16 JulSOIL- Pengawetan Air

 

PENGAWETAN AIR

(WATER CONSERVATION)

 

Seafriends Soil Fertility

 

Air dapat dihemat dengan cara:  mengurangi evaporasi dari tanah secara langsung. Air menguap lebih cepat pada suhu lebih tinggi dan angin. Jadi bila kecepatan angin dapat dikurangi di permukaan tanah (dan di atasnya) suhu tanah dapat dipertahankan dingin, maka jumlah air hilang dikurangi. Menutup tanah dengan mulsa dan menegakkan pagar penahan angin adalah salah satu solusi. Di Sepanyol dan sekitar Laut Mediteran, di mana iklim terlalu dingin pada musim dingin, petani mengolah tanah di bawah tanaman anggur dan mempertahankan gulma melindungi air dan menutup topsoil dari kekeringan. Bagaimanapun, metode ini membiarkan tanah terbuka lebar terhadap erosi ketika hujan datang tiba-tiba.

Irigasi terbuka dan saluran tanpa aspal, dan aplikasi ke lahan langsung melalui saluran permukaan, bisa menyebabkan kehilangan air sebesar 50% hilang masuk ke dalam tanah dan melalui evaporasi. Aplikasi air ke tanaman melalui irigasi drip, walaupun lebih mahal, dapat mencapai efisiensi pemakaian air di atas 95%. Penghematan air dapat dicapai melalui penggantian springkel tekanan tinggi yang membuat butir halus, dengan springkel tekanan lemah  membuat butir besar.

Di banyak tempat di dunia, air tawar sekarang merupakan komoditi diperdagangkan di pasar bebas. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan petani mengawetkan air, ia juga merupakan jalan terbuka menguasai sendiri air tersebut dan air dikuasai oleh industri dan kota, orang yang mempunyai posisi tawar (bargaining position) lebih kuat.

Riwayat Perusakan Sumber Air:

  • USA: The High Plains Aquifer System (Ogallala) meliputi 20% lahan irigasi AS sebanyak 3700 kilometer kubik. Sisa tampungan dalam 30 tahun sejumlah 325 kilometer kubik. Lebih dari 65% tampungan ini berada di Dataran Tinggi Texas, di mana area irigasi berkurang 26% antara tahun 1979 dan 1989. Tampungan mutakhir diduga 12 kilometer kubik/tahun.
  • USA, Kalifornia: Cadangan air tanah rata-rata 1.6 kilometer kubik/tahun, sebanyak 15% kebutuhan air tanah negara tahunan. Dua pertiga tampungan berada di Central Valley, pusat penghasil buah dan sayur (bersama tempat lain di dunia).
  • USA, Barat Daya: Daerah pemompaan Arizona saja total melebihi 1.2 kilometer kubik/tahun.  Phoenix Utara, permukaan air turun lebih dari 120 m. Proyeksi untuk Albuquerque menunjukkkan bahwa, bila penarikan air tanah berlanjut hingga tingkat sekarang, permukaan air akan turun bertambah 20 m tahun 2020.
  • Mexico City dan Valley of Mexico: Pemompaan melebihi asupan sumber alami sebanyak 50-80%, yang menyebabkan permukaan air tanah turun, pemadatan aquifer,  subsidensi lahan, dan perusakan terhadap struktur permukaan.
  • Semenanjung Arabia: Penggunaan air tanah mendekati tiga kali lipat lebih banyak dari asupan. Saudi Arabia tergantung pada air tanah yang tidak pulih secara kasar sejumlah 75% terhadap air tersebut, yang mana meliputi irigasi gandum 2-4 Mt/tahun. Pada tingkat penurunan ini, persediaan air tanah akan bertahan hanya selama 50 tahun.
  • Afrika Utara: Total kehabisan air tanah di Libya mendekati 3.8 kilometer kubik/ha. Untuk seluruh Afrika Utara, kehabisan terakhir diperkirakan 10 kilometer kubik/tahun.
  • Israel dan Gaza: Pemompaan dari air garis pantai berbatasan dengan laut Mediteran mencapai asupan mencapai 60%. Air garam masuk ke perairan.
  • Spanyol: Seperlima total penggunaan air tanah, atau 1 kilometer kubik/tahun, tidak berkelanjutan.
  • India: Permukaan air di Punjab, India’s bread basket, jatuh 0.2 m setahun menyilang dua pertiga negara.  Di Gujarat, level air tanah turun 90% dari sumur-sumur observasi selama tahun 1980-an. Penurunan drastis juga tampak di Tamil Nadu.
  • Cina Utara: Level permukaan air pada hakekatnya di bawah Beijing turun 37 m selama 4 dekade terakhir. Kelebihan tersebar di dataran Cina Utara, daerah produksi bijian penting.
  • Asia Tenggara: Kelebihan yang signifikan tampak di dan sekitar Bangkok, Manila dan Jakarta. Pemompaan berlebihan menyebabkan lahan mengalami subsidensi pada tingkat 5-10 cm/tahun untuk dua dekade terakhir.

 

Lihat: SOIL-Bahan Kuliah II

Lihat pula:  SOIL-Tata Lahan Berpasir

 

14 JulSOIL-Tata Lahan Berpasir

 

GURUN PASIR – EVAPO TRANSPIRASI TINGGI – SUB-IRIGASI

 

Tata Pohon Hijauan Kota

 

10112011013

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Gurun pasir (desert), adalah kawasan dengan jenis tanah   bertekstur pasir (sand) atau berpasir (sandy).

Jenis tanah ini mempunyai daya pegang air (water holding capacity) rendah hingga sangat rendah, sehingga masalah utama adalah kekurangan air  untuk pertumbuhan tanaman.

Agar tanaman dapat tumbuh baik dan berproduksi, dibutuhkan teknologi pengawetan air (water conservation) yang efisien dan efektif.

Alternatif teknik pengawetan air yang efisien dan efektif adalah irigasi bawah permukaan (sub irrigation).

Tata pohon kota dengan metode sub irrigation dijumpai di banyak kota di negara bergurun pasir.

Sumber air:  umumnya dalam bentuk air rembesan (seapage) pada kawasan topografi rendah, atau air bawah tanah (ground water) yang bergerak naik secara kapiler (capillary rise).

Bagaimanapun, di balik vegetasi hijauan lahan kota, tidak lepas dari  manajemen konservasi air yang cermat dan tepat, yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit.

Image091

Hijauan kota dengan pohon korma (komoditi popular), irigasi genangan (submerged).

P1000609

P1000618

Hijauan kota dengan jenis pohon dan semak > atas;  irigasi pipa (irrigation pipe) > bawah.