10 JulBawang Ise-ise (Bawang Dayak)

OBAT TRADISIONAL

Suku Dayak

Syekhfani

Bawang Ise-ise (Semende-Suku tempat asal Penulis), juga disebut sebagai “Bawang Dayak”, adalah sejenis tanaman umbi-umbian, yang umbinya tidak terlalu besar seperti halnya bawang merah (onion) ataupun bawang putih (garlic).

Tanaman ini kadang tumbuh liar atau ada yang menanamnya sebagai tanaman obat tradisional.

Di tempat asal penulis, umbi bawang Ise-ise dicabut dan dibakar, kemudian dikonsumsi sebagai lalapan biasa.

Ada yang mengatakan, mengkonsumsi bawang Ise-ise dapat mencegah penyakit kanker, jantung, diabetes, masuk angin, encok, dan sebagainya.

Ada pakar yang meneliti kandungan anti oksidan pada bawang Ise-ise.

Berikut gambar bawang Ise-ise dalam pot (koleksi penulis):

1. Bawang Dayak (post)

Tanaman Bawang Ise-ise

Dari upload:

2. Bawang-Dayak-Tanaman-Obat-dengan-Sejuta-manfaat-100x80

3. IMG_20160506_223736-100x80

Tanaman bawang Ise-ise tidak menuntut syarat tumbuh spesifik, dan mudah tumbuh pada kondisi marginal.

Bila dibudidayakan secara khusus, penulis yakin akan mudah melakukannya dan dapat memberi keuntungan bila dijual sebagai obat tradisional.

11 AprBUAH KEPAYANG

BUAH Kepayang

(TRADISIONAL SERBA GUNA)

Sayur ~ Bumbu ~ Umpan

Syekhfani

Buah Kepayang [Kepayangkluwekkeluwekkeluak, atau  kluak  (Pangium edule  Reinw.  ex  Blumesuku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam  Flacourtiaceae, adalah  Tumbuhan  pohon tumbuh liar atau setengah liar. Orang  Sunda  menyebutnya  picung  atau  Pucung  (begitu pula sebagian orang  Jawa Tengah) dan di  Toraja  disebut  pamarrasan)] → Kepayang

Termasuk buah langka berguna: Lihat →  SOIL-Buah Langka Berguna

Berikut buah “Kepayang” dari pohon, sayur, bumbu hingga umpan wuwu:

gambar (1)

Pohon Dan Buah, Besar, lonjong, seperti buah pohon mahoni (Mahogany), (gurihberacun, memabukkan )

  gambar (4)

Buah Tua, mengerut , mengeriput  dan pecah

gambar (3)

Buah Segar Tua, dibelah, berdaging, biji buah bahan yang dikonsumsi

(Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan lain lain)

  gambar (7) 

Daging buah, buah tua/setengah tua, berupa bahan sayur (picung Sunda)

gambar (6)

 Angen picung (Sunda), siap dinikmati

 sgambar (8)

 Buah Tua , Daging buah kering berminyak, dijadikan umpan  wuwu/bubu penangkap ikan (Semende, Sumatera Selatan)

Hidangan Rawon

Hidangan Rawon (bumbu kluwek), masakan Khas Jawa

 Buah Langka bernilai  gizi  Dan  Obat !

29 JulSOIL-Traditional Mixed Garden

 

 

TRADITIONAL MIXED GARDEN ~ KEBUN CAMPURAN TRADISIONAL

 

Diversifikasi – Tanaman Sekunder – Kebutuhan Sehari-hari

 

Syekhfani

 

Traditional Mixed Garden (Kebun Campuran Tradisional), adalah sebidang lahan di tepi sawah, atau sekitar dangau (tempat tinggal di sawah atau ladang);  berupa lahan  budidaya tanaman sekunder ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani sehari-hari.

Kebun campuran tidak luas, dikelola secara tradisional,  seadanya (alami), dan tidak ada perawatan khusus.

Pengelolaan dilakukan saat tidak bekerja, atau sedang istirahat dari pekerjaan utama. Seringkali dibantu bu Tani atau anak-anak pak Tani.

Sistem budidaya pertanian tradisional semacam ini, umumnya  tidak mengikuti pola tertentu, dan banyak dijumpai di luar pulau Jawa.

Jenis tanaman meliputi:  buah-buahan (buahan), sayur-sayuran (sayuran), obat-obatan (obatan)/rempah-rempah (rempah), dsb (etc);  ditanam campuran secara acak (tidak teratur), tetapi mengikuti strata tajuk:  pohonsemakrumput.

Stratifikasi menghindari kompetisi penuh terhadap cahayaudaraair, maupun unsur hara.

