24 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik (SNI)

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK INDONESIA (SNI)

 Tinjauan:  Syekhfani

Berdasar Permentan Nomor: 70/Permentan/SR.140/10/2011, Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah, standarisasi pupuk organik Indonesia (SNI Pupuk Organik), memuat ketentuan-ketentuan, antara lain:

Para produsen pupuk organik, harus memenuhi persyaratan standar sebelum diajukan untuk mendapatkan “sertifikat Pupuk Organik“.

Ada dua tahap yang dilalui:

1. Uji standar mutu pupuk, yang menunjukkan data mutu pupuk (analisis kimiawi pupuk) sebagai persyaratan industrial, dan

2. Uji efektivitas, yang menunjukkan data respon tanaman terhadap aplikasi pupuk organik, sebagai jaminan respon tanaman.

Butir 1, dilakukan di laboratorium yang ditunjuk  oleh deptan/depperin (Sucofindo, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Butir 2, dilakukan oleh instansi terkait yang ditunjuk oleh yang berkompeten (deptan) dalam hal uji lapangan  (misalnya:  BPTP, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Materi uji untuk Butir 1 dan 2 dilakukan mengikuti aturan teknis yang tercantum dalam Permen sebagai institusi yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk standarisasi dan sertifikasi pupuk organik di Indonesia.

Lihat → Permentan 70 TAHUN 2011

BERITA INDUSTRI (Depperin):  → hhtp://www.kemenperin.go.id/artikel/906/kode-etik

 

22 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK

(ORGANIC FERTILIZER STANDARDISATION)

Pupuk organik ~ Standarisasi ~ Nova Vermont

Bahasan:  Syekhfani

Description ~ Accepted ~ Regulated ~ Restricted ~ Prohibited

images (6)

Pupuk organik (organic fertilizers),  diartikan berbeda-beda menurut persepsi  individual di berbagai tempat dan negara. Oleh karena itu, tidak heran kalau banyak aturan dan standar dalam konteks “pupuk organik“. Misalnya dikemukakan oleh negara Perancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan lain-lain;  bahkan juga Indonesia.

Standarisasi pupuk, sama seperti  merk dagang suatu produk;  di mana konsumen akan memilih sesuai merk yang disuka. Biasanya, merk menggambarkan spesifikasi dan kualitas. Merk harus bersifat konsisten, terjamin, dan khas. Konsekuensinya, ada komplain bila menyimpang dari keterangan yang ada dalam  manual.

Produsen pupuk organik harus memenuhi syarat standariasi untuk memperoleh “sertifikat produk organik”.

 

Contoh “standarisasi pupuk organik” menurut Nova Vermont, USDA > lihat:

http://nofavt.org/sites/default/files/2013%20Guidelines%20for%20Field%20Crops.pdf

 

Proses pengelolaan kesuburan meliputi:  rotasi, tanaman penutup, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan aplikasi amandemen tanah yang disetujui untuk sistem pertanian organik, meliputi penggunaan:

• Amandemen mineral non-sintetis dengan aditif non-sintetis, seperti batu fosfat, tulang dan tepung darah, batu kapur, dan sul​​-po-mag diperbolehkan (allowed).

Abu kayu dari sumber diperbolehkan, disetujui (accepted ).

Pupuk cair sintesis dan kapur dilarang (prohibited).

Whey (bagian air yang terpisah dengan bagian padat) dari sumber susu disetujui/diperbolehkan, namun dilarang jika bahan dicampur dengan air abu-abu dari fasilitas pengolahan atau bahan terlarang lainnya.

Pupuk kandang (termasuk sumber off-farm) diperbolehkan.

Unsur mikro sintetis (boron, seng) dibatasi (restricted) dan hanya dapat digunakan ketika tanah kekurangan melalui uji tanah atau uji jaringan, atau ketika ada jaminan bahwa mereka tidak diterapkan secara berlebihan.

 

Sumber:

Northeast Organic Farming Association of Vermont (NOFA-VT)

VOF Office: 802-434-3821 vof@nofavt.org www.nofavt.org