22 MayDeteksi Defisiensi Unsur Hara

Guide

Detecting mineral deficiencies

A key to nutrient deficiencies of ornamental plants

Smith, F. and C.H. Gilliam (1979)

Klik (1×2):
Older leaves

Klik (1×2):
Youngest leaves & Terminal bud dies

Lihat: → Plant Nutrition and Fertilizers, 2001. Cyberconference Plant Nutrition and Fertilizers. Branch-Smith Publishing.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/05/symptomatic-diagnosis-unsur-hara/

20 MayUnsur Antagonis

Foliar Spraying

Antagosis Umum Terjadi pada Tanaman

Syekhfani

Pengaruh antagonis di antara unsur hara tanaman:
Defisiensi dapat terjadi akibat efek antagonis satu unsur dengan unsur lain. Secara umum, unsur hara yang bersifat antagonis, bila ia berlebihan (ekses), dapat menyebabkan khlorosis unsur hara lain yang berada pada kondisi kurang, sehingga memunculkan gejala defisiensi. Unsur-unsur yang mengalami antagonis seperti terdapat pada Tabel berikut.

Antagonist

Lihat: → Plant Nutrition and Fertilizers, 2001. Cyberconference Plant Nutrition and Fertilizers. Branch-Smith Publishing.

Tabel di atas memberi petunjuk agar saat pemberian unsur hara tertentu sebagai pupuk jangan sampai berlebihan (ekses), agar tidak menyebabkan pengaruh (induksi) defisiensi terhadap unsur lain yang berada dalam kondisi rendah.

Secara praktikal, unsur yang sering diberikan ke lahan sebagai pupuk (atau terikut dalam pupuk) adalah N, P (Ca), K dan bahan kapur (lime) yaitu Ca dan Mg.

Unsur N diberikan sebagai pupuk Urea; P dalam bentuk TSP (SP-36) dan K sebagai pupuk KCl.

Kapur diberikan dalam bentuk Kalsit (Ca) dan Dolomit (Ca, Mg).

Unsur mikro Fe, Mn, Cu umumnya ekses pada lahan dekat tambang, atau pembuangan limbah (kasus pencemaran).

Unsur Na ekses dijumpai pada tanah salin (sodik) di tepi pantai atau kawasan endapan laut (sedimen marin).

Beberapa kasus di lapangan telah disampaikan dalam tulisan (posting) sebelumnya dalam blog ini.

11 NovSOIL- Meramu Pupuk Organik

 

1

 

MERAMU PUPUK ORGANIK

(CONCOCTING ORGANIC FERTILIZER)

 

Pupuk Organik – N, P, K (+) Organik – Mutu

 

Syekhfani

 

Apabila kita ingin membuat pupuk organik, menggunakan bahan baku yang ada di lingkungan seputar kita, maka perlu diperhitungkan jumlah bahan baku yang mengandung unsur hara target mutu yang dikehendaki.

Andaikan ingin membuat pupuk kompon NPK, dari campuran bahan baku leguminosae, kompositae dan palmae yang umumnya berlimpah, maka perlu diketahui dasar perhitungannya.

 

MUTU – Jenis – Pembuatan

Mutu Pupuk

Mutu atau analisis pupuk dinyatakan dalam tiga angka yang menunjukkan jaminan kandungan minimum unsur hara tersedia bagi tanaman.

Pupuk komersial, organik ataupun artifisial, harus ada jaminan analisis minimum tercantum di kemasan.

Mutu 10-10-10 menjamin analisis 10% N, 10% P2O5, dan 10% K2O, dijamin dalam kontiner khusus sebagai bentuk tersedia unsur nitrogen, fosfat, dan kalium.

 

Kriteria Pupuk Anorganik

Pupuk yang mengandung lebih dari 30% total unsur tersedia disebut pupuk ‘beranalisis tinggi’, sedang pupuk mengandung kurang dari 30% total unsur tersedia disebut ‘pupuk beranalisis rendah’.

Mutu pupuk kompon 15-15-15 adalah pupuk beranalisis tinggi; mutu 5-10-10 adalah pupuk beranalisis rendah, dan 10-10-10 berada pada garis batas.

