itu adalah alternatif solusi!

 

Lihat: → DISKUSI SPO

Lihat: → PROSPEK-PERTANIAN-ORGANIK

  

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

28 FebSOIL-Plasma Nuthfah II

 

SAYURAN SPESIFIK – TRADISONAL – (BERKEMBANG DI TROPIKA INDONESIA)

 

Potensial untuk Dibudidayakan

 


1

Teknik Budidaya Pusri: Bayam (Chinese spinach) – Amaranthus hybridus L. – Amaranthaceae

2

Teknik Budidaya Pusri: BrokoliBrassica oleracea var. botrytis L. subvar. cymosa Lamm – Cruciferae

3

Teknik Budidaya Pusri: Buncis - Phaseolus vulgaris L. – Solanaceae

4

Teknik Budidaya Pusri: Kangkung - Ipomoea aquatica Poiur – Convulvulaceae

5

Teknik Budidaya Pusri: Kentang (Potato) - Solanun tuberosum L. – Solanaceae

6

Teknik Budidaya Pusri: Kubis (Cabbage) – Brasica oleracea L. – Cruciferae

7

Teknik Budidaya Pusri: Lobak (Radish) - Raphanus sativus L. – Cruciferae

8

Teknik Budidaya Pusri: Mentimun (Cucumber) - Cucucmis sativus L. – Cucurbitaceae

9

Teknik Budidaya Pusri: Paprika - Capsicum annum var grossum L. – Solanaceae

10

Teknik Budidaya Pusri: Petsai (Chinese cabbage) – Brassica chinensis cv pekinensis – Cruciferae

11

Teknik Budidaya Pusri: Selada air - Lactuca sativa L. – Compositae

12

Teknik Budidaya Pusri: Seledri (Celery) - Apium graveolens L. – Umbelliverae

13

Teknik Budidaya Pusri: TalasColocasia esculenta Schott – Araceae

 

 

23 FebSOIL-Aplikasi Pupuk Organik

APLIKASI PUPUK ORGANIK

Pupuk Organik ~ Multi purpose

Peran Perbaikan Sifat:   Fisik – Kimia – Biologi

Aplikasi:  Jenis ~  Dosis ~ Waktu ~ Cara

 images[4]

Prinsip Dasar Sebelum Aplikasi:  Pupuk organik telah memenuhi syarat kematangan – bau khas, dingin, tidak lekat (rasio C/N 15 – 20).

 

imagesCAJ7O5M5

Prinsip Saat Aplikasi:  Sebar-rata (broadcasting) di permukaan sebelum pengolahan tanah (Contoh:  pada lahan kering).

 

pupuk-organik-sawah[1]

Prinsip Saat Aplikasi:  Aduk-rata (incorporating) di permukaan saat pengolahan tanah (Contoh: pada lahan basah/sawah).

 

243517778p[1]

Prinsip Saat Aplikasi:  Pemberian air irigasi segera setelah pengolahan tanah/pembuatan bedengan (pada lahan kering);  atau dilakukan saat awal dan akhir musim penghujan.

 

imagesCASNER7K

Prinsip Aplikasi:  Sebar-rata (broadcasting) di permukaan antara baris tanaman setelah tanaman berumur 7 – 10 hari setelah pindah tanam (Contoh:  pada padi sawah).

 

imagesCAOU6UY6

pupuk organik granul[1]

63421-1[1]

Jenis Pupuk Organik:  Pupuk/Bahan Organik yang digunakan meliputi kompos/pupuk organik padat atau teh kompos/pupuk organik cair.

Rhizobium-Bio-Fertilizers-Scientific-Agriculture-Laboratory[1]

vermi_1[1]

Jenis Pupuk/Agen Hayati:  meliputi bahan pembawa bakteri/fungi:  Trichoderma, Rhizobium, Miklorhiza, Bakteri Pelarut Fosfat, dan lain-lain – atau aplikasi Cacing Tanah (Vermi kompos), dan lain-lain.

