09 MayCegah Pemanasan Global!

Gambar Global Warming 2

MANAJEMEN SAMPAH

Syekhfani

Hati-hati menumpuk sampah, salah-salah mendukung laju pemanasan global (global warming).

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/05/pemanasan-global/

Mengapa?

Sampah menumpuk bisa mengalami dua proses: oksidasi dan reduksi yang keduanya bisa menghasilkan gas perusak lapisan ozon.

Oksidasi: dibakar atau terbakar, menghasilkan gas CO2, CO, SO2, dan lain-lain. Dibakar, sengaja dibakar dengan tujuan menjadi abu atau arang dalam mengantisipasi penimbunan berlebihan (eksesif). Terbakar, tidak disengaja, dilakukan oleh bakteri thermotrofik yang mengeluarkan energi panas yang bisa menyebabkan gas yang ada dalam sampah hasil proses reduksi insitu (NH3, CH4, dan lain-lain) terbakar.

Reduksi: ditumpuk, menghasilkan gas methan (CH4) dalam proses fermentasi anaerobik.

Tahukah anda kalau menumpuk sampah menjadi penyebab pemanasan global?
Ini adalah sebuah kenyataan dan banyak orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Sampah yang mengalami fermentasi anaerobik menghasilkan gas metana yang melayang ke udara dan menumpuk di atmosfir bumi. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk karena dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas metana tersebut berkumpul dengan gas-gas lainnya seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, dan uap air yang menjadi perangkap gelombang radiasi sinar matahari.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2013/10/penyebab-pemanasan-global.html

Manajemen sampah yang baik dan benar , menghasilkan produksi pupuk organik dan menghambat pemanasan global!

Let’s save our planet!

17 MarKompos Spektakuler

 

TEKNOLOGI TEPAT GUNA KOMPOS

Syekhfani

Kompos, sisa bahan organik atau makhluk hidup mati, yang dulu dianggap bahan tidak berguna (waste);  namun sekarang, dengan perkembangan teknologi pendapat tersebut berubah menjadi bahan sangat berguna, yaitu sebagai sumber kesuburan tanah, dan dikenal dengan sebutan “Emas Hitam” (golden black).

Kompos “Sumberdaya Berlimpah”, karena ia adalah produk daur ulang makhluk hidup yang mati.

Kompos, mudah diperoleh, murah, dan berlimpah.

Jadi, TOLONGLAH KOMPOS!

Agar  dia berguna..

 

Dulu Tak Suka, Kini Cinta

Dulu, saat lewat tempat sampah, otomatis kita tutup hidung, dan segera menghindar. Takut bau atau takut terkena penyakit.

Sekarang terkenal ungkapan: “Ubah Sampah jadi Rupiah”.

Bagaimana caranya?

Kenalilah sifat dan ciri kompos, agar lebih akrab dan mudah menjadikan bahan berguna.

Kompos dari sisa tanaman, mengandung unsur hara rendah sesuai komposisi unsur dalam senyawa-pembentuk tubuh tanaman. Agar ia mempunyai nilai tambah “unsur hara“, diperlukan perlakuan pengkayaan (enriched) unsur dari sumber lain, disebut kompos diperkuat (enriched compost).

 

Fungsi Kompos

Kompos merupakan komponen tanah yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan memegang air (water holding capacity)  bagi tanaman, dan sekaligus kemampuan mempertukarkan kation (cation exchange capacity) sehingga mengurangi pencucian unsur hara. Ada tiga fungsi utama kompos, yaitu:  suplai hara (kimia), suplai udara dan air (fisik) dan suplai energi jazad (biologi):

1Kompos sebagai Sumber Hara

Konsentrasi hara dalam kompos sangat rendah dibanding pupuk pabrik.

Proporsi menarik dari kandungan unsur hara dalam kompos tampak dalam bentuk komplek organik yang harus dirombak sebelum melepas hara tersedia (slow release).  Jadi, tidak semua akan tersedia untuk pertanaman pertama setelah aplikasi.

2. Kompos sebagai sumber Bahan Organik

Kompos, secara alami, sebagai bahan organik, harus dirombak dan ditransformasi oleh mikroorganisme sebelum masuk ke tanah.  Kebanyakan karbon dikonversi ke karbon dioksida (gas) dan sisanya dalam waktu singkat menjadi bahan organik tanah.

Sebagian kecil  bahan organik dikonversi ke humus, warna hitam atau coklat tua, koloidal, berupa sisa bahan organik tanah yang sangat komplek.