Umumnya jenis tanaman kebun campuran tersebut, adalah:

 

POHON

Buahan:  mangga, durian, rambutan, nangka, dll (etc).

Sayuran: nangka, petai, keluwih, melinjo, kelor, dll.

Obatan/Rempah: cengkeh, pala, kayu manis, dll.

 

SEMAK

Buahan:  jeruk, sawo, jambu biji, dll.

Sayuran:  lamtoro, ubikayu, kacang-kacangan, tomat, lombok, terong, talas, dll.

Obatan/Rempah:  serai, lengkuas, daun-salam, dll.

 

RUMPUT

Buahan:  ciplukan (Jawa), dll.

Sayuran:  bayam, kangkung, seledri, dll.

Obatan/Rempah:  kunyit,  jahe, kencur, dan sebagainya.

 

Bagaimanapun, kebun campuran sangat membantu petani tradisonal subsisten memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

 

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/soil-klasifikasi-sistem-agroforestri-3/

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/06/4100/

 

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

21 MaySOIL-Transportasi Sungai

  

SUNGAI SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI

(RIVER AS A TRANSPORTATION MEDIUM)

 

Contoh:  Sungai Mahakam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

 

IMG_0001

 

Foto-foto:  Syekhfani

  

Transportasi sungai – River transportation, termasuk satu dari tiga jenis sarana transportasi umum:  darat, udara dan air.

Trasnportasi air antar pulau, negara dan benua melalui sarana lautan;  sedang antar tempat di daratan pulau, melalui sarana sungai.

Di pulau-pulau besar di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Papua, atau pulau-pulau di mana sungai dapat dilalui perahu, tongkang, atau kapal, maka fungsi utama sungai selain untuk irigasi, industri, inergi listrik, dan lain-lain, populer sebagai sarana transportasi.

Sarana transportasi sungai berkembang sesuai tingkat kebutuhan dan pembangunan daerah setempat dalam hal revitalisasi sosial-ekonomi-budaya daerah.

Salah satu contoh menarik dalam hal transportasi  tradisional hingga modern, yang mecerminkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya lokal, dijumpai di sungai Mahakam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di sungai Mahakam, satu dari tiga sungai besar di pulau Kalimantan (Barito, Mahakam, Kapuas), dijumpai kesibukan rutin luar biasa sehari-hari menggunakan alat transportasi perahu kecil hingga kapal besar (kapal samudra) .

Lebih menarik lagi, terdapat semacam pasar tradisional (traditional market) komplit.  Ada jualan barang peracangan (bahan-bahan dan alat-alat dapur), sayur-sayuran, buah-buahan dan bahkan juga warung makan.

Barang-barang tersebut dijual di tempat atau dijajakan dari rumah ke rumah (door to door).

Pasar tradisional ini, selain menarik dan spektakuler, juga berfungsi sebagai sarana olahraga (sport) dan rekreasi (recreation) yang menyenangkan dan unik.

IMG_0002 (2)

Kapal besar (ships)

 IMG_0002

Kapal angkut barang (carrying boat)

IMG_0003

Ubikayu (cassava roots)

IMG_0004

Bahan sayur borongan (bulk vegetable raws)

IMG_0005

Peracangan (kitchen tools and food raws)

IMG_0006

Nasi bungkus (wrapping rice)

IMG_0007

Soto ayam (chicken soup)

IMG_0008

Menjajakan dagangan dari rumah ke rumah (door to door) menggunakan alat transportasi perahu

06 AprSOIL-Teknologi Pertanian Berlanjut

   

LAHAN KERING – TROPIKA  – SUBSISTEN

 

Garrity (1993) menulis dalam Technologies for Sustainable Agriculture in the Tropics”, yang prinsipnya sejalan dengan hasil telaahan Lindert (2000), dalam “Shifting ground, The changing agricultural soils of China and Indonesia”, beberapa hal sebagai berikut:

  • Peningkatan populasi  penduduk petani subsisten terjadi di tanah-tanah lereng tak subur,  memacu kecepatan degradasi dan erosi tanah.
  • Di Indonesia, pemukiman di lahan kering tidak subur di luar Jawa berkembang cepat, berkaitan dengan migrasi spontan ataupun program transmigrasi pemerintah.
  • Kehilangan kesuburan dipacu oleh ulah manusia, iklim dan geologi.
  • Daerah geografi lereng gunung berapi muda dan curah hujan tinggi (1500-3000 mm), terjadi peningkatan populasi manusia lebih cepat.
  • Umumnya lahan kering di Asia Tenggara agak dangkal,  kejenuhan Al tinggi di subsoil;  sehingga perkembangan akar masuk ke dalam tanah dihambat oleh keracunan Al yang   mengurangi ketersediaan unsur hara dan cadangan air.

