11 DecSOIL-Tembok Hijau (Green Wall)

 

0. Tembok Luar Gedung Pertemuan

TEMBOK HIJAU

(GREEN WALL)

 

Tembok Hijau:  “Greening Wall: Ubah Fungsi, Ciptakan Nuansa Hijau”

 

Syekhfani

(foto-foto:  unduhan)

 

Tembok Hijau (Green Wall), rekayasa penciptaan model panorama  “mati” menjadi “hidup” bernuansa hijau menyegarkan;  saat ini sedang  tren di berbagai tempat dan negara, termasuk di negara kita.

Tembok  hijau (green wall), yaitu implikasi sistem “verticulture” (budidaya vertikal) memenuhi permukaan vertikal tembok/dinding gedung/bangunan dengan tanaman (merambat, menempel, menjalar, atau tumbuh pada media pot).

Verticulture memang tidak terlalu sulit dipahami;  yang rumit adalah teknik menjaga tanaman agar memenuhi syarat pertumbuhan  yang diperlukan (air, unsur hara, sinar matahari, ruang tempel, dan sebagainya).

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah fungsi fasilitas dan properti yang dipunyai gedung atau bangunan tersebut (misalnya: pemanfaatan air buangan, penggunaan saluran irigasi/drainase,  dan sebagainya). Bisa dipertimbangkan penambahan teknik “fertigasi” (irrigation fertilzizer), pemberian pupuk melalui saluran irigasi.

Lokasi  Tembok Hijau (Green Wall):  Umumnya berada di pusat keramaian kota, sepanjang jalan layang, gedung olah raga (stadion), pusat perbelanjaan, hotel bertingkat, rumah kediaman, dan sebagainya.

 

1. Tembok Hotel Bertingkat

2. Tembok Luar Sepanjang Jalan

3. Tembok Luar Sekeliling Stadion

(1).  Tembok luar arah fasilitas umum (jalan raya, gedung pertemuan, gedung pertokoan, stadion olah-raga, gedung pertunjukan, dan lain-lain;

 

4. Tembok Emper Rumah

5. Tembok Dalam Kolam Renang

(2). Tembok dalam (balkon, emper, taman tertutup, kolam renang), dan

6. Tembok dalam Kamar Mandi

(3). Tembok dalam (ruang pertemuan, kamar mandi, dan sebagainya.

 

Tembok Hijau (Green Wall), mengubah nuansa “mati” menjadi “hidup”, rekayasa panorama buatan!

  

12 AugSOIL-Tata Lahan Kota III

 

TATA LAHAN KOTA ~ CITY LANDSCAPES

Internasional ~ Lapangan udara ~ Hijauan kota

 

Panorama:  Kota Jeddah

 

Foto-foto: Syekhfani

 

Sehari di kota Jedah, menjelang pulang ke tanah air, rombongan tour kami punya kesempatan berkeliling melakukan wisata kota menelusuri pantai Laut Merah.

Suatu hal yang mengagumkan, yaitu disaat memasuki kota Jeddah, kita disuguhi pemandangan panorama sepanjang jalan raya berupa kawasan gurun, sangat kontras dengan panorama hijauan kota dengan vegetasi seperti layaknya daerah tropis. Hanya bedanya, jenis tanaman di sini khas dominan pohon korma.

Seperti dikemukakan sebelumnya, kuncinya terletak pada “manajemen konservasi air”.  Lihat:  SOIL-Lahan Gurun Pasir →  Soil-tata-lahan-berpasir.

Berikut sekilas nuansa panorama tata lahan kota Jeddah:

0. Korma

Hijauan kota:  pohon korma

1. Hijauan Kota

Hijauan pohon tata lahan kota

2. Hijauan Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak

3. Hijauan rumput

Hijauan tata lahan kota:  rumput

4. Pohon Korma

Hijauan tata lahan kota:  pohon korma dan rumput

5. Tanaman Hias Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak tanaman hias

6. Pulau

Panorama laut

7. Air Mancur

Panorama semburan air

Tata Lahan Kota Jeddah, nuansa panorama tepi laut Merah!

