26 SepBerpikir Positif, Berpikir Negatif

positive vs negative thingking

SUATU FENOMENA HIDUP DAN KEHIDUPAN

(Filsafat Hidup dan Kehidupan Sehari-hari)

Syekhfani

Dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari, fenomena alami umumnya dicirikan oleh sikap yang mendahulukan cara berpikir negatif (negative thinking), jarang atau bahkan tidak pernah mendahulukan cara berpikir positif (positive thinking).

Misalnya dalam hal contoh berikut:

Tiba-tiba, tanpa diduga langit menjadi mendung, lalu turun hujan rintik-rintik disertai kilat menyambar-nyambar.

Kemudian hujan turun dengan derasnya diiringi guruh mengelegar sambung menyambung.

“Walah, hujan keparat!”,

“Bajuku jadi basah kuyup, rencana kerjaku amburadul jadinya”.

Demikian kira-kira seseorang yang berpikiran negatif (negative thingking).

Lain halnya dengan orang lain yang justeru berpikiran positif (positive thingking):

“Alhamdulillah”,

“Harapan banyak orang terpenuhi rupanya”.

“Petir disertai turun hujan lebat ini, pasti akan membawa kesegaran dalam cuaca seterik ini”.

“Tanaman di pekarangan, di sawah, di tegalan dan bahkan hutan di bukit dan gunung akan menjadi hijau”.

“Petani dan pekebun akan memetik hasil tanaman yang mereka usahakan, dan hutanpun akan memberikan sumber air bagi hidup dan kehidupan tumbuhan, tanaman, hewan dan bahkan manusia di lahan yang mereka tempati”.

Itulah kira-kira dua contoh kontradiktif yang bisa terjadi dan dijumpai dalam suatu dinamika hidup dan kehidupan sehari-hari.

Subhanallah…

Maha suci Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dua hal yang kontradiktif di atas mengingatkan kita terhadap dua fenomena kehidupan yang perlu dikaji dan direnungi sisi positif dan negatifnya.

Jangan memandang sesuatu itu hanya dari segi negatifnya saja.

“Di balik sesuatu hal yang negatif, sebenarnya ada hal yang positif”.

“Tuhan memberikan “pasangan” dalam hidup dan kehidupan di dunia ini”.

“Suatu keseimbangan”…

“Yang mambawa kestabilan dan bahkan keberlanjutan hidup dan kehidupan dunia itu sendiri!”.

15 SepTatkala Kunyit Berbunga

BETAPA INDAHNYA

Syekhfani

Tanaman Kunyit (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), atau juga disebut Kunir, merupakan rempah umbi-umbian berwarna kuning, rasa dan manfaat tidak diragukan. Setiap hari Ibu Rumah Tangga umumnya selalu memasak menggunakan rempah kunyit, untuk berbagai jenis masakan.

Tanaman kunyit bisa tumbuh pada berbagai jenis dan kondisi tanah; namun yang sangat disenangi bila tanahnya gembur dan banyak mengandung bahan organik (Lihat: http://fredikurniawan.com/cara-budidaya-tanaman-kunyit/).

Pada kondisi musim tertentu, tanaman kunyit juga berbunga. Bunga kunyit berwarna putih kehijauan, mahkota bunga tipis dan lebar (Lihat Gambar):

1

Gb1. Tanaman Kunyit dalam pot.

2

GB2. Tanaman Kunyit Berbunga.

3

Gb3. Kembang Kunyit.

4

Gb4. Kembang Kunyit (menarik dan indah).

Tanaman kunyit ini ada di mana-mana, karena itu jarang yang tertarik apalagi memperhatikan.

Namun kalau ada yang memeperhatikan kunyit berbunga, dan sedikit meluangkan waktu untuk memandangnya berlama-lama, maka akan tampak bahwa bunga kunyit itu menarik dan indah; sehingga ia dapat berfungsi sebangai tanaman hias.

Apalagi kunyit jarang-jarang berbunga.

Iya atau tidak?

23 NovSOIL-Apakah Lingkungan Kita Sehat??!

 


1

   

APAKAH LINGKUNGAN KITA SEHAT??!

Syekhfani

 

2

 

Seperti hidup dalam botol galon terbalik… suatu lingkungan, di mana mungkin sehari-hari kita tidak merasa bahwa sedang terjadi  perubahan.

Umumnya kita tidak sadar, bahwa lingkungan kita menuju ke arah kehancuran.

Apakah orang di luar lingkungan kita mengetahuinya??

Sendainya Iya dan dia peduli, maka dia akan menegur dan mengingatkan kita bahwa lingkungan kita  rusak dan menuju kehancuran;  tapi bila dia tidak mau peduli, maka kehidupan kita menjadi terancam.

Apa ancaman itu?

Udara… membuat kita sesak untuk bernapas!

Tanah… tanah dan lahan kita semakin tidak subur!

Air… air mencemari dan meracun kehidupan (manusia, hewan, dan tumbuhan)!

Akhirnya??

Keberlanjutan hidup, masa depan anak cucu dan masa depan LINGKUNGAN HIDUP …. alias DUNIA terancam berakhir??!  Jadi, normalkan letak botol galon!

Motto:  pada tanah sehat, tumbuh tanaman sehat, menghasilkan lingkungan hidup sehat!

Lihat:  > Bahan Pelatihan Staf DuPont (2010):

1. Kesuburan Tanah & Sistem Pertanian Berkelanjutan, terkait dengan

2. Nutrisi Tanaman, dan memerlukan

3. Konsep Kesuburan Tanah Berkelanjutan!

 

Oleh sebab itu, maka kita harus peduli dengan LINGKUNGAN HIDUP!