3. Kompos sebagai sumber energi  jazad hidup

Dekomposisi bahan organik kompos menghasilkan energi dalam kehidupan jazad dekomposer (heterotrofik).

 

Kiat Kompos Spektakuler

Kompos spektakuler dimaksud di sini yaitu kompos yang dibuat agar dapat berfungsi ganda (multiple complex), yaitu:  tata udara, air, nutrisi, dan kehidupan organisme tanah.

Teknologi meliputi pencampuran kompos dengan jazad dekomposer (makro/mikro, fauna/flora) dan diperkaya (enriched) dengan unsur hara esensial (unsur makro/mikro).

 

Contoh jazad dekomposer:  Vermikomposting (semi  makro fauna );   Biofertilizer ( agen hayati , Tumbuhan mikro ) → lihat  efektif-mikroorganisme-em

 

09 NovSOIL-Useful Compost Resources

 

USEFUL COMPOST RESOURCES

(PEMANFAATAN SUMBER KOMPOS)

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Bagaimana strategi pembuatan kompos tahunan yang efisien? Suatu cara pengaturan langsung di lapangan memudahkan memperoleh kompos yang efisien tanpa perlu kerja keras.

Caranya:  pada area yang memperoleh timbunan materi kompos, dibuat lubang pengomposan.  Pada bagian dasar lubang dilapisi bahan karbon (ranting, bahan kasar), selanjutnya daunan rontok dimasukkan ke dalam lubang hingga penuh.  Timbunan teratas ditutup dengan racikan rumputan sebagai lapisan penutup kompos daunan di bawahnya. Setelah kompos jadi, dipanen dan ditaruh di sebelah sisi lubang dan lubang kosong diisi kembali seperti semula. Dengan demikian, diperoleh kompos secara kontinyu sepanjang musim.

Ada lagi pertanyaan?? → Lihat bagan berikut:

 0

 

 1

(1)

2

(2)

3

(3)

3b

(4)

3c

(5)

2b

(6)

1c

(7)

1b

(8)

Keterangan:

1. Timbunan sampah tahunan (sistim rorak atau lubang),

2. Membuat dasar timbunan untuk tempat kompos jadi,

3. Lubang kosong tempat timbunan: bahan tertua berada di atas,

4. File racikan penutup ditimbun di muka: materi kompos utama ditimbun di belakang,

5. Tambahkan petutup, timbunan selesai,

6. Lubang kosong diisi lapis per lapis, dasar lubang diisi lapisan karbon,

7. Kompos jadi ditaruh di belakang lubang,

8. Pengisian ulang dimulai seperti halnya posisi awal.

 

Wendy Sue Harper, Ph.D.  Ecology Of Compost, Fertility, Testing, and Use.  Vegetable and Fruit Technical Assistance,  Advisor, Northeast Organic, Farming Association of Vermont. Scientific American 1991.

Klik: → UVM Master Composters 2010

 

03 SepSOIL-Compost Tea

 COMPOST TEA ~ TEH KOMPOS

  

Bahasan׃ Syekhfani

 

 Add foodstock 4

Teh Kompos (Compost Tea), merupakan ekstrak kompos jadi  (mature compost) melalui teknis  brewing (seduh, hingga berubah warna, aroma, rasa),  merupakan jenis cairan  ekstrak kompos yang dibuat untuk efisiensi aplikasi pupuk organik/kompos.

Mengapa kompos padat  perlu dijadikan  kompos cair (teh kompos)?

Alasan׃

  • Tidak semua kompos padat mudah diaplikasikan, contoh pada lahan padang rumput (lawn) → lihat׃  SOIL-Manajemen Padang Rumput.  Adalah sulit menambahkan kompos/pupuk organik ke  zona perakaran rumput tanpa menutup  vegetasi hamparan rumput tersebut.  Pemberian teh kompos bisa mengatasi masalah karena bisa masuk ke zone perakaran secara infiltrasi/perkolasi.
  • Sifat kelarutan teh kompos mudah dikendalikan (pH, Eh, EC, kadar unsur hara, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terdapat  senyawa-senyawa berguna bagi pertumbuhan tanaman (enzim, zat pengatur tumbuh, antibiotik, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terkandung  mikroorganisme antagonis berguna dalam proses biologi tanah (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan sebagainya).
  • Aplikasi teh kompos terbukti dapat memberikan keuntungan berupa perbaikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Namun, untuk pertimbangan soil amandement dan ameliorant, aplikasi kompos padat adalah yang efektif (lihat Pos: SOIL Manajemen Padang-Rumput).

