01 OctSOIL-Buahan Pelezat (essence)

 

BUAHAN PELEZAT (ESSENCE) ~ SPESIFIK

 

Sayur ~ Kue ~ Dessert

  

Syekhfani

 

Kalau kita perhatikan, ada buahan yang sangat nyata digunakan sehari-hari sebagai bahan sayur, kue, atau pencuci mulut (dessert), yang fungsinya sebagai pelezat (essence) khusus atau pelengkap  bumbu (spice).

Ada tiga jenis buahan yang mungkin lepas dari perhatian kita, meski mereka selalu hadir setiap hari di tengah-tengah kita:  kepayang, kemiri, dan kelapa.

Kepayang:  untuk sayur RAWON (Jawa), PICUNG (Sunda).

Kemiri:  untuk sayur LODEH, BALI, PEPES (Jawa), dll.

Kelapa:  untuk sayur RENDANG, KALEO (Padang), SERUNDENG, TERENCEM, BUTHOK (Jawa), dll.), kue umum (BERMACAM-MACAM), minyak kelapa (KHUSUS) dan pencuci mulut PUDING, ES CREAM (Umum), dll.).

 

KEPAYANG, KEMIRI, KELAPA

1. Pohon kepayang, kluwek, atau picung, memang bisa bikin mabuk kepayang (lupa diri, istilah ungkapan bagi orang yang sedang kasmaran). Bahkan istilah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia salah satunya mempunyai arti ‘mabuk karena makan buah kepayang’. Anehnya, meski memabukkan, kepayang justru sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan, misalnya rawon.

Pohon dan buah ini disebut dengan berbagai nama seperti kepayang (Melayu dan Jawa), kluwek, keluwek, kluak, keluak (Jawa), picung (Sunda), pucung (Betawi), atau pohon lunglai, kalawak (Banjar), atau panarassan (Toraja). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai durian, false durian, football fruit, atau raual. Dan nama latin tumbuhan kepayang atau kluwek ini adalah:  Pangium edule.

Lihat →  http://alamendah.org/2011/11/05/pohon-kepayang-kluwek-atau-picung-bikin-mabuk-kepayang/comment-page-3/

 

1.Buah Kepayang

Buah Kepayang (untuk bumbu)

2.Pohon Kepayang

Pohon Kepayang

2. Kemiri (Aleurites moluccana Willd), merupakan pohon yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Tanaman kemiri ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebab buah kemiri hampir setiap hari dibutuhkan oleh masyarakat untuk bumbu masak, di samping untuk keperluan lainnya. Dengan berkembangnya penduduk yang cepat menyebabkan permintaan komoditas kemiri semakin meningkat, sehingga kemiri merupakan salah satu komoditas yang semakin penting. Pengembangan kemiri di Indonesia diharapkan dapat menunjang dan mendorong tumbuh dan berkembangnya perindustrian, memberikan lapangan kerja yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Permintaan ekspor kemiri akhir-akhir ini terus meningkat. Negara-negara konsumen kemiri dari Indonesia terutama adalah Amerika, Arab Saudi, Hongkong, Singapura dan Australia.
Nama lain: Pohon kemiri ini mempunyai beberapa nama asing dan nama daerah. Nama asing antara lain: Perancis: Bancoulier, Jerman: Bankulnussbaum atau Lichtnussbaum dan Inggris: Candle Nut Tree. Sedangkan nama daerah antara lain: Aceh: Kereh, Gayo: kemili, Batak: Hambiri atau kembiri, Nias: buwa kare, Jawa Barat (Sunda): Muncang, Jawa Tengah: kemiri atau miri, Madura: kamere, Bali: derekan atau kameri, Sumba: kawilu, Halmahera: Saketa, Ternate: saketa dan Indonesia kemiri atau buah keras.
Botani tanaman kemiri: Tanaman kemiri termasuk suku Euphorbiaceae. Ketinggian tanaman dapat mencapai 40 meter, dan diameter batang dapat mencapai 1,25 meter. Daun-daunnya selalu hijau sepanjang tahun dan tajuknya sangat rindang. Daun muda, ranting dan karangan bunga diliputi rambut-rambut sangat pendek dan rapat, beberapa berwarna perak mentega. Daun bertangkai panjang dengan helaian berbentuk lonjong dan bertulang daun menjari dengan bintik-bintik yang transparan. Pada ujung tangkai daun terdapat dua buah kelenjar berbentuk oval.

Lihat → http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/mengenal-tanaman-kemiri-1

3.Kemiri Bumbu

Kemiri (bumbu)

4.Buah Kemiri

Buah kemiri

5.Buah Kemiri di pohon

Pohon kemiri berbuah

3. Pohon Kelapa, dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp.  Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah (disebut kentos).

Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, ia akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

Lihat id.wikipedia.org/wiki/Kelapa

Lihat → http://disbunsulut.org/beranda/produksi-kelapa-sulawesi-utara-terancam/ 

6.Kelapa Daging

Daging buah kelapa (serba guna)

7.Buah Kelapa

Buah kelapa (tua)

8.Panen Buah Kelapa

Panen buah kelapa tua

9.Pohon Kelapa

Pohon kelapa berbuah lebat

  

Berpotensi untuk dibudidayakan!

 

28 SepSOIL-Buah Langka Berguna

 

BUAH LANGKA BERGUNA ~ ALAMI ~ INDONESIA

Diangkat oleh:  Syekhfani

Besar ~ Sedang ~ Kecil

Dimakan (edible):  Manis (sweet) ~  Asam (sour) ~ Pahit (bitter) ~ Sepet (slighty bitter)

 

Indonesia, zona hujan tropika basah (tropical rain forest zone)mempunyai kekayaan flora yang luar biasa banyaknya, merupakan sumber flasma nuthfah yang berpotensi di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buah langka, umumnya spesifik lokasi dan kegunaannya pun spesifik bagi penduduk setempat, yang biasanya merupakan ciri khas.

Buah langka, jarang dijual belikan secara umum;  biasanya dijumpai insidental di pasar atau pekan mingguan atau bulanan.

Kegunaan khusus:  obatbumbu sayurpencuci mulut (dessert), atau buahan murah yang disenangi anak-anak.

Berikut contoh buah langka berguna dalam kehidupan sehari-hari:

 

1. LAI, Kalimantan

Lai, besar lonjong seperti buah durian (rasa manis harum)

(Kalimantan)

 2. CEMPEDAK

Cempedak, besar bulat panjang seperti buah nangka (rasa manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

3. KEMANG, Indonesia

Kemang, besar lonjong seperti buah mangga (rasa asam manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

 4. MUNDU, Garcinia dulcis (Jawa)

Mundu, sedang bulat seperti buah apel (rasa asam manis)

(Jawa)

 5. KANDIS

Kandis, sedang bulat, spesifik untuk asam sayur (rasa sangat asam)

(Sumatera)

 6. KAWIS

Kawis, sedang bulat, untuk rujak (rasa asam manis)

(Jawa)

 7. RAMBAI, Indonesia

Rambai, kecil bulat berjurai (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

 8. BUNI

Buni, kecil bulat berjurai, untuk rujak buah (rasa asam manis sepet)

(Jawa)

 

9. TUPAK

Tupak, kecil bulat berjurai  (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

10. RUKEM

Rukem, kecil bulat, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Sumatera, Jawa, dan lain-lain)

 11. JUWET, Jawa

Juwet, kecil lonjong, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Jawa)

 12. SALI, Sumatera Selatan

Sali, kecil bulat bergerombol, rasa asam-manis

(Sumatera)

 

Buahan langka bernilai gizi dan obat!