06 JunSOIL-Tata Lahan Kota I

  

PANORAMA – TATA LAHAN KOTA

Kampus – Kota – Taman Raja

Panorama:  Kota Seoul, Korea Selatan

Foto-foto: Syekhfani

 

Lahan kota:  kampus, kota, taman dan tempat rekreasi, merupakan tempat-tempat yang ditata secara arsitektur lanskap untuk menghasilkan wajah kota yang menarik dan mengesankan.

Selain memberikan kenyamanan dan gairah kerja bagi penduduk kota setempat, ia dapat pula menjadi daya tarik yang memberikan kesan khusus bagi wisatawan domestik maupun manca negara yang berkunjung.

Kondisi ekosistem hutan dan semak kota yang tertata indah memerlukan keahlian khusus bagi para ahli lanskap dan tata kota.  Kontribusi para ahli biologi, ekologi, hortikultura, silvikulltura, bahkan ahli tanah secara terpadu (integrated) dibutuhkan dalam manajemen pertamanan.

Penulis sempat merekam beberapa cuplik panorama kota Seoul, saat rombongan dari UB melakukan kunjungan  ke University of Korea dan Iwa Womens’ University, di Seoul beberapa waktu yang lalu.

 

1

 Jalan utama menuju kantor pusat University of Korea

2

Pot bunga, di sepanjang jalan utama menuju kantor pusat University of Korea

3

Taman, di depan kantor pusat University of Korea

4

Panorama, menuju luar kota arah barat Seoul, pandangan dari kampus University of Korea

5

Salah satu jalan dalam kampus Iwa Womens’ University

6

Panorama, dalam kota, latar belakang bukit dan hutan

7

Panorama, taman Raja, di bukit luar kota Seoul

8

Salah satu bagian dalam taman Raja dalam Kota Seoul

 

27 MaySOIL-Indoor Plants

                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

INDOOR PLANTS

(TANAMAN DALAM RUMAH)

Annuals – Prennials – Foliage – Schrubs – Trees

Ferns & Palms – Caccti, Succulents & Carnivorous Plants

Orchids & Lilies – Climbers

0

Foto-foto: Syekhfani

Indoor Plants (Tanaman dalam Rumah), adalah tanaman hias yang dipelihara di lingkungan rumah:  beranda, ruang tamu, ruang keluarga, atau ruangan lain di mana tanaman dapat tumbuh dengan baik dan normal.

Indoor plants ditanam untuk tujuan keindahan, kenyamanan, dan kesehatan, sesuai dengan pepatah “bukanlah rumah kalau tidak ada tanaman – it is no home if it hasn’t flowers”.

Secara alami, tumbuh-tumbuhan hidup di tempat terbuka (out door);  mendapat sinar matahari penuh hingga terlindung, masing-masing mempunyai kemampuan adaptasi berbeda-beda sesuai jenis, medium, dan lingkungan.

Tumbuhan  ruang terbuka dapat berubah menjadi tumbuhan ruang tertutup (indoor) melalui proses aklimatisasi (penyesuaian iklim) secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit.  Faktanya, hampir semua tanaman pot dapat dipindah dari luar ke dalam rumah.

Manajemen tata letak tanaman pot harus disesuaikan dengan jenis tanaman (annuals – semusim, perennials – tahunan,  foliage – daun, schrubs – semak, atau trees – pohon).

Jenis tanaman khusus seperti:  xerophytic – kaktus, succulents – daun tebal, carnivorous – pemakan serangga, Orchids & Lilies – lili & anggrek – Climbers – menjalar;  masing-masing mempunyai kemampuan beradaptasi secara indoor.

