03 JulBera dan Puasa

TANAH DAN TANAMAN PUN PERLU BERPUASA

Syekhfani

Bukan hanya manusia yang wajib melakukan puasa. Tanah dan tanaman pun juga wajib berpuasa agar supaya menjadi subur dan sehat.

Dalam budidaya intensif tanaman padi sawah, terutama di Jawa, dikenal ada masa bera yang dilakukan sekali dalam setahun, sehabis periode pertanaman, yaitu:

Padi-padi-(bera)

Padi-(bera)

Padi-padi-palawija-(bera)

Padi-palawija-palawija-(bera)

Padi-palawija-(bera)

Masa bera, adalah masa istirahat, saat mana tanah tidak ditanami tanaman budidaya dan dibiarkan tumbuh gulma.

Masa bera tergantung pada kemampuan pergiliran tanaman di suatu area, yang sangat ditentukan oleh zona (humid, arid, semi arid), sistem irigasi (teknis, semi teknis, non teknis), jenis tanaman padi/palawija (umur pendek, sedang, panjang), dan kemampuan petani.

Biomas gulma, kemudian diinkorporasikan ke dalam lapis olah tanah sebagai sumber bahan organik.

Manfaat bera, antara lain, yaitu:
• Memutus siklus hama dan penyakit tanah dan tanaman.
• Diversifikasi jenis tanaman dalam siklus tumpang gilir (relay planting).
• Sumber keragaman bahan organik tanah.
• Memperbaiki sifat fisik (stabilitas agregat, aerasi/drainase), kimia (pH, Eh, EC), fisiko-kimia (KPA-water holding capacity, KTA-cation exchange capacity) dan biologi tanah (kehidupan jazad makro dan mikro fauna/flora), dan
• Menumbuhkan ZPT, enzim dan “antibiotik” sebagai senyawa pemacu dan pemicu tumbuh tanaman.

Bera bagi tanah/tanaman identik dengan puasa pada manusia.

Bedanya:
• Pada manusia: melaksanakan perintah Sang Maha Pencipta (ibadah).
• Pada tanah/tanaman: melakukan teknologi budidaya dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan produksi tanaman (rekayasa).

Semua itu berkaitan dengan “hidup dan kehidupan” di dunia yang berguna – “useful life“.

Semoga!

04 AprSilikon untuk Tanaman Serealia

padi

 SILIKON UNTUK TANAMAN serealia

Syekhfani

Unsur silikon, tidak tergolong unsur hara esensial bagi tanaman.

Namun, ia diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman tertentu dari famili Gramineae (Serealia).

Secara morfologis, silikon berperan dalam membentuk duri (miang) pada permukaan daun. Ini dapat mengurangi/mencegah serangan hama/penyakit.

Karena itu, maka unsur silikon digolongkan sebagai unsur hara fungsional. Contoh pada tanaman padi, tebu, jagung, dan lain-lain.  Banyak penelitian tentang pengaruh pemberian silikon terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman serealia tertentu.

Di Indonesia, pada tanaman padi (dan juga tebu), para ahli dan teknisi memasukkan pupuk silikon (Asam orthosilic) dalam budidaya tanaman.

Sifat perilaku unsur silikon mirip dengan unsur fosfat. Oleh karena itu, teknologi pupuk silikon dapat didekati dengan pupuk fosfat.

Lihat:

http://diponnanotech.blogspot.com/2013/09/silika-si-hara-penting-pada-sistem.html

22 NovSOIL-Pertanian Organik Masukan Tinggi

  

0

 

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI

(HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

Industri Pertanian Organik – Masukan Tinggi – Sistem Budidaya

 

Diangkat:  Syekhfani

  

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI (HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

1

Bedengan stroberi dengan mulsa plastik

2

Panen buah stroberi

Di awal pengembangan, pengertian pertanian organik digambarkan sebagai sebuah sistem yang menganut prinsip budidaya masukan luar lahan rendah (minimal input off-farm). Sementara gambaran saat ini, sebagian besar pertanian organik bersertifikat di AS, menunjukkan ketergantungan pada masukan luar lahan lebih tinggi (higher input off-farm).

Stroberi dan sayuran sistem tahunan intensif di bawah plasticulture adalah contoh yang baik. Pada sistem ini, biasanya digunakan rotasi tradisional dan praktek penyuburan tanah, diikuti budidaya bersih, pemasangan mulsa plastik dan saluran irigasi tetes di bedengan.

Selama musim tanam, sejumlah besar pupuk organik terlarut – biasanya berbasis ikan – diberikan  ke tanaman melalui sistem infus (fertigasi organik).

Pada akhir musim tanam, semua plastik harus dikeluarkan dari lapangan, dan dikembalikan ke sistem manajemen organik standar.

Idealnya, pemilihan tanaman disesuaikan dengan satu musim tanaman yang tepat. Sistem ideal yaitu produktif, ekonomis dan menarik, plus premi yang baik dari hasil penjualan produk  organik.

Tingginya biaya pupuk organik larut (biasanya ratusan dolar per hektar), juga dengan penambahan sedikit lebih tinggi dari sistem  kontrol OPT, membuat sistem organik ini kebanyakan menjadi non-kompetitif  di pasar konvensional.

Pelabelan seperti sistem-masukan tinggi sebagai produk organik menyajikan sebuah paradoks bagi kebanyakan pendukung pertanian organik. Tidak jelas apakah ini dianggap suatu kemajuan teknologi oleh sebagian besar praktisi dan pendukung organik yang benar-benar “organik“.

Akhirnya, dibutuhkan penurunan modal investasi untuk menghasilkan tanaman dengan metode organik tradisional  ke dalam bentuk pertanian lebih mudah diakses petani kurang mampu dengan mengurangi resiko kegagalan atau premi rendah.

Faktor-faktor pertimbangan lain menyangkut masalah pembuangan bahan plastik yang saat ini bermasalah terhadap daur ulang, yang selalu dihadapi setiap akhir musim pertanaman.

Meskipun tidak bijaksana untuk terlalu cepat menilai pertanian organik-masukan tinggi, namun jelas bahwa diperlukan beberapa adaptasi, jika karakter tradisional dan manfaat keberlanjutan pertanian organik ingin dipertahankan.

 

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004.  Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCATm,2004 IP170.

 

Pertanian organik “masukan tinggi”, berat tetapi menjanjikan!

  

17 NovSOIL-Sistem Tanam “Jajar Legowo”

 

SISTEM TANAM “JAJAR LEGOWO”

(“JAJAR LEGOWO” PLANTING SYSTEM)

 

Jarak Tanam Padi Sawah

 

Unik – Ampuh – Produktivitas Tinggi

 

Diangkat oleh: Syekhfani

 

0

 

PENDAHULUAN

 

Sistem tanam “Jajar legowo”, adalah teknis meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga budidaya akan memiliki barisan tanaman diselingi barisan kosong, di mana jarak tanam barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Manfaat dan tujuan:

1. Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 %, diharapkan meningkatkan produksi secara makro maupun mikro.

2. Adanya baris kosong mempermudah pemeliharaan, pemupukan dan kontrol organisme pengganggu tanaman (OPT).

3. Mengurangi kemungkinan serangan OPT tikus, lahan relatif terbuka kurang disukai hama tikus;  dan kelembaban lebih rendah menekan perkembangan penyakit.

4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.