 

Pembuatan Teh Kompos

Teknis sederhana membuat teh kompos adalah melalui “brewing” (seduhan).

Dalam cairan kompos terdapat banyak nutrisi untuk perkembangan mikroorganisme (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan lain-lain) yang bekerja dalam seduhan  teh kompos.

Berikut cara sederhana membuat teh kompos (Jared R. McKinley).

  • Pertama, masukkan pompa udara ke dalam wadah (bak atau tong) berukuran 5 galon yang mudah diaerasi dengan alat pompa aerator.  Pastikan setiap pojok cairan terkena aerasi.
  • Isi wadah dengan air hingga beberapa inci di bawah bibir wadah, diamkan selama satu jam agar gas khlor dan bahan anti mikroba (khususnya bila menggunakan air leding berkaporit) hilang atau ternetralisasi.
  • Selanjutnya, masukkan bahan kompos, gula atau tetes;  biarkan sekitar 24 jam dalam kondisi pompa bekerja terus menerus dan membuih rata dalam seduhan.  Jaga agar tidak terjadi semburan terlalu kuat dengan cara menggunakan batu saring di ujung selang aerator.
  • Hari berikutnya, cek teh kompos anda. Ia akan mengeluarkan bau sedap.  Bila yang keluar bau tidak sedap, berarti pembuatan seduhan tidak ideal;  tetapi teh kompos masih tetap bisa digunakan.  Aroma teh kompos ideal bila berbau tanah segar.
  • Segera aplikasikan teh kompos jadi (mature compost tea) ke lahan anda ke tanah maupun tajuk tanaman (kadang-kadang ditempatkan dalam wadah derijen plastik sebelum diaplikasikan).
  • Segera bersihkan wadah dan alat pembuat teh kompos anda agar tidak berkarat. Jangan gunakan wadah dan alat tersebut untuk kepentingan lain dan jangan gunakan diterjan/sabun anti mikroba.

Seduhan teh kompos sangat baik digunakan, tidak terlalu panas dan  tidak terlalu dingin. Menyeduh teh kompos sebaiknya dilakukan di tempat teduh dan terbuka. Jika suhu terlalu hangat, teh mungkin cepat menjadi anaerobik .  Jika dingin,seduhan aerobik bertahan lebih lama  (hingga sekitar 48 jam). Air akan berubah menjadi gelap, seperti kopi. Sekali lagi, gunakan indra penciuman dan perasaan anda sebagai tester.

Teh Kompos perlu ditambahkan secara rutin ke lahan. Manfaatnya telah dirasakan, lebih sehat, nyaman dan aman!

 

Bahan׃

 Jared R. McKinley, Guest Commentator 
DrWeil.com News

http://www.drweil.com/

 

29 AugSOIL-Grass Recycling

 

unduhan

GRASS RECYCLING ~ DAUR ULANG RUMPUT

 

Daur Ulang Rumput dari Alat Potong

 

 Tinjauan:  Syekhfani

Umumnya orang merasa risih, bila membiarkan potongan rumput di lapangan sehabis mengoperasikan alat potong rumput.  Seolah-olah mereka takut dikatakan “pemalas”, atau bekerja tidak tuntas.

Padahal, membersihkan sisa potongan rumput di lapangan bisa merupakan pekerjaan yang “merugikan” baik secara teknis maupun ekonomis.

Namun, apabila membiarkan potongan rumput tetap di lapangan begitu saja, juga bisa menjadi masalah:  tumpukan tidak merata, proses pengomposan dan daur ulang unsur hara pun tidak sempurna.

Oleh sebab itu, diperlukan teknis pemotongan dan daur ulang yang benar dan tepat, sehingga manajemen padang rumput berjalan dengan baik.

Petunjuk daur ulang rumput dari alat potong berikut bisa digunakan sebagai alternatif acuan.

 

Petunjuk Daur Ulang Rumput dari Alat Potong:

Manfaat membiarkan potongan rumput di padang rumput Anda berarti dapat menghemat sepertiga waktu perawatan lahan lahan Anda bila membiarkan potongan rumput di lahan.

Sisa potongan rumput mendaur ulang unsur hara, menghemat sekitar 25% biaya pupuk lahan Anda.