Perlu diingat bahwa tanaman indoor tidak dapat ditaruh di sembarang tempat.  Mereka mempunyai persyaratan medium dan kondisi lingkungan tertentu: suhu, kelembaban dan cahaya.  Persyaratan tersebut  perlu dipenuhi agar tumbuh baik sesuai yang diinginkan.

Akhir-akhir ini, penelitian menunjukkan bahwa tanaman indoor daun secara efisien mampu berfungsi sebagai penyaring polusi udara ruangan, di samping juga sebagai visual antidote stres.

Berikut disajikan contoh beberapa tanaman indoor yang lazim digunakan.

 

 

1

Welcome

3 (Spathipyllum)

Spathipyllum spp., AraceaeSpatipilum

4 (Fittonia, kura-kura)

Fittonia spp., Acanthaceae – Fitonia

5 (Gardenia)

Gardenia spp., Rubiaceae  – Kacapiring

2

Mandevilla sanderi, Apocynaceae – Kembang terompet

6 (2)

8

7

Orchids – Anggerik

9 (Graptopetallium)

Graptopetallium spp., Crassulaceae – Graptopetalum

10 (Sansevieria)

Sansevieria spp., Agavaceae – Lidah mertua

11 (Chamaecereus)

Echinopsis chamaecereus - Peanut Cactus

12 (Periplus Editions (HK) Ltd).

 

 

 

Bahan Bacaan:

Periplus. 2000. 500 Popular Indoor Plants.  Periplus Editions (HK) Ltd.  Berkeley Books Pte Ltd.  5 Little Road #08-01, Singapore 536983.

 

 

24 MaySOIL-Pindah Tanam Pohon

  

PINDAH TANAM POHON

(TREE REPLANTING)

Replanting – Reboasasi – Rehabilitasi – Rejuvinasi

Taman Istana di Seoul, Korea Selatan

Panorama salah satu taman istana Raja di Seoul, Korea Selatan

Foto-foto:  Syekhfani

Pindah tanam (replanting), reboasasi (penghutanan kembali), rehabilitasi (perbaikan),  rejuvinasi (peremajaan):   adalah teknik-teknik tanam ulang atau perbaikan keragaan pohon agar dapat tumbuh normal kembali.

Praktek replanting biasanya dilakukan  untuk perbaikan estetika taman, jalan raya, kampus, kantor, komplek perumahan, ataupun halaman rumah.

Secara umum, pohon yang dipindah tanam tergolong pohon dewasa, dibongkar  atau dipangkas akar dan/atau tajuk.

Karena itu, syarat pohon pindah tanam harus tahan pangkas akar/tajuk, resisten terhadap  hama atau penyakit, serta cepat tumbuh kembali (rapid growth recovery).

Pohon yang baru di pindah tanam masih dalam kondisi lemah, terutama fungsi sebagai jangkar (anchor);  sehingga diperlukan alat bantu penyanggah.

Sistem perakaran yang belum intensif, tidak mampu menyerap (uptake) unsur hara dari dalam tanah secara optimal;  sehingga diperlukan bantuan melalui semprot daun (foliar feeding) atau suntikan (infus) batang.

Contoh jenis pohon yang sering dipindah tanam:  palem raja (Roystonea regia – Arecaceae), pakis haji (Cycas rumphii – Cycadaceae), pinus (Pinus - Pinaceae), sonokeling (Dalbergia latifolia – Fabaceae), mahoni (Swietenia macrophylla – Meliaceae), , atau berbagai jenis pohon buah-buahan dan pohon perkebunan seperti misalnya kelapa sawit (Elaeis guineensis – Arecaceae).

Manajemen pangkas pohon, meliputi:  kekuatan tegakan (anchor), medium tumbuh, nutrisi, hormon, dan pestisida.