5. Menambah efisiensi serapan sinar matahari pada tanaman yang berada pada barisan pinggir.

Lihat: tanam-padi-sistem-jajar-legowo

 

1

 

PANCA USAHA

Teknik Umum:

Dalam budidaya tanaman padi sawah dikenal istilah “Panca Usaha” pertanian, dalam hal ini meliputi:

1. Seleksi Benih

Langkah seleksi benih:
a. Benih dikoleksi dari gabah bernas yang betul-betul matang,
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya,
c. Masukkan telur bebek ke dalam air garam, tambahkan lagi garam hingga telur mengapung,
d. Kemudian masukkan benih yang sudah diseleksi ke dalam air garam tersebut,
e. Benih mengapung dibuang, dan
f. Benih tenggelam digunakan untuk ditanam di persemaian.

2. Semai Benih

Pekerjaan:
a. Tanah yang dipakai untuk tempat media semai harus subur,
b. Gunakan baki berupa bejana luas dan datar, atau  papan dialas plastik,
c. Tanah dicampur kompos atau pupuk kandang,
d. Ketebalan media semai sekitar 2 cm,
e. Taburkan benih yang sudah diseleksi di media semai,
f. Jaga kelembaban media semai, dan
g. Bibit ditumbuhkan dalam waktu 10 hari.

3. Olah Lahan

Pengolahan:
a. Selesai panen lahan sawah diolah, jerami  tidak dibakar/dibuang, dibiarkan lapuk sebagai kompos,
b. Lahan sudah dibajak diratakan dan dipetak-petak agar lebih mudah mengontrol air,
c. Lahan diratakan dan atur air sawah mencapai macak-macak (Jawa, tidak tergenang dan tidak kering),
d. Ukur lahan dengan jarak tertentu (sistem konvensional atau jajar Legowo), dan
e. Dua hari sebelum tanam lahan di beri pupuk dasar, sebaiknya pupuk organik.

4. Tanam Bibit

Bibit berumur 10 hari siap di pindahkan ke lahan (pindah tanam), sebagai berikut:
a. Bibit dicabut dari media semai secara hati-hati,
b. Tanam bibit di lahan dengan jarak tanam yang sudah ditentukan,
c. Menanam benih jangan sampai dibenam seperti menanam benih ala konvensional,
d. Ambil bibit masih ada benih padi menempel, letakkan di lumpur dan tutup dengan lumpur setebal jari telunjuk, dan
e. Jaga media tanam agar tidak tergenang air.

5. Perawatan 

Beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan:
a. Setelah padi berumur 10 hari setelah tanam semprot dengan pupuk organik,
b. Umur 25 hari semprot lagi (tambah air agak banyak),
c. Umur 40 hari ulangi lagi penyemprotan,
d. Umur 60 hari kembali lagi disemprot,
e. (Atau beri pupuk seperti cara konvensuional, dianjurkan pakai pupuk organik),
f. Pertumbuhan padi yang baik: dalam satu rumpun ada 45 hingga 60 batang padi,
g. Satu tanaman padi bisa menghasilkan anak sampai 100 batang, tetapi panen kurang baik, dan
f. Setelah usia 2 bulan, sawah digenangi agar pertumbuhan anak padi tidak bertambah.

Lihat:  tips-cara-bercocok-tanam-padi

 2

 

SISTEM LEGOWO

  

TIPE SISTEM LEGOWO

 

Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Legowo, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Banjar Negara.

Ada beberapa tipe sistem tanam “Jajar Legowo”:

  1. Jajar legowo 2:1, setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan.
  2. Jajar legowo 3:1, setiap tiga baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir dirapatkan dua kali dengan jarak tanam yang ditengah.
  3. Jajar legowo 4:1, setiap tiga baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan.

Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

Lihat:  tips-tanam-jejer-legowo-dengan-alat-penanda-tali-dan-paralon-di-bpp-demung

 3

 

CARA MENGHITUNG JUMLAH TANAMAN

Rumusnya:
- Misalkan jarak tanam 25 x 25 cm, maka populasinya 160 ribu rumpun,
- JUMLAH PENAMBAHAN POPULASI, caranya:  1/(1+sistem tanam) x100 %

- Contoh legowo 2 : 1,

Penambahan jumlah tanaman legowo 2:1 = 1/(1+2) x 100 % = 33 %
Sehingga total tanaman menjadi = 160.000 rumpun + (33 % x 160.000) = 160.000 + 52.800
= 212.800 rumpun

- Contoh legowo 4 : 1,

Penambahan jumlah tanaman legowo 4:1 = 1/(1+4) x 100 % = 20 %

Sehingga total tanaman menjadi = 160.000 rumpun + (20 % x 160.000)
= 160.000 + 32.000 = 192.000 rumpun

Jarak Tanam untuk sistem tanam padi legowo, banyak macamnya bisa 20 x 25 cm, 25 x 25 cm, 25 x 30 cm, 30 x 30 cm dan lain-lain.

Lihat:  sistem-tanam-padi-legowo

 

15 NovSOIL-Fertilizer Synlocation and Synchronisation

  

1

 

SYNLOCATION AND SYNCHRONISATION

 (SINLOKASI DAN SINKRONISASI)

 

Penempatan Pupuk ~ Efisiensi ~ Pertumbuhan Akar

 

Syekhfani

Sinlokasi:

Akar tanaman tidak bergerak, atau bergerak sangat lambat sesuai periode pertumbuhan tanaman. Bila medium tumbuh mengalami kekurangan unsur hara (defisiensi), maka perlu dibantu  pemberian pupuk seputar perakaran aktif, sehingga tanaman dapat menyerap unsur hara dengan efisien.

Sinkronisasi:

Saat tanaman baru tumbuh dari biji, stek, atau bibit pindah tanam, sistim perakaran masih terbatas. Demikian pula kemampuan akar menyerap (uptake) unsur hara masih sedikit. Dengan waktu, sistim perakaran makin berkembang dan kemampuan menyerap unsur hara pun makin meningkat. Pemberian pupuk harus sinkron dengan perkembangan sistim perakaran agar akar mampu menyerap unsur hara secara  efisien.

 

Aplikasi Pupuk dalam Praktik:

Prinsip dasar:  Mengikuti posisi tempat  akar aktif (sinlokasi) dan umur tanaman (sinkronisasi).

Tanaman padi sawah (tanaman semusim): petani telah melakukan mendekati lokasi perakaran aktif (seputar proyeksi tajuk) dan beberapa kali (split application), umumnya pada tanaman padi sawah tiga kali dengan interval waktu tertentu selama masa pertumbuhan vegetatif (misalnya, 10, 30, 45 hari setelah tanam, HST) disesuaikan dengan saat menyiang (“matun”, Jawa);  saat muncul primordia bunga pemupukan dihentikan.

Namun, dosis yang diberikan dibagi sama, yaitu: 1/3 bagian saat aplikasi ke-1, 1/3 bagian saat aplikasi ke-2, dan 1/3 bagian saat aplikasi ke-3.

Hal ini masih kurang tepat karena tidak menyesuaikan dengan kondisi perkembangan sistim perakaran tanaman.

Pada tanaman semusim lain (misalnya, sayuran), pada praktiknya aplikasi pemberian pupuk dilakukan dua hingga tiga kali secara split, sesuai dengan jenis tanaman.