Menurut Dr Norman Hummel, Jr, Spesialis Turfgrass di Cornell University:  ”dalam satu ton potongan rumput segar mengandung unsur hara makro:  sekitar 15 pon nitrogen, 2 pon fosfor dan 10 pon kalium, dan sejumlah kecil unsur-unsur hara lain. ” Kita harus berhenti berpendapat bahwa potongan rumput adalah “sampah“.

Menurut pakar di University of Connecticut, potongan tersisa di halaman dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan meningkatkan aktivitas cacing tanah. Cacing tanah meningkatkan aerasi tanah dan pergerakan air dalam tanah, menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan tanaman.

Satu ton potongan rumput mengandung lebih dari 1.700 pon air. Membiarkan potongan di lahan menghemat uang upah tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya pembuangan.

Cara Daur Ulang: keberhasilan daur ulang potongan rumput di lahan Anda hanya butuh perawatan secara teratur.

Potong rumput Anda 3 sampai 31/2 inci;  jangan pernah memotong 2 sampai 21/2 inci atau menghilangkan lebih dari sepertiga daun. Hal ini akan memungkinkan rumput Anda memiliki sistem akar yang lebih mampu mencegah  pertumbuhan gulma, serangan penyakit dan kekeringan.

Gunakan pisau tajam pada alat potong atau bila ada gunakan mesin potong mulsa. Potongan halus dari pisau tajam akan mempercepat penguraian sisa potongan.

Hindari pemupukan berlebihan. Ingat, semakin banyak memupuk, semakin sering Anda harus memotong. Lebih baik bila menggunakan pupuk lambat tersedia (slow release) atau terkendali.

Jangan kelebihan air. Rumput membutuhkan curah hujan sekitar 1 sampai 2 inci hujan atau air irigasi per minggu. Jika dilakukan leb (penggenangan) sebelum diubah ke sistem sprinkler, biarkan air tergenang sekitar setengah jam. Alat pengukur hujan dapat ditempatkan di lahan untuk mengukur jumlah curah hujan dan air irigasi.

Lakukan diagnosis kelainan pertumbuhan tanaman rumput bila dirasakan diperlukan. Gunakan varietas rumput yang tahan terhadap stres lingkungan, penyakit dan serangga tertentu.

Hindari penggunaan herbisida dalam perawatan tanaman rumput.  Potongan rumput yang dirawat dengan herbisida jangan dimasukkan ke lahan (biarkan di luar lahan).

 

Sumber:

Horticulture Diagnostic Laboratory. Cornell University Cooperative Extension of Suffolk County.  www.ccesuffolk.org. Extension Education Center 423 Griffing Ave, Ste 100, Riverhead, NY 11901-3071, 631-727-4126. Bayard Cutting Arboretum, Mountauk Hwy, Great River, NY 11739, 631-581-4223.

 

26 AugSOIL-Compost Questions and Answers

Stage1

COMPOST QUESTIONS AND ANSWERS  ~ TANYA-JAWAB TENTANG KOMPOS


Composting at Home ~ Pengumposan seputar Rumah

 

Syekhfani

Pembahasan suatu topik praktikal akan lebih menarik dan efektif bila disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Format tanya jawab bersifat to the point (langsung) tanpa mengurangi fokus perhatian penerima materi bahasan.

Materi pertanyaan berkaitan satu sama lain dan konsisten sejak awal hingga akhir.

Pemilihan materi yang tepat merupakan cara cepat dalam mendukung dan mensukseskan suatu program.

Contoh berikut “tanya – jawab” tentang teknis pembuatan kompos dalam program menuju “sistem pertanian organik”.

 

Tanya – Jawab

Apa itu kompos?

Kompos adalah sisa tanaman yang terombak menghasilkan bahan yang disebut humus.

Apakah kompos memiliki nilai pupuk?

Ya, bahan terombak mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium, meskipun

dalam jumlah kecil. Penambahan pupuk ke kebun akan mempercepat proses pengomposan dan menambah unsur hara.

Bisa kompos digunakan sebagai pengganti pupuk di kebun?

Bisa digunakan sebagai sumber unsur hara, namun tidak cukup untuk memasok kebutuhan tanaman. Jumlah  unsur hara rendah dalam kompos tidak sebanding dengan keuntungan lain dari bahan organik.

Apakah perlu menambahkan kapur (kalsium) ke dalam kompos?

Hanya dalam jumlah cukup, terlalu banyak kapur dapat menyebabkan hilangnya nitrogen dari tumpukan. Kompos yang baik bila pH hampir netral.

Apakah perlu menambahkan inokulum ke tumpukan kompos untuk mengaktifkan proses pengomposan?