Contoh  pohon pindah tanam adalah sebagai berikut:

 

Kampus University of Korea

Tanam pohon di kampus Universitas Korea, Seoul, Korea Selatan

Taman Evergreen, Seoul, Korsel

Tanam pohon di Taman Evergreen, Seoul, Korea Selatan

Infus pohon (Dong Daemon, Korsel)

Pemberian nutrisi melalui batang pohon

(halaman belakang gedung pasar swalayan Dong Daemon, Seoul, Korea Selatan)

Citraland, Surabaya-3, Jawa Timur

Penanaman pohon di komplek taman Citraland, Surabaya, Jawa Timur

Citraland, Surabaya-1, Jawa Timur

Perkuatan pohon dengan sanggah besi (Citraland)

Citraland, Surabaya-2, Jawa Timur

Posisi sanggah besi (closeup)

UD Melati, Batu, Jawa Timur

Pohon pakis siap tanam di salah satu kios tanaman hias, Batu, Jawa Timur

23 MaySOIL-Ameliorasi Kebun Durian

 

IMG_0001

 

AMELIORASI KEBUN DURIAN

 (DURIAN GARDEN AMELIORATION)

 

Perbaikan Kondisi Kebun Durian

 

 

Materi/Foto-foto: Syekhfani

 

 

Kebun durian monokultur, ingin diperbaiki (ameliorasi) agar dapat berfungsi sebagai “kebun wisata”  sekaligus “kebun produksi”. Untuk itu, diperlukan pogram khusus dari aspek budidaya.

Upaya perbaikan kebun yang sudah terlanjur monokultur, memerlukan teknologi masukan dari luar (external input technology).

Berdasar tinjauan lapangan (site visit), maka dilakukan rencana kelola lahan (RKL) dan dibuatlah program jangka pendek, menengah, dan panjang.  Evaluasi dilakukan berdasar informasi teknologi yang tersedia (reference).

Reference:

Durian – Durio zibethinus, merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran     -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M.

Berdasar pada keterangan tersebut, maka konsep manajemen kebun durian perlu mengacu pada habitat aslinya yaitu hutan: yang bersifat diversitas (diversity), siklus unsur hara tertutup (close nutrient recycling), lembab (moist), dan hangat (warmth).

Konsep yang disampaikan untuk bahan pertimbangan, meliputi:

  • Program Jangka Pendek
  • Program Jangka Menengah
  • Program Jangka Panjang

disajikan dalam bentuk slide-slide berikut:

IMG_0002

IMG_0004

Analisis tanah lengkap, untuk mengetahui status unsur hara

IMG_0005

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0006

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0007

Pengendalian hama/penyakit, bila ada gejala terserang

IMG_0008

IMG_0009

Analisis daun sebelum aplikasi zat pengatur tumbuh (hormon)

IMG_0010

Pertumbuhan vegetatif, perlakuan khusus

IMG_0011

Saat pembungaan, perlakuan khusus

IMG_0012

IMG_0013

Ameliorasi keragaan individual tanaman

IMG_0014

Ameliorasi keragaan lahan kebun

 

Kebun durian:  Mengacu pada sistim alam!

 

23 AprSOIL-Manajemen Ultisol

 


MANAJEMEN ULTISOL

 

Reklamasi dan Ameliorasi Lahan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT)

 

UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

 

Foto-foto:  Syekhfani

 

2

Unit pemukiman transmigrasi (UPT) Cempaka merupakan Program Transmigrasi pengembangan desa (Transbangdes) dengan jumlah penghuni 150 Kepala Keluarga (KK) penempatan tahun 1995/1996;  terletak di Kecamatan Cempaka, Kota administratip (Kotip) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Hal positif yang merupakan aset UPT Cempaka sebagai pemukiman adalah:  akses jalan penghubung Kecamatan Cempaka – Banjarbaru berupa jalan aspal dan jaraknya relatif dekat; meskipun dari Kecamatan Cempaka – UPT Cempaka masih berupa jalan tanah yang diperkeras, tetapi kondisinya cukup baik.