Tanaman tahunan (pohon), umumnya pemupukan dilakukan dua kali:  awal dan akhir musim hujan, di mana masih ada air untuk melarutkan pupuk;  disebar merata di seputar proyeksi tajuk pohon.

Untuk padi sawah, lihat: → Aplikasi-pupuk-dan-dosis-pupuk-tanaman-padi

 

Aplikasi pupuk harus sesuai dengan sistim perakaran!

 

02 NovSOIL-Wana – Tani (Kehutanan – Pertanian)

 

1

 

WANA – TANI (KEHUTANAN – PERTANIAN)

 

Hutan Kurang Produktif dijadikan Pertanian Intensif?

 

Bahasan – Foto-foto:  Syekhfani

 

Banyak hutan menjadi tidak berfungsi optimal karena berbagai faktor, seperti misalnya:  perubahan hutan alami menjadi hutan produksi, konversi lahan hutan menjadi lahan pertaniankondisi lahan yang tidak mendukung pertumbuhan hutan yang baik, dan lain-lain.

Namun demikian, apapun alasannya, bila lahan hutan ingin diubah menjadi lahan pertanian, maka harus dilakukan dengan baik, teliti dan terprogram.

Sebelum hutan dibuka untuk lahan pertanian intensif, diperlukan persiapan-persiapan meliputi benihpersemaianpertanamanpemeliharaan, hingga  upaya keberlanjutan hasil.

Bagaimanapun, suatu perubahan sistem memerlukan kondisi-kondisi spesifik dalam hal proses adaptasi lingkungan pertumbuhan tanaman.

Dari aspek kesuburan tanah meliputi:  faktor-faktor kesuburan potensialaktualreklamasiamandeman ataupun ameliorasi;  semuanya dikemas dalam suatu paket teknologi.

Gambar-gambar berikut disajikan sebagai contoh langkah-langkah yang dilakukan dari pembukaan hutan hingga pertanaman komoditas pertanian.

 2Pembukaan hutan sekunder untuk lahan penelitian

3

Pengeringan biomas sehabis pembersihan lahan (land clearing)

4

Lahan hutan sekunder dibuka, dipersiapkan untuk dijadikan lahan pertanian intensif

5

Saat hujan, sebagian unsur hara larut dalam air (terutama basa-basa K, Ca, Mg)

6

Tanaman kacang tunggak (cowpea) siap dipanen sebagai sumber benih

7

Tanaman ubikayu siap dipanen, batang ubikayu digunakan sebagai sumber bibit

8

Batang ubikayu disusun rapi untuk digunakan sebagai stek

9 (2)

Pertanaman ubikayu monokultur

9b

Ubikayu tumpangsasi dengan padi gogo

9a

Ubikayu tumpangsari dengan jagung

11 (2)

Ubikayu tumpangsari dengan kedelai

9e

Koleksi benih mukuna

10

Bibit kaliandra untuk tanaman pagar (alley crop)

14

Kerangkeng kayu tempat adaptasi bibit (sekitar 70% cahaya masuk)

15

Lahan siap untuk pertanaman komoditi pertanian

16

Pembersihan lahan sebelum ditanami

14 (2)

Penanaman bibit tanaman pohon danbibit tanaman penutup tanah langsung di lahan

menggunakan tali pengatur jarak tanam

15

16

Penyiapan tanaman pagar (hedgerows crop)

16

Sistem tanaman pagar (hedgerows/alley cropping system) - (belakang), dan

Sistem penutup tanah (cover cropping system) – (depan)

 

01 NovSOIL-Aeroponic Culture

 

1

 

BUDIDAYA AEROPONIK

(AEROPONIC CULTURE)

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Kalau kita perhatikan tanaman anggrek, kita akan heran bagaimana tanaman ini bisa tumbuh dan berbunga indah tanpa ada medium tumbuh akar yang cukup? Akar dan tajuk tumbuh baik dan bahkan bertahan lama tanpa tampak ada suplai nutrisi dan air secara rutin?

Budidaya anggrek dan tanaman sejenis (misalnya:  simbar menjangan, dan lain-lain), tergolong budidaya aeroponik (Aeroponic culture) → lihat: soil-budaya-tomat-tanpa-tanah/ ;  yang ditekuni dan dikembangkan oleh banyak penggemar atau hobeis (bahkan ada komunitas hobeis tanaman anggrek, seperti PAI – Perhimpunan Anggrek Indonesia).

Anggrek, tergolong jenis tumbuhan epifit (epiphyte), hidup melekat pada cabang atau batang pohon, tumpukan arangpecahan bata atau pot tanahpotongan pohon pakis, dan lain-lain;  meskipun ada jenis anggrek yang tumbuh pada medium tanah (anggrek tanah). Akar tanaman anggrek disebut akar lekat dan akar hawa, yang berfungsi sebagai alat memperkuat tegak batang dan sekaligus menyerap udaraair dan unsur hara.

Tanaman anggrek termasuk juga golongan xerohytic (serofitik), dicirikan oleh morfologi batang dan daun yang menebal dan mengandung air, memungkinkan tumbuhan ini bisa bertahan lama di lingkungan tanpa suplai air atau air hujan cukup.

Namun, kelembaban udara yang tinggi akan sangat membantu suplai air bagi kebutuhan hidup tanaman anggrek;  anggrek tumbuh baik pada pohon-pohon di rawa, tepi sungai atau tepi kolam.

Dalam budidaya aeroponik, suplai hara dan air hanya mengandalkan semprotan (spraying) tajuk dan/atau akar, dengan interval waktu cukup panjang (hitungan hari atau minggu);  aeroponik efisien/hemat air dan unsur hara.

 

2

3

3b

4

Trubus akar dan tajuk tumbuh segar dalam pot hanya berisi pecahan bata atau pecahan pot tanah

4

Suplai air dan unsur hara cukup melalui semprotan (spray) pada interval waktu cukup panjang (beberapa hari atau minggu)

5

 Sistim perakaran lebat, kanopi daun lebar dan tebal, mendukung tumbuh bunga berukuran cukup besar (medium atau king size)

6

Anggrek tumbuh baik di seputar pot teratai (kelembaban udara tinggi)

 

Budidaya aeroponik, hemat tenaga dan biaya dengan hasil yang “INDAH”!

 

27 OctSOIL-Budidaya Tomat Tanpa Tanah

 


1

 

BUDIDAYA TOMAT TANPA TANAH

(TOMATO SOILLESS CULTURE)

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Anda punya keinginan untuk memperoleh keuntungan melalui usaha budidaya tomat tanpa tanah?

Bila iya, metode budidaya tanpa tanah bisa memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan budidaya sistim tanah!

Hal yang menyenangkan adalah sistim ini lebih mudah dikontrol (baik medium maupun OPT).

Tanaman tanpa tanah bisa ditumbuhkan dalam kantong plastik polietilen UV  (kapasitas 2 – 5 galon) sebagai wadah medium yang diberi larutan nutrisi melalui irigasi tetes (drop irrigation). Kantong polietilen harus tebal dan kuat agar dapat bertahan selama masa pertumbuhan (bisa diperoleh di toko pertanian).

Medium terlebih dulu dipasteurisasi agar tidak terserang OPT.

Bahan medium bisa berupa gambut/vermiculite, serbuk gergaji, rockwool, sekam padi, kulit pinus, sekam kacang, atau campuran salah satu dari mereka.