Inokulasi dengan mikroba disiapkan dapat mempercepat proses. Namun, telah ada cukup banyak mikroba dalam bahan kompos untuk memulai proses.

Haruskah tumpukan kompos perlu diperhatikan?

Tumpukan kompos perlu memiliki kadar air yang baik (lembab, seperti spon) lebih baik dari yang ditutupi dengan plastik atau karpet. Penutupan membantu menjaga tumpukan agar selalu lembab di musim kemarau dan mencegah terlalu basah di musim hujan. Namun, jika tumpukan terlalu kering atau basah akan menjadi masalah.

Apa bahan terbaik untuk kompos?

Kebanyakan material tanaman dapat digunakan untuk kompos. Daun mungkin bahan terbaik karena

ketersediaan dan kandungan organik, namun jenis bahan organik, seperti kotoran hewan, potongan rumput, sampah sayuran, ranting pohon dan semak-semak tanaman hias, bubuk kopi, dan serbuk gergaji dianggap bahan kompos yang baik. Gulma, seperti teki, harus dibiarkan di trotoar sampai benar-benar kering sebelum dikomposkan. Hindari kompos kotoran, daging dan produk susu, atau bahan terkontaminasi bahan kimia.

Bagaimana Anda tahu kapan Anda memiliki karbon yang tepat untuk rasio karbon:nitrgogen (C:N) 30:1 untuk pengomposan yang cepat?

Penelitian adalah cara terbaik untuk mengetahui nilai rasio karbon dan nitrogen dalam berbagai bahan. Buku-buku tentang kompos sering menyajikan angka kasar. Ingat, Rasio 30:1 merupakan rasio ideal yang menghasilkan kompos hangat. Kompos ideal billa efektif dalam jangka waktu lama.

Apakah perlu menghancurkan bahan untuk pembuatan kompos?

Makin halus materi kompos, semakin cepat dan merata dekomposisinya.

Apakah tumpukan kompos perlu dibalik?

Ya dan tidak. Membalik tumpukan akan memasok oksigen lebih banyak untuk populasi mikroba dan menggeser kompos di bagian pinggir ke tengah. Kompos dapat dibuat tanpa membalik, namun akan memakan waktu lebih lama.

Bagaimana Anda mengukur kadar air yang tepat untuk kompos?

Bahan harus terasa seperti spon yang diperas, lembab tapi ketika diperas tidak

lebih dari satu atau dua tetes air keluar dari sela jari. Beberapa bahan sangat kering (jerami, kardus

dan lain-lain) mungkin perlu direndam dulu agar mencapai tingkat kelembaban yang cukup.

Apakah tumpukan kompos memiliki bau ofensif?

Sebagai aturan umum, kompos tidak menghasilkan bau ofensif jika kompos ditempatkan di sebuah kotak dengan ventilasi yang memadai. Jika pupuk kandang yang digunakan, bau dapat dideteksi saat hari pertama atau kedua, tetapi akan hilang begitu proses pengomposan dipercepat.

Apa yang dapat dilakukan tentang tumpukan yang bau?

Tumpukan bau yang paling sering disebabkan oleh kurang aerasi. Bakteri “anaerob” menyebabkan bau telur busuk. Tumpukan bau harus diaktifkan untuk menambahkan udara dan mendorong bakteri “aerobik“. Daerah basah padat harus dilonggarkan dengan garpu, dan bahan kering kasar seperti jerami atau batang jagung dapat dicampurkan untuk membantu drainase, menyerap air dan menciptakan ruang udara.

Kapan kompos siap digunakan?

Ketika suhu tumpukan normal kembali dan bahan organik dengan mudah lepas, maka kompos siap digunakan. Proses pengomposan rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam sampai delapan bulan, meskipun tumpukan ditangani secara ideal mungkin memakan waktu kurang dari delapan minggu untuk menjadi kompos.

Bagaimana kita dapat menggunakan kompos?

Kompos dapat digunakan untuk menyuburkan kebun, pohon-pohon dan semak-semak, mengubah kesuburan tanah di seputar rumah.

Apa perbedaan antara kompos dan mulsa?

Kompos adalah bahan organik hancur. Mulsa adalah bahan organik atau anorganik—digunakan sebagai penutup permukaan tanah untuk menekan gulma, menjaga kelembaban, dan mencegah erosi. Kompos termasuk salah satu bahan mulsa. Mulsa lainnya termasuk kerikil, serpihan kayu, plastik, kain dan serbuk gergaji.