 

22 FebSOIL-Kesuburan Berlanjut

TANAH SUBUR BERLANJUT - SUSTAINABLE SOIL FERTILITY

Tanah subur:  sifat fisik, kimia, dan biologi, baik

 Tanah subur=produksi tanaman optimum:  alami, teknologi budidaya, tidak tergradasi

 Fungsi Kesuburan Tanah=Produksi Tanaman:   Ϝ-[tanah, tanaman, iklim, manajemen]

 

imagesCA2TATLR

Pengolahan Tanah:  perbaikan tata udara dan tata air -  kesuburan tanah dapat berlanjut dengan pengolahan minimum (Minimum Tillage) atau tanpa olah (No Tillage).

images[9]

Pemberian Pupuk Artifisial:  perbaikan tata hara – kesuburan tanah dapat berlanjut memerlukan pemberian secara kontinyu pada kondisi optimal dan seimbang (Anorganik dan Organik).

imagesCA1HY0OW

Pemberantasan Hama/Penyakit:  pencemaran tanah dan air - kesuburan tanah dapat berlanjut dengan sistem Manajemen Hama/Penyakit Terpadu (“Integrated Pest Management System“) dan kontrol biologis (“Biological Control“).

2314507_pupuk-organik1[1]

Pemberian Pupuk Organik (pupuk alami/artifisial, kompos):  perbaikan tata udara, air, dan hara – kesuburan tanah relatif  berlanjut pemberian secara kontinyu (Jenis, Dosis, dan Interval).

imagesCAHCLXA0

Penggunaan Sereal (padi monokultur) –  kesuburan tanah tidak berlanjut, produktivitas tanaman mengalami “levelling off“, perlu sistem pergiliran tanaman (Relay Planting) – “Rice Based Cropping System“:  padi – palawija- sayur-sayuran/buah-buahan semusim.

imagesCARGXASI

Penggunaan Sereal (tebu monokultur) – kesuburan tanah tidak berlanjut, rendemen gula “menurun“, perlu recycling produk sisa proses serta masukan bahan organik dan pupuk artifisial.

imagesCA7FVQ89 

Penggunaan Legum (kedelai monokultur) – kesuburan tanah kurang berlanjut, perlu diversifikasi tanaman Legum dan pergiliran dengan tanaman serial, sayur-sayuran/buah-buahan semusim.

imagesCA27ZLF4

Penggunaan Sayur-sayuran (monokultur) – kesuburan tanah kurang berlanjut. perlu diversifikasi tanaman:  legum,  serial, sayur-sayuran/buah-buahan semusim.

imagesCAQA97JT

Penggunaan Ubi (monokultur) – kesuburan tanah kurang berlanjut, perlu sistim tumpangsari tanaman (“Cassava Based Cropping System“) serta pergiliran dengan tanaman serial, sayur-sayuran/buah-buahan semusim.

langit-cerah1[1]

Musim Kemarau:  udara cerah, sinar matahari penuh:   pertumbuhan dan produksi tanaman relatif tinggi, perlu manajemen Konservasi Air:  mulsa, cover crop, rorak dan penampung air hujan (water-reservoir).

Musim Kemarau:   Air kurang (unsur hara tidak tercuci, nutrisi cukup);  Cahaya penuh (fotosintesis optimal, produksi karbohidrat tinggi);  Suhu siang tinggi, suhu malam rendah (hasil fotosintesis tidak hilang karena respirasi)   –> Hasil Akhir:  Produksi Tanaman Tinggi.

53806956.MendungAsri[1]

Musim Penghujan:  udara mendung, sinar matahari tertutup;  pertumbuhan dan produksi tanaman relatif rendah, perlu “Manajemen Irigasi, Drainase, dan Pencegahan Erosi”:  terasering, saluran aerasi dan drainase.

Musim Penghujan:  Air berlebih (pencucian unsur hara tinggi);  Cahaya kurang (fotosintesis terhambat, produksi karbohidrat kurang);  Suhu siang rendah, suhu malam tinggi (terjadi pemborosan hasil fotosintesis melalui Respirasi)   –> Hasil Akhir:  Produksi Tanaman Rendah.

 

DSC08645-500x375[1]

Pola Tanam Tumpangsari:  keragaman tanaman (efisiensi air/hara di zona perakaran dan cahaya di tajuk) – kesuburan tanah relatif berlanjut – prinsip:  ”Sisa Panen” dimasukkan ke lahan.

imagesCA2FPJX5

Sistim Terpadu (Integrated System): Tanaman – Ternak (efisiensi penggunaan sumber) – kesuburan tanah relatif berlanjut – prinsip:  ”Sisa Panen (selain pakan ternak), Pupuk Kandang, Kotoran Ternak” dimasukkan ke lahan.

imagesCAJHLBQ2 (2)

Sistim Terpadu (Integrated System):  Tanaman – Ikan – Mina Padi (efisiensi penggunaan sumber) – kesuburan tanah relatif berlanjut – perlu masukan bahan organik/pupuk artifisial dan pengaturan “Sistem Irigasi” dan “Pencegahan Pencemaran Tanah/Air”.