Budidaya dalam polibag cocok untuk tanaman tegak dan menjalar seperti tomat, mentimun, dan paprika.

Beberapa kendala yang mungkin ditemui antara lain yaitu:  pengendapan senyawa dalam larutan atau bocor dan mencemari lantai rumah kaca. Alternatif solusi:  menyiapkan formulasi khusus campuran pot organik.

Lihat:  →  http://www.douggreensgarden.com/containertomatogardening.html

 

11

 

Skema Budidaya Tanpa Tanah

 

1

3

4

7 (2)

6

7

8

10

Tampilan Tanaman Tomat pada Budidaya Tanpa Tanah

(Google images)

  

Budidaya Tanaman Tanpa Tanah, pilihan Usaha Menguntungkan!

 

05 AugSOIL-Kembali ke Eden (Back to Eden)

 

KEMBALI KE EDEN ~ BACK TO EDEN

 

Profesional ~ Solusi Produksi Pertanian ~  Berkelanjutan

 

Tinjauan: Syekhfani

 

Suatu kisah perjalanan seorang berjiwa tani, yang dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi dan inovasi, patut ditiru dan diteladani bagi orang yang ingin berubah menjadi berguna bagi keluarga, masyarakat dan dunia.

Inovasi teknologi pertanian organik, pemanfaatan sisa bahan organik di kebun, diversifikasi jenis komoditi tanaman.

Kisahnya, dapat disimak dalam film “Back to Eden”.

 

2

Back to Eden (film):  http://www.cultureunplugged.com/documentary/watch-online/play/11883/Back-to-Eden

Paul Gautschi, telah menjadi pekebun profesional selama lebih dari 55 tahun dan dikenal secara lokal sebagai arborist utama. Pada tahun 1979 Paulus dan keluarganya pindah ke Semenanjung Utara Washington, California. Sebagai seorang ayah dari 7 anak, ia telah mencukupi kebutuhan keluarga dan teman – tidak pernah bersifat komersial. Paulus telah memberi wisata kehidupan kebun bagi masyarakat internasional yang juga menikmati buah hasil kerjanya.

FILM KEMBALI KE EDEN, suatu  Kisah Perjalanan Hidup Seorang Profesional, menuju jalan TUHAN dilaporkan secara sederhana tentang metode produksi berkelanjutan Yang Diberikan kepada manusia di Taman Eden. Telkomnika Berkebun Organik pengalaman Paulus Gautschi yang luar biasa telah menarik minat pengunjung manca negara!

 

3

4

29 JulSOIL-Traditional Mixed Garden

 

 

TRADITIONAL MIXED GARDEN ~ KEBUN CAMPURAN TRADISIONAL

 

Diversifikasi – Tanaman Sekunder – Kebutuhan Sehari-hari

 

Syekhfani

 

Traditional Mixed Garden (Kebun Campuran Tradisional), adalah sebidang lahan di tepi sawah, atau sekitar dangau (tempat tinggal di sawah atau ladang);  berupa lahan  budidaya tanaman sekunder ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani sehari-hari.

Kebun campuran tidak luas, dikelola secara tradisional,  seadanya (alami), dan tidak ada perawatan khusus.

Pengelolaan dilakukan saat tidak bekerja, atau sedang istirahat dari pekerjaan utama. Seringkali dibantu bu Tani atau anak-anak pak Tani.

Sistem budidaya pertanian tradisional semacam ini, umumnya  tidak mengikuti pola tertentu, dan banyak dijumpai di luar pulau Jawa.

Jenis tanaman meliputi:  buah-buahan (buahan), sayur-sayuran (sayuran), obat-obatan (obatan)/rempah-rempah (rempah), dsb (etc);  ditanam campuran secara acak (tidak teratur), tetapi mengikuti strata tajuk:  pohonsemakrumput.

Stratifikasi menghindari kompetisi penuh terhadap cahayaudaraair, maupun unsur hara.

Umumnya jenis tanaman kebun campuran tersebut, adalah:

 

POHON

Buahan:  mangga, durian, rambutan, nangka, dll (etc).

Sayuran: nangka, petai, keluwih, melinjo, kelor, dll.

Obatan/Rempah: cengkeh, pala, kayu manis, dll.

 

SEMAK

Buahan:  jeruk, sawo, jambu biji, dll.

Sayuran:  lamtoro, ubikayu, kacang-kacangan, tomat, lombok, terong, talas, dll.

Obatan/Rempah:  serai, lengkuas, daun-salam, dll.

 

RUMPUT

Buahan:  ciplukan (Jawa), dll.

Sayuran:  bayam, kangkung, seledri, dll.

Obatan/Rempah:  kunyit,  jahe, kencur, dan sebagainya.

 

Bagaimanapun, kebun campuran sangat membantu petani tradisonal subsisten memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

 

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/soil-klasifikasi-sistem-agroforestri-3/

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/06/4100/

 

15 JulSOIL-Budidaya Tanaman Krisan

img2[1]


BUDIDAYA TANAMAN KRISAN

 

Efisiensi Pemupukan – Budidaya Tanaman Pot

 

Foliar Feeding

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Tanaman Krisan atau Seruni – Chrysanthemum spp., Asteraceae - (Seruni), merupakan tanaman budidaya menarik karena bunga krisan banyak digemari sebagai bunga potongrangkaiandekorasi, dan sebagainya.

Teknik budidaya tanaman krisan di green-housescreen-house, atau pun lath-house, berbasis tanaman pot;  aplikasi pemupukan dapat dilakukan melalui tanah (soil feeding), atau daun (foliar feeding), atau kombinasi keduanya.

Aplikasi pupuk melalui foliar feeding, mengikuti kaedah umum, yaitu:  kebutuhan,  jenisdosiswaktu, dan cara.

Beda prinsip dalam aplikasi adalah: pada foliar feeding tidak ada mekanisme penyanggaan (buffering).

Untuk antisipasi hal ini, digunakan teknik aplikasi bertahap (split application), beberapa kali pada konsentrasi rendah.

Cara ini bisa lebih efisien dan efektif, bila saat aplikasi memperhatikan kondisi lingkungan, meliputi:  cahayasuhukelembabanangin, dan sebagainya.

Konsentrasi pupuk cair tidak boleh lebih dari 1 (satu) persen volume (< 1 %/v).

Diperlukan beberapa kali aplikasi hingga semua dosis tergunakan.

Diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut secara spesifik.

 

Lihat pula: Budidaya Krisan

 

Usaha sukses butuh konsekuensi!

(Jawa:  “jer basuki mawa bea“), termasuk IPTEK.

 

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

26 JunSOIL-Organic Garden

 

Organic-vegetable-cultivation.jpeg[1]

  

ORGANIC GARDEN

(KEBUN / PERTANIAN ORGANIK)

Marie Iannotti

(Organic Garden)

 

 

Apa itu kebun (pertanian) organik?

- Dasar untuk berkebun (bertani) organik

 

Apa artinya memiliki kebun organik?

-Artinya anda menyediakan tempat nyaman bagi serangga pemakan tanaman?

-Jawaban singkat adalah anda tidak menggunakan produk-produk sintetis, termasuk pestisida dan pupuk.

-Idealnya, berkebun organik adalah memanfaatkan semua sumber berguna, seperti menyuplai tanah dengan kompos sisa tanaman atau menanam kacang-kacangan menambahkan nitrogen ke daerah yang telah ditanam dengan pupuk berlebihan.