Hal ini berkaitan dengan kemudahan transportasi sarana/prasarana serta pemasaran hasil panen.

Beberapa kaedah pengelolaan perlu diterapkan dan dipraktekkan dalam bentuk langkah-langkah pelaksanaan program. 

 

 

POTENSI DAN KENDALA

 

4

Sifat Kimia Tanah:

  • Secara umum, Podsolik Merah Kuning termasuk tanah miskin akan  hara disebabkan tingkat pelapukan  cadangan  mineral  dan pencucian relatif tinggi;   dan sifat fisik termasuk sedang, miskin akan bahan organik  sebagai  akibat  tingkat pelapukan tinggi, dan kapasitas fiksasi P tinggi sebagai akibat dominasi jenis mineral liat dan oksida-oksida berkemampuan mengikat ion-ion monofosfat dalam jumlah besar.
  • Kendala utama  lain yang  perlu diatasi adalah  kapasitas  tukar  kation  efektif (KTKE)  rendah, serta potensi keracunan aluminium tinggi.
  • Kadar besi dan/atau mangan tinggi akibat pencucian dijumpai pada lapisan tanah bawah.
  • Bila lapisan bawah terungkap akibat pengolahan atau pengikisan top soil, maka besi dan mangan mengalami oksidasi dan membentuk krokos yang disebut plinthite.
  • Krokos yang tersebar di bagian permukaan menyebabkan sifat olah tanah menjadi jelek dan daya penahanan air rendah sehingga berpengaruh terhadap sifat kimia tanah.  Selain tanaman mengalami keracunan besi atau mangan, juga dapat mengalami kekurangan P akibat terfiksasi.
  • Nilai KTKE・rendah menyebabkan unsur-unsur basa seperti K, Ca dan Mg tercuci sehingga kadarnya rendah dalam tanah.

 

3

Sifat Fisik Tanah:

  • Secara fisik, kendala yang dihadapi dalam pengembangan UPT Cempaka sebagai lahan pertanian adalah umumnya solum tanah dangkal dengan permukaan tanah didominasi oleh krokos besi/mangan (plinthite);  lapisan top soil  tipis  dan bahkan pada bagian puncak hilang; drainase pada bagian datar atau cekungan jelek, dicirikan oleh karatan besi/mangan.  Kandungan bahan organik rendah sehingga daya penahanan air dan unsur hara juga rendah.
  • Pada beberapa tempat, sistem drainase lahan pekarangan jelek dan lahan tergenang pada musim hujan.
  • Adanya krokos di bagian permukaan menyebabkan sifat olah tanah jelek dan mudah mengalami erosi.
  • Untuk mengatasi hal ini diperlukan pembentukan lapisan bahan organik di bagian permukaan (top soil), melalui penambahan bahan organik lapis demi lapis hingga mencapai batas ketebalan olah.
  • Sebelum lapisan tersebut tercapai, maka prinsip pengolahan tanah adalah tanpa olah (no tillage) atau olah minimum (minimum tillage).

 

2

Topografi:

  • Topografi berombak hingga bergelombang disertai daya infiltrasi rendah akibat didominasi krokos menyebabkan kehilangan air mudah terjadi sehingga masalah kekeringan pada musim kemarau (meskipun waktunya relatif pendek) dan kelebihan air pada musim hujan merupakan kendala utama dalam sistem hidrologi kawasan UPT Cempaka.
  • Pada beberapa tempat, sistem drainase lahan pekarangan belum sempurna sehingga lahan pekarangan tergenang air pada musimhujan.
  • Curah hujan di Kalimantan Selatan umumnya dan UPT Cempaka khususnya cukup tinggi dalam waktu cukup lama.
  • Kondisi topografi disertai sifat fisik tanah jelek seperti disebutkan di atas menyebabkan peluang terjadi erosi tanah cukup besar.
  • Hal ini diperburuk oleh kondisi penutupan permukaan oleh vegetasi tumbuhan yang tidak sempurna akibat kesuburan rendah.

