19 MarPupuk dan Pupuk Kandang

 PUPUK DAN PUPUK KANDANG

(Fertilizers and Manures)

 Simpson, Ken

Pupuk kandang, adalah sisa produk tumbuhan dan hewan di lahan yang didaur dengan cara memasukkan langsung ke dalam tanah. Sedang kotoran ternak, terlebih dulu diproses atau disimpan sebelum disebarkan ke tanah.

Sisa tanaman seperti tunggul, jerami, akar tanaman dan kernel umbi kentang, yang dikembalikan langsung ke tanah juga dinilai sebagai pupuk.

Beberapa tumbuhan tertentu ditanam dan dibajakkan langsung ke tanah dinilai sebagai “pupuk hijau“.  Pupuk kandang dan urin dianggap petani sebagai hasil samping sistem pertanian yang bermasalah dalam penyimpanan dan penimbunan;  sehingga  jarang dikonservasi dengan baik dan umumnya ditimbun di tempat kosong.

Penyebaran kotoran ternak dengan mesin merupakan teknik mutakhir dalam aplikasi pupuk kandang;  lebih homogen dan lebih mudah dari pada sistem potong-timbun-setempat.

Masih banyak ragam cara memasukan unsur pupuk kandang ke tanah  dari satu tempat ke tempat lain di lapangan dibandingkan pupuk artifisial.

Mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan konservasi secara teliti dan ditebarkan sesegera mungkin dan diaduk rata (incorporate) dengan tanah pada aplikasi tahun pertama dalam program jangka panjang.

 

Pupuk Kandang sebagai Sumber Hara

Konsentrasi hara dalam pupuk kandang sangat rendah dibanding pupuk pabrik.

Satu ton pupuk kandang tradisional terbuat dari jerami menyuplai N, P, dan K hanya setara konsentrasi 50 – 100 kg pupuk kompon modern.

Di pihak lain, pupuk kandang juga menyuplai sejumlah kalsium, magnesium, sulfur, dan unsur mikro;  namun semuanya diabaikan dibanding pupuk modern.

Bila kita lakukan konservasi dan pencampuran ke dalam tanah akan memberikan penghematan sejumlah kebutuhan pupuk.

Proporsi menarik dari kandungan unsur hara dalam pupuk kandang tampak dalam bentuk komplek organik yang harus dikomposkan sebelum melepas hara tersedia.

Jumlah unsur hara N, P2O5, dan K2O yang tersedia pada setiap jenis pupuk kandang bervariasi menurut jenis ternak dan jenis pakan.

Unsur hara tersisa setelah pertanaman pertama bisa menjadi tersedia bagi pertanaman berikutnya meskipun ia tidak mungkin diramal secara akurat di mana dan berapa yang akan tersedia.

Pupuk kandang, secara alami tergolong sumber bahan organik; dirombak dan ditransformasi oleh mikroorganisme tanah.  Karbon dikonversi menjadi karbon dioksida dan sisa karbon dalam waktu singkat akan menjadi senyawa organik tanah.

Sebagian kecil  bahan organik dikonversi ke humus, berwarna hitam atau coklat tua, koloidal, berupa sisa bahan organik tanah yang sangat komplek dan sangat menentukan sifat potensi kesuburan tanah;  karena ia merupakan komponen tanah yang berperan meningkatkan kemampuan memegang air bagi tanaman, sekaligus meningkatkan KTK, sehingga dapat mengurangi pencucian unsur hara.

 

 Fertilizers and Manures

Lihat: Simpson, Ken.  1986. Fertilizers and Manures. Publ. in United States of America by Longman Inc. New York. 254 p.