Bagaimana kayu / serpihan kulit kayu dibuat lebih cepat untuk kompos?

Menjadikan serpihan membuka permukaan lebih luas dan menambahkan nitrogen yang keduanya dalam batas tertentu akan mempercepat dekomposisi serpihan kayu.

Mengapa tidak boleh menggunakan produk susu, daging, dan ikan untuk membuat  kompos?

Produk hewani menarik lalat, tikus dan hama lainnya yang membawa penyakit.

Lihat:

Robert Polomski. Compost Questions and Answers.  The SC Master Gardening Training Manual Extension Associate Department of Horticulture, Clemson University.

South Carolina Gardening & Recycling Organics Wisely Composting at Home

http://www.bcgov.net/departments/Engineering-and-Infrastructure/solid-waste-and-recycle/documents/grow_cmp.pdf

19 AugSOIL-Composting in Practices

a4. Akar medium kompos

COMPOSTING IN PRACTISES ~ PENGOMPOSAN DALAM PRAKTIK

Dari “Back to Eden” ~ Prinsip Dasar Praktik ~ Pertanian  Organik

Ulasan:  Syekhfani

 

Menyimak tayangan film  “Back to Eden” > SOIL: Kembali ke Eden – Back to Eden

Tercatat prinsip-prinsip dasar yang diaplikasi dalam praktik pertanian (organik):

Kondisi alami sebagai modal dasar adalah: lahan kebun (tanahairtanamaniklim, dan sistem pengelolaan).

Tanah, kondisi setempat.

Tanaman, hortikultura buahan dan sayuran.

Iklimtemperate.

Sistem, pertanian terpadu (integrated):  pemanfaatan bahan mineral alam (batuantanah mineral), bahan organik alam (seresah), daur ulang sisa tanaman (pangkasansisa daun kering);  dan ternak (ruminan dan unggas).

Pengelolaan, secara individu (keluarga dan tetangga), fasilitas mekanisasi untuk pengolah kompos dan irigasi sprinkle.

 

m. Apel tanpa daun

Apel (tanpa daun) ~ daun gugur musim dingin (Bahan Organik)

4b

 Batu dan tanah mineral (Bahan Mineral)

2b

Seresah alami (Bahan Organik)

k. Biomas pangkasan

Sisa pangkasan (Bahan Organik)

4d

Diadukkan ke tanah (Incoorporating) 

a00. Larikan tanaman

Ditutupkan di permukaan (Mulching)

a0. Benih berkecambah

Pembenihan (Germinating)

n

Tanaman Sayuran

x

Tanaman Buahan

n. Pakan hijauan ayam

Ternak (ayam)

Active is live ~ Creative is live more ~ Inovative is useful live!

 

04 AugSOIL- Make Good Compost


MAKE GOOD COMPOST ~ MEMBUAT KOMPOS YANG BAIK

Solusi Satu Masalah ~ Muncul Masalah Baru ~  Solusi Lebih Lanjut?!

Tinjauan:  Syekhfani

 

Kemajuan teknologi inovasi, membawa konsekuensi munculnya masalah baru yang memerlukan solusi untuk memperoleh inovasi teknologi lebih baru berikutnya.

Hal demikian ini adalah masuk akal, karena kemajuan menyebabkan perkembangan kehidupan yang lebih baik, populasi meningkat diiringi kebutuhan juga meningkatmasalah baru muncul, perlu solusi untuk memperoleh inovasi teknologi baru ~ demikian seterusnya…

Filosofinya:  hidup itu dinamis ~ berubah mengikuti perubahan waktu!

Dalam perkembangannya, teknologi pengomposan makin hari makin maju, dari cara sederhana (alami), hingga inovasi teknologi:  bantuan jazad dekomposer, bahan pengondisi, dan pengkayaan unsur hara (nutrient enrichment).  Berbagai kelemahan dalam proses pengomposan pun diantisipasi, misalnya lama pengomposan, kualitas, dan kendala-kendala bau, suhu ekstrim, hama/penyakit, gulma, dan sebagainya.

Namun, upaya pencapaian hasil kompos yang baik,  tampaknya belum final, karena muncul dampak susulan seperti terjadi polusi unsur hara dari lahan pertanian yang masuk ke jaringan perairan nasional.