Hal yang perlu diketahui adalah cara menyebut mutu pupuk sebagai jumlah unsur N (nitrogen), P2O5 (disebut asam fosfat dalam kemasan, tetapi secara kimia adalah fosfor pentaoksida), dan K2O (kalium oksida).

Pernyataan ini berkaitan dengan sebutan praktis senyawa anorganik dalam bentuk oksida.

Ketentuan tersebut telah disepakati oleh para industriawan pupuk dalam menyatakan sebagai  ukuran mutu semua jenis pupuk, organik ataupun anorganik, sebagai jaminan mutu produk pupuk yang dikeluarkan bagi para konsumen.

Hal sama bagai unsur kalsium dan magnesium sebagai bahan kapur.

Dalam pustaka ilmiah disajikan daftar konversi; bagi anda yang ingin mengubah mutu pupuk ke dalam jumlah yang diakui.

 

Pupuk Organik

Pupuk organik, tergolong beranalisis (mutu) rendah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tanaman (crop requirement), perlu dikonversi ke dalam dosis per satuan unit.

Berdasar pada kandungan unsur hara dominan, ada tiga macam pupuk organik: (1). Tunggal, (2) Majemuk, dan (3). Lengkap.

  • Pupuk organik Tunggal: mengandung satu jenis unsur hara makro (Pupuk Organik N, Pupuk Organik P, dan Pupuk Organik K) dengan mutu tertentu, misalnya pupuk N (mutu 5 % ): N : P : K → 5 : 0 : 0.
  • Pupuk Organik Majemuk: mengandung dua atau lebih gabungan unsur hara makro (Pupuk Organik NP, NK, PK,NPK, atau ditambah dengan S, Ca, atau Mg), mis. Pupuk Organik NPK → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1 .
  • Pupuk Organik Lengkap: Pupuk organik mengandung unsur hara makro (N, P, K, S, Ca, Mg) maupun mikro (Fe, Mn, Cu, Zn). Biasanya berasal dari bahan baku kompos sisa tanaman atau hewan yang diperkaya (enriched) dengan senyawa kimia/pupuk anorganik.

Pupuk Organik Majemuk: → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1

  • Porsi campuran: satu bagian pupuk = 1/3 bagian Legum + 1/3 bagian Thitonia + 1/3 bagian Tandan Kelapa.
  • Kompos Majemuk Bio: kompos + pupuk Hayati.
  • Sifat Campuran: incorporate → (campur-rata).
  • Tanpa atau dengan pemberat.

Contoh Perhitungan Mutu:

Legum (1.5 % N)                     → 30%          →  1.5 : 0 : 0

Tithonia (1.5 % P2O5)              →  30%         →  0 : 1.5 : 0

Tandan kelapa (3 % K2O)        →  30 %        →  0 : 0 : 3

Pemberat (inert)                       →  10%         →  0 : 0 : 0

—————————————————————————–

Mutu Pupuk Organik NPK      0.5 : 0.5 : 1

 

Baku mutu pupuk organik dalam angka kisaran  tergantung jenis bahan!

 

27 JulSOIL-Rocks

 

ROCKS ~ BATU-BATUAN

Sumber Unsur Hara ~ Bahan Bangunan ~ Batu Permata

 

Bahasan:  Syekhfani

1. persebaran-lokasi-batuan

Rocks (Batu-batuan, Batuan), adalah benda alam berasal dari bumi (lithosfer) yang muncul di permukaan dalam berbagai: jenis, bentuk, komposisi, kekerasan, dan warna;  sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pupuk (unsur hara), material bangunan, dan batu permata (perhiasan).

Jenis batuan dalam lithosfer adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf  yang terbentuk dari proses yang berbeda.

Penyusun batuan adalah senyawa-senyawa anorganik maupun organik.  Pelapukan (weathering) batuan anorganik terjadi melalui proses mineralisasi, sedang pelapukan batuan organik melalui proses dekomposisi. Lama pelapukan tergantung jenis batuan, organisme, iklim, dan waktu;  yang akhirnya menjadi tanah (soil).

Batuan Sumber Unsur Hara:

Komposisi batuan menghasilkan 13 unsur hara esensial bagi tumbuhan (N, P, K, Ca, Mg ~ MAKRO, Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo Cl ~ MIKRO).