Selanjutnya, Garrity mengemukakan beberapa teknologi yang perlu dievaluasi dan dikembangkan sesuai kondisi ekologi lahan kering di tingkat petani, adalah:

(1) Sistem tanaman pagar kontur,

(2) Fosfor sebagai penghambat kritis,

(3) Pengurangan pengolahan tanah,

(4) Pengembangan sistem bera, dan

(5) Diversivikasi budidaya lahan sempit.

 

Teknologi lahan kering perlu dikembangkan untuk mendukung teknologi lahan sawah!

Sumber:

Dennis P. Garrity.  1993. Sustainable land-use systems for sloping uplands in Southeast Asia. p. 41-66;  in Technologies for Suatainable Agriculture in the Tropics.Southeast Asian Regional Research Programme, International Centre for Research in Agroforestry, Bogor, Indonesia. Amer. Soc. Of Agron, Inc. SSSA, Inc. ASA Special Publication No. 56.

 

22 MarSOIL-Fitoremediasi

  

PENCEMARAN TANAH DAN AIR – LOGAM BERAT – REMEDIASI

 

Tanaman Remediator:  Tidak dimakan  – Tidak mengganggu kesehatan

 

 

 Pencemaran lahan terjadi dari kegiatan penambangan, pertanian, limbah pabrik, limbah pemukiman, limbah kota, timbunan sampah, dan sebagainya.

  •  Pencemaran bisa berupa gas, cair, dan padat, masuk ke lahan mencemari tanah, air, tanaman, hewan dan manusia.
  •  Pencemaran bersifat langsung atau tidak langsung berdampak kepada kehidupan tumbuhan, binatang, atau manusia.
  • Upaya mengatasi pencemaran meliputi pencegahan (preventif) atau penganggulangan (kuratif).
  • Lahan tercemar dibersihkan (sanitasi)  menggunakan berbagai cara misalnya bahan “pengondisi tanah” atau “remidiasi” dengan bantuan tanaman (Fitoremidiasi).
  • Fitoremeditor bersifat toleran terhadap kandungan logam berat tinggi (akumulator logam – “metal accumulator”).
  • Fitoremidiator tidak boleh dimakan atau digunakan untuk keperluan yang menyangkut kesehatan.
  • Dapat digunakan untuk bahan baku industri kerajinan rumah tangga (handy craft).
  • Contoh jenis tanaman untuk fitoremidiasi:

 

 

Pencemaran Lahan Upland (lahan kering)

   

 vetiveria-zizanioides[1]

  

Akar wangi- Vetiveria zizanioides (L.) Nash – Poaceae.  Akar wangi adalah sejenis rumput abadi dengan kemampuan adaptasi ekologis yang kuat dan produktivitas biomas yang besar, mudah dikelola dan tumbuh dalam kondisi tanah berbeda, merupakan fitoremediator ideal untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Akar wangi mampu tumbuh pada lahan yang terkontaminasi logam berat: bekas tambang maupun bekas minyak, dan mampu mengakumulasi logam dalam konsentrasi yang tinggi (J. Purwani Balai Penelitian Tanah).   Link:  Akar wangi

 

Pencemaran Lahan Lowland (lahan tergenang)

  

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Purun tikus  - Eleocharis dulcis – Cyperaceae -  merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus dengan pH 6,9 – 7,3, tetapi juga mampu tumbuh dengan baik pada tanah masam.  Purun tikus ditemukan di daerah terbuka di lahan rawa atau daerah persawahan yang tergenang air, pada ketinggian 0 – 1.350 m di atas permukaan laut;  tumbuh baik pada suhu 30 − 35°C dan kelembapan tanah 98 – 100%.  Link:  Purun-tikus

 

Pencemaran Air (waduk, rawa)

 

 10092009036-001[1]

 

Eceng gondok atau enceng gondokEichhornia crassipes – Pontederiaceae.  Indikator kondisi tergenang, air mengalami eutrifikasi, kaya unsur hara.  Dijumpai di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).  Link:  Eceng-gondok

Kerajinan industri rumah tangga (handy craft).  Link:  Pangrajin-anyamam-bahan-enceng-gondok 

 

03 MarSOIL-Plasma Nuthfah III

 

TUMBUHAN  EKSOTIK  – TROPIKA INDONESIA

  

Langka – Tradisional – Alami – Budidaya

 

Muncul “bunga” pada kondisi medium/tanah optimal:  cahaya, suhu, kelembaban, nutrisi, dan musim yang khusus

 Anggrek hitam (Coelogyne-Pandurata)

