09 JanAsam Humat dan Biochar

Asam Humat

Biochar

SENYAWA ORGANIK SIKLIK

Agen Kesuburan Tanah Berkelanjutan

Syekhfani

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/09/Asam humat/Asam humat, senyawa organik siklik berberat molekul tinggi, mempunyai kemampuan membufer air dan unsur hara, sehingga berpotensi mempertahankan kesuburan jangka panjang.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/12/09/Biochar/Biochar, bahan organik yang mengalami proses pemanasan pada suhu rendah dan kontrol oksigen (pirolisis), menjadi arang aktif; mempunyai struktur rangkai karbon siklik, juga mampu membufer air dan unsur hara.

Asam humat dan biochar, apablila dicampurkan (inkorporasi) dengan tanah, maka tanah akan berpotensi meningkatkan kesuburan jangka panjang; karena keduanya sukar mengalami perombakan (dekomposisi).

Dua agen penyubur tanah ini, akhir-akhir ini menjadi objek penelitian dan pengembangan para ahli dan teknisi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Asam humat dan biochar, merupakan agen pengondisi tanah (soil conditioner), bukan sebagai pupuk (non-fertilizer); dapat merubah sifat dan ciri (nature and properties) tanah dalam kaitannya dengan tata udara dan air (sifat fisika), tata hara (sifat kimia), serta tata air dan udara (fisiko-kimia) tanah.

Apakah keduanya juga dapat merubah tata kehidupan (sifat biologi) tanah?

Asam humat (AH) dan biochar (BC) sebagai sumber hara/pengondisi tanah:

-Secara umum, AH dan BC lebih berfungsi sbg ‘pengondisi’ tanah ketimbang ‘sumber hara’.

AH berasal dari proses humifikasi atau deposit alam (Leonardite), mengandung unsur hara relatif rendah.

Di pihak lain, dalam proses pirolisis BC (pemanasan 200-400oC), ada 6 unsur hara esensial makro dan 3 unsur mikro berpeluang hilang melalui penguapan (volatilisasi) yaitu: C,H,O,N, S, P (makro),B,Mo,Cl (mikro).

-Struktur morfologi AH dan BC membentuk pori mikro yang mampu menahan molekul air, di samping gugus fungsional kaya OH (ligan muatan negatif), sehingga meningkatankan muatan KTK.

Perbaikan sifat fisik, kimia, dan fisiko-kimia tanah memperbaiki (improve) dan mendukung (encourage) sifat biologi tanah, didukung (enhance) oleh aplikasi agen hayati (biofertilizer) seperti Rhizobium dan/atau Mikorhiza; dan sebagai dampak perbaikan tersebut adalah sifat kesuburan tanah berkelanjutan (sustainable soil fertility).