23 DecSOIL-Kebutuhan Kapur (Lime Requirement)

 

KEBUTUHAN KAPUR

(Lime Requirement)

 

Syekhfani

 

Kebutuhan Kapur (Lime requirement), perhitungan jumlah kapur pertanian (kaptan) → Kalsit (CaCO3), per hektar untuk menetralkan sifat kemasaman tanah pertanian.

Prinsip Dasar:

Netralisasi tanah masam adalah jumlah kapur pertanian (kaptan, Kalsit – CaCO3) yang dibutuhkan untuk menetralkan Aldd (Aluminium-dapat dipertukarkan, Exchangeable Aluminium, Alexch.) dalam ton per hektar (ton/ha).

Aluminium, adalah sumber kemasaman potensial tanah yang berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman, selain menurunkan pH juga meracun akar.

Aluminium memfiksasi P menjadi bentuk kompleks Al-P yang sukar larut dan tidak tersedia bagi tanaman.  Fiksasi P oleh Al dalam jaringan akar menyebabkan P tidak dapat berfungsi dalam metabolisme dan perannya sebagai sumber energi metabolik dan penyusun fitin dan asam nukleat menyebabkan akar tidak berkembang sempurna.

Akar  keracunan Al mengalami malformasi, membengkok seperti kail dan apabila kadar Al tinggi di subsoil (horizon Argilik), maka pertumbuhan akar mengarah ke permukaan (topsoil), mengakibatkan tanaman mudah rebah. Tanaman yang peka terhadap keracunan Al seperti kedelai, tidak dapat tumbuh normal pada tingkat kejenuhan Al > 20%.

Tingkat kepekaan tanaman terhadap kejenuhan Al berbeda-beda.  Dari hasil uji coba di IPB tahun 1980-an diketahui urutan kepekaan tanaman adalah:  kedelai > kacang tanah > jagung > padi gogo > tebu.  Nilai kejenuhan Al berturut-turut adalah 20, 30, 40, 50, dan 70 %.

Namun demikian, hal tersebut sangat tergantung pada jenis tanah dan sistem pengelolaan lahan.

 

Contoh perhitungan:

Misalkan:  Data analisis Aldd = 1 me/100 g (cmol.kg-1).

Berapa kebutuhan Kapur Kalsit (CaCO3) per hektar?

Solusi:

Kesetaraan → 1 me/100 g Al3+ ~ 3/2 me Ca2+ me/100 g ~  1.5 me Ca2+/100 g.

Kesetaraan →  1.5 me Ca2+/100 g ~ 1.5 x (BA/v) mg Ca2+=  1.5 x 20 mg = 50 mg.

Kesetaraan → 50 mg me Ca2+/100 g ~  (BM CaCO3/BA Ca2+) CaCO3/100 g  ~ 50 mg x (100/40) CaCO3/100 g.

Kesetaraan →  50 mg me Ca2+/100 g  x (100/40)/100 g = 150 mg CaCO3/100 g.

Berat HLO (Hektar Lapis Olah), 20 cm, BJ=1:  10000 cm x 10000 cm x 20 cm x 1 (g/cm3) = 2.109 g.

Kebutuhan kapur per hektar :  (2.109/100) x 150 mg CaCO3/ha=(2.107) x 150 mg CaCO3/ha = 1.5 x 109 mg = 1.5 ton.

 

Persentase Setara Kalsit (% ~ CaCO3), % – Calcium Carbonate Equivalent, %-CCE:*)

Prinsip Dasar:  Daya netralisasi Kalsit (CaCO3) = 100%

Konversi: menggunakan faktor konversi → kesetaraan CaO

Contoh:  Berapa daya netralisasi MgCO3 (gipsit)

Solusi:

Faktor konversi untuk

CaCO3 → CaO (x 0.560)

MgO → CaO (x 1.389)

Faktor konversi (daya netralisasi) MgCO3 (gipsit) = 100/56 : 1,389 = 1.286 x CaCO3 (kalsit).

Artinya, bila CaCO3(kalsit) dibutuhkan 1 ton, maka MgCO3 (gipsit) dibutuhkan 1.3 ton.

 

*) Lihat: → Goeswono Soepardi. 1983. SIFAT dan CIRI TANAH. IPB, Bogor, hal. 362-363.

 

2 Responses to “SOIL-Kebutuhan Kapur (Lime Requirement)”

  1. Sedikit banyak sudah paham sekarang, pak. terima kasih materinya ^_^

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
*