-Secara garis besar adalah melakukan kerjasama dengan alam, menjadikan lahan anda sebagai bagian kecil dari sistem alami.

 

Berikut adalah beberapa dasar-dasar anda mulai dengan berkebun organik:

 

Apa yang dimaksud dengan bahan organik?

-Pelapukan sisa tanaman dan hewan, termasuk kompos, potongan rumput, daun kering dan sisa-sisa biologis lain.

-Bahan organik digunakan sebagai amandemen dan pengondisi tanah. Bisa berupa tambahan bahan organik baru atau digunakan sebagai ganti bahan organik atau mulsa yang sudah ada sebelumnya.

 

Apa tanah itu begitu penting?

-Salah satu kebutuhan mendasar dari berkebun organik adalah untuk “Memberi makan tanah dan tanah akan memberi makan tanaman”.

-Tanaman mendapatkan air, udara dan nutrisi dari tanah.

-Tanah liat lebih tinggi nutrisi dari pada tanah pasir dan menahan air lebih baik.

-Kadang-kadang daya pegang air terlalu tinggi dan tanaman kekurangan udara.

-Tanah berpasir mudah kering, tetapi dapat digunakan sebagai amandemen untuk memperluas lahan.  Dalam hal ini maka bahan organik memegang peranan penting.

-Penambahan bahan organik memperbaiki struktur tanah dan serta menarik organisme sebagai agen peningkatan nutrisi dalam tanah.

 

Bagaimana Anda mengendalikan hama dan penyakit tanpa bahan kimia?

-Berkebun organik tidak berarti anda harus berbagi apel dengan cacing-cacing, tetapi mungkin anda akan mencari tanaman dan menghasilkan bahan organik.

-Karena anda mencoba untuk bekerjasama dengan alam, kadang-kadang anda sesekali harus menerima hama di kebun.

-Anda harus memeriksa tanaman secara teliti, waspada dan teratur terhadap gejala yang muncul dan segera  mengambil tindakan.

-Perlu diingat bahwa tidak setiap serangga adalah musuh dan bukan selalu berarti harus pakai pestisida.

-Ada banyak pestisida organik yang tersedia, tapi perlu yakin bahwa ia dapat mengatasi masalah dan bahwa anda tahu hal tersebut.

-Anda dapat hidup dengan sedikit kerusakan. Beberapa serangga melakukan kerusakan itu namun masih dapat berlanjut untuk musim berikutnya.

-Pertimbangkan jika anda mengalami masalah hama karena tanaman Anda stres dan tidak memiliki sumber daya untuk membela diri.

-Interplanting dan diversifikasi akan melindungi anda dari kehilangan petak tanaman yang luas, dan perlu di selang selingi dengan petak tanaman penarik serangga.

-Banyak serangga dan hewan yang lebih besar dianggap menguntungkan, musuh serangga hama. Meraih semprotan dapat setiap kali anda melihat hama akan membunuh serangga menguntungkan tersebut.

-Lady bug dan tawon menyantap aphid. Burung menelan ulat. Katak, kadal dan bahkan ular semua berkontribusi terhadap keseimbangan di kebun anda dan mencegah populasi hama yang menjadi penyebab masalah.

-Pencegahan masalah banyak hambatan. Ngengat bertelur perlu dicegah. Trap pulut warna kuning dapat dengan mudah menangkap lusinan hama terbang.

-Melumas pangkal batang akan memotong serangan cacing dan banyak penggerek.

-Ada saatnya anda akan perlu aplikasi pestisida untuk mencegah kehilangan tanaman.

-Pestisida organik atau alami dapat sangat efektif dan biasanya kurang beracun bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar dari pestisida sintetis.

 

Apa lagi yang terlibat dalam berkebun sama dengan alam?

-Ada banyak unsur yang dapat berkontribusi terhadap iklim kebun yang sehat.

-Tanaman yang cocok dengan kondisi pertumbuhan mereka akan lebih sehat daripada tanaman yang stres.

-Tanaman stres sangat menarik bagi hama.

-Jangan memilih tanaman yang memerlukan sinar matahari penuh jika anda tinggal di sebuah hutan yang teduh.

-Demikian pula, jangan pilih tanaman pada lingkungan yang lembab jika anda memiliki tanah berpasir dan sinar matahari penuh.

 

Lihat pula:  Wikipedia – Pertanian_organik

 

16 JunSOIL-Pohon/Semak Fiksasi N

  

POHON/SEMAK FIKSASI NITROGEN

 

Jenis Pohon/Semak Penambat N dalam Sistem Agroforestri

 

Species epithet – “nama umum” (subfamili, famili) – pusat asal tanaman – penyebaran – penggunaan – deskripsi – botani – ekologi

Pohon/semak penambat (fiksasi) unsur nitrogen atmosferik dalam budidaya tanaman sistem wanatani (agroforestry), Vergara, 1987:

  • Sistem tanaman pagar dan sistem budidaya (Alley cropping and farming systems)
  • Taungya
  • Tanaman campuran (Compound farming)
  • Vegetasi tahunan dalam Strip (Strips of perennial vegetation)

1. Albizia falcataria

1a. Albizia falcataria

1. Periserianthes falcataria (L.) Nielsen.

Indonesia,  Papua Nugini;  tersebar luas di daerah tropika;

Kayu gelondong (s.g. rendah = 0.33), kayu pulp, perbaikan tanah;

Pohon hingga  40 meter;  juga  disebut sebagai Albizia falcataria;

Tropika basah hingga hujan minimum 1000 mm;

Dataran menengah (midland).

Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Jeungjing

2. Acacia mangium

2a. Acacia mangium 

2. Acacia mangium Willd.

Mangium“, “Brown salwood

Australia  Timur Laut, Papua Nugini, Indonesia;

Kayu gelondong, pulp, kayu bakar;

Pohon  hingga 30 meter;  phylloides  besar;

Tropika basah; tahan tanah masam.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Acacia_mangium

3. Gliricidia sepium

3a. Gliricidia sepium

3. Gliricidia sepium (Jacq.) Walp.

Madre de cacao“, “Quickstick” (Papilionoideae, Leguminosae);

Amerika Tengah/Meksiko;  sekarang tersebar luas;

Kayu bakar, kayu gelondong, pelindung, pohon hias, pakan ternak;

(lebih disukai bila dilayukan) dengan DMD tinggi (55%).

Pohon  hingga 15 meter;

Mudah  diperbanyak dengan stek; tumbuh cepat;

Tropika basah hingga mesik sampai ketinggian 1000 meter;

Salah satu legum wanatani terpenting; fleksibilitas pengelolaan tinggi dan adaptasi luas;

Varietas baru memberi harapan perbaikan hasil dan bentuk lebih baik sebagai pohon produksi.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Gliricidia_sepium

4. Leucaena leucocephala

4a. Leucaena leucocephala

4. Leucaena leococephala (Lam.) de Wit.

Leucaena“, “Ipil-ipil“, “Lamtoro“;

Amerika  Tengah,  Meksiko;  tersebar luas;

Pakan ternak (DMD tinggi, 60-70%), kayu bakar, pelindung, kayu pulp, postwood, lumber, sayuran;

Pohon  hingga 20 meter;

Tropika kering hingga mesik;

Tidak tahan masam, tumbuh lambat di dataran tinggi;

diteliti secara luas dan ditanam, cepat tumbuh.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Leucaena_leucocephala

 5. Calliandra calothyrsus

5a. Calliandra calothyrsus

5. Calliandra callothyrsus Meissn.

“Kaliandra” (Mimosoideae, Leguminosae).