 

LMA2

 

Bagi petani organik dan berkelanjutan (Christine Ziegler Ulsh dan Paul Hepperly, PhD: http://www.newfarm.org/depts/NFfield_trials/2006/0413/compost.shtml, kompos adalah solusi untuk memanfaatkan kotoran ternak dan sisa tanaman sekaligus sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanah.

Penelitian tentang kompos selama dekade terakhir banyak dilakukan;  misalnya oleh  petani dan ahli tanah di Institut Rodale dan organisasi lain, yang menemukan cara lebih aman, efektif dan berkelanjutan merubah bahan organik sisa menjadi sumber daya yang meningkatkan kesuburan tanah yang sehat dan seimbang. Kemajuan penelitian terbaru di Institut Rodale selangkah besar lebih maju dalam ilmu kompos: melalui pendekatan perbaikan yang dirancang seperti proses pembentukan tanah alami, sehingga unsur nitrogen dan fosfor dalam kompos tidak tercuci air hujan selama pengomposan.

Hasilnya menunjukkan bahwa resep baru yaitu mencampurkan tanah liat, kalsium, asam humat dengan sisa daun/kotoran, mampu:

· Mengurangi kehilangan nitrogen (N) hingga 90 persen dan fosfor (P) hingga 75 persen.
· Mempercepat pematangan kompos, dan
· Mengurangi Bakteri patogen.

 

Resep baru tersebut tidak banyak mengubah proses pembuatan kompos sederhana umumnya:

• Kompos dibuat dari 25 hingga 40 bagian (berat) bahan kaya karbon (disebut bahan “cokelat” ~ daun, jerami, koran, atau serbuk gergaji) dengan satu bagian bahan kaya nitrogen (pupuk kandang, bahan “hijau” ~ legum,  atau sisa makanan).

• Tumpukan sering dibalik agar semua bahan tercampur dan mendapatkan udara segar (membiarkan peningkatan suhu berarti terjadi penguapan nitrogen).

• Tunggu 3-12 bulan (atau lebih) sampai tumpukan kompos matang, warna gelap dan tidak tampak masih ada bahan mentah.

Tahun demi tahun, perkembangan ilmu pertanian mempelajari lebih jauh bagaimana proses sederhana bekerja dan bagaimana mengatasi kekurangannya—komposisi bahan, ukuran partikel, kelembaban, pH, ukuran bedengan, dan cara dan frekuensi membalik—untuk memperoleh produk lebih baik dan lebih cepat. Percobaan menunjukkan bahwa , di antara kompos, pupuk sintetik dan kotoran segar mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman secara kompetitif, hanya kompos secara nyata memperbaiki bahan organik tanah. Bahan organik tanah adalah kunci pengondisi tanah menjadi lebih baik saat musim kemarau dan menjaga kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan saat musim hujan (Soil organic matter is the key to conditioning the soil for better performance during drought and guarding against excessive nutrient runoff in wet conditions).

Hanya saja tahun terakhir ini, begitu unsur hara pertanian meningkatkan polusi jaringan perairan nasional, orang-orang mulai mempertanyakan: Bagaimana kompos mempengaruhi sebaran unsur hara? Berapa jumlah unsur hara hilang selama pengomposan di lapangan? Dan unsur apa saja yang hilang selama proses pengomposan?

 

Penyelesaian satu masalah, dapat mengundang masalah baru untuk diselesaikan!

 

03 AugSOIL-Private Composting

 

PRIVATE COMPOSTING ~ PENGOMPOSAN SENDIRI

Mudah ~ Berlimpah ~  Gratis ~ Indah ~ Sehat

Bahasan dan Foto-foto:  Syekhfani

Pemanfaatan sisa bahan organik seputar rumah tangga, merupakan alternatif solusi dalam menciptakan lingkungan sehat, nyaman, indah dan menguntungkan.

Sisa gulma, pangkasan tanaman, sisa sayuran, dikembalikan ke kebun setelah melalui proses pengomposan (decomposition).

Pengomposan dilakukan dalam bak atau tong sampah yang dirancang sesuai dengan persyaratan pembuatan kompos yang baik:  cukup udara, lembab, suhu optimal, dan bebas penyakit.  Hal ini hanya sedikit memerlukan modifikasi terhadap bak atau tong sampah yang ada.

Selanjutnya, pengomposan dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sesuai polesi masing-masing;  misalnya pengomposan alami (naturally), cacing tanah (vermicomposting), dan lain-lain (etc).