Anggrek Hitam atau Black OrchidCoelogyne pandurata Lindley, pada lidahnya terdapat warna hitam;  tersebar di Malaysia, Sumatera, Kalimantan dan di Filipina (Mindanao, Luzon dan pulau Samar). Pada umumnya tumbuh pada pohon tua, didekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas. link –>  http://www.anggrek.org/sp/coelogyne-pandurata

arumdalu[1]

Sedap malam- Arum dalu (Cestrum nocturnum) – Bunga kuno ini dulu banyak ditanam di rumah-rumah tradisional Jawa, terutama dekat pintu masuk pekarangan.  Mekar malam hari dan sangat harum;  lama mekar hanya sehari, layu kemudian muncul bunga baru.  Berbunga sepanjang tahun, dan dapat dibiakkan melalui teknis pencangkokan.  lihat:  Referensi.Tanaman.Rambat.yang.Memikat

20120829Amorphopallus_Titanum[1]

Bunga bangkai  (Amorphophallus Titanum) yang masih kuncup kembali ditemukan di Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di areal perkebunan karet milik masyarakat setempat. –> bunga-amorphophallus-titanum-ditemukan-di-solok-selatan.

kantil-cempaka-putih-michelia-alba-2[1]

Cempaka putih (Michelia alba) – I’ve been waiting to write about this cempaka putih for so long. At last it blooms in March 2011 and I get to take a few pictures to share here.  lihat:  michelia-alba-cempaka-putih

cempaka-gondok(Talauma candolli)

Cempaka gondokTalauma candollii B. L. – Mempunyai bunga yang sangat harum sehingga sering digunakan sebagai pewangi. Bunganya juga berkhasiat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tanaman ini mempunyai ciri umum, habitusnya perdu, batangnya bulat berkayu dan percabangannya monopodial.   lihat:   –> Talauma candollii

 Kacapiring atau Kaca Piring(Gardenia augusta)

Kacapiring (Gardenia augusta Merr.) – Kacapiring (Gardenia) banyak dipelihara sebagai tanaman hias atau pagar hijau, memiliki aroma bunga harum; tergolong perdu tahunan serta memiliki cabang, ranting, dan daun lebat;  mudah tumbuh di sembarang tempat, daerah dingin atau panas. Namun, lebih cocok di  pegunungan atau ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaaan laut.  lihat:  Kacapiring

 Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P. )

Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P) – berasal dari Meksiko dan termasuk tanaman beracun. Di Indonesia, umumnya tumbuh liar di daerah yang lembab sebagai penutup jurang atau digunakan sebagai pagar hidup maupun perdu hias. lihat: –> kecubung-gunung-obat-nyeri-haid

 Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) – Daun, bunga, dan akar Hibiscus rosa sinensis mengandung flavonoida - daunnnya mengandung saponin dan polifenol;  bunganya mengandung polifenol;  serta akarnya mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.  lihat:  Kembang sepatu

 17022012077

Kemuning (Murraya paniculata) – Berupa semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 – 8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. lihat:  Kemuning-murraya-paniculata-l-jack

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla)

Kenanga (Cananga odorata fa. macrophylla) – adalah nama bagi sejenis bunga dan pohon yang menghasilkannya. Ada dua forma kenanga, yaitu macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa, dan genuina, dikenal sebagai kenanga filipina atau ylang-ylang. Selain itu, masih dikenal pula kenanga perdu (Cananga odorata fruticosa), yang banyak ditanam sebagai hiasan di halaman rumah.  – lihat:  Kenanga-cananga-odorata

 melati putih (Jasminum sambac)

Melati putih (Jasminum sambac) – Bunga melati selalu berwarna putih. Walau tumbuhan ini  mempunyai ukuran kecil tetapi mengeluarkan aroma  wangi dan  dapat bermanfaat bagi kesehatan, terutama refleksi dan menghilangkan stress.  lihat:  Melati-putih-jasminum-sambac

macro[1]

Kantong Semar – Nephenthes (Nepenthes macrophylla) – lihat:   Nepenthes

dan lihat pula kantong semar pembawa “hoki”:   plantamor.com

 rafflesia arnoldii

Rafflesia (Rafflesia arnoldii)  – lihat:  Rafflesiaceae Raff.arn.

Seruni (Chrysanthemum sp)

Seruni (Chrysanthemum sp.) – Seruni atau juga dikenal sebagai Krisan, banyak ditanam di pekarangan karena keindahan bunganya.  lihat:  Chrysanthemum-sp-atau-krisan-seruni

Anaphalis javanica (Javanese edelweiss)

Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) – Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh.  lihat:  Anaphalis-javanica-edelweiss-jawa