Amerika  Tengah  dan Selatan;

Kayu bakar, pupuk hijau, pakan ternak kualitas jelek (DMD 41%), pohon hias;

Semak  hingga  7 meter;

Tropika basah, tahan dingin;

Cepat tumbuh;

Tahan tanah masam, miskin atau alkalin.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Calliandra

6. Erythrina sumbumbrans (2)

6a. Erythrina sumbumbrans

6. Erythrina sumbumbrans (Hassk.)Merrill.

“Dadap duri”.

India, Sri Lanka; berkembang di Asia Tenggara (kecuali Papua Nugini);

Peneduh (kopi), penahan angin;

Pohon  hingga 25 meter;

Tropika  basah dataran rendah, seringkali di rawa;

Digunakan secara luas sebagai penahan angin.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Erythrina_subumbrans

 7. Sesbania grandiflora

7a. Sesbania grandiflora

7. Sesbania grandiflora (L.) Poir.

West Indian Pea Tree“, “Katurai” (Phillipina), “Turi” (Indonesia),”Gallito” (Karibia);

Indonesia dan Australia; sekarang tersebar luas;

Makanan (bunga, polong, daun); pakan ternak (daun); kayu pulp, pohon hias, pohon persemaian;

Pohon  hingga 10 meter;  = S.  formosa  F. Muell;  hidup pendek;  tumbuh cepat;  regenerasi daun lambat;

Tropika mesik (> 1000 mm); tahan genangan;

Pupuk hijau, pakan ternak, serat.

Lihat:  http://www.flickriver.com/photos/adaduitokla/6240494201/

 

Vergara, N.T. 1987. Agroforestry: A sustainable land use for fragile eco-systems in the humid tropics. Pages 7-20. In: Gholz, H.L. (ed.). Agroforestry: Realities, possibilities and potentials. Martinus Nijhoff Publishers, Dordrecht, Netherlands.

Lihat:  http://old.iita.org/cms/details/trn_mat/irg26/irg263.htm

 

10 JunSOIL-Soup

 

SOIL SOUP

(SUP TANAH)

Menu menuju lingkungan tanaman sehat dan berlanjut

 

 1

 

Syekhfani

 

Apabila tanaman ingin tumbuh sehat, berilah medium menu yang sehat:  “sup tanah atau teh kompos“:  dari seduhan kompos matang yang kaya hara esensial, vitamin, enzim, zat pengatur tumbuh dan bebas patogen.

Sup tanah (soil soup) atau teh kompos (compost tea), dibuat dengan cara merendam kompos matang (kompos jadi) selama waktu tertentu (2 – 4 x 24 jam) dalam keadaan aerobik, yaitu selalu diaduk atau diberi oksigen menggunakan aerator.

Sup tanah matang, mengandung berjuta-juta biota tanah hidup dan berkembang secara aerobik. Biota tanah ini umumnya non-patogenik (karena biota patogenik umumnya bersifat anaerobik).

Penggunaan sup tanah bisa disiramkan langsung ke tanah (spray unto soil) atau diaemprotkan ke permukaan daun (foliar spraying), dengan dosis, interval dan konsentrasi tertentu, sesuai jenis tanaman dan kesuburan tanah sebagai medium.

Penggunaan sup tanah atau teh kompos dilakukan dalam sistem pertanian organik (organic farming system) menuju ke sistem pertanian sehat dan berlanjut.

2

Disiramkan ke tanah (spray unto the soil)

3

Disemprotkan ke daun (foliar spraying)

 

Berikut teknik aplikasi sup tanah untuk para Pekebun (Soil Soup For Gardeners – Bainbrige Gardens:  www.bainbridgegardens.com):

1. Harus segera diaplikasikan begitu selesai dituang dari tong prosesing teh kompos (idealnya dalam kurun waktu 10 jam:  pukul 10 pagi hingga 6 sore).

2. Kelebihan teh kompos dapat ditambahkan ke tumpukan kompos, ia akan lebih meningkatkan kualitas kompos.

3. Penggunaan teh kompos:  Teh kompos disaring melalui kain kasa tipis untuk mencegah penyumbatan sprayer;  dapat disemprotkan/disiramkan  langsung ke tanah atau disemprotkan ke tajuk tanaman.

4. Penyemprotan untuk pertama kalinya ke tanah atau daun, gunakan teh kompos asli (belum diencerkan).

5. Dua minggu kemudian, semprot lagi, dengan pengenceran sepuluh kali.  Setelah itu, disemprotkan setiap bulan.

6. Pada kebun transisi sistim konvensional ke sistem organik, bisa dilakukan pencairan semprotan bulanan 2 : 1 (dua galon air untuk setiap galon teh kompos).

7. Bagi kebun yang telah menjadi sistem organik, teh kompos disemprotkan bulanan menggunakan pengenceran  8 : 1 (8 galon air untuk setiap galon teh kompos).

8. Semakin sehat tanah, tanaman makin sehat. Penggunakan sup tanah seperti melakukan penambahan beberapa inci kompos ke dalam tanah.

9. Jika tanah anda telah diubah dengan baik, lakukan tingkat pengenceran yang lebih encer.

10. Jika tanah anda baru saja  diubah dan belum baik, gunakan konsentrasi lebih pekat (lebihkan teh, kurangi air) .

11. Untuk memperoleh tanaman yang sehat, semprotkan sup tanah bulanan sepanjang tahun.

12. Keuntungan lain, drainase buruk menjadi lebih baik.

13. Untuk menghindari atau meminimalkan gangguan penyakit daun seperti embun tepung, bercak hitam, dan sebagainya, semprot dua kali sebulan pada saat munculnya daun (tunas baru), kemudian lakukan bulanan.

 

(Soil Soup For Gardeners.  Ann Lovejoy for Bainbridge Gardens. HYPERLINK   http://www.bicomnet.com/annlovejoy/index.htm)

 

27 MaySOIL-Indoor Plants

                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

INDOOR PLANTS

(TANAMAN DALAM RUMAH)

Annuals – Prennials – Foliage – Schrubs – Trees

Ferns & Palms – Caccti, Succulents & Carnivorous Plants

Orchids & Lilies – Climbers

0

Foto-foto: Syekhfani

Indoor Plants (Tanaman dalam Rumah), adalah tanaman hias yang dipelihara di lingkungan rumah:  beranda, ruang tamu, ruang keluarga, atau ruangan lain di mana tanaman dapat tumbuh dengan baik dan normal.

Indoor plants ditanam untuk tujuan keindahan, kenyamanan, dan kesehatan, sesuai dengan pepatah “bukanlah rumah kalau tidak ada tanaman – it is no home if it hasn’t flowers”.

Secara alami, tumbuh-tumbuhan hidup di tempat terbuka (out door);  mendapat sinar matahari penuh hingga terlindung, masing-masing mempunyai kemampuan adaptasi berbeda-beda sesuai jenis, medium, dan lingkungan.

Tumbuhan  ruang terbuka dapat berubah menjadi tumbuhan ruang tertutup (indoor) melalui proses aklimatisasi (penyesuaian iklim) secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit.  Faktanya, hampir semua tanaman pot dapat dipindah dari luar ke dalam rumah.