 

PROGRAM PERBAIKAN

 

8

 

Perbaikan Drainae Tanah:

  • Keberadaan air dalam tanah menentukan status udara, yang selanjutnya mengatur perilaku serta sifat ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
  • Drainase buruk menyebabkan terjadi penggenangan permukaan, sehingga tanah bersifat anaerobik dan jazad mikro anaerobik dominan.
  • Jazad mikro anaerobik akan mengubah ion-ion NO-, SO42-, Fe+, Mn4+/+ menjadi gas NO, N2O, atau N2,  SO2 atau H2S, Fe2+, dan Mn2+.
  • Perubahan ini menyebabkan unsur N dan S menjadi tidak tersedia karena hilang ke atmosfer, sedang Fe dan Mn kelarutannya meningkat dan dapat menyebabkan racun  bagi tanaman.fat a ber
  • Pada kasus ini, tanaman padi menunjukkan pertumbuhan kerdil, warna daun kekuningan dan Usaha perbaikan dilakukan dengan cara pembuatan saluran drainase, pergantian air pengairan secara terus menerus, atau pembuatanann bedengan (untuk tanaman non padi sawah).

 

10

 

Perbaikan pH Tanah:

  • Salah satu usaha untuk mengatasi kendala-kendala tumbuh tanaman atau ketidak-suburan tanah bereaksi masam  adalah melalui pengolahan tanah medium (cangkul), pemberian kapur, dan pemberian pupuk P.
  • Pemberian kapur dan pupuk P diharapkan dapat meningkatkan pH tanah, KTKE, kejenuhan basa, ketersediaan P dan unsur-unsur hara lain, dan kegiatan jasad mikro tanah serta pengurangan ketersediaan aluminium, besi atau mangan sehingga tidak lagi meracun tanaman.
  • Perbaikan pH tanah diikuti dengan penggunaan pupuk NPK yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur tersebut.
  • Dosis kapur ditetapkan melalui uji cepat menggunakan larutan penentu pH dan lakmus (program pelatihan);  jenis kapur yang digunakan adalah dolomit.

 

9

Masukan Bahan Organik:

  • Topografi berombak hingga bergelombang disertai daya infiltrasi rendah menyebabkan kehilangan air mudah terjadi sehingga masalah kekurangan air pada musim kemarau menjadi kendala utama di lokasi Cempaka.
  • Bahan organik yang ditanam pada saat prakondisi adalah tanaman legum penutup tanah jenis Mucuna, disebar setelah penyiangan gulma.
  • Biomas Mucuna cepat berkembang dan menutupi lahan sehingga selain sebagai sumber bahan organik juga dapat memberantas gulma;  biomas dikembalikan ke tanah (inkorporasi atau mulsa) setelah berumur sekitar 3 bulan.
  • Sebagai tambahan sumber bahan organik, di sepanjang batas pemilikan lahan pekarangan petani ditanam Glirisidia  (Glyricidia sepium), turi (Sesbania glandiflora) dan petaian (Peltophorum dasyrachis) sebagai tanaman pagar.
  • Pada waktu tertentu, tanaman pagar ini dapat dipangkas dan bahan pangkasan dimasukkan ke lahan.
  • Sumber bahan organik lain diperoleh dari pembuatan kompos oleh petani di bawah bimbingan petugas.