Contoh:

MAKRO

Nitrogen (N): Batuan organik

Sulfur (S):  Belerang

Fosfor (P): Apatit, Varisit, Strengit

Kalium (K): Lusit, Ortoklas, Sanidin, Muskovit

Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg): Kalsit, Magnesit, Dolomit

MIKRO

Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Khlor (Cl): batuan beku, batuan sedimen

Batuan beku: granit, diorit, grano-diorit

Batuan sedimen: kalsit, dolomit

 

Batuan Materi Bahan Bangunan: lihat → jenis batuan dan mineral di alam

2. batuan beku

Jenis Batuan

3. dekorasi-rumah-minimalis

Bahan bangunan 

 

Batuan Permata: Lihat → batu permata asli

Batuan organik:  berlian, amber, merjan, mutiara

Batuan anorganik: Silikat Amorf (Kalimaya), Tembaga Aluminium Fosfat Hidrat (Pirus), Korundum ~ Aluminium Oksida, Cr (Mirah); Aluminium Oksida,Ti,Fe (Safir)

 jenis-batu-permata - Copy

Batu permata

 

21 JulSOIL-Nutrients Uptake

Nutrients uptake

NUTRIENTS UPTAKE

(SERAPAN UNSUR HARA)

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Nutrients Uptake (Serapan unsur Hara) oleh tanaman adalah mekanisme masuknya unsur hara dari dalam tanah ke dalam jaringan tanaman.

  • Seperti diketahui bahwa sebagian besar nutrisi tanaman, selain karbon, hidrogen dan oksigen, diperoleh dari medium tanah. Sistem tanah merupakan triple phase: fase padat, cair dan gas. Fase-fase ini secara fisik terpisah. Unsur hara tanaman berada pada fase padat dan masuk ke sistem tanaman melalui fase cair: cairan tanah ke akar tanaman dan sel tumbuhan. Jalur ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan: M (Solid) -> M (Solut) -> N (Akar) -> N (Tajuk);  di mana ‘M’ adalah unsur hara bergerak terus-menerus pada sistem tanah-tanaman dan ‘N’ adalah organ tanaman.
  • Pengoperasian sistem tergantung pada energi matahari melalui fotosintesis dan aktivitas metabolisme. Namun ini, merupakan pernyataan sederhana konsep fisik fenomena alam, tetapi harus diingat bahwa banyak proses fisika dan fisiko-kimia yang mempengaruhi reaksi di jalur tersebut. Sebenarnya transfer alami terjadi melalui bentuk ion larut dalam fase solut (fase cair). Akar tanaman mengambil unsur hara esensial dari tanah dalam bentuk ion. Ion-ion bermuatan positif disebut ‘kation‘ yang meliputi amonium (NH4+), kalium (K+), kalsium (Ca+ +), magnesium (Mg+ +), besi (Fe+ + +), seng (Zn+ +), dan sebagainya. Ion-ion bermuatan negatif disebut ‘anion‘ dan unsur hara esensial dalam bentuk anion meliputi nitrogen (NO3-), fosfor (H2PO4-), sulfur (SO4-), Khlor (Cl-), dan lain-lain.
  • Proses penyerapan hara oleh tanaman mengacu pada transfer ion dari unsur hara antar permukaan tanah dan permukaan akar ke dalam sel tanaman. Energi untuk proses ini diperoleh dari aktivitas metabolisme tanaman dan pada kondisi tidak terjadi serapan unsur hara. Penyerapan unsur hara melibatkan fenomena pertukaran ion. Permukaan akar, seperti juga tanah, bermuatan negatif dan berlangsung mekanisme pertukaran kation. Penyerapan unsur hara tanaman paling efisien terjadi pada jaringan akar muda, sehingga tanaman mempunyai kemampuan tumbuh dan memanjang (elongasi).
  • Lihat: → http://krishiworld.com/contribute-to-krishiworld/

Lihat:  Buku HHTAT – 2010 (Syekhfani)

1

2

Sistem hubungan antara TanahAkarTanaman

3

4

Gambar pergerakan hara tanah ke tanaman (atas), secara difusi (bawah)

5

Gambar jaringan selaput Mikoriza lebih intensif  (kiri), daripada hanya akar (kanan)