Berikut praktek pengomposan sendiri di rumah penulis:

1

Bak sampah dikonversi menjadi bak kompos

2

Bak penuh kompos sisa kebun

3

Stratifikasi bahan kompos (dari atas ke bawah):  kasar > halus > kompos jadi > bedeng cacing tanah

4

Stratifikasi bahan kompos:  kompos jadi (agak kering, kanan atas), bedeng cacing (basah, bawah)

5

Bagian dasar bak kompos:  bedeng cacing tanah

6

Bahan kompos:  setelah pembalikan

Berikut tambahan wacana tentang pembuatan kompos sendiri:

COMPOST 101

by: National Gardening Association Editors

Salah satu pupuk alami yang terbaik untuk menyuburkan tanah tersedia gratis. Kita dapat memecahkan beberapa masalah lingkungan pada waktu bersamaan, yaitu membuat kompos sendiri (private composting) dan “membantu” mengurangi kepadatan tempat pembuangan sampah.

Masyarakat memerlukan biaya khusus untuk mengambil dan membuang sampah dari bak atau tong sampah rumah tangga, sebenarnya hal tersebut bisa kita lakukan sendiri. Daun, potongan rumput, dan bahkan limbah sayuran dari dapur adalah sumber bahan kompos.

Membuat kompos adalah sederhana dan murah. Ini adalah sedikit seperti membuat lapisan-lapisan sisa bahan organik dan kemudian dibiarkan semuanya menjadi kompos.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan wadah buatan sendiri yang dibuat dari kawat las, blok beton, atau kisi-kisi dari kayu – untuk membentuk tumpukan 3-5 meter dan tidak lebih dari lima meter. Atau, kita dapat membeli kotak/tong sampah jadi berbagai jenis, bentuk dan ragam yang memudahkan proses  pengomposan mudah dan cepat.

Resep untuk kompos adalah mengatur udara, kelembaban, suhu dan penambahan lapisan bahan limbah seperti daun, potongan rumput, sampah dapur (tidak daging atau tulang), gulma dari kebun, dan sebagainya. Semua dimasukkan ke tempat sampah dengan waktu yang cukup terurai menjadi kompos.

Namun, kita dapat membuat kompos hanya dalam waktu beberapa minggu dengan membuat tumpukan dan memanaskan bahan tidak lebih dari 60 derajat Celsius, membunuh benih gulma atau bakteri berbahaya dalam kompos. Timbunan kompos terdiri dari lapisan bahan kaya karbon (misalnya daun), diseling dengan lapisan kaya nitrogen (pupuk kandang, alfalfa, tepung biji kapuk).

Menu klasik pekebun organik membuat kompos yaitu membuat lapisan bahan sayuran tebal sekitar 10 cm, lapisan kotoran tebal sekitar 5 cm, kemudian ditambahkan selapis tipis tanah dan kapur. Lapisan kompos ini diulang sampai tumpukan setinggi tiga sampai lima meter. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian atas untuk tempat menyiram.

Semakin kecil cacahan, semakin cepat terdekomposisi oleh berbagai jenis bakteri. Sebuah mesin pencacah (chipper) menjadi perangkat penghalus kompos yang sangat membantu. Bahan kayu kasar dijadikan alas dasar untuk tempat kompos.

Dalam sekitar dua minggu, bakteri akan mengurangi banyak bahan dalam tumpukan kompos dan menyebabkan timbul panas, kemungkinan terjadi kekurangan oksigen. Tumpukan sekarang perlu dibalik untuk diangin-anginkan.

Ada banyak berbagai teknis pengomposan, sebagai contoh:

• Menjaga pasokan cacing tanah merah di bagian dasar tanah untuk kompos limbah dapur.

• Mencampur sejumlah kecil sisa sayuran dalam blender dan menambahkannya ke tanaman hias.

• Cukup membenamkan sisa dapur ke dalam medium bunga atau sayuran di kebun.

Limbah sayuran, termasuk bubuk kopi dan kulit telur – bahkan rambut, bulu, abu kayu, kerikil dan kerang – dapat dikomposkan bersama dengan limbah kebun. Bahan yang harus dihindari untuk kompos adalah daging dan tulang, sejumlah besar serbuk gergaji, kotoran hewan, dan tentu saja logam, kaca atau plastik.

Ketika kompos berubah menjadi Tanah lalu diayak melalui kain kasa dapat diaplikasikan untuk medium pot tanaman hias atau dikembalikan ke kebun.

Lihat →  http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=1357

© 2013 National Gardening Association
237 Commerce St Suite 101, Williston, VT 05495
Contact Us | Privacy Policy