 

11

Pencegahan Erosi:

  • Masalah kelebihan air pada musim hujan merupakan kendala dalam sistem hidrologi kawasan pemukiman.
  • Pada lahan miring dilakukan pembuatan parit atau selokan drainase permukaan untuk mencegah terjadi runoff dan erosi .
  • Program jangka panjang memerlukan pembuatan kolam/balong penampung air sebagai cadangan di musim kemarau.
  • Perbaikan daya pegang air tanah dilakukan dengan cara pemberian bahan organik ke dalam tanah.
  • Bahan organik berperan penting dalam peningkatan efisiensi penggunaan pupuk karena ia dapat meningkatkan daya sangga hara dan aktivitas jazad mikro.
  • Bila digunakan sebagai mulsa, maka peningkatan efisiensi terjadi karena ia mengurangi erosi, aliran permukaan dan penguapan.
  • Pada kondisi tanah berombak hingga bergelombang, usaha pencegahan erosi dilakukan dengan cara menanam tanaman tegak lurus kontur atau pembuatan teras lebar.
  • Pada program jangka panjang, penanaman tegak lurus kontur dilakukan dengan sistem tanaman pagar (alley cropping system) dengan jenis tanaman Glirisidia;  hasil pangkasan digunakan sebagai mulsa dan/atau diinkorporasikan sebagai bahan organik tanah.

 

DAMPAK  PERBAIKAN LAHAN

  • Jangka waktu prakondisi lahan adalah kurang lebih 3 bulan. Bulan-bulan berikutnya,  transmigran ditempatkan dan langsung mengusahakan lahan yang siap ditanami.
  • Jenis tanaman disarankan sesuai dengan pola yang dirancang, tetapi tidak menutup kemungkinan petani menanam komoditi sesuai dengan keinginan mereka.
  • Secara garis besar, lahan pekarangan yang diusahakan oleh petani memberikan hasil yang cukup menggembirakan terutama jenis sayuran.
  • Hasil sayuran menarik masyarakat di sekitar UPT Cempaka bahkan dari Banjarbaru untuk datang dan membeli secara langsung di lahan petani.
  • Langkah selanjutnya adalah mengembangkan tanaman pangan, buahan dan industri yang dapat menjadi sumber pendapatan petani dalam jangka panjang demi jaminan hidup mereka.

 

SEBELUM PROGRAM

 

7

Rona awal sebelum program

15

Tanaman jagung di halaman rumah

5

Tanaman koro pedang di lahan belakang rumah

6

Lahan usaha di belakang rumah

 

 

SETELAH PROGRAM

 

13

Rona dampak setelah program

12

Lahan usaha di belakang rumah

14

Tanaman terung di halaman rumah

16

Tanaman kedelai di lahan belakang rumah

17

Tanaman padi gogo di lahan belakang rumah

 

18 AprSOIL-Lahan dan Tata Ruang

  

LAHAN DAN TATA RUANG  -  DEFINISI  -  IMPLIKASI PRAKTIKAL

 

Sumber Daya – Dampak – Pengaturan

 

 imagesCAXDYWTE

104456[1]

imagesCAVEL1T0

  • Tanah – adalah sumberdaya alam yang ada di muka bumi ini dan tersedia untuk kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia.  Tanah dikelola manusia agar berfungsi optimal sebagai sumber kehidupan tersebut.
  • Lahan, merupakan kawasan penggunaan luasan tanah untuk kehidupan terpadu  antara manusia, hewan dan tumbuhan dalam suatu sistim lingkungan hidup.  Daya dukung lahan ditunjukkan oleh tingkat kualitas kehidupan ketiga komponen.
  • Tata ruang:  merupakan upaya manusia dalam mengatur penggunaan lahan agar berfungsi optimal dalam menunjang tata kehidupan.
  • Andal,  Analisis terhadap komponen lingkungan, sebelum suatu pekerjaan pembangunan dilakukan.
  • Amdal,  Analisis mengenai dampak terhadap komponen lingkungan, dilakukan setelah pekerjaan pembangunan selesai dan digunakan.
  • Kegiatan pembangunan memerlukan tata guna tanah, tata guna lahan, dan tata ruang yang benar sesuai dengan kaedah-kaedah yang rasional, agar berdampak positif bagi kehidupan secara berkelanjutan.

 

DAMPAK PEMBANGUNAN PADA TANAH, LAHAN, TATA RUANG SERTA PENANGANANNYA - S yekhfani