Manajemen tata letak tanaman pot harus disesuaikan dengan jenis tanaman (annuals – semusim, perennials – tahunan,  foliage – daun, schrubs – semak, atau trees – pohon).

Jenis tanaman khusus seperti:  xerophytic – kaktus, succulents – daun tebal, carnivorous – pemakan serangga, Orchids & Lilies – lili & anggrek – Climbers – menjalar;  masing-masing mempunyai kemampuan beradaptasi secara indoor.

Perlu diingat bahwa tanaman indoor tidak dapat ditaruh di sembarang tempat.  Mereka mempunyai persyaratan medium dan kondisi lingkungan tertentu: suhu, kelembaban dan cahaya.  Persyaratan tersebut  perlu dipenuhi agar tumbuh baik sesuai yang diinginkan.

Akhir-akhir ini, penelitian menunjukkan bahwa tanaman indoor daun secara efisien mampu berfungsi sebagai penyaring polusi udara ruangan, di samping juga sebagai visual antidote stres.

Berikut disajikan contoh beberapa tanaman indoor yang lazim digunakan.

 

 

1

Welcome

3 (Spathipyllum)

Spathipyllum spp., AraceaeSpatipilum

4 (Fittonia, kura-kura)

Fittonia spp., Acanthaceae – Fitonia

5 (Gardenia)

Gardenia spp., Rubiaceae  – Kacapiring

2

Mandevilla sanderi, Apocynaceae – Kembang terompet

6 (2)

8

7

Orchids – Anggerik

9 (Graptopetallium)

Graptopetallium spp., Crassulaceae – Graptopetalum

10 (Sansevieria)

Sansevieria spp., Agavaceae – Lidah mertua

11 (Chamaecereus)

Echinopsis chamaecereus - Peanut Cactus

12 (Periplus Editions (HK) Ltd).

 

 

 

Bahan Bacaan:

Periplus. 2000. 500 Popular Indoor Plants.  Periplus Editions (HK) Ltd.  Berkeley Books Pte Ltd.  5 Little Road #08-01, Singapore 536983.

 

 

15 MaySOIL: Sulfat Masam

 

BUDIDAYA PERTANIAN DI LAHAN SULFAT MASAM

 1

 Contoh:  UPT Rawa Muning, Tapen, Kalimantan Selatan

  

Pengamat/Foto-foto:  Syekhfani

  • Tanah sulfat masam, adalah tanah yang mengandung senyawa pirit (FeS2), dijumpai di daerah rawa, baik pasang surut maupun lebak.
  • Pada kondisi tergenang senyawa pirit bersifat stabil, namun bila kering dan teroksidasi berubah menjadi senyawa sulfat yang bermasalah bagi kimia tanah, air dan lingkungan.
  • Sebagian lahan sulfat masam telah dibuka untuk pemukiman transmigrasi,  ditanami padi, palawija dan buah-buahan dengan hasil yang bervariasi, tetapi umumnya di bawah potensi produksi tanaman.  Contoh:  di lokasi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Rawa Muning, kabupaten Tapen, Kalimantan Selatan.
  • UPT Rawa Muning, dilengkapi sarana prasarana berupa saluran air untuk kepentingan transportasi serta sistem irigasi – drainase kawasan.
  • Pengaturan sistem irigasi – drainase juga bertujuan untuk menjamin kecukupan air, tidak banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
  • Namun, pada prakteknya sulit melakukan pengendalian air dengan baik. Terutama pada musim kemarau permukaan air tanah turun, terjadi oksidasi senyawa pirit menghasilkan asam sulfat, membuat pH tanah menjadi sangat masam.
  • Tanah-tanah teroksidasi, pada musim hujan mengalami proses reduksi dan  dalam bentuk besi ferro dan sulfida yang meracun tanaman.
  • Perubahan pH yang ekstrem akibat pengolahan tanah mengandung bahan sulfidik, perlu diatasi dengan pemberian kapur, bahan organik, serta sistem pengelolaan tertentu (olah tanah minimum, “sistem Surjan“).
  • Penggunaan varietas unggul lokal yang toleran terhadap kondisi agro-ekosistem setempat perlu diperhatikan  untuk mengurangi resiko kegagalan panen.
  • Varietas padi rawa unggul lokal (juga ikan:  papuyu, haruan, saluang, sepat, dll.) harus dipertahankan dan dijaga kelestariannya.
  • Bahan organik dan kapur, selain dapat menetralkan reaksi tanah masam, juga mampu mengurangi kelarutan ion besi dan mangan tinggi sehingga tidak meracun tanaman.
  • Olah tanah minimum mencegah pengangkatan bahan sulfidik ke permukaan tanah.
  • Sistem Surjan memberi peluang tanaman darat (upland) dapat tumbuh dengan baik, pencucian tanah oleh air hujan dapat mengatasi masalah pH dan EC asalkan ketebalan solum cukup untuk sistem perakaran tanaman. Dengan demikian, petani dapat melakukan diversifikasi tanaman di lahan basah.

4

Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Cempaka, Tapen, Kalimantan Selatan

6

Topografi datar, disiapkan untuk budidaya lahan sawah, dengan galengan sebagai batas pemilikan

3

Di bagian cekungan, air tergenang membentuk kolam abadi, ditumbuhi teratai

9

Musim kemarau, permukaan air turun, medium perakaran mengalami oksidasi

Pada musim hujan berikutnya, medium perakaran kaya sulfat dan pH sangat rendah (oksidasi pirit)

12

Musim penghujan, tanaman kelapa (Coccus nucifera) di galengan tumbuh normal

13

Musim kemarau, tanaman kelapa di galengan kering dan mati

14

Musim kemarau, tanaman padi sawah (Oryza sativa) menunjukkan gejala defisiensi dan/atau keracunan unsur hara

15

Musim kemarau, masih ada air terutama di saluran irigasi/drainase

16

16 (2)

Saluran air dan kolam abadi, menghasilkan ikan khas rawa masam (Gabus, Papuyu, Sepat, Saluang, dan lain-lain)

17

Keluarga kecil transmigran

18

Rumah transmigrasi yang ditinggalkan

06 MaySOIL-Cover Cropping System

 

 

COVER CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

 

Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

  • Cover cropTanaman penutup tanah:  adalah tanaman menjalar, berdaun lebat, tumbuh cepat dan berumur pendek yang berfungsi menutup permukaan tanah,  menghambat aliran permukaan (runoff) dan mencegah erosi, menjaga suhu dan kelembaban tanah, serta sebagai sumber bahan organik tanah.
  • Jenis cover crop, terutama dari leguminosa atau tanaman menjalar berdaun lebar yang bahan pangkasannya mudah mengalami dekomposisi.
  • Cover crop umum digunakan, yaitu tanaman penambat unsur N:  mukuna (Mucuna pruriens), kalapo (Calapogonium mocunoides)), puraria (Pueraria phaseloides), enceng-enceng (Crotalaria juncea;  C. anagyroides), sentro (Centrosema pubescens), desmodium (Desmodium heterophyllum), dan lain-lain.
  • Diperlukan koleksi benih dalam jumlah banyak agar dapat mencukupi kebutuhan penutupan tanah untuk area luas.
  • Penanaman dilakukan sebelum atau bersama-sama tanaman utama (sistem tumpang-sari atau tumpang-gilir).
  • Pangkasan biomas, dikembalikan ke bidang tanam secara merata dan dikomposkan setempat (in situ).
  • Lahan yang telah diperlakukan dengan biomas cover crop, mempunyai kandungan bahan organik tinggi, daya pegang air dan unsur hara meningkat, dan siap untuk  dibudidayakan tanaman pertanian.
  • Sistem ini intensif diteliti dalam Program Penelitian Manajemen Nitrogen daerah tropika basah di PG Bungamayang (lihat post:  SOIL-Cassava based Cropping System dan SOIL–Hedgerows Cropping System).
  • Gambaran kegiatan adalah sebagai berikut:

 

 0

Area percobaan “Cover Cropping System” di PG Bungamayang

Persiapan Benih

3

 Area alang-alang (Imperata cylindrica), ditebari biji mukuna (Mucuna pruriens), sekaligus berfungsi sebagai lahan penghasil benih.  Mukuna diberi ajir agar dapat menghasilkan polong dalam jumlah lebih banyak.

   4

Mukuna memanjat ajir dan menghasilkan polong

   5

6

Koleksi dan seleksi biji Mukuna untuk persiapan tanam

 Plot Percobaan

 13

7

Plot:  Mukuna (Mucuna utilis, M. pruriens)

   8

Plot:  Kalapo (Calapogonium mocunoides)

   9

Plot:  Puraria (Pueraria phaseoloides)

   11

Plot:  Enceng-enceng (Crotalaria  anagyroides)

   14

Plot:  Koro pedang (Canavilium sp.)

  12

Plot:  Kontrol (bero)

1

2

Lahan percobaan: plot-plot vegetasi biomas segar (atas) dan biomas kering (bawah) – kontras dengan jalan batas plot (warna cerah)

(latar belakang:  plot-plot Hedgerows Cropping System)

 

05 MaySOIL-Hedgerows Cropping System

 

HEDGEROWS CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

  • HedgerowsTanaman lorong, tumbuhan semak atau pohon tahunan (perenneal) berakar dalam serta kaya biomas, ditumpangsarikan dengan tanaman semusim (annual) berakar dangkal (legum, sereal) dari jenis tanaman pangan, sayuran, atau ubi-ubian; dengan cara: tanaman annual ditanam di antara perenneal  jarak 4 – 8 meter. Tanaman pohon disebut tanaman pagar dan tanaman semusim disebut tanaman lorong.
  • Pemilihan jenis tanaman perenneal:  perakaran dalam, kaya biomas, toleran terhadap kondisi setempat, tahan terhadap kekeringan, penyakit dan pemangkasan.
  • Sistem tanam tanaman annual:  tumpang gilir (relay planting), jenis legum digilir dengan non legum.
  • Biomas sisa pangkasan dan sisa panen, seluruhnya dikembalikan ke bidang lorong secara merata dan dikomposkan setempat (in situ).
  • Sistem perakaran dalam yang dikombinasikan dengan perakaran dangkal, adalah stratifikasi zone perakaran untuk mencegah kompetisi terhadap medium, unsur hara dan air.  Selain itu, perakaran dalam mencegah terjadi kehilangan unsur hara melalui pencucian (leaching).
  • Tanaman pagar yang dipangkas dan biomasnya dikembalikan ke permukaan tanah, merupakan siklus hara tertutup (close nutrient recycling) dan jaring penyelamat (safety net) unsur hara.
  • Sistem pertanaman ini adalah rangkaian dari kegiatan program penelitian Manajemen Nitrogen di daerah tropika basah (lihat post:  SOIL – Cassava based Cropping System).
  • Contoh kegiatan penelitian sebagai berikut:

 

 IMG_0001 - Copy

Area percobaan “Hedgrows Cropping System” di PG Bungamayang

Persiapan:  Pembentukan Kerangka Pertanaman

IMG_0002

 Tanaman pagar jarak 4 hingga 8 meter dipotong setinggi satu meter dari atas tanah

IMG_0003

Bahan pangkasan disebar merata di permukaan bidang lorong

IMG_0004

Kerangka (frame) patokan pangkasan (pangkasan bentuk): tinggi dan lebar bidang tanaman pagar disesuaikan dengan jenis pohon pagar

IMG_0005

Bentuk tanaman pagar (hedgerows crop)

Pertanaman:  Hedgerows

 IMG

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) - Mukuna (Mucuna pruriens)/cover crop

IMG_0013

Plot:  Glirisidia (Glyricidia sepium) – Mukuna (Mucuna pruriens)/cover crop

 IMG_0008

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) dan Petaian (Pelthoporum pterocarpum) - Kedelai (Glycine max)

 IMG_0009

IMG_0010

IMG_0011

Plot:  Dadap (Erythrina sumbumbrans) – Jagung (Zea mays)

IMG_0012

Plot:  Kaliandra (Calliandra calothyrsus) – Padigogo (Oryza sativa)

Di tempat lain

alleycrop

IMG_0014

“Hedgrows Cropping System)” pada lahan lereng

02 MaySOIL-Medium Pisang Abaca

  

MEDIUM PISANG ABACA  -  BAHAN SERAT

Lokasi (contoh):   PT Perkebunan Bayulor, Banyuwangi, Jawa Timur

Foto-foto:  Syekhfani

1

Rumpun pisang abaca di kebun

2

Rumpun pisang abaca dan kelopak pelepah daun

4

Kelopak pelepah daun siap diproses menjadi serat abaca

3

5

Rumpun dan batang pisang abaca setelah kelopak pelepah daun dipanen

6

Kelopak pelepah daun setelah diproses menjadi serat abaca

  • Pisang Abaca -  (Musa textiles NEE), merupakan tanaman penghasil serat dari kelopak pelepah daun,  termasuk famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.  Tumbuh liar di pulau Mindanao (Filipina) dan pulau Sangihe (Indonesia).
  • Tanaman Abaca berasal dari Filipina, dengan pangsa arealnya mencapai lebih dari 95%. Karenanya Abaca disebut sebagai Manila Henep.
  • Karena kuat dan tahan air garam, maka serat Abaca baik untuk industri tali-temali kapal laut dan tali-temali lainnya. Selain itu serat Abaca juga merupakan bahan baku pulp kertas berkualitas tinggi seperti kertas uang, kertas dokumen, kertas cheque, kertas plaster, kantong teh, kertas mimeograph, serta untuk tekstil.
  • Medium:  Tanaman pisang rata-rata dapat tahan terhadap kekeringan, karena batangnya banyak mengandung air. Namun apabila terlalu kekurangan air juga tidak baik pertumbuhannya. Hal ini dapat diatasi bila keadaan air tanah tidak terlalu dalam atau diberi irigasi. Tanah tidak boleh tergenang. Pada tanah bertekstur liat, harus diusahakan drainasenya. Apabila sering tergenang, perakaran tanaman akan busuk dan mudah terserang penyakit.
  • Tanah endapan di pinggir sungai besar sangat baik bagi pertumbuhan tanaman pisang karena membawa lapisan atas tanah yang subur, demikian pula tanah yang mengandung kapur seperti daerah Madura yang berbukit-bukit kapur juga cocok bagi tanaman pisang.
  • Peluang pasar Abaca masih sangat terbuka bagi Indonesia di bidang komoditas